Friday, October 5, 2018

Sinopsis The Ghost Detective Episode 16

Sumber: KBS2


Yeo Wool menunjukkan hasil temuan Mr. Han pada Presdir Lee.

Presdir Lee: Hentikan ini bagaimanapun caranya. Aku akan menyediakan semua hal yang kamu butuhkan.

Da Il heran, bagaimana Presdir Lee tahu soal Sunwoo Hye, kenapa dia begitu mudah memercayai mereka? Orang seperti Presdir Lee itu biasanya tidak mudah memercayai orang lain.

Yeo Wool: Soal wanita berbaju merah itu. Anda memercayai ucapan Ha Eun?

Presdir Lee: Aku tidak begitu polos hingga akan memercayai ucapan anak yang terkejut. Aku percaya kepada orang yang menyelamatkan dia. Selama ini, aku mengawasi kalian. Aku yakin kalianlah yang menyelamatkan Ha Eun. Aku juga ingin menangkap pelaku sesungguhnya.


Presdir Lee memberikan sebuah kartu untuk Yeo Wool, dengan kartu itu mereka bisa mendapatkan bantuan apapun yang dibutuhkan.


Yeo Wool memeriksa tulisan itu dan ia bisa tahu kalau itu tulisan tangan anak kecil. Tulisan itu mirip tulisan Yi Rang saat dia masih SD.

"Apa? Mungkin orang dewasa menulisnya dengan tangan kiri untuk merahasiakan tulisan tangan mereka."


Yeo Woolingat Sunwoo Hye pernah mendatanginya dengan wujud saat ia masih kecil.

"Sunwoo Hye bukan orang dewasa. Hanya tubuhnya yang tumbuh, tapi pikirannya masih berusia 12 tahun, yaitu saat dia mengalami koma. Itulah sebabnya dia muncul di hadapanku sebagai anak kecil. Menilai dari betapa berantakannya kamar korban, kurasa tujuannya bukan sekadar mencari baju. Situasi itu mirip seperti aku dan Yi Rang memberantakkan rumah saat hanya berdua di rumah. Dahulu kami memakai baju dan kosmetik ibu kami."

"Bagaimana bisa anak kecil.. membunuh semua orang ini?"


Gyeol membuka semua tutup botol yang ia bawa, lalu ia meneteskan cairan di botol putih kecil tadi. 


Da Il ada di ruang CCTV. Petugas melapor kalau mereka belum menemukan bom atau hal mencurigakan, mereka bahkan sudah memeriksa ruang ketel uap di ruang bawah tanah, tapi tidak menemukan apa pun.

Da Il: Bukan bom. Sunwoo Hye dan Jeon Deok Joong tidak punya waktu atau kemampuan untuk membuatnya.


Da Il ikut masuk ke lift yang sedang dinaiki Chae Won.

"Kamu menemukan sesuatu?" Tanya Chae Won. 

"Sunwoo Hye tidak ada di sini. Mungkin dia sudah mendekati semua orang dan mengendalikan mereka untuk bunuh diri."

"Mustahil mengendalikan orang sebanyak ini sekaligus. Jika itu mungkin, dia pasti melakukannya saat sedang koma."

"Kamu bisa mendengarku?"

"Kamu cukup terkejut, bukan? Entah soal hal lain, tapi aku tahu apa yang ingin kamu tanyakan kepadaku."

"Kita harus mencari tahu bagaimana cara dia.. berusaha membunuh semua orang."

"Aku akan memberitahumu apa yang kuketahui kemarin."

Kilas Balik.. 


Chae Won mau pergi, ia lelah main dan minum dengan hantu kakek, terlebih ia sedang sibuk.

"Setiap kali kalah, aku bertanya kepada hantu." Jawab kakek.

"Baiklah. Terima kasih, tapi Anda bisa berhenti sekarang. Sampai jumpa."

Tapi Chae Won dihadang oleh hantu yang hanya bisa ia rasakan, seperti Da Il. Chae Won bertanya apa yang dimaui hantu itu. 

Kakek: Dia ingin bermain petak umpat. Dia terjatuh dari beranda dan meninggal selagi bermain petak umpat.

Lalu Kakek menjelaskan kelakuan semua hantu yang ada disana. Hantu meninggal karena tersedak kue beras selalu makan kue beras saat melihatnya. Yang meninggal karena tertabrak mobil selagi berusaha kabur dari suaminya, selalu sibuk melarikan diri.

Chae Won: Mereka terus mengulangi hal yang mereka lakukan tepat sebelum mereka meninggal?

Kilas Balik Selesai..


Mr. Han haus, ia berhenti untuk ikut antri bersama orang-orang yang mau mencicipi minuman baru, minuman yang tadi disiapkan oleh Gyeol.


Yeo Wool menghalangi tapi Mr. Han tidak bisa, ia haus bener sudah. Yeo Wool kemudian menelfon Chae Won sembari menunggu Mr. Hanmendapatkan minumannya.


Da Il berpikir, tapi tidak mengatakan sesuatu pada Chae Won dan ia terus berjalan meninggalkan Chae Won.


Chae Won menerima telfon Yeo Wool. Ia bertanya dimana Yeo Wool. 

"Kami ada di stan pencicipan minuman tepat di sebelah pintu masuk."

"Baiklah."

Dan Chae Won kembali mengikuti Da Il.


Da Il teringat perkataan Jeon Deok Joon soal orang yang pertama kali Sunwoo Hye bunuh. Da Il masih belum tahu siapa dia? Lalu ia melihat satu keluarga dengan putri mereka.


"Dia tidak membahas orang pertama yang dibunuh oleh Sunwoo Hee setelah menjadi hantu. Dia mengira ayahnya bunuh diri karena dia. Jadi, ayahnya menjadi orang pertama yang dia bunuh. Maka seperti cara ayahnya meninggal, dia membuat orang bunuh diri."


Yeo Wool tidak ikut mengantre dengan orang-orang, ia berjaga untuk mencari orang yang mencurigakan.


Rekan Gyeol akan minum minuman yang meraka antarkan dan persiapkan tapi Gyeol melarangnya dengan keras. Rekannya mengira Gyeol terlalu jujur, tapi ia tidak protes dan melanjutkan pekerjaan. 


Da Il terus berlari sampai Chae Won capek mengikutinya.


Sampai akhirnya Da Il capek juga. Chae Won tahu betul pasti Da Il mengetahui sesuatu.

Da Il: Dia mengulangi yang dia lakukan sebelum mati dengan membuat orang lain bunuh diri. Lantas apa yang Deok Joong siapkan untuk Sunwoo Hye? Antara obat yang mematikan atau racun. Kira-kira apa?

Chae Won: Apa yang kamu lihat? Pak Han dan Yeo Wool ada di luar. Mereka ada di depan stan pencicipan minuman.

Da Il: Stan pencicipan minuman? Minuman.

Dan Da Il segera berlari ke sana.

Da Il: Ayah Sunwoo Hye meninggal setelah meminum minuman beracun. Dia berusaha mengulangi yang terjadi. Kita harus menghentikannya.


Da Il tepat waktu, ia langsung membuang minuman yang akan diminum oleh pelanggan pertama. 

Da Il: Jangan biarkan mereka meminum minuman ini!

Lalu Yeo Wool menghalangi semua orang untuk minum, ia menumpahkan minuman yang sudah dijajar rapi di meja.


Mr. Han dan Chae Won mengerti, mereka langsung membantu. Petugas datang menghampiri, ada apa?

Yeo Wool: Kurasa terorisnya memasukkan sesuatu ke dalam minuman ini. Semua orang yang ada di sini terancam.

Yeo Wool menunjukkan kartu yang diberikan Presdir Lee. Kemudian petugas memanggil bantuan. 


Mr. Han menjelaskan kepada para pelanggan dengan bahasa yang bisa mereka mengerti. 

Mr. Han: Semuanya, maaf! Kami tidak sengaja mencampur zat asing ke dalam minuman ini. Perusahaan menyuruh kami menarik semuanya kembali. Aku sungguh minta maaf.


Da Il mengawasi sekitar, iamelihat mata setiap orang, mencari apakan ada yang berubah memerah. Tapi ia tidak menemukannya.




Ada yang memotret mereka, dia adalah reporter utusan Pengacara Baek.

Sementara Gyeol melepas seragamnya dan pergi dari sana karena sudah gagal.


Dengan begitu pameran dalat berlangsung kembali dengan aman.



Mr. Han senang bukan main karena sudah berhasil menghentikan kejadian yang sangat buruk.

Mereka semua tos, termasuk Yeo Wool dan Da Il.


Mr. Han juga ingin tos dengan Da Il dan Da Il pun melakukannya.

Mr. Han: Aku merasakan sengatan listrik. Sepertinya aku merasakan sesuatu. Aku tidak akan mencuci tangan ini hingga berusia 60 tahun. Aku mengalami banyak kesedihan dan sering ditampar dalam melakukan penyelidikan. Aku menghentikan serangan teror. Kita menghentikan serangan teror!


Presdir Lee menghubungi Yeo Wool untuk mengucapkan terimakasih banyak. 

"Tidak. Terima kasih telah percaya kepada kami."

"Jika kalian butuh bantuan, langsung saja menghubungiku. Kalian dua kali menyelamatkan hal yang sangat berharga bagiku. Aku ingin membalas jasa kalian. Aku akan membantu kalian dengan apa pun yang kupunya."

"Terima kasih."

"Aku ingin bertemu dengan Pak Lee Da Il secara langsung saat dia senggang."

"Ah.. Aku akan memberi tahu dia. Tapi sepertinya itu mustahil. Maaf."

"Baiklah. Begitu rupanya. Hubungi aku kapan saja."


Reporter menyerahkan semua hasil fotonya pada Pengacara Baek. 

"Ini sudah cukup. Segera unggah artikel itu." Kata pengacara Baek.

"Warga yang heroik menghentikan serangan teror. Apa tindakan polisi?" Apa itu bagus?"

"Daripada mengkritik polisi, kamu harus menonjolkan orang-orang ini."

"Jangan menunjukkan tujuannya?"

"Benar, serta aku harus memanfaatkan orang-orang ini."


Reporter heran, dulu Pengacara Baek tidak begini. Hal seperti keadilan dan hukum lebih penting bagi Pengacara Baek, bukan? Itulah sebabnya kamu menangani kasus Sersan Lee Da Il.

"Setelah kasus itu, aku melihat bagaimana dia hidup dan menyadari sesuatu. Aku menyadari apa yang kubutuhkan untuk mengubah sesuatu." Jawab Pengacara Baek.

"Maksudmu seperti kekuatan dan kekuasaan? Pemikiran itu payah."

"Polisi.. tidak bisa menangkap tersangka di TKP, bukan?"

"Mereka tidak punya petunjuk. Kasus Jeon Deok Joong belum mengalami kemajuan."

"Bagus. Kirimkan foto-foto itu kepadaku via surel."


Chae Won meminta Jung Dae keluar karena ia tidak bisa masuk karena senior Jung Dae. Chae Won bersyukur Senior tidak memeriksanya lebih jauh, sekarang bukan waktu yang tepat untuk bertemu dengannya.

"Kami sudah menganalisis minuman itu. Hal yang sangat mengerikan bisa saja terjadi." Kata Jung Dae.

"Syukurlah tidak terjadi apa-apa. Tidak ada kemajuan dalam pencarian Sunwoo Hyee sebagai kaki tangan Jeon Deok Joong, bukan?"

"Karena dia dicari kurang dari sehari."


Tiba-tiba Jung Dae menanyakan apa Chae Won bisa melihat Da Il? Chae Won tidak menjawab, lalu Jung Dae memberikan tulisan da Il. 

"Aku harus menganggap ini apa?" Tanya Jung Dae.

"Kamu bilang akan berpikir berdasarkan apa yang kamu lihat. Lakukan itu saja."

"Aku bertanya kepadamu karena tidak bisa melakukannya."

"Tidak ada yang bisa kulakukan soal itu."

Chae Won mengambil tulisan itu dan pergi.


Jung Dae bertanya lagi, apa Da Il mati? Apa dia hantu?

"Ya." Jawab Chae Won.

"Kalau begitu, tidak ada yang bisa melihatnya?"

"Hanya Yeo Wool yang bisa melihatnya."


Jung Dae ingat bagaimana mereka menyelamatkan Mr. Han dulu. Saat itu, Chae Won menoleh pada bangku yang tidak ada orangnya, bahkan mengulurkan tangan.

"Aku tidak percaya pada hantu." Kata Jung Dae lalu masuk.

Chae Won iba melihat Jung Dae, ia tahu Jung Dae pasti mengalami kesulitan.


Pengacara Baek datang membawa sesuatu. Ia memberikannya untuk mereka.


Ternyata itu adalah foto yang didapatkan reporter.

Pengacara Baek: Tersangka tidak tertangkap di TKP. Kupikir mungkin ini berguna." 


Yeo Wool menemukan ada foto Gyeol. Da Il bertanya, apa Yeo Wool mengenal orang itu. Yeo Wool langsung menjawab, itu temannya, dia teman kuliah Yi Rang dan Yi Rang sangat menyukainya.

Pengacara Baek heran melihat Yeo Wool terus memandang ke bangku kosong. 

Da Il: Dia bisa menjadi target Sunwoo Hye. Kamu tahu tempat tinggalnya?

Yeo Wool menggeleng.

Da Il: Ayo. Mintalah Pak Han mencari informasi soal dia tanpa sepengetahuan Pengacara Baek.


Gyeol ketakutan di rumahnya, ia menangis sambil memegang erat gelangnya dan tiba-ada yang mengetuk pintu rumahnya.

"Siapa itu?"

"Ini aku. Jung Yeo Wool."


Sunwoo Hye melihat gaun merah anak-anak, ia ingin memilikinya sepertinya dan juga ada merah.


Yeo Wool masuk, ia langsung bertanya, Gyeol ada di stan minuman gratis di pameran perjalanan, bukan?

"Yeo Wool, kamu baik-baik saja? Semua orang baik-baik saja?"

"Kamu yang melakukannya?"


"Tidak. Karena semua orang aman, dia mungkin akan kembali lagi. Aku harus bagaimana?"

"Apa maksudmu? Kamu melihat Sunwoo Hye? Dia mengendalikanmu?"

"Dia bilang jika aku tidak membunuh mereka, dia akan membunuhmu. Aku tidak bisa melindungi Yi Rang. Aku tidak mau membiarkanmu mati juga. Aku hendak bunuh diri dan memastikan kamu aman. Aku hendak menanggung akibat perbuatanku."


Da Il tiba-tiba mendorong Gyeol ke dinding dengan keras. Yeo Wool terkejut, ia langsung memegangi lengan Da Il. Mata Da Il memerah.

Da Il: Kamu tahu apa yang kamu lakukan?


Da Il akan memukul Gyeol, tapi Yeo Wool kembali menahan tangannya. Da Il melihat Yeo Wool dan Yeo Wool melihat mata Da Il memerah.


Da Il melepaskan tangan Yeo Wool dan bersamaan dengan itu matanya kembali memutih. 


Da Il kembali memegangi tangan kirinya, ia menjauhi Gyeol. Yeo Wool hanya memperhatikan.


Sunwoo Hye melewati sepasang kekasih, ia meminta ijin untuk meminjam ponsel mereka untuk menelfon. 


Sunwoo Hye menelfon video kepada Gyeol. 

"Hai. Kalian pikir Gyeol salah karena berusaha membunuh orang-orang? Seandainya menjadi dia, apa kalian akan membuat keputusan yang berbeda?"

Da Il: Aku pasti menemukan cara untuk menyelamatkan keduanya.

Sunwoo Hye: Sungguh? Benarkah begitu?


Lalu Sunwoo Hye memperlihatkan pasangan kekasih tadi, dimana sang pria mencekik lehersi wanita karena terpengaruh oleh Sunwoo Hye. 

Sunwoo Hye: Bunuh Gyeol sekarang juga. Jika tidak, wanita itu akan mati.


Da Il sontak menoleh ke Gyeol. Gyeol hanya berdiri di tempat.

Sunwoo Hye: Jika kamu membunuh Gyeol, dia akan hidup. Pilihlah siapa yang akan mati.


Gyeol mengambil cutter dan mengarahkannya ke leher. Ia memanggil Yeo Wool. 

Gyeol: Yeo Wool. Maaf.


Da Il langsung maju dan menghentikan Gyeol, cutter itu pun beralih ke tangan Da Il. 

Tapi tiba-tiba Da Il menghilang dan cutter itu jatuh. Yeo Wool memanggil dan melihat sekeliling tapi Da Il tida ada.


Sunwoo Hye juga terkejut melihat menghilangnya Da Il.


WOW WOW WOW.. ternyata Da Il kembali ke tubuhnya.Da Il masih hidup dan bahkan bisa membuka matanya.

Note: Oh ya.. terus pantengin diana-recap.web.id  untuk update sinopsis selanjutnya, jangan sampai ketinggalan :-)

1 komentar:

  1. Ya ampun kak mantengin ini drama, berasa jadi sakit jiwa😥😥😥...
    Ngeri2 sedap. .

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap