Saturday, October 6, 2018

Sinopsis The Ghost Detective Episode 17

Sumber: KBS2


Da Il menghilang dan ternyata itu untuk kembali ke tubuhnya, ia bangun dan bisa melihat, ia ada di sebuah ruangan, sepertinya kamar bawah tanah.


Ia juga melihat seorang wanita paruh baya. Wanita itu menaruh selimut lalu menyentuh foto di dinding seakan foto itu sangat bahagia.

Wanita itu melihat jam dan ternyata sudah jam 1 dini hari, ia melakukan sesuatu. Dan Da Il menutup matanya.


Di rumah Gyeol, Yeo Wool kebingungan karena Da Il menghilang, ia melihat jam, pukul 1 dini hari. 


Gyeol mengambil kembali cutter di lantai. Sunwoo Hye melihatnya dan bilang tidak boleh. Yeo Wool langsung melihat Gyeol. 

Yeo Wool mencoba menyadarkan Gyeol. Gyeol bersedia mati tapi ia meminta Sunwoo Hye membebaskan sepasang kekasih itu. 

"Bisakah kamu berhenti menyiksaku dan Yeo Wool?" Pinta Gyeol sambil menangis.

Gyeol hendak mengiris lehernya, tapi Yeo Wool segera bergerak untuk merebut cutter itu dan ia berhasil dengan jurus bela diri yang ia kuasai. Yeo Wool mengamankan cutter yang jatuh di lantai.


Sunwoo Hye bahkan tidak peduli apakah Gyeol mati atau tidak. Tapi ia berubah pikiran, tidak, tidak akan seru jika Gyeol mati.

"Akankah kamu dan Da Il menyesal tidak membunuhnya? Apa yang akan dirasakan oleh Gyeol? Aku sungguh penasaran." Lanjut Sunwoo Hye.


Lalu Sunwoo Hye membanting ponsel yang ia gunakan untuk menelfon dan bersamaan dengan itu pengaruhnya pada si cowok hilang, cowoknya pingsan. Si cewek menatap Sunwoo Hye.


Dan saat Sunwoo Hye pergi dari sana, ada darah mengalir dari dua tubuh itu, sepasang kekasih itu dibunuh Sunwoo Hye.


Yeo Wool menanyakan kenapa SunWoo Hye bilang begitu, apa apa antara Gyeol dan Sunwoo Hye? Yeo Wool meminta Gyeol cepat mengatakannya karena ia tidak punya banyak waktu. 

Gyeol mengaku kalau Yi Rang meninggal karena dirinya. Yeo Wool gak ngerti.

Kilas Balik...


Gyeol menolak bunuh diri saat roh Sunwoo Hye mendatanginya dulu walaupun ia tahu Yi Rang yang akan mati menggantikannya.  

"Izinkan aku hidup." Mohon Gyeol. Maka Sunwoo Hye pun pergi sambil tersenyum.

Kilas Balik Selesai..


Gyeol menyesal, harusnya ia bilang bersedia mati, tapi ia terlalu takut. Dan ia pikir Sunwoo Hye tidak mungkin sungguh-sungguh membunuh Yi Rang.

Mendengarnya, Yeo Wool menjauh saat Gyeol mencoba mendekatinya. Gyeol hanya bisa meminta maaf. Tapi Yeo Wool diam saja dan sebelumpergi, ia meminta agar Gyeol jangan mati.


Yeo Wool di keramaian jalan, ia mencari Da Il, tapi tidak menemukannya.


Gyeol kembali memakai gelangnya.


Yeo Wool ke kantor, dimana disana masih ada Chae Won dan Mr. Han, tapi Da Il juga tidak ada disana.

Chae Won yang hanya melihat Yeo Wool bertanya, dimana Da Il? Yeo Wool tidak menjawab.


Yeo Wool keliling, lalu masuk ke ruangan Da Il, disana ia juga tidak menemukan Da Il. Lalu Chae Won masuk, Ada apa? Apa yang terjadi?

"Lee Da Il-ssi.. menghilang." Jawab Yeo Wool.

Mr. Han yang mengikuti Chae Won terkejut, apa maksudnya?!


Jeon Deok Joong ditempatkan di ruang isolasi, ia meminta petugas yang jaga untuk diijinkan bertemu Yeo Wool, tapi petugas tidak mendengarkannya.


Jeon Deok Joong tidak bisa tidur,ia dihantui rasa bersalah karena sudah membunuh. Berulang kali ia mendengar seseorang berkata kalau ia sudah membunuhnya. 

Bahkan Jeon Deok Joong berhalusinasi banyak tangan bermunculan dari tembok dan mencengkeramnya.


Jeon Deok Joong ketakutan, beruntung ia berhasil menjauh dari tembok.


Tiba-tiba pintu dibuka oleh petugas dan Sunwoo Hye masuk. Lalu pintu ditutup lagi.

Sunwoo Hye menanyakan kenapa Deok Joong tidak bilang kalau Da Il masih hidup. Deok Joong takut Sunwoo Hye akan marah, ia pikir SunWoo Hye tidak akan mau mengerti kenapa ia tidak bisa membunuh Da Il dan merahasiakan itu darinya. Ia tidak mau mati.


Deok Joong: Tepat sebelum menguburnya, aku mengetahui bahwa dia masih hidup. Karena tidak berani membunuhnya sendiri, aku langsung menguburnya. Tapi dia masih hidup. Selain itu, aku melihat rohnya keluar dari tubuhnya.


Deok Joong yakin pasti Da Il melihat Sunwoo Hye tepat sebelum mati. Jadi, ia pikir Da Il akan memberi tahu orang-orang dan berhasil menemukan Sunwoo Hye. Jika meninggalkan tubuh Da Il di sana, ia pikir Sunwoo Hye akan terancam. Itulah yang ia pikirkan saat itu.

"Di mana kamu menyembunyikan tubuhnya? KATAKAN! Di mana kamu menyembunyikan dia?!!!"


"Setelah masuk kemari, aku punya banyak waktu untuk berpikir. Tidak. Aku hanya bisa berpikir. Satu-satunya hal yang kupikirkan adalah kesalahan yang kulakukan. 25 tahun lalu. Aku bertanya-tanya apakah aku cukup merasa bersalah menjalani hidupku seperti ini. Aku tidak salah saat berkata bahwa ayahmu seharusnya juga membunuhmu saat dia bunuh diri. Aku tidak bersalah karena mengatakan itu.

Saat kamu melompat dari atap dan tidak sadarkan diri, seharusnya aku membunuhmu. Atau seharusnya aku mati saat kamu kembali dan menemukanku."


"Apa maksudmu?"

"Kamu monster. Aku juga menjadi monster karenamu. Aku boleh saja gagal, tapi mungkin mereka bisa benar-benar berhasil."


Kemudian petugas yang tadi membuka pintu kembali, matnaya merah. Sepertinya ia datang untuk menjemput Sunwoo Hye. 

Karena setelahnya kita melihat Sunwoo Hye keluar dari sana.


Chae WOn bertanya, apa Yeo Wool tidak melihat kejanggalan pada Da Il setelah Sunwoo Hye mati?

"Matanya." Jawab Yeo Wool. 

"Matanya?"

"Matanya menjadi merah seperti Bu Kepala Sekolah dan Pak Manajer."

Mr. Han: Maksudmu Da Il dikendalikan oleh Sunwoo Hye?

Chae Won: Kurasa tidak begitu. Saat mata seseorang menjadi merah, artinya rohnya dirasuki oleh iblis. Kurasa itulah yang terjadi kepada Da Il. Inilah akibat dia mencampuri urusan manusia dan menyentuh benda. Jika terus memakai kekuatannya, dia bisa berubah menjadi roh jahat.

Mr. Han: Apa? Roh jahat?

Chae Won: Tapi dia tidak mungkin lenyap secepat ini. Apa yang terjadi?


Yeo Wool ingat, Da Il menghilang tepat pukul 1 dini hari, ama seperti bagaimana Sunwoo Hye menghilang dahulu. Jika dipikir-pikir, Sunwoo Hye bicara seakan-akan sudah tahu bahwa Da Il akan kembali.

Mr. Han: Aku sungguh berusaha keras untuk mencari jasadnya. Mulai dari orang-orang yang mati tanpa keluarga hingga jasad yang telah dilaporkan. Aku memakai semua koneksiku di kepolisian agar bisa menemukan jasadnya. Ternyata ini alasannya. Seharusnya aku mencari tubuhnya yang masih hidup.

Chae Won: Kita belum yakin soal itu. Mungkin kebetulan.. dia menghilang pukul 1.00. Dia belum pernah menghilang pada pukul itu.

Yeo Wool: Tetap saja...

Chae Won: Jika benar-benar roh, dia akan kembali kemari apa pun caranya.

Yeo Wool memutuskan pulang ke rumah karena mereka tidak akan tahu dimana Da Il akan muncul.


Alasan Yeo Wool pulang adalah karena dulu Da Il pertama kali mendatangi rumahnya, ia berharap akan terulang kembali.


Senior memberitahu Jung Dae hasil investigasinya soal teroris minuman. 

"Kamu menemukan sesuatu?" Tanya Jung Dae.

"Kamu tidak pernah mau menjawab pertanyaanku?"

"Bukan begitu. Siapa Da Il?"

Senior menunjukkan kertas yang disobek Da Il kemaren, ia mengarsir dengan pensil dan bisa membaca tulisan diatasnya.

Senior: Kamu pikir aku.. sengaja membiarkanmu berbuat semaumu? Apa yang terjadi di ruang interogasi? 


Kita tidak tahu apa jawaban Jung Dae karena scene berikutnya beralih di penjara. Deok Joong ditemukan gantung diri di selnya.


Jung Dae dan senior mendatangi ruang CCTV dan kebetulan semuanya mati saat kejadian. Petugas minta maaf, sebelumnya belum pernah terjadi yang begini.


Tapi ada yang tertangkap kamera, seorang petugas menatap kamera dengan mata memerah. Itu adalah petugas yang membukakakn pintu sel Deok Joong untuk Sunwoo Hye.

Jung Dae: Di mana dia sekarang?


Yeo Wool merindukan Da Il, ia terus teringat kebersamaannya selama ini bersama Da Il. 


Da Il kembali ke rumah Gyeol tapi ia tidak bisa bergerak dan ia terlihat kesakitan banget. Jam menunjukkan pukul 9 pagi. 


Sunwoo Hye ternyata sudah menunggu disana, ia menanyakan bagaimana keadaan Da Il. 

"Memang begitu. Tubuhmu butuh waktu untuk bergerak. Lain kali, pilihlah tempat menghilang dengan hati-hati. Pada akhirnya, kamu akan kembali ke sana."


Sunwoo Hye membuka coklat dan bicara sambil memakan coklat itu.

"Rupanya kamu sudah tahu letak tubuhmu dan apakah kamu bisa selamat?"

Da Il hanya diam saja.

"Malang sekali. Sepertinya kamu tidak tahu. Mana yang lebih dahulu? Mencari tubuhmu atau menangkapku? Kamu tidak bisa memutuskannya, bukan?"


Da Il terus mencoba menggerakkan tangannya, "Sepertinya aku tahu alasanmu bertindak sejauh ini. Tapi kamu tidak membunuh ayahmu. Dia bunuh diri bukan karenamu. Jadi, kamu tidak perlu bertindak sejauh ini."

Sunwoo Hye malah ketawa terbahak, "Lee Da Il. Anak yang pintar. Haruskah aku memberitahumu? Ayahku tidak bunuh diri. Aku sungguh membunuhnya."

"Saat itu.. kamu baru berusia 12 tahun."

"Benar. Mungkin ayahku juga berpikir begitu. Bahwa aku.. hanya anak berusia 12 tahun."

Kilas Balik..


Ayah menyuruh Sunwoo Hye meminum cola agar mereka semua bisa mati. Sekarang, mereka tidak harus menderita lagi. Tapi Sunwoo Hye minta makan ia lapar.


Saat ayah mengambilkan roti, ia menukar botol minumannya. 

Sunwoo Hye: Saat itu aku sungguh bersedia mati. Seperti kata ayahku, jika kedua botol itu berisi racun, mungkin penderitaan kami bertiga bisa berakhir.

Tapi hanya Ayah dan adiknya yang meninggal, ia selamat karena botol yang seharusnya ia minum diminum ibunya.

Kilas Balik selesai..


Sunwoo Hye: Ayahku.. berusaha membunuhku dan adikku, lalu hidup sendirian.

Da Il akhirnya bisa menggerakkan tubuhnya, saat itu Sunwoo Hye sibuk menyalakan laptop. Dan saat Da Il benar-benar bisa berdiri, Sunwoo Hye masih membelakanginya.


Da Il langsung bergerak cepat, ia mencekik Sunwoo Hye, tapi Sunwoo Hye masih bisa ketawa. 


Video call tersambung, ada seorang dengan membawa tongkat besi mendatangi rumah Yeo Wool. 

"Apa yang kamu lakukan? Siapa dia?!" Bentak Da Il. 

"Percuma menghentikanku. Sekalipun kamu membunuhku, orang itu akan membunuh Yeo Wool."

"Hentikan dia. Cepat hentikan dia!"

"Aku tidak tahu caranya. Dia hanya melakukan apa pun perintahku kepadanya. Kamu pikir.. dia.. akan membiarkan Yeo Wool mati tanpa rasa sakit? Menurutmu berapa lama dia akan bertahan? Dia hampir sampai."


Da Il tidak bisa membiarkan itu. Ia melepaskan Sunwoo Hye dan segera berlari menuju rumah Yeo Wool.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap