Monday, October 22, 2018

Sinopsis The Ghost Detective Episode 22 Part 1

Sumber: KBS2


Ibu bangkit dan menodongkan pisaunya pada Sunwoo Hye. Ibu menyebut Sunwoo Hye monster dan menyuruh Sunwoo Hye saja yang mati. 

"Akhirnya ibu bisa mendapatkan Hoon kembali. Dia tidak bisa hidup tanpa ibu. Ibu tidak boleh mati!" Bentak ibu.

"Hoon sudah tidak ada."

"Ibu.. meminta maaf kepadamu."


Ibu dengan airmata mengalir menusuk Sunwoo Hye. Darah mengalir. Tapi ibu yang tumbang. 

"Ibu.. sama seperti Ayah." Ucap Sunwoo Hye.


Yeo Wool dan Mr. Han menunggu di depan gereja. Sekarang sudah jam 9:00, Mr. Han berkata kalau Da Il akan segera kembali. Yeo Wool yakin Da Il akan kembali kesana.

Mr. Han: Yeo Wool. Jika Da Il tampak sedikit berbahaya, beri tahu aku dan sembunyilah di belakangku.

Yeo Wool: Baiklah.


Yeo Wool tiba-tiba berdiri, lalu ia melangkah tanpa mengatakan apapun pada Mr. Han. Mr. Han menduga Da Il sudah kembali.

Dan memang Da Il kembali. Yeo Wool menutupi lehernya saat Da Il menatapnya. Da Il melankah maju, tapi Yeo Wool refleks melangkah mundur. Da Il pun berhenti.

Mr. Han menanyakan keadaan Da Il, Apa tampak baik-baik saja? Yeo Wool memperhatikan mata Da Il sebelum menjawab.

Yeo Wool: Dia tampak sedikit lebih sakit, tapi tampak baik-baik saja. 


Da Il berkata kalau ia tidak baik-baik saja. Ia menyuruh Yeo Wool pulang karena ada hal yang harus ia lakukan sendirian.

"Apa itu? Jika kamu menyentuh benda sendirian dan menjadi marah lagi.."

"Kubilang kamu tidak boleh berada di dekatku di saat itu. Aku mungkin mencoba menyakitimu lagi."

"Aku bisa membantumu agar itu tidak terjadi."

"Kamu tidak boleh melakukan itu. Ada hal yang tidak bisa kita lakukan meskipun ingin. Aku pun.. tidak tahu bagaimana akan bereaksi."

"Aku akan baik-baik saja."


Yeo Wool melangkah maju, tapi Da Il melarangnya mendekat. Da Il berjanji akan kembali saat situasi mendukung Yeo Wool untuk baik-baik saja meski ia kembali.

"Bagaimana jika kamu tidak bisa kembali?" Tanya Yeo Wool.


Tapi Da Il tidak menjawabnya, ia malah pergi meninggalkan Yeo Wool.


Da Il menyusuri jalan sendirian, ia mengingat kata-kata Sun Woo Hye.

"Kamu akan sangat kesepian. Aku akan membunuh semua orang yang mencintaimu."

Da Il berhenti untuk menguatkan dirinya.


Yeo Wool menyesali reaksinya tadi, kenapa ia melakukannya? Kenapa ia mencoba menghindarinya? Ia melakukan itu tanpa berpikir.

"Aku mengerti. Dan.. jika kamu memikirkannya, itu sudah sewajarnya."

"Ayo kembali. Ayo kembali. Aku bersalah. Seharusnya aku tidak melakukan itu." Pinta Yeo Wool sambil menangis.

Mr. Han hanya menepuk punggung tangannya.


Yeo Wool: Aku hendak memberitahunya bahwa dia belum sepenuhnya berubah. Bahwa orang yang memborgol dirinya untuk melindungiku adalah Da Il yang sesungguhnya. Bahwa aku percaya kepadanya. Aku harus mengatakan itu kepadanya.

Mr. Han: Dia pasti sudah tahu.

Yeo Wool: Bagaimana jika dia tidak kembali? Bagaimana jika terjadi sesuatu?

Mr. Han: Hari ini dia kembali. Artinya Sunwoo Hye belum menemukannya.

Mr. Han lalu memberikan tisu untuk Yeo Wool. Ia mengajak untuk mencari tubuh Da Il dahulu. Jika Da Il kembali sebagai manusia, mereka bisa mencegahnya menjadi roh jahat.


Sunwoo Hye mengeluarkan semua barang di tas ibunya dan ia menemukan foto itu. Foto dirinya dan Hoon saat masih kecil. Tapi Sunwoo Hye malah meremasnya. 


Sunwoo Hye tiba-tiba merasakan sakit di lengannya. Lengannya lebam gitu. Lalu sosok kecil dirinya muncul.

"Seharusnya kamu lebih pandai menipunya. Kamu menemukan dia untuk mencari tahu keberadaan Da Il. Sama halnya dengan Jeon Deok Joong dan Ibu. Kamu tidak bisa membunuh semua orang hanya karena marah. Apa yang kamu harapkan? Kamu ingin seperti anak-anak itu?"

"Tidak. Tidak."

"Mereka berbeda. Mereka punya orang-orang yang ingin melindungi mereka."

"Hanya dua orang. Selama ini, hanya ada dua orang. Tidak ada lagi."


Dua orang yang dimaksud Sun Woo Hye adalah Ibunya Da Il dan Yi Rang. Keduanya sama-sama ia beri pilihan, mau bunuh diri atau ia akan membunuh orang yang mereka sayangi, Da Il dan Yeo Wool.

Hye: Aku akan membunuh semua orang. Aku akan menunjukkan bahwa mereka sama sepertiku.


Sunwoo Hye menemukan catatan di tas ibunya. Dan ia teringat kata-kata Jeon Deok Joong yang akan membuatnya mendapatkan tubuh baru yaitu tubuh Yeo  Wool, tapi wakt itu ia menolaknya.

Sunwoo Hye melihat lengannya yang lebam, ia tidak panik lagi. 

"Kurasa sekarang aku membutuhkan dia. Jika aku mendapatkan keinginanku, ini akan menjadi malapetaka bagi Da Il."


Reporter itu (aku lupa namanya) menemui kepala editor untuk menyetorkan artikel untuk pekan depan. Tapi kepala editor mengatakan kalau itu sudah tidak dibutuhkan.

"Apa?"

"Kamu sudah tidak dibutuhkan."

"Kenapa?"

"Pengacara Baek bilang kamu akan tahu alasannya. Aku tidak pernah melihat orang begitu cepat dipecat padahal masuk melalui koneksinya. Semoga kamu hidup dengan rajin. Serahkan kartu tanda masuk dan kartu namamu."


Reporter penasaran siapa yang mendukung Pengacara Baek, karena tidak mungkin perusahaan surat kabar mau menerima perintah pengacara.

"Putra pemilik perusahaan kami. Kamu sungguh tidak tahu itu?" Jawab kepala editor lalu pergi


Reporter lalu menghubungi seseorang.

"Semuanya sesuai dugaanku. Terbitkan artikelnya. Kamu sempat menambahkan itu sebelum mencetaknya, bukan?"


Pengacara Baek marah-marah saat menemui Reporter, ia membating koran yang memuat artikel itu.

"Apa yang kamu lakukan?!!"

"Kamu menyuruhku menulis artikel."

"Kapan aku... Aku sudah menyuruhmu berhenti."

"Benarkah? Tapi kamu memecatku. Aku tidak punya alasan untuk melakukan sesuai perintah."


Pengacara Baek duduk, ia menanyakan alasan yang sebenarnya atas tindakan Reporter ini. Sejak awal Reporter berencana melakukan ini?

"Sedikit. Sudah sejak lama kamu tertarik kepada Da Il, Kenapa kamu tidak terkejut mendengar dia sudah mati?"

"Karena aku tidak percaya. Aku menerima surel darinya dan Yeo Wool melakukan hal yang tidak mungkin dia lakukan sendiri. Cara mereka memecahkan kasus sepertinya atas pimpinan Da Il. Bagaimana denganmu? Kenapa kamu menerbitkan artikel ini jika dia sudah mati?"

"Ada hantu di balik semua kasus ini dan hantu lainnya memecahkan kasus-kasus itu. Itu fakta. Tapi untuk meyakinkan itu, aku butuh ketertarikan orang-orang."

"Lupakan saja. Sepertinya aku tidak bisa bicara denganmu. Kamu akan terus menerbitkan artikel soal Lee Da Il?"

"Maka aku harus menyusun rencana."

"Rencana apa? Ah.. Kudengar kamu menerima perintah dari pemilik Harian Myungjang. Ayahnya seorang jenderal. Ibunya satu-satunya anak perempuan Harian Myungjang. Putranya bersiap dicalonkan sebagai anggota Kongres muda. Tapi kenapa dia bermain-main dengan Da Il lagi? Dia menggangu Prajurit Kim hingga mati. Dia menyuruhku melakukan hal yang sangat kusesali. Lalu dia membuat Da Il kehilangan pekerjaan. Semua itu belum cukup?"

"Aku akan berpura-pura tidak mendengarnya."

Pengacara Baek pergi.


Da Il menatap poster pencarian Sunwoo Hye.

"Di mana Sunwoo Hye? Dia pasti butuh persembunyian. Tempat untuk dia pulang dengan aman. Aku harus menemukan tempat itu untuk mencarinya. Dia terus membunuh orang karena mengulangi tindakan membunuh ayahnya. Berarti.. kemungkinan besar dia bersembunyi di rumah lamanya tempat pembunuhan itu terjadi."


Ketua Tim nya Senior dan Jung Dae melemparkan koran dengan kesal, sudah baca artikel itu? Senior dan Jung Dae memungut korannya. Itu adalah artike yang di tulis si Reporter, judulnya "Siapa Lee Da Il?" 


Ketua Tim: Ini artikel terburuk dalam sejarah tabloid. Pers menggila dan kita terus mendapat permintaan wawancara. Ini kacau. Perusahaan penyiaran mengerumuni kita.

Ketua Tim menuduh Jung Dae yang membocorkn informasi tapi Jung Dae mengelaknya. 

Ketua Tim: Tangkap teroris itu secepatnya. Jika tidak, situasinya akan menjadi gawat.

Senior dan Jung Dae mengerti. Lalu Ketua Tim keluar sambil marah.


Senior mematikan, sungguh Jung Dae tidak tahu apa-apa? Jung Dae membenarkan. 

"Berhentilah berkeliaran sendirian. Itulah sebabnya dia mengira kamu membocorkan sesuatu."

"Aku tidak melakukan apa pun."

"Ya, tentu."


Tiba-tiba bolpoin Jung Dae bergerak sendiri. Jung Dae menyadari kalau Da Il ada disana. Jung Dae mengajak Da Il bicara di luar, ia pamit mau ke toilet pada seniornya.


Saat tidak ada yang melihat, Jung Dae memberikan koran dan bulpennya pada Da Il.

Da Il menulis, "Kamu harus menemukan tubuhku sebelum Yeo Wool. Tubuhku di semacam gudang atau gubuk. Semua jendelanya ditutup. Banyak sampah berserakan di sana. Pasangan paruh baya mengelola tempat itu dan sepertinya.. ibunya Sunwoo Hye menyewa tempat itu. Saat ibunya Sunwoo Hye memindahkan tubuhku, aku mencium bau aneh. Aku bisa mencium bau yang sama di gudang itu, yaitu bau anggur. Tadi malam ibunya Sunwoo Hye pergi saat tengah malam dan belum kembali. Hanya ini yang kuketahui."


Jung Dae: Semua orang sudah mencari tubuhmu. Kenapa kamu secara pribadi meminta bantuanku? Kenapa aku harus menemukannya lebih dahulu sebelum Yeo Wool-ssi?

Da Il menulis lagi, ia merebut koran yang dipegang Jung Dae.

"Jangan beritahukan keinginanku yang sesungguhya kepada orang lain. Terutama Yeo Wool. Mungkin aku akan.. mendadak menyerang orang lain atau mungkin.. menyerang Yeo Wool lagi. Jika aku melakukan itu dan kamu menemukan tubuhku... bunuh aku. Tanyakan caranya kepada Chae Won. Apa pun yang terjadi, meski ada yang berusaha menghentikanmu, kamu harus membunuhku."


Da Il: Aku tidak meminta bantuan kepada Detektif Park Jeong Dae. Aku meminta bantuan kepada pria yang ingin melindungi Yeo Wool.

Lalu Da Il membuang koran beserta bolpennya dan ia pergi.


Oh ya.. judul artikelnya panjang ternyata, "Siapakah pahlawan yang menghentikan terorisme?"

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap