Tuesday, October 23, 2018

Sinopsis The Ghost Detective Episode 23 Part 2

Sumber: KBS2


Jung Dae terus mengikuti Sunwoo Hye.


Eun Chong memotret semua KTP orang-orang yang pingsan.

Mr. Han: Lihatlah kekacauan ini. Ini lebih kacau daripada Perang Korea. Omong-omong, apa yang kamu lakukan? Hei, Magang.

Eun Chong: Mereka tidak akan mengingat apa pun. Aku merekam video. Mereka harus menceritakan kejadiannya. Bukan secara berkelompok, tapi satu per satu.

Mr. Han: Benar. Dengan begitu, kita bisa tahu bagaimana Sunwoo Hye mendekati mereka.


Chae Won: Cari tahu apakah mereka masih dikendalikan oleh Sunwoo Hye. Periksa apakah mata mereka merah.

Eun Chong: Kenapa kamu memerintahku?

Mr. Han: Karena dia mantan dukun.

Eun Chong: Ah.. Begitu rupanya.

Mr. Han: Kenapa kamu begitu cepat beradaptasi?


Chae Won menyentuh jenazah ibu Sunwoo Hye untuk mencaritahu kejadian sebenarnya. 

"Kamu berusaha melindungi dia. Katakan.. di mana Lee Da Il."

Tapi Chae Won tidak bisa melihat apapun, ia sampai harus minum obat. Ia bergumam, apa ia sudah tidak bisa membaca apa pun? Kenapa sekarang?


Mr. Han khawatir, apa Chae Won baik-baik saja? 

"Aku baik-baik saja." Jawab Chae Won.


Mr. Han dan Chae Won melihat catatan ibunya Sunwoo Hye yang berserakan. Ada nama Yeo Wool disana, bersamaan dengan kalimat, "Orang yang rutin dia hubungi. Apa hubungannya dengan Lee Da Il?"

Mereka melihat halaman selanjutnya.


Sementara itu, Yeo Wool masih sibuk dengan Da Il.


Jung Dae mengikuti Hye sampai di sebuah lorong. Ia menodongkan pistolnya untuk meminta Hye berhenti.

"Balik badan!" Perintah JunG Dae.


Dan Hye pun berbalik. Hye berkata kalau JunG dae belum saatnya bertemu dirinya. Ia hendak memanfaatkan Jung Dae nanti.

"Berhenti bicara melantur. Berlututlah."

"Kamu ingin melakukan ini kepada Da Il, bukan? Tapi kamu tidak bisa melakukannya. Karena kamu tidak bisa melihatnya dan dia tidak akan tertembak. Lantas bagaimana kamu akan melindungi Yeo Wool? Pada akhirnya Da Il yang akan membunuh Yeo Wool."


Mata Jung Dae memerah juga akhirnya. 

"Mau kusingkirkan Da Il?" Tanya Hye dan itu membuat Jung Dae menurunkan pistolnya. Hye tanya lagi, "Kamu tahu keberadaannya?"

"Aromanya seperti anggur."

"Lalu?"

"Pasangan paruh baya tinggal di sana."

"Lalu?"

"Itu bukan rumah, tapi seperti gubuk atau gudang. Jendelanya tertutup."


Hye mengarahkan pistol ke kepala Jung Dae.

Hye: Jangan tidak sengaja menarik pelatuk. Aku tidak menyuruhmu menariknya. Kamu belum boleh mati.

Dan SUnwoo Hye dengan bebas bisa meninggalkan Jung Dae.


Jung Dae tersadar, matanya kembali putih dan ia sangat terkejut mendapati ia mengarahkan pistol ke kepalanya sendiri. Ia memandang sekitar, tapi tidak ada siapapun. Dan Jung Dae pun pingsan.


Infus Da Il sudah habis. 


Da Il terbangun di pangkuan Yeo Wool. Semua kemudian mendekat. Da Il bertanya pada Yeo Wool apa yang terjadi? musik apa itu?


Saat Chae Won mengatakan kalau alat bantu dengar Yi Rang itu adalah benda semacam alat spiritual, Alat yang menghubungkan orang mati dan manusia. Benda itu mengandung tekad kuat Yi Rang untuk melindungiYeo Wool.

Yeo Wool bertanya, Bagaimana jika alat bantu dengar dan gelang ini memiliki kekuatan itu?

Yeo Wool memandang pintu kamar Da Il.


Yeo Wool lalu mengajak Mr. Han dan Chae Won masuk, ia memutar lagu kesukaan ibunya Da Il melalui piringan hitam. Yeo Wool bertanya tidak bisakah lagu itu mencegah Da Il menjadi roh jahat?

Mr. Han: Apa?

Yeo Wool: Dahulu ibunya Da Il mendengarkan ini setiap hari. Musik ini diputar saat dia meninggal. Sepertinya Da Il juga mendengarkan musik ini saat merasa sedih atau merindukan ibunya.


Da Il mendengar penjelasan Yeo Wool sambil terdiam. Yeo Wool meminta Da Il tidak pergi sendirian lagi. Meski Da Ilmendadak berubah lagi, ia bisa melindungi mereka. Ia dan Da Il.

"Maaf.. soal tempo hari."

Mr. Han memberi ruang untuk mereka berdua, ia mengajak Chae Won dan Eun Chong pergi dari sana.


Mulai sekarang, Yeo Wool tidak akan mundur saat melihat Da Il.

"Aku sudah menyuruhmu lari."

"Kamu tidak akan berubah sepenuhnya. Kamu tidak akan menjadi seperti wanita itu. Bahkan tanpa musik, saat itu kamu bisa mengatasinya dengan memborgol tanganmu."

"Tadi, aku tidak bisa melakukannya. Sepertinya kondisiku memburuk."

"Itulah sebabnya.. kami harus membantumu. Semuanya akan aman jika kita tetap bersama."

Da Il mengajak Yeo Wool pergi dari sana terlebih dahulu.


Sunwoo Hye masuk toilet, ia mulai tidak bisa menggerakan jari-jari kirinya dan tubuhnya mulai membusuk perlahan. 


Gyeol menyelinap masuk ke kantor Mr. Han. Disana, ia menuju meja Mr. Han dan melihat foto Mr. Han bersama istrinya.


Ia ingat kata Sunwoo Hye bahwa ada rintangan lain selain Da Il. 

Lalu Gyeol mulai menulis di kertas dan ia meletakkan kertas itu dibawah foto yang tertelungkup. 

"Aku akan mengurus ini. Aku akan mengurus ini, Yeo Wool-ah."


Lalu Gyeol menulis di papan tulis.


Da Il membacanya setelah sampai di kantor, "Ada pembunuh di antara kalian. Jika merasa, kamulah orangnya. Sampai jumpa di sana. Aku akan menunggumu."

Yeo Wool mengenali tulisan itu sebagai tulisan Gyeol. 


Da Il langsung melihat Mr. Han dan Mr Han tampak gelisah. Da Il juga melihat Eun Chong dan EuN Chong langsung pergi.


Mr Han pura-pura pegal dan capek, ia ijin masuk kamar dan berpesan agar segera sikabari jika terjadi sesuatu. Mr Han galau banget. kasihan..


Mr. Han menhan airmatanya, ia akan membuka foto istrinya, tapi tidak sanggup. 

Kilas Balik..


Istri Mr. Han menekan perutnya saat berjalan, ia sangat kesakitan sampai susah untuk jalan. 

"Aku.. ingin berjalan-jalan."

Tapi Mr. Han yang sedang sibuk memilah sampah marah mendengarnya, "Bisakah kamu berhenti? Hentikan! Ini sudah berhari-hari!"

"Ayo berjalan-jalan. Kumohon? Ke tempat yang sepi. Tadi sore.. aku masuk ke mobil. Kamu sudah membelinya."

"Tidak. Bukan begitu. Aku membeli itu bukan untukmu."

"Aku melakukan ini bukan demi kamu. Aku sangat kesakitan dan ini terlalu sulit. Aku sudah tidak sanggup. Aku sungguh tidak suka menjadi beban bagimu."


Mr. Han langsung lemas.


Istri Mr. Han sendirian di mobil dan sepertinya ia membakar koran di dalam mobil dengan semua pintu mobil tertutup rapat.

Mr. Han kembali, ia panik karena asap sudah banyak di dalam mobil, ia memanggil-manggil istrinya tapi tidak ada jawaban, akhirnya ia memukul kaca mobil dengan batu. 

Barulah ia bisa membuka pintu mobil, tapi ia terlambat, istrinya sudha meninggal. Mr. Han menangis sejadinya.

Kilas Balik selesai..


Sekarang giliran kisah Eun Chong. EuN Chong mendapati temannya gantung diri. Ia bergegas menahan tubuh temannya itu.

"Joon Sang! Ini mustahil. Ini tidak mungkin benar."

Ia memanggil orang untuk meminta bantuan. Saat itu Da Il datang. Eun Chong dengan putus asa memanggil Da Il.

Ceita Eun Chong selesai..


Da Il menjelaskan kalau semua orang yang ada disana bisa terpancing karena kalimat Gyeol, berpikir bahwa seseorang mati karena diri mereka sendiri.

Chae Won juga berpikir kalau ibunya (roh) pergi untuk selamanya karena dirinya.

Da Il: Kalian mungkin berpikir itu kebenarannya.


Yeo Wool: Kenapa dia melakukan ini? Alih-alih mengendalikan orang, kenapa dia malah membuat Gyeol melakukan ini untuk memengaruhi kita?

Da Il: Dia ingin mental kita hancur.

Yeo Wool: Untuk mencegah kami mencari tubuhmu?

Chae Won: Aku juga berpikir dia ingin mencegah kami untuk melindungimu.

Yeo Wool: Apa maksudmu?

Chae Won: Sunwoo Hye punya keinginan lain selain tubuh Da Il.

Chae Won menunjukkan buku catatan Ibunya Sunwoo Hye. Ia melanjutkan, "Yaitu merasuki Yeo Wool."

1 komentar:

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap