Saturday, October 6, 2018

Sinopsis The Ghost Detective Episode 18

Sumber: KBS2


Pintu rumah Yeo Wool diketuk, tapi ia tidak lekas membuka, ia bertanya dulu, apa itu Da Il? Tapi tidak ada jawaban. Yeo Wool ingat pesan Da Il untuk tidak membuka pintu untuk siapapun karena Sunwoo Hye tidak melukai orang dengan tangannya sendiri, tapi memanfaatkan orang lain dengan mengendalikannya.


"Detektif Park? Aku sedang ada di rumah. Ada orang asing di depan pintuku. Bisakah kamu kemari sekarang juga?"

Dan Jung Dae langsung melesat kesana.


Di luar ada suara ketukan pintu makin intens, dan tiba-tiba ada suara penyerangan. Yeo Wool meletakkan ponselnya untuk menguping.

Ia mendengar suara Da Il, "Jung Yeo Wool. Kamu bisa membuka pintunya."


Yeo Wool pun membuka pintu dan masuklah Da Il yang dengan cepat menutup pintunya lagi sampai mendorong Yeo Wool. 


Yeo Wool sangat senang melihat Da Il, ia langsung memeluknya. Da Il terkejut tentunya, tapi lama-lama ia membalas pelukan Yeo Wool dan mata merahnya kembali memutih. 


Yeo Wool melepaskan pelukannya, ia bertanya pada Da Il, apa Da Il baik-baik saja? Da Il mengelus rambut Yeo Wool. 

"Siapa kamu menanyaiku apakah aku baik-baik saja?" Balas Da Il. 

"Kupikir kamu menghilang. Aku takut kamu tidak akan kembali. Ibu dan ayahku.. tersenyum saat bilang mereka akan kembali, tapi mereka tidak pernah kembali. Yi Rang bilang akan menemuiku lagi saat berangkat kerja, lalu dia meninggal di pelukanku. Aku merasa benar-benar sendirian. Tapi sejak bekerja sama denganmu, untuk kali pertama aku tidak merasa sendirian sepeninggal Yi Rang."

"Bukan hanya aku yang ada di dekatmu. Ada Mr. Han, Gil Chae Won, dan Detektif Park."

"Tapi bagiku, aku selalu lupa bahwa kamu.. bukan manusia. Kamu..."


Jung Dae ada di luar dan pasti ia mendengar perkataan Yeo Wool itu, ia awalnya akan membuka pintu tapi tidak jadi, ia hanya menangkap pelaku yang berhasil Da Il lumpuhkan tadi.


Gyeol berjalan sambil melamun. Saat melihat halte, ia mengingat kebersamaannya dengan Yi Rang. Gyeol lalu duduk di halte itu, ia kembali memandangi gelangnya.


Tiba-tiba Yi Rang menghampirinya, "Jangan mati." Kata Yi Rang.

"Yi Rang-ah."

"Jangan mati dan tolong lindungi Jung Yeo Wool, Oppa!"

"Yi Rang, aku..."

"Kamu melihatnya, bukan? Semua berjalan dengan sendirinya. Pisau di tanganmu bergerak sendiri. Ada hantu jahat yang mengintai Yeo Wool."


Saat bis berhenti, Yi Rang berbisik pada Gyeol, "Sunwoo Hye tidak mengincar Yeo Wool, tapi Da Il yang ada di dekatnya."

Ternyata dia bukan Yi Rang melainkan Sunwoo Hye yang sedang menyamar.

"Jika kamu membantuku menyingkirkannya, aku akan merelakan Yeo Wool. Lindungi Yeo Wool. Kumohon. Maka aku akan memaafkanmu." Lanjut Sunwoo Hye.


Dengan begitu, Gyeol bisa dikendalikan oleh Sunwoo Hye dan mau mengikuti Sunwoo Hye.


Da Il menceritakan semuanya di kantor dan semua terdiam.



Chae Won: Baiklah. Dia bilang itu seperti rumah biasa? Artinya.. meski dalam kondisi pasif, dia tidak mati otak atau harus diopname. Jika tidak butuh respirator, dia bisa hidup sangat lama jika diberi makanan yang cukup. 

Da Il: Maka ada peluang aku bisa hidup lagi?

Yeo Wool: Bisakah kondisinya membaik?

Chae Won: Itu bisa terjadi. Tapi hanya jika kita segera menemukannya. Mungkin kondisi tubuh buruk. Sudah lama berlalu sejak dia dipukul dengan palu. Aku ragu dia dirawat dengan baik.


Chae Won mendapat telfon, ia menjauh untuk mengangkatnya. Da Il bilang akan menemui Jeon Deok Joong. Yeo Wool mengikuti, tapi Da Il tidak mengijinkannya.


Chae Won selesai menelfon, ia mengatakan pada yang laon kalau Jeon Deok Joong tewas di lapas pagi ini. Ia pun pergi.


Chae Won datang ke lab bersama Jung Dae untuk memeriksa jasad Jeon Deok Joong. Chae Won bertanya, apa menurut Jung Dae, Deok Joong bunuh diri?

"Ada yang aneh. Ujung celananya tergulung. Seakan-akan ada orang yang menyeretnya setelah membunuhnya." Kata Jung Dae. 

"Kukunya lepas dan dan jarinya berdarah. Berapa kali dia mengikat tubuhnya?"

"Satu kali. Bukankah itu juga aneh?"

"Orang yang bunuh diri mengikatnya minimal dua kali. Ada banyak luka lilitan tali. Jika dia gantung diri, biasanya ditemukan luka di bagian atas leher. Kemungkinan besar dia dicekik."

"Menurutmu wanita itu pelakunya?"


Chae Won tidak mejawabnya, ia menyuruh Jung Dae menyingkir sebentar. Jung Dae heran, kenapa tiba-tiba?

"Menyingkirlah saja. Ada hal yang tidak ingin kutunjukkan kepadamu."


AKhirnya Jung Dae menyingkir, tapi tidak benar-benar pergi. Ia bisa melihat Chae Won melakukan sesuatu. 

Chae Won melepas sarung tangannya, lalu menyentuh tubuh Jeon Deok Joong sambil memejamkan mata. Entah apa yang Jung Dae pikirkan saat melihat Chae Won itu. 


Da Il ke lapas tempat Jeon Deok Joong meninggal. Sebelumnya Yeo Wool mengatakan penjelasan Chae Won padanya, bahka jeon Deok Joong tidak takut dengan Sunwoo Hye. Jadi, Chae Won tidak yakin apakah dia dibunuh oleh Sunwoo Hye. Jeon Deok Joong menyesal, merasa bersalah, dan putus asa. Hanya itu yang tersisa di dirinya, bahkan saat kukunya lepas dan ujung jarinya tertutup darah.

Da Il melihat ranjang Jeon Deok Joong dan ia melihat ada goresan kuku disana.


Lalu ia memposisikan diri di tempat Deok Joong gantung diri, ia menggarukkan kukunya di dinding.


Da Il menemukan tulisan dari darah, "Ibu."


Da Il menceritakan semuanya. Ia menyimpulkan kalau itu bukan wasiat karena dia tidak bunuh diri. Deok Joong berusaha meninggalkan pesan untuk seseorang.

Yeo Wool: Kamu menemukan informasi tentang ibunya?

Mr. Han: Jeon Deok Joong tidak punya ibu. Dia ditinggalkan sejak lahir dan tumbuh di Panti Asuhan Kkotbi. Dia mendapat beasiswa dari Yayasan Kkotbi dan begitulah dia menjadi perawat.

Yeo Wool: Tapi Da Il bilang, wanita itu tampak berusia 60-an. Jika benar dia ibunya Jeon Deok Joong, bukankah seharusnya dia berusia 80-an?

Mr. Han: Itulah sebabnya aku mencari tahu. Ternyata ada wanita yang dianggap sebagai ibu oleh Jeon Deok Joong, yaitu direktur Panti Asuhan Kkotbi. Dia biarawati yang mengasuhnya saat masih remaja. Namanya Lee Jin Kyung. Dia berusia 64 tahun.


Da Il tersenyum. Mr. Han bertanya pada Yeo Wool, sekarang Da Il terkesan, bukan?

Yeo Wool menoleh pada Da Il dan Da Il menggeleng. Tapi Yeo WOol mengatakan pada Mr. Han kalau Da Il terkesan. Mr. Han pun tersenyum puas. 

Mr. Han: Direktur itu tidak tahu Jeon Deok Joong meninggal. Sepertinya mereka melakukan penyelidikan pribadi karena tidak ada yang dilaporkan di berita. Mari memeriksanya.


Mr. Han bersandiwara sebagai pasien yang dirawat dengan baik oleh Deok Joong disaat ia sekarat. 

Mr. Han: Itulah sebabnya kami berpikir Perawat Jung dijebak atas hal yang tidak dia lakukan. Astaga. Dia orang yang baik hati. Bagaimana dia bisa dituduh?

Yeo Wool juga ikut berakting.

Mr. Han: Omong-omong, kami berhasil menemukan pengacara yang sangat kompeten untuk Perawat Jung.

Biarawati: Aku sungguh berterima kasih. Yayasan kami juga bersiap memulai kampanye untuk membantunya. Ada yang harus kutunjukkan. Ikuti aku.


Di ruangan, Da Il melihat sekeliling dan ia bilng bukan ruangan itu tempat tubuhnya. Yeo Wool lalu bertanya, apa semua ruangan di panti mirip?

Biarawati: Tidak. Ruangan yang lain adalah ruangan bersama. Aku diberi ruangan pribadi karena menjabat sebagai direktur.

Mr. Han: Artinya kamu tinggal di sini tanpa punya rumah sendiri?

Biarawati: Iya.


Biarawati itu memberi mereka daftar pasien yang dirawat Deok Joong. Mr. Han sengaja mengangkat daftar itu agar Da Il juga bisa ikut membacanya.

Biarawati: Selain pasien yang sedang koma Deok Joong juga merawat beberapa pasien lain melalui pekerjaan sukarela. Itu informasi pribadi mereka. Kami punya cerita tentang betapa baiknya dia dan sudah menyiapkan petisi.

Mr. Han: Adakah yang bisa kami bantu?

Biarawati: Kalian bisa menulis petisi setelah melihat semua dokumennya. Tadi pasien lain datang untuk berterima kasih atas bantuan Deok Joong.

Yeo Wool: Apa dia seorang wanita?

Biarawati: Bukan, dia seorang pemuda dan sangat baik hati.


Yeo Wool dan Da Il memilah daftar pasien yang alamatnya berdekatan. 

Yeo Wool: Kamar setengah basemen kecil. Kertas dinding bermotif bunga. Jendela bertiang. Meja berlaci. Pigura berisi foto seorang ibu dan anak kecil. Benar, bukan?

Da Il: Ya. Saat melihat foto itu, dia melihatnya seakan-akan itu sangat berharga baginya.

Yeo Wool: Mr. Han, Kita akan mulai dari Jalan Yoonji.

Mr. Han: Baiklah. Ada begitu banyak rumah. Mari berpencar. Kamu bisa bekerja sama dengan Da Il dan hubungi aku jika butuh.

Yeo Wool: Baiklah.


Mereka berkeliling ke rumah-rumah dan itu tidak mudah. Bahkan mendapatkan kesialan, Mr. han diguyur air. Mereka tidak mendapatkan apapun.


Hari sudah gelap dan mereka kembali ke kantor. Sekarang saatnya Da Il kembali. 

Mr. Han: Apa tidak masalah kita tetap di sini?

Chae Won: Tidak ada yang bisa kita lakukan dengan semua hasil temuan kita hingga saat ini.

Da Il: Saat kembali ke tubuhku, aku mungkin berkesempatan untuk mencari petunjuk. Aku segera kembali.


Da Il menuju ruangannya, tapi Yeo Wool mengikuti. Da Il pun berbalik untuk bicara dengan Yeo Wool. 

"Jangan cemas dan beristirahatlah. Sampai jumpa besok pagi."

"Tetap saja..."

"Aku akan mencari petunjuk yang bisa membantu. Mari mencarinya besok."

"Semoga kamu kembali dengan aman."

"Aku ingin kamu tetap di sini bersama Pak Han dan Chae Won. Jangan sendirian. Mengerti?"

Yeo Wool mengangguk dan membiarkan Da Il ke ruangannya sendiri.


Da Il kembali ke tubuhnya, ia melihat wanita itu sedang nonton TV sambil minum soju.


Ia melihat ada obat-obatan disana, lalu foto itu adalah foto anak perempuan dan sang adik.  Ada kalender, tertulis, "Gereja Jaaeil"


Yeo Wool masuk ke ruangan Da Il saat Da Il sudah pergi. Disana ia berpikir sambil menuliskan semua petunjuk di papan.

-Kenapa Jeon Deok Joong menulis "Ibu" saat sekarat?"
-Dia gantung diri dengan selimut.
-Ini bukan ibunya.
-Dia bukan pasien.
-Kamar setengah basemen kecil.
-Kertas dinding bermotif bunga.
-Jendela bertiang.
-Meja berlaci.
-Pigura berisi foto seorang ibu dan anak kecil.
-Dia berusia 60-an.


Yeo Wool: Dia bukan salah satu pasien di Sopo-gu. Ibu. Dua anak kecil. Seakan-akan dia merindukan mereka...


Yeo Wool kemudian membuka komputer untuk mencari data soal Sunwoo Hye. Sunwoo Hye berusia 12 tahun dan adiknya berusia 7 tahun. Ibunya pergi lima tahun yang lalu. Saat itu Sunwoo Hye berusia 7 tahun. Adiknya berusia 2 tahun. ejadiannya pada tahun 1993. Rupanya 25 tahun yang lalu. Maka sekarang ibu mereka.. berusia 60-an. Sang ibu meninggalkan anak-anaknya. Jadi, dia mungkin mengingat mereka hanya sebagai anak-anak.

"Ibunya Sunwoo Hye?" Kesimpulan Yeo Wool.


Wanita itu berdiri dan menuju meja yang ada obatnya, ia meminumnya.


Wanita itu melihat Da Il membuka mantanya, lalu ia mendekat.

"Kamu bisa melihat ibu? Anak ibu. Kamu bisa melihat ibu? Kamu.. sudah siuman?"


Wanita itu kembali, ia mengambil suntikan dan mengambil obat cair. Ia memasukkan obar cair itu ke dalam suntikan. 

"Sekarang ibu.. akan menjagamu dengan baik. Ibu.. akan membuat kondisimu membaik. Maaf. Ibu.. minta maaf. Sekarang, ibu akan melakukan apa pun untukmu."

Da Il meneteskan air mata sebelum akhirnya menutup matanya kembali karena wanita itu menyuntikkan obat tadi padanya.


Yeo Wool ketiduran dan ia terbangun saat jam menunjukkan pukul setengah sepuluh. Yeo Wool langsung keluar sambil memanggil-manggil Da Il. 


Mr. Han terbangun karena suara Yeo Wool. Ia bertnaya apa Da Il ada disana? Yeo Wool emnggeleng. 

"Tidak ada? Bukankah kamu bilang dia akan kembali ke tempat dia menghilang? Dia menghilang dari ruangan itu, bukan?"

Yeo Wool mengangguk.


Yeo Wool menyampaikan hasil analisisnya semalam. Sepertinya mereka keliru soal pesan Jeon Deok Joong.

"Ada apa?" Tanya Mr. Han.

"Tubuh Da Il bukan ada pada ibunya Deok Joong. Bagaimana jika dia.. adalah ibunya Sunwoo Hye? Tapi.. hanya itu informasinya. Nama, usia, dan alamat. Tidak ada lagi. Tidak ada cara untuk menemukan apa pun."


Jung Dae menginterogasi petugas itu. Ia mengatakan kalau ditemukan rambut wanita di sel Jeon Deok Joong. Petugas itu membiarkan seseorang masuk ke sel?

"Aku sungguh tidak ingat apa pun." Bentak petugas. 

"Mungkin.. kamu dijebak atas pembunuhan. Katakan.. yang sebenarnya!!!"

"Malam itu, seorang wanita datang."

Jung Dae menunjukkan foto Sunwoo Hye dan petugas itu membenarkan. Sunwoo Hye bilang ingin menemui seseorang, ia katakan kalau pengunjung dilarang masuk dan Sunwoo Hye pergi begitu saja.


Jung Dae mendapat telfon dari Yeo Wool. Ia pun keluar untuk mengangkatnya. 

"Benarkah kamu bisa mencari ibunya Sunwoo Hye?" Tanya Yeo Wool.

"Aku akan memeriksa catatan kasusnya dahulu. Mereka mungkin menyelidiki dia sebelum menyimpulkan itu sebagai bunuh diri. Tapi karena sudah lama, entah apakah catatannya masih ada."

"Kamu sudah menemukan pembunuh Jeon Deok Joong? Apa Sunwoo Hye..."

"Seorang penjaga yang matanya berubah merah tertangkap kamera. Dia bilang tidak mengingat apa pun. Sepertinya dia tidak berbohong. Sebelum hilang ingatan, dia mengaku melihat Sunwoo Hye."


Yeo Wool kembali berdiskusi dengan Mr. Han, "Jeon Deok Joong merahasiakan fakta bahwa Da Il masih hidup dari Sunwoo Hye. Bagaimana jika Sunwoo Hye mengetahuinya kemarin setelah melihat Da Il menghilang? Bagaimana jika dia mendatangi Jeon Deok Joong untuk mencari tahu keberadaan Da Il?"

"Jadi, dia meninggalkan jawaban atas pertanyaan itu sebagai petunjuk saat dia sekarat."

"Tapi bagaimana bisa Sunwoo Hye tidak tahu? Dia bisa menemukan kita di mana pun kita berada. Dan kemarin, dia menelepon Gyeol seakan-akan sudah tahu kami sedang bersamanya. Tempat yang tidak diketahui oleh Sunwoo Hye.."

"Sopo-gu."


Mr. Han lalu menunjuk peta yang kemarin mereka tandai, dimana saja lokasi roh Sunwoo Hye muncul.

Mr. Han: Kamu bilang Sunwoo Hye adalah anak kecil. Anak-anak hanya tahu lingkungan mereka. Sunwoo Hye lahir, tumbuh, dan mati di sini.

Yeo Wool: Benar. Setiap kasus terjadi di Sopo-gu. Sunwoo Hye tidak tahu.. keberadaan ibunya setelah dia pergi dari rumah. Bagaimana jika Jeon Deok Joong berkomunikasi dengan ibunya Sunwoo Hye?

Yeo Wool membuka daftar pasien Jeon Deok Joon, "Satu-satunya tempat yang belum kita periksa adalah ini. Yoonsan-gu."

Mr. Han ingat, Rumah sakit tempat Jeon Deok Joong menyembunyikan Sunwoo Hye adalah Rumah Sakit Yoonsan. Yeo Wool memotret daftar itu dan mengajak Mr. Han bergegas. 

Mr. Han: Aku akan ikut.

Yeo Wool: Tidak. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di sana. Jadi, mari pergi secara terpisah. Sampai jumpa di sana.


Chae Won dikabari, ia menyetop takasi sambil menelfon.

"Dia mungkin terjebak dalam tubuhnya. Kita harus segera menemukannya."

Tapi taksinya tidak ada yang mau berhenti.


Lalu sekretarisnya Presdir Lee berhenti dengan sebuah mobil di depannya. 

Sekretaris: Presdir Lee Kyung Woo mengirim ini untuk A Few Good Men. Dia bilang kamu akan tahu maksudnya.

Dan Chae Won menerima mobil itu.


jadilah mereka bertiga mengendarai tiga mobil ke tempat yang sama. Ini mah iklan mobil kalii..


Da Il membuka matanya lagi, Wanita itu menunjukkan dirinya.

"Bertahanlah. Ibu melakukan ini untukmu. Kamu akan segera merasa tenang. Anak ibu. Rasanya sangat sakit, bukan?"

Dan Da Il kembali menutup matanya.


Mereka sampai dan menemukan alamat yang tercatat di daftar itu.


Di dalam, Da Il jatuh lemas.

-ooo- 

PREVIEW:


Sunwoo Hye mengambil pisau di meja, lalu mendekati Yeo Wool yang ketakutan.

Sunwoo Hye: Bukankah tempo hari kamu berusaha membunuhku?


Yeo Wool memegang pisau itu.

Sun Woo Hye: Aku bukan hantu. Sekarang aku manusia. Kamu mungkin bisa membunuhku.


Senoior menunjukkan hasil penyelidikannya pada Chae Won dan Jung Dae.

Senior: Rupanya pria ini memasukkan racun ke dalam minuman karena Sunwoo Hye mengendalikannya. Bagaimanapun caranya, kita akan menangkap pelakunya.


Gyeol masih berhubungan dengan Sunwoo Hye.

Gyeol: Kita mungkin tertangkap oleh polisi.

Sunwoo Hye: Kamu berjanji akan menuruti perintahku.


Gyeol membunuh seseorang.

Sunwoo Hye: Meskipun kamu tidak bisa mendapat informasi, bunuhlah dia.


Da Il kembali.

Yeo Wool: Kenapa matamu menjadi merah? Kamu akan berubah menjadi roh jahat karena menyentuh benda dan menyelamatkan orang?

3 komentar:

  1. Sunwoo hye ini macam psikopat aja.. Psikopat hantu

    ReplyDelete
  2. Dilanjutkan donk sibopsisnya...

    ReplyDelete
  3. sereem bangeet ya...tegang bacanya.. tapi bikin penasaran

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap