Friday, October 19, 2018

Sinopsis The Ghost Detective Episode 19

Sumber: KBS2


Ibu Sunwoo Hye: Bertahanlah. Ibu melakukan ini demi kamu. Kamu akan segera merasa tenang. Anak ibu. Rasanya sakit sekali, bukan?

Dan Da Il kembali menutup matanya.


Mr. Han,Yeo Wool dan Chae WOn sampai dolikasi. Mereka segera bergegas.


Ibu SUnwoo Hye membawa kusi roda, ia mengangkat Da Il, tapi Da Il jatuh, ia kesulitan. Ibu tidak menuerah sampai akhirnya ia bisa menempatkan Da Il di kursi roda.


Mr. Han mencari alamat, Ganghwa-ro 2-gil 14-1. Yeo Wool menunjuk nomor 14-1.


Mr. Han mengetuk sambil memanggil pemiliknya, tapi tidak ada jawaban. Mr. Han mencoba membuka pintu dan ternyata tidak di kunci.

Mereka masuk, tapi tidak ada siapapun disana. Yeo Wool memperhatikan sekeliling. 

"Kamar semi basemen yang kecil. Kertas dinding motif bunga. Jendela berterali. Meja berlaci. Pigura berisi foto seorang ibu dan anak kecil."

Semuanya cocok, cuma fotonya sudah diambil.


Chae Won menemukan ada infus. Mereka langsung mendekat. Mr. Han yakin disanalah tempatnya. 

Yeo Wool: Dia pasti bergegas kabur.

Mr. Han: Apa Sunwoo Hye membawanya pergi lebih dahulu?


Chae Won memeriksa dan ia menemukan jarum suntik. Ia memasukkannya ke kantong plastik dan membawanya.

Mr. Han memeriksa kamar mandi dan ternyata lantainya masih basah, artinya mereka baru saja pergi, mereka harus keluar dan mencari mereka.


Yeo Wool akan ikut, tapi Mr. Han menyuruhnya tetap disana untuk mencari bukti, ia akan menelfon Yeo Wool nanti. Mr. Han cuma mengajak Chae Won. 

Chae Won: Hubungi kami jika terjadi sesuatu.

Yeo Wool: Baiklah.


Yeo Wool memotret semuanya. Ia membayangkan foto itu sesuai cerita Da Il.


"Dia mengambil foto itu sebelum kabur? Atau.. "

"Sunwoo Hye yang mengambil fotonya?"


Yeo Wool mengeluarkankan alat pendengarannya dan mulai mendengarkan semuanya.

Ia mendengar suara langkah kaki dari luar jendela. RUangannya semi bawah tanah, jadi jendelanya pas dengan jalan. 


Ada orang berjualan buah keliling. Ada anak berlarian. Tapi tidak ada Sunwoo Hye disana.

Yeo Wool mendengar suara tetesan air. 

"Sepertinya tadi Lee Da Il-ssi sungguh berada di sini."


Dan tiba-tiba Sunwoo Hye ada disana, "Pikirmu kamu mendengar sesuatu?"

Yeo Wool gemetar ketakutan. 


Mr. Han melihat seseorang mendorong kursi roda. Ia mengeluarkan pistolnya dan terus mengikuti orang itu sembunyi-sembunyi.


Sementara itu, Chae Won melihat orang menyeret sesuatu, ia juga mengikutinya sembunyi-sembunyi. 

Orang tadi memasukkan yang diseretnya ke dalam mobil bak terbuka. Chae Won menghubungi Jung Dae.


"Aku segera ke sana. Jangan bertindak sendirian. Kenapa kamu atau Yeo Wool tidak memberitahuku?" Kesal Jung Dae.


Mr. Han memberanikan diri mendekat, tapi ternyata orang itu bukan Da Il dan yang mendorong kursi roda juga bukan ibunya Sunwoo Hye.


Sunwoo Hye memandangi tempat tidur bekas Da Il. 

"Dia mengabaikan putranya sendiri karena sakit. Tapi sekarang, dia merawat seseorang? Dia kabur agar bisa hidup seperti ini? Dia meninggalkan kami dan kabur karena ini?" Gumam Sunwoo Hye setelah berkeliling melihat.


Yeo Wool menghubungi Mr. Han diam-diam. 


Sunwoo Hye kesal, ia menyapu semua yang ada di meja. Lalu ia mendekati Yeo Wool. Mr. Han menjawab ponselnya, ia panik dan segera berlari kembali kesana.  


Sunwoo Hye membawa pisau, ia menarik lalu melempar Yeo Wool. 

"Apa yang kamu lakukan? Bukankah tempo hari kamu berusaha membunuhku?"


Sunwoo Hye mengiris tangannya sendiri dan darahnya keluar. Yeo Wool mulai berdiri lagi.

"Lihatlah. Aku bukan lagi roh, tapi manusia. Sekarang kamu bisa membunuhku."


Sunwoo Hye memberikan pisau itu pada Yeo Wool. Yeo Wool makin gemetar.

"Ini kesempatan besar. Lee Da Il bahkan tidak bisa mengganggumu."


Yeo Wool ingat bagaimana akhir orang-orang yang dikendalikan Sunwoo Hye. Ia masih diam.


Sunwoo Hye semakin mendekat, tapi Yeo Wool menurunkan tangannya. Sunwoo Hye tersenyum, Yeo Wool ragu? Takut?  

"Tidak. Bukan karena aku takut. Aku tidak akan membunuh siapa pun." Jawab Yeo WOol. Ia mengatakan itu karena ingat kata-kata Da Il kalau ia akan menanggung beban seumur hidup jika membunuh orang. 


Sunwoo Hye pun mengambil kembali pisau itu, "Kamu memilih untuk tidak membunuhku. Jangan menyesal."


Tepat saat itu Mr, Han datang. Setelah memastikan Yeo Wool tidak terluka, Mr. Han langsung menodongkan pisotolnya pada Sunwoo Hye. 


Tapi Sunwoo Hye menatap tepat di mata Mr. Han, jadinya Mr. Han bisa ia kendalikan. Sunwoo Hye memberikan pisau itu untuk Mr. Han dan Mr. Han menjatuhkan pistolnya untuk menerima piasu itu.


Mr. Han kemudian berbalik dan menodongkan pisau itu pada Yeo Wool. Mr. Han meminta maaf, ia mengaku bersalah. Yeo Wool was-was.


Mr. Han tiba-tiba berlutut, ia melihat bayangan seseorang disamping Yeo Wool, "Kamu kesulitan. Jadi, aku ingin mengakhiri rasa sakitmu. Memang seharusnya aku tidak melakukan itu. Maaf, Yeobo (panggilan untuk istri)."


Yeo Wool mendengar jawaban istri Mr. Han, "Kamu membunuhku. Bagaimana kamu bisa tersenyum bahkan setelah membunuhku? Bagaimana.. kamu bisa berlagak semuanya baik-baik saja di depan semua orang?"


Mr. Han mengelaknya, itu tidak benar. Dan Mr. Han membalik ujung pisau itu menjadi mengarah padanya. Mr. Han berusaha menusukkan pisau itu pada tubuhnya, tapi Yeo Wool tidak bisa membiarkannya, yeo Wool berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan Mr. Han.


Tapi Mr. Han berhasil mendorong Yeo Wool menjauh. Untunglah tepat saat itu Chae Won dan Jung Dae datang. Jung Dae langsung mencegah Mr. Han melakukan bunuh diri.

Jung Dae: Sadarlah!

Akhirnya Mr. Han pingsan.


Chae Won bertanya pada Yeo Wool, ada apa sebenarnya. Yeo Wool menyebut Sunwoo Hye, lalu ia memandang sekeliling, tapi Sunwoo Hye tidak ada disana. Tapi ada jejak tetesan darah menuju pintu keluar.


Mr. Han, Jung Dae, Chae WOn, dan Yeo WOol kembali ke kantor. Mr. Han bertanya bagaimana keadaan Da Il sekarang, apa dia baik-baik saja?

Chae Won: Masih ada harapan mengingat dia diberi infus, tapi kondisinya tidak begitu baik.

Jung Dae: Aku tidak mengerti. Kamu yakin dia roh?

Chae Won: Kenapa?


Jung Dae: Kamu bilang mereka menghilang pukul 1.00, begitu juga Sunwoo Hye. Kenapa dia tidak menghilang selama 10 hari terakhir ini? Kenapa dia menghilang mulai kemarin? Ini aneh.

Mr. Han: Kamu benar.

Chae Won: Aku juga berpikiran sama, jadi, aku mencari informasi soal itu. Jawabannya mudah. Dia sedang sakit. Tubuh dan roh seseorang tidak selalu terhubung. Tubuh akan menganggap itu keadaan darurat dan membawa roh kembali ke tubuh.


Yeo WOol: Maksudmu sekarang Da Il.. dalam kondisi kritis?

Mr. Han: Suatu keajaiban dia bisa bertahan selama 10 hari terakhir.

Chae Won: Benar. Dia sangat beruntung. Dia pasti mengalami pendarahan ringan. Mungkin pukulannya meleset.

Jung Dae: Karena itu kali pertamanya, Lee Chan Mi pasti tidak berpengalaman.

Chae Won: Karena Jeon Deok Joong bekerja di rumah sakit, awalnya mereka merawatnya. Masalahnya adalah kita harus bagaimana sekarang. Kemarin kamu bilang dia kembali pukul 9.00. Artinya dia tidak bisa kembali hari ini. Itu membuat keadaan menjadi lebih buruk. Jika mati dalam keadaan roh terjebak di tubuhnya, dia bahkan tidak bisa kembali sebagai roh selamanya.


Yeo WOol tidak bisa menahan kesedihannya, ia meninggalkan mereka. Jung dae kelihatan sangat khawatir, ia ragu antara mau mengejar Yeo Wool atau tinggal, jadi ia hanya terus memandang kepergian Yeo Wool.


Chae Won meminta JunG Dae mencaritahu tentang obat yang ia bawa dari rumah ibunya SUnwoo Hye, tapi Jung Dae terlalu sibuk memperhatikan Yeo Wool. Jadi Chae WOn menarik kata-katanya, ia akan mencaritahu sendiri karena akan lebih cepat. Ia pun pamit.


Yeo Wool memandang pintu kamar Da Il dengan sedih.


Mr. Han menghampiri, ia menenangkan Yeo Wool, mengatakan kalau da Il pasti akan kembali. Ia selalu percaya Da Il akan kembali. Yeo Wool mengerti.


Mr. Han menyinggung soal kejadian tadi. Ia tidak ingat apapun, tapi apa mungkin... Mr. Han tidak jadi mengatakannya. Yeo Wool meminta Mr. Han tenang, tidak terjadi apa-apa kok. 

"Benarkah?"

"Tapi tadi kamu memakai alat bantu dengar. Bukankah kamu bisa.. mengetahui semua yang diperlihatkan atau diperdengarkan oleh sunwoo Hye kepada orang-orang?"

"Ya."

"Itulah sebabnya aku bertanya apakah kamu mendengar suara wanita."

"Aku tidak mendengar apa pun. Suara siapa yang kamu maksud?"

"Istriku."

Kilas Balik..


Istri Mr. Han membuka toko bunga. Setelah pulang kerja, Mr. Han membantu istrinya menurunkan bunga dari mobil untuk dibawa ke toko bunga.

Istri: Yeobo. Kamu tidak bisa berhenti dari pekerjaanmu? Penghasilanku akan cukup untuk kita berdua. Toko bunga kita punya banyak pelanggan.

Mr. Han: Lucu sekali.

Istri Mr. Han memegangi perutnya, sepertinya itu penyebabnya meninggal.

Istri: Yeobo. Aku ingin kamu melakukan pekerjaan yang bisa membuatmu bangga. Aku tidak suka dengan mereka yang membantumu memulai agen penyelidikan itu.

Mr Han: Apa maksudmu? Kamu malu terhadapku?

Istri: Sama sekali tidak. Aku ingin kamu memakai keterampilanmu untuk membantu orang. Bantulah orang yang dicurangi untuk menemukan yang berharga bagi mereka. Jadilah detektif yang adil seperti dalam film-film asing.

Mr. Han: Detektif?

Istri: Ya. Apa pun yang kamu lakukan, lakukanlah dengan bangga. Lakukan dengan caramu, yaitu pria yang kucintai. Hanya butuh sedikit perubahan hati.

Kilas Balik selesai..


Mr. Han bersikeras kalau itu bukan apa-apa, ia kemudian memberi pistol pada Yeo Wool. Yeo Wool terkejut, pistol?

"Bukan. Ini semprotan pertahanan diri. Jika aku bersikap seperti itu lagi, semprotkan saja ini kepadaku. Jangan mencemaskan aku. Semprotkan saja. Jika tidak, aku mungkin bisa melukaimu." Jelas Mr. Han lalu pergi.


Yeo Wool masuk ke ruangan Da Il. Ia duduk di kursi dan membuka-buka buku. Saat itu ia menemukan buku yang aneh, buku tiruan yang Da Il gunakan untuk menyimpan pisau itu.


Yeo Wool membukanya. Tapi di dalamnya bukan hanya ada pisau saja, tapi juga ada ponsel. Yeo Wool menyalakan ponselnya, dan di layar ada foto Da Il bersama ibunya.

Yeo Wool mau mencaritahu lebih, tapi ada yang mengetuk pintu. Jung Dae minta ijin untuk masuk, tapi Yeo Wool berkata kalau ia yang akan keluar.


Jung Dae melarang Yeo Wool melibatkan diri karena terlalu berbahaya. Tapi Yeo WOol jelas tidak bisa melakukannya dan pasti Jung Dae tahu betul hal itu.

"Aku detektif polisi. Sekarang aku tahu soal Sunwoo Hye dan sungguh.. percaya kepadamu. Jadi, serahkan kepadaku. Aku akan menangkap Sunwoo Hye."

"Lee Da Il-ssi belum kembali."

"Aku juga akan mencarinya."

"Bagaimana kamu akan mencarinya? Hanya aku yang bisa melihatnya."

"Kenapa kamu.. berusaha melindunginya juga?"

"Detektif Park..."

"Aku... Aku.. berharap bisa mengulang waktu. Saat pertama kamu datang ke kantor polisi kami, seharusnya aku mendengarkanmu dengan lebih saksama. Seharusnya aku memercayaimu dan membantumu. Aku terus memikirkannya. Andai aku melakukan itu, kamu tidak harus bertemu dengannya. Tidak. Andai aku bisa kembali ke masa yang lebih lampau. Sebelum kejadian yang menimpa adikmu. Andai aku bisa menghentikannya..."

"Aku hanya bisa memikirkan satu hal. Bagaimana jika dia tidak kembali? Bagaimana jika dia menghilang selamanya? Kita baru saja mengetahui bahwa dia masih hidup. Bagaimana jika dia mati lagi?"

"Kenapa? Apa arti dia bagimu?"


Da Il berhasil kembali dan ia melihat semua catatan Yeo Wool di kamarnya. Kemudian ia mendengar suara Yeo WOol dari luar.


Yeo Wool: Dia orang terakhir yang kumiliki. Dia orang pertama yang memercayaiku dan kembali untuk menepati janjinya kepadaku.

Yeo Wool melanjutkan, "Dia memahami apa yang kupikirkan dan bagian mana yang terasa sakit. Kami berdua mirip. Jadi, jika prioritasmu adalah aku, bukan pelakunya, hentikanlah."

"Aku tidak berusaha untuk mendapatkan hatimu. Tidak pernah. Aku hanya ingin.. kamu aman dan bahagia. Jika keinginanmu.. adalah menemukan Da Il, aku juga bisa melakukannya."

"Detektif Park."

"Lakukanlah apa yang kamu inginkan. Aku akan melakukan apa yang bisa kulakukan."

Jung Dae pun pergi.. TT


Setelhanya Da Il baru keluar dari kamarnya. Yeo WOol sangat senang melihat Da Il. 


Mr. Han juga langsung mendekat mendengar Yeo Wool memanggil Da Il.

Mr. Han: Da Il ada di sini? Dia baik-baik saja?

Yeo Wool: Kamu baik-baik saja? Kenapa kamu tidak kembali pukul 9.00? Kamu sangat kesakitan? Ada yang mencoba melukaimu?

Da Il: Aku baik-baik saja. Jika kamu mengatakan itu, Mr. Han akan cemas.

Mr. Han: Apa kondisinya buruk?


Da Il menyuruh Yeo Wool diam, ia lalu berjalan ke ruang utama. Mr. Mengikuti, tai Da Il dan Yeo Wool tiba-tiba berhenti.

Ada yang datang ternyata, Reporter Kang Eun Chong. Eun Chong berjalan melewati Da Il, menembus Da Il sih lebih tepatnya. Da Il memberitahu Yeo WOol siapa Eun Chong.


Yeo WOol pun memanggil EUn Chong. Eun Chong berbalik menatap Yeo Wool, apa kita pernah bertemu, bagaimana kau tahu aku? Lee Da Il membicarakan aku? tanyanya.


Eun Chong tetap menyerobot masuk ke ruang kerja bersama walaupun Mr. Han melarangnya. Eun Chong melihat papan kerja mereka. 

Mr. Han: Kamu harus pergi. Da Il juga tidak ada di sini.

Eun Chong: Aku kemari bukan untuk menemui Da Il. Sepertinya aku tahu situasinya.

Mr. Han diam-diam keluar sambil menghubungi seseorang.


Eun Chong duduk santai disana. Da Il berbisik, sebenarnya sebenara yang EuN CHong ketahui? Da Il menyuruh Yeo Wool meminta Eun Chong untuk langsung bicara saja.

Yeo Wool: Lantas kenapa kamu kemari?


Eun Chong: Lee Da Il yang memecahkan kasus, tapi dia tidak ada dalam kasus teror minuman. Kalian merahasiakan sesuatu. Tapi kini aku paham. Orang-orang tidak memercayaimu, bukan? Hal yang sesungguhnya ingin kuketahui adalah kasus penculikan di TK, kasus bunuh diri manajer restoran, kasus penculikan pasien koma, kasus pembunuhan staf di Rumah Sakit Yoonsan, dan kasus teror minuman. Ada apa di balik kasus-kasus yang sepertinya tidak berkaitan ini? Misalnya, mungkin sesuatu yang bukan manusia. Aku berpikir mungkin itu.. semacam hantu.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap