Sunday, October 21, 2018

Sinopsis The Ghost Detective Episode 21

Sumber: KBS2


Saat Da Il berubah menjadi jahat dan mendorong Gyeol dengan keras, Yeo Wool sangat tegang, takut juga mungkin.


Sementara itu, Jung Dae dan senior menuju kesana. Jung Dae tahu dari Mr. Han.

"Yeo Wool mengangkat teleponnya?" Tanya Senior.

Jung Dae menghubungi Yeo Wool tapi tidak diangkat. Jung Dae panik, ia menyuruh Senior untuk lebih cepat lagi.


Gyeol bangkit, mengatakan kalau Da Il tidak akan bisa menghentikan Sunwoo Hye. Da Il tambah marah, ia mencekik Gyeol, mendorongnya ke dinding dan melemparnya ke tanah.

Yeo Wool tidak bisa membiarkan itu.


Senior dan JunG Dae sampai di lokas. Senior mengatakan kalau Forensik dan bantuan akan datang. Jung Dae pamit untuk melihat-lihat.

"Kita bisa pergi bersama nanti..." Cegah senior, tapi Jung Dae keburu melesat.


Da Il malah menyakiti Yeo Wool krena mengganggunya. Yeo Wool terus bicara pada Da Il dan meminta Da Il sadar.

"Apa kamu marah?" Tanya Da Il.


Yeo Wool terkejut dengan pertanyaan Da Il itu. Ia terus mencoba melepaskan diri dari Da Il. Terus memohon agar Da Il sadar dan tidak melakukan hal itu padanya.


Gyeol bisa bergerak, ia mohon agar Da Il melepaskan Yeo Wool.

Lalu Gyeol melihat Jung Dae berlarian. Gyeol tidak bisa membiarkan dirinya tertangkap, ia pun melarikan diri.


Jung Dae melihat Yeo Wool sedang kesakitan sendirian, ia langsung mendekat.


Da Il akhirnya bisa menguasai dirinya sendiri. Ia melepaskan Yeo Wool dan Yeo Wool langsung lemas, batuk-batuk. Jung Dae mendekati Yeo Wool. 


Jung Dae menanyakan kondisi Yeo Wool, tapi Yeo Wool malah menatap Da Il. Jung Dae mengikuti arah tatapan Yeo Wool, tapi ia tidak bisa melihat apa-apa.

"Apa dia wanita itu?" Tanya Jung Dae dan Yeo Wool menggeleng.

"Apa mungkin.. Apa dia Lee Da Il?" Tanya Jung Dae lagi. 


Yeo Wool tidak menjawab, ia tetap menatap Da Il. Dan Da Il menatapnya balik. Yeo Wool ketakutan, ia berdiri dengan gemetar. Jung Dae melindunginya.


Yeo Wool meminta Jung Dae untuk berhati-hati. Da Il berdiri, matanya masih merah. Da Il langsung mendekati mereka dan dengan mudah ia menarik Jung Dae untuk menjatuhkannya. 


Yeo Wool ketakutan tapi ia tetap mengajak Da Il bicara, memohon agar Da Il sadar.


Da Il langsung mengambil borgol Jung Dae, ia memborgol tangannya dengan pagar. Ia berusaha keras mengendalikan dirinya 


Dalam pandangan Jung Dae, borgol itu bergerak sendiri. 


Da Il menyuruh Yeo Wool lari, CEPAT!! Tapi Yeo Wool masih khawatir pada Da Il. Ia masih mau mendekat, tapi Jung Dae segera menahannya. 


Dan akhirnya Da Il menghilang, borgol itu jatuh. Yeo Wool juga jatuh lemas, ia melihat jam, pukul 1 tepat. Yeo Wool menangis.


Gyeol memperhatikan mereka dari kejauhan. Tapi kemudian ia pergi. 


Senior menghubungi Jung Dae, menanyakan lokasi Jung Dae sekarang. Senior mengabari kalau mereka menemukan jasadnya. Yeo Wool baik-baik saja?

"Ya, sekarang dia baik-baik saja. Aku akan ke sana setelah Mr. Han datang dan mengantarnya pulang. Baiklah." Jawab Jung Dae.


Yeo Wool terus memandangi borgol itu, lalu Jung Dae melepaskan borgolnya dan mengantonginya. Selanjutnya, Jung Dae menyelimuti Yeo Wool dengan jaketnya.

Jung Dae bertanya apa yang terjadi. Yeo Wool mengatakan bahwa tadi ada Gyeo disana. 

"Kim Gyeol? Dia ada di sini? Dia berusaha melukaimu? Dia tampak berbahaya?"

"Sekujur tubuhnya berlumuran darah. Dia menyuruhku ikut dengannya. Karena Da Il berusaha mencegahnya, dia berakhir seperti itu."


Jung Dae langsung menghubungi petugas, "Tersangka insiden pembunuhan telah kabur. Terakhir dia terlihat di depan gereja. Sunwoo... Dia juga menunjukkan tanda-tanda gangguan mental. Dia mungkin melakukan kejahatan lain."


Mr. Han dan Chae Won sampai, Jung Dae lalu membantu Yeo Wool naik ke mobil. Yeo Wool menyembunyikan bekas cekikan di lehernya dan ia mulai cerita pada Chae Won.

" "Apa kamu marah?" Dia bilang begitu. Itulah yang Sunwoo Hye katakan kepadaku saat Yi Rang sekarat. Mampukah kita menyelamatkan Da Il jika menemukan tubuhnya? Bisakah kita menyelamatkan dia agar tidak menjadi roh jahat dan mengembalikan dia seperti semula?"

Chae Won hanya diam.


Da Il membuka matanya, ada seseorang yang datang menggunakan senter. Yang datang seorang wanita, ia bertanya apa ahjumma ada di dalam.


Tapi wanita itu tidak sendiri, kayaknya mereka pasangan suami istri. Suami memaksa masuk tapi sang istri mengajaknya pergi, tidak baik masuk rumah orang tanpa ijin. 

"Kenapa dia tidak pindah? Ini menggangguku." Kata sang suami.

Da Il mencoba bersuara, tapi hanya di dalam hati, ia tidak bisa mengeluarkannya. 

"Ada orang di sebelah sini. Di sebelah sini!"


Tapi pasutri itu pergi. Oh ya.. Da Il tidak terlihat karena tertutupi oleh tumpukan kardus anggur.


Ibunya Sunwoo Hye terus bergumam kalau ia telah bersalah. Ia minta maaf. Kemudian ibu melihat Sunwoo Hye memanjat kurdi dekat jendela. Ibu mencegahnya,

"Hye, jangan! Ayo pulang bersama. Ayo."

"Ibu ingin ikut denganku?"


"Apa? Ya. Dahulu, seharusnya ibu tidak meninggalkanmu dan adikmu. Ibu hendak kembali untuk menjemput kalian. Sungguh. Tapi, ibu tidak bisa menemukan cara untuk memberi makan dan membesarkan kamu dan adikmu dengan tepat. Ibu bahkan tidak bisa mengurus diri sendiri. Ibu terlalu tidak cakap."

Tapi Sunwoo Hye tetap memanjat jendela dan ia melompat, sama seperti yang ia lakukan di atap Rumah Sakit.


Ibu histeris, TIDAK!!!! Tapi jendelanya masih tertutup rapat, Sunwoo Hye menghilang. Ibu bingung karena hanya ada sepatu disana.


Sunwoo Hye yang asli menunjukkan dirinya, "Seharusnya Ibu ada di sana. Seharusnya Ibu mencegahku."

"Hye? Itu kamu, Hye? Kamu sudah siuman? Kamu sudah bertumbuh besar."

"Kenapa Ibu tidak pernah menjengukku? Aku merindukan Ibu."


Ibu langsung memeluk Sunwoo Hye, ia berkata kalau ia berusaha menyelamatkan Sunwoo Hye. Perawat itu melarang ibu menjenguk Sunwoo Hye. Dia bilang Sunwoo Hye akan bisa merasakan semuanya walau sedang koma. Dia bilang ibu hanya akan membuat kondisi Hye makin tidak stabil jika menjenguk.

"Ibu pembohong."

"Ibu serius. Perawat itu bilang dia bisa menyelamatkanmu. Dia bilang ibu akan bisa hidup bersama keluarga ibu lagi."


Hye: Hidup bersama keluarga Ibu? Sekarang?

Ibu: Belum lama ini, dia menyerahkan Hoon kepada ibu. Ibu merawatnya dengan baik. Dia akan segera siuman sepertimu.

Hye: Hoon-nie? Bagaimana Ibu bisa menyebut namanya? Apa Ibu tahu bagaimana kehidupannya setelah Ibu pergi? Ibu tahu betapa sulitnya aku mengurus dia?

Ibu: Ya. Karena itu, mulai sekarang...

Hye: Seharusnya Ibu ada di sana untuk melihat bagaimana dia mati. Dia meminum soda dengan nikmat tanpa tahu soda itu dicampuri bahan kimia. Dia berterima kasih kepada Ayah sebanyak 10 kali karena membiarkan dia meminumnya.


Sunwoo Hye mulai menangis. Ibu mengatakan kalau Hye salah, Hoon belum mati. Sekarang dia bersama ibu.

"Dia sudah mati! Karena Ibu meninggalkan kami, Ayah membunuh kami. Artinya Ibu membunuh kami!"


Ibu berlutut pada Hye, "Ibu melakukan kesalahan. Mulai sekarang, ibu akan menebusnya. Ikutlah ibu, Hye. Ibu akan menunjukkan Hoon kepadamu. Hoon belum mati. Ibu akan menunjukkan Hoon kepadamu."


Yeo Wool memberitahu apa yang Gyeol katakan, bahwa malam ini Sunwoo Hee akan masuk ke tubuh Da Il.

Chae Won: Artinya Sunwoo Hye sudah menemukan Da Il?


Yeo Wool: Gyeol menemui seseorang di gereja yang memberinya informasi penting. Dia mungkin membunuh orang itu agar kita tidak menemui dia.

Mr. Han meminta Chae Won untuk menggunakan kekuatan supranaturalnya pada jasad pastur untuk mencari petunjuk.

Chae Won: Itu bukan kekuatan. Akan sulit mendekati tubuh itu atau lokasinya. Kolega Jung Dae juga terlibat.

Semua terdiam lemas. Chae Won pun akan berusaha sebisa mungkin, ia akan mencobanya, ia lalu pamit.


Mr. Han bertanya pada Yeo Wool, akankah Da Il kembali? Yeo Wool tidak bisa menggeleng, sepertinya tidak. 

"Dia tidak mau melukaiku lagi." Lanjut Yeo Wool.

"Jika... Jika dia kembali, bagaimana perasaanmu? Akankah dia seperti dahulu?"

Yeo Wool kembali ingat kejadian tadi ia terdiam. Mr. Han mengerti.

Mr. Han: Jangan memaksakan dirimu. Aku, Nona Gil, Detektif Park, dan mungkin Pengacara Baek akan membantu. Kita pasti akan menemukan Da Il. Kita akan menemukan dia dan memastikan dia hidup.


Yeo Wool: Mr. Han. Apa aku.. tidak boleh membantu orang untuk hidup, alih-alih hanya berusaha bertahan? Hal yang menimpa Da Il, akulah penyebabnya. Dia berusaha mencegahku membunuh Sunwoo Hye. Dia masih hidup. Dia masih hidup, bukan? Jadi, kali ini... Sekarang giliranku untuk menyelamatkan Da Il.


Da Il kembali, ia melihat Yeo Wool dari belakang, ia mengikutinya.


Yeo Wool berbalik dan tersenyum padanya. Da Il lega, ia membalas tersenyum.


Tapi kemudian seseorang mencekik Yeo Wool. Da Il terkejut.

Suara Yeo Wool: Kamu ingin melindungi wanita itu, bukan? Kamu ingin melindungi wanita itu, bukan?


Da Il memanggil-manggil Yeo Wool. 

Tapi kemudian orang yang mencekik Yeo Wool menoleh, ia adalah Da Il sendiri. Da Il bengong.

"Kamu tidak bisa melindungi Yeo Wool. Dia akan mati karenamu."

"Tidak, hentikan. Hentikan!"


Ternyata itu adalah mimpi Da Il. 

"Sekarang apa yang bisa kulakukan? Dia (Gyeol) benar. Aku belum pernah bisa menghentikan Sunwoo Hye. Sekalipun Sunwoo Hye bisa memakai tubuhnya, dia tidak biasa. Kekuatannya untuk mengendalikan orang lain makin kuat. Aku tidak tahu cara membunuhnya. Tapi, mungkin sekarang aku bisa... Sekarang ini akulah yang paling mirip dengan Sunwoo Hye. Mungkin aku bisa menyingkirkan Sunwoo Hye. Ini akan menjadi pertarungan antara dua roh jahat."


Da Il menutup matanya dan ada tetesan air jatuh di bibirnya. Di luar hujan.


Sunwoo Hye mengambil pisau. Ia berkata pada ibu kalau ia hanya punya dua pilihan. Membunuh Ayah dan bertahan atau mati dan membiarkan Ayah hidup.

"Hye. Ayahmu bunuh diri."

"Tidak. Ayah mati saat berusaha membunuhku. Sama seperti bagaimana Ibu berusaha kabur."


Hye mengarahkan pisau ke leher ibu. Ibu ketakutan dan bergerak menjauh.

Hye: Tidak ada yang memberitahuku apakah aku melakukan kesalahan atau semua orang yang ada dalam situasiku akan melakukan hal yang sama. Jadi, aku terus menanyai semua orang yang tidak mau mati. Kebanyakan dari mereka mengambil keputusan yang kubuat.


Hye memberikan pisau itu pada ibunya. Ibu tidak mau menerimanya. Hye kembali memberikan pisau itu. Dan kali ini ibu tidak menolaknya.

"Apa yang akan Ibu lakukan?"

"Hye. Jangan lakukan ini."

"Tentukanlah. Ibu akan membunuhku atau membunuh diri sendiri."

"Mana bisa.. ibu membunuhmu?"

0 komentar

Post a Comment