Friday, October 5, 2018

Sinopsis The Ghost Detective Episode 15

Sumber: KBS2


Da Il dan Yeo Wool rapat berdua, 

Da Il: Kita sudah tahu metode dan pola kejahatannya di masa lalu. Tapi kita tidak tahu kemana Sunwoo Hye akan pergi dan apa yang akan dia lakukan sekarang. Untuk menemukan dia.. kita harus memikirkan ini dulu.

Yeo Wool mengangguk.


Ternyata Sunwoo Hye sedang di taman, ia menikmati bermain dengan menggoda seorang anak.


Da Il penasaran, kenapa Sunwoo Hye membunuh orang? Yeo Wool menngingat saat hari pertama ia bertemu dengan Sunwoo Hye, ia memikirkan hal itu setiap malam. Kenapa Sunwoo Hye  bertanya padanya, "Apa kamu marah?"

Yeo Wool: Apa kamu marah? Aku baru saja menyaksikan kematian adikku, jadi harusnya dia tidak bertanya, "Apa kamu sedih?" Dan tidak bilang, "Apa kamu takut?" Kenapa dia malah bertanya "Apa aku marah?"


Da Il teringat pak satpam yang terpengaruh Sunwoo Hye dulu mengatakan kalau Da Il membuatnya marah sekali.


Da Il: Saat ayah dan kakaknya meninggal, dan saat dia melompat dari atas gedung kemauannya sendiri, dia baru 12 tahun. Saat itu, dia tidak merasa sedih atau putus asa. Dia hanya marah. Dia hanya memikirkan bagaimana perasaannya dan menganggap semua orang merasakan hal yang sama. 

Yeo Wool: Walau begitu, orang-orang tidak berkeliaran membunuh orang dengan mudahnya hanya karena mereka marah.

Da Il membenarkan, benar kata Yeo Wool itu.


Da Il lalu melihat tangannya sendiri. Ia bertanya apa yang ia lakukan pertama kali setelah meninggal?

"kamu datang menemuiku untuk menangkap pelakunya." Jawab Yeo Wool.

"Benar. Itulah yang kulakukan saat masih hidup. Hanya karena kamu hantu, hanya karena marah dan sedih, kamu tidak bisa tiba-tiba membunuh orang."


Da Il mengambil bola tenis dan melemper-lemparkannya, ia memosisikan Sunwoo Hye sebagai dirinya, ia tahu kekuatan yang dimiliki Sunwoo Hye tidak muncul setelah kematiannya. Anggap saja Sunwoo Hye sebagai pembunuh berantai bukannya hantu dengan penuh dendam. Bagaimana dia mennentukan targetnya, dan mengapa ingin membunuh orang? Mereka harus menemukan orang pertama yang dibunuh Sunwoo Hye.


Jung Dae mentangi rumah wanita itu dan Sunwoo Hye meninggalkan jejak disana. Sisa makanan berserakan, baju dan make up juga.

Jung Dae menemukan ada foto di meja rias.


Jeon Deok Joong menunjukkan diri, ia memasuki sebuah apartemen,  tapi sebelumnya memastikan dulu tidak ada yang mengikutinya baru ia masuk.


Ternyata Jeon Deok Joong masuk ke rumah yang dimasuki Jung Dae dan Jung Dae melihatnya. Jung Dae langsung menodongnya dengan pistol. 

"Jeon Deok Joong. Letakkan tanganmu di belakang kepalamu."

Tapi Jeon Deok Joong malah kabur. Jung Dae mengejarnya.


Mereka kejar-kejaran di gang sempit. Sampai akhirnya Jeon Deok Joong tidak bisa lari lagi karena terjebak di atap bangunan. Jung Dae kembali menodongkan pistolnya,


Mata Jeon Deok Joong berubah merah, lalu berbalik menatap Jung Dae sambil tersenyum. Jung Dae gemetar. 

"Dia akan menemukanku.. dimanapun aku berada.

" "Dia"? Maksudmu Sunwoo Hye?"

Dan Jeon Deok Joong pun menyerahkan diri.


Kim Gyeol berdiri di tepi sungai, ia melewati pembatas, ia siap melompat, tapi kemudian ada kotak susu jatuh disampingnya.

Ia menatap kotak itu lalu menatap ke atas, ternyata Sunwoo Hye sedang mengawasinya. Gyeol ketakutan melihat Sunwoo Hye.


Jung Dae mengabari Yeo Wool kalau ia sudah menangkap Jeon Deok Joon, tapi masih masih mencari Sunwoo Hye. Da Il bertanya dimana Jung Dae menemukannya dan Yeo Wool menanyakan itu.

"Rumah wanita yang terbunuh tadi malam. Itulah yang tidak kupahami." Jawab Jung Dae.


Da Il menyuruh Yeo Wool menanyakan, apa Jung Dae menemukan sesuatu disana? 

"Rumah itu berantakan. Seseorang sepertinya pernah makan di sana. Aku merasa Jeon Deok Joong kembali ke tempat itu untuk menyingkirkan semua bukti."


Mr. Han mengelus dadanya, benar-benar psikopat, Kenapa melakukan itu di rumah korban yang dia bunuh?

Da Il: Apa dia menyentuh barang-barangnya? Apa ada yang hilang?

Yeo Wool: kamu menemukan sesuatu yang hilang di antara salah satu barang milik korban?

Jung Dae: Aku harus memeriksanya. Tapi itu tidak akan mudah karena korbannya sendiri tidak akan bisa mengkonfirmasi apapun.

Da Il: Apa dia tahu seperti apa wajah korban?

Yeo Wool: kamu tahu seperti apa wajah korban?

Jung Dae: Ada banyak foto tertempel diatas kaca rias. Ada banyak sekali, tapi hanya satu foto yang ditaruh di atas meja rias.

Jung Da kemudian mengirimkan fotonya pada Yeo Wool. Oh ya.. baju itu yang dipilih oleh Sunwoo Hye untuk dipakainya dari sekian banyak baju yang ada.

Yeo Wool: Dia terlihat mirip. Dia tidak terlihat persis sama, tapi dia memilih seseorang yang mirip dengannya.

Da Il: Kita tidak tahu apa yang mungkin dia lakukan dengan tubuh itu. Aku harus pergi ke kantor polisi. Aku yakin Jeon Deok Joong tahu sesuatu.


Yeo Wool mengikuti Da Il dan ia langsung menyahut ponselnya yang dipegang oleh Mr. Han untuk mengamati wajah korban itu. Yeo Wool tidak bilang apapun sampai membuat Mr. Han sangat terkejut.

Mr. Han: Hei. Hei! Akulah menara kontrol! Kenapa kamu selalu berlarian tanpa melapor padaku? Akulah sang kepala! Tapi kamu hanya magang. Astaga, menyebalkan sekali.

Mr. Han menelfon temannya yang dukun itu, "Aku mau kamu melakukan ritual spiritual untukku."

Tapi temannya itu menjawab biayanya 30.000 dolar.


Yeo Wool menghantikan Da Il tepat di depan kantor. Ia mungkin tidak bisa membantu Da Il di kantor polisi, jadi ia tidak akan meminta Da Il membawanya bersama. Tapi ia rasa ia juga punya peran dalam hal ini.

"Biar kudengarkan dari alat bantu dengar. Aku mungkin bisa menemukan petunjuk dengan itu. Jadi... biarkan aku melakukannya." Lajut Yeo Wool.

"Kita bisa melakukannya begitu aku kembali."

"Kita tidak punya waktu. Siapa yang tahu kapan sesuatu bisa terjadi?"

"Kalau begitu ajak Chae Won bersamamu. Maka polisi akan membantu dan menjagamu. Dan jangan lupa untuk melepaskan alat bantu dengar jika kepalamu sakit atau jika ada yang aneh terjadi. Jangan mencoba melawannya seperti orang bodoh."

Yeo Wool mengerti.


Sunwoo Hye mendekati Gyeol, ia mengucapkan salam. Gyeol tetap akan melompat tapi kata-kata Sunwoo Hye menghentikannya.

Sunwoo Hye: Jika kamu mati, kamu tidak akan bisa melindungi Yeo Wool. kamu akan melakukan apa yang kukatakan? Jika tidak, haruskah aku membunuh Yeo Wool?


Jung Dae masuk ke ruang interogasi disaat senior sedang menanyai Jeon Deok Joon. 

Senior: kamu membunuh dokter dan perawat di rumah sakit? kamu juga membunuh wanita di gang, 'kan? Jawab pertanyaanku dan berhenti membuatku marah.

Jeon Deok Joon: Aku sungguh tidak tahu... Anda membicarakan apa.

Jung Dae: Dimana Sunwoo Hye? kamu membunuhnya?


Tiba-tiba monitor di ruang kontrol mati. dan pintu tiba-tiba terbuka padahal tidak ada orang. Senior mencoba melihat apa yang terjadi di ruang monitor, tapi ia malah terseret kesana dan pintu tertutup kembali.


Di ruang monitor Kepala mengatakan kalau monitornya tiba-tiba dimatikan. Keduanya bingung. Dan tiba-tiba sekarang lampu di ruang interogasi mati. 


Senior mencoba membuka pintu, tapi terkunci. Mereka memanggil-manggil Jung Dae untuk membuka pintu, tapi malah ada yang menarik tangan Jung Dae.


Jung Dae dipaksa duduk oleh sesuatu yang menarik tangannya. Dan tiba-tiba korek yang ada disana menyala dengan sendirinya, bahkan bisa berdiri. 

Jung Dae melotot menyaksikan kejadian aneh itu. Ia melihat Jeon Deok Joon, tapi orangnya kalem saja.


Itu semua adalah perbuatan Da Il. Kemudian ia menulis sesuatu, namun yang terlihat oleh Jung Dae hanya bolpoin yang bergerak sendiri. 

Da Il menulis, "Tanyakan siapa orang yang Sunwoo Hye bunuh pertama kali".

Jung Dae balik bertanya, siapa itu? Siapa di ruangan? 


Kepala dan Senior terus berteriak menyuruh Jung Dae membuka pintu. Dan karena tidak ada jawaban, Kepala menyuruh Senior membawakan kunci cadangan.


Da Il menulis lagi, kalai ini ia merobek kertasnya dan meletakkannya di tangan Jung Dae. Da Il menjawab pertanyaan Jung Dae, ia menuliskan namanya di kertas itu.


Da Il mengetukkan bolpoin dua kali untuk membuat Jung Dae kembali fokus. Jung Dae kemudian menatap Jeon Deok Joon. Ia menanyakannya pada Jeon Deok Joon.

"Dia.. orang yang paling dia cintai."

"Dan siapa itu?"


Jeon Deok Joon menggeliat. Lalu Da Il mendongakkannya untuk melihat matanya dan mata Jeon Deok Joon sudah berubah merah.

Jeon Deok Joon: Dia berakhir.. membunuh banyak orang. Aku sudah menyiapkan semua hal untuknya.. agar dia bisa membunuh.. banyak orang sekaligus.

Da Il akhirnya melepaskan Jeon Deok Joon. Giliran Jung Dae yang bertanya, dimana? Siapa? Bagaimana?

"Aku tidak tahu." Jawab Jeon Deok Joon. 

"Kamu siapkan apa untuknya?!"

Deok Joon menunduk. Da Il lalu mematikan korek dan pergi. Jung Dae hanya menatap ke arah pintu.


Senior berhasil mendapatkan kunci cadangan dan kembali masuk lalu menyalakan lampu. Jung Dae pun berdiri dan memasukkan kertas yang ada tulisan Da Il beserka korek api ke dalam sakunya. Sunbae melihat itu, tapi diam saja.

Kepala menanyai Jung Dae, sedang aoa?


Jung Dae duduk sendirian di lorong, ia mengeluarkan kertas itu dan koreknya, tangannya gemetar saat membaca tulisan itu lagi. 


Jung Dae menghadap Kepala setelahnya. Kepala menduga Jung Dae tadi mengunci pintu dengan sengaja. Jung Dae mengatakan ia tidak melakukan apapun dan Kepala bisa memeriksanya sendiri. 

"kamu bisa.. dengan cepat menemukan sesuatu, kan?"Tnaya Kepala, tapi Jung Dae diam saja, Kepala melanjutkan, "Ada kemungkinan ada kaki tangan."

"Sampai sekarang, kami pikir anak kecil itu adalah Sunwoo Hye, pasien koma. Tapi keberadaan kaki tangan wanita lainnya masuk akal."

"Seorang kaki tangan wanita?"

"Iya."

"Kami menemukan pakaian dan riasan wanita di rumah korban, dimana Jeon Deok Joong tertangkap. Jeon Deok Joong berusaha menyingkirkannya saat aku menangkapnya."

"Jadi?"

"Kami menemukan foto.." Jung Dae memberikan foto itu pada Kepala, "Kami sudah memeriksanya. Kami menemukan semua pakaian yang korban pakai di dalama semua foto-fotonya. Tapi kami tidak bisa menemukan pakaian di foto ini."

"Jadi ini pakaian yang digunakan untuk menyamar?"

"Iya. Menurut Jeon Deok Joong, kaki tangan mungkin mencoba melakukan serangan teror. Kita perlu menyelidiki lokasi ramai."

"Bisa kami meminta pertanggungjawabanmu untuk ini?"

"Jika Pak Kepala memutuskan untuk diam dan serangan teror itu terjadi, bisakah kami menganggap Anda bertanggung jawab?"

"Aku mengerti. kamu bisa pergi."


Usai Jung Dae pergi, Kepala menelfon seseorang, meminta maaf, ia tidak tahu kasus ini akan menjadi besar dan ia tidak bisa menghentikannya kali ini.


Senior masuk ke ruangan interogasi tadi dan ia menemukan ada sobekan kertas yang disobek.


Da Il pergi ke keramaian, matanya merah seperti menahan sesuatu. Ia memegangi tangan kirinya dengan tangan kanannya, menekan gitu. 


Gyeol mendatangi kantor Yeo Wool dan ia melihat Yeo Wool keluar sambil menelfon. Yeo Wool sepertinya akan bertemu dengan Chae Won. Tapi Chae Won menyuruhnya membawa sesuatu, maka Yeo Wool pun kembali masuk untuk mengambilnya.


Gyeol teringat kata-kata Sunwoo Hye, dan ia sepertinya memilih untuk melakukan apa perintah Sunwoo Hye untuk melindungi Yeo Wool.



Gyeol bicara dalam hati: Itu tidak akan pernah terjadi. Aku tidak akan membiarkanmu.

Lalu Gyeol berlari.


Yeo Wool sudah bersama Chae Won, mereka sampai di TKP. Yeo Wool bertanya, haruskah mereka memberitahu Jung Dae dulu.

"Dia akan mengusir kita." Jawab Chae Won.

"Jika ada yang tidak beres.."

"Aku kenal betul Jung Dae. Dia tidak akan bisa berbuat banyak saat kamu berdiri di depan petugas polisi. Percayalah padaku."


Chae Won bicara pada polisi yang menjaga, ia menunjukkan tanda pengenalnya.

Chae Won: Kemarin aku melihat sesuatu yang aneh saat memeriksa korban. Penyebab kematian bukanlah tikaman, tapi mati lemas. Ada jeratan di leher korban. Dan tampaknya korban dipindahkan setelah dibunuh. Kami dengar tersangka tertangkap di sini, dan kami datang untuk mengumpulkan bukti.

Petugas polisi: Tapi kami belum menerima telepon dari kantor. Kenapa Anda datang ke sini langsung?

Chae Won: Aku tahu dia akan lupa. Mengapa kamu tidak menelepon Detektif Park dari Sopo? Sudah kujelaskan padanya.


Jung Dae mendapat telfon, ia terkejut, tapi ia membenarkan kalau ia yang menyuruh mereka kesana, dan Jung Dae akan kesana, jadi ia menyuruh mereka memberi ijin masuk.

Senior yang curiga menghentikan Jung Dae. 


Chae Won dan Yeo Wool pun diijinkan masuk.

Yeo Wool langsung memakai alat pendengaran, ia berharap bisa mendengar sesuatu disana.


Senior tidak membiarkan Jung Dae pergi sendirian, ia mengikutinya. Jung Dae mencoba menghubungi Chae Won, tapi senior tahu itu dan segera mengajaknya bicara.

"Saat kamu melanggar aturan, harus ada alasan yang lebih bagus dari aturan."

"Ya, pak."

"Dan kamu bertanggung jawab untuk itu."

"Ya, pak."

"kamu mau mengambil risiko?"

"Ya, pak."

Senior hanya bisa menghela nafas berat.


Chae Won mengajak mereka pergi, tapi Yeo Wool ingin menunggu sebentar lagi. Yeo Wool keliling lalu duduk di meja rias, ia mulai mendengar sesuatu.

Yeo Wool mendengar sebuah lagu dalam keramaian. Sementara Chae Won mendapat telfon dari Jung Dae, ia kembali mengajak Yeo Wool pergi. Yeo Wool bilang sebentar lagi.


Yeo Wool menulis liriknya pada tangan.

"Perjalanan menyenangkan"
"Kenangan berharga"

Dan Yeo Wool memegangi kepalanya saat mendengar suara Senwoo Hye, "Bersama keluargaku... Seperti orang lain..."


Chae Won mendekat, ia tahu Yeo Wool kesakitan, ia pun melepas alat dengarnya dan mengajak Yeo Wool pergi,


Beruntung mereka pergi tepat waktu sebelum Jung Dae dan senior datang.


Senior menegur polisi yang jaga karena membiarkan sembarang orang masuk di TKP. 

"Kalian sudah memastikan identitas mereka?" Tanya Senior.

"Kami menelepon Detektif Park. Kami juga memeriksa tanda pengenal petugas autopsi itu."

"Petugas autopsi? Gil Chae Won?"

"Ya. Dia baru saja pergi setelah menggeledah rumah ini."

Senior tidak membahasnya lagi, ia mengajak Jung Dae masuk ke dalam.


Da Il menulis peyunjuk-petunjuk di papan, dimana disana baru ada Mr. Han. Saat Chae WOn dan Yeo Wool datang, Mr, Han menyombong kalau Da Il ada disana dan seperti dulu, ia akan menjelaskan semuanya, lalu Da Il akan menindaklanjuti.


"Semuanya baik-baik saja?" Tanya Da Il pada Yeo Wool dan Yeo Wool mengangguk. 

Yeo Wool membaca tulisan Da Il. Da Il mengatakan Sunwoo Hye akan membunuh banyak orang sekaligus. Yeo Wool tahu pasti Jeon Deok Joong yang bilang.

Da Il: Saat dia mengatakan itu, matanya sangat merah. Artinya, kemungkinan dia dikendalikan. Seakan-akan dia sengaja tertangkap untuk mengatakan itu. Kamu menemukan sesuatu di tempat itu?


Yeo Wool lalu menuliskan lirik lagu yang ia dengar, juga suara Sunwoo Hye yang ia dengar. 

"Aku mendengar orang menyanyikan ini, tapi hanya ini yang bisa kudengar. Aku juga tidak begitu yakin."

Mr. Han menyanyikan lagu itu, tapi saat ditanya itu lagu apa, ia juga tidak tahu, lagu itu terlintas di pikirannya setelah melihat tulisan Yeo Wool.

"Coba pikirkan." Pinta Yeo Wool.


Yeo Wool lalu menuliskan lirik lagu yang ia dengar, juga suara Sunwoo Hye yang ia dengar. 

"Aku mendengar orang menyanyikan ini, tapi hanya ini yang bisa kudengar. Aku juga tidak begitu yakin."

Mr. Han menyanyikan lagu itu, tapi saat ditanya itu lagu apa, ia juga tidak tahu, lagu itu terlintas di pikirannya setelah melihat tulisan Yeo Wool.

"Coba pikirkan." Pinta Yeo Wool.


Da Il lalu mencarinya di internet. Ternyata itu sebuah pameran, Pameran Perjalanan 2018, Pameran Perjalanan Internasional 2018.

Chae Won akan menelfon polisi tapi Da Il menyuruh Yeo Wool melarangnya karena meraka tidak akan percaya.Mereka harus menghentikan itu sendiri.


Gyeol memasukkan banyak botol minuman ke dalam truk box. Setelahnya ia naik dan melepas gelangnya.


Gyeol tidak sendiri, ia bersama rekannya yang mengemudikan truk.


Saat berhenti di lampu merah, Gyeol mengeluarkan sesuatu, botol putih, lalu ia melihat banyak orang meninggal di jalanan. Disamping orang itu ada gelas minuman kosong.  

Gyeol sangat terkejut dan membuat rekannya khawatir. Gyeol menoleh ke rekannya, bilang kalau ia baik-baik saja. Lalu ia menoleh kembali ke orang-orang itu dan mereka semua baik-baik saja.


Yeo Wool mendatangi kator ayah Ha Eun, Presdir Lee yang putrinya diculik. Ia meminta bertemu untuk membahas Ha Eun, tapi sekretaris tidak mengijinkannya karena Presdir Lee tidak pernah menemui tamu yang tidak ada janji sebelumnya.  

"Sampaikan saja kepadanya. Ha Eun dan Pak Lee dalam bahaya."

"Aku menganggap ini ancaman. Aku akan menghubungi polisi."


Kemudian Da Il datang, ia memencet telfon yang menghubungkan ke ruangan Presdir Lee. Yeo Wool menyerobot bicara sebelum sekretaris mematikannya. 

Yeo Wool: Ada orang yang berusaha meneror pameran perjalanan. Dia pelaku sesungguhnya yang menculik Ha Eun.


Presdir Lee keluar, ia menyuruh Yeo Wool masuk dan meminta sekretarisnya merahasiakanapa yang barusan ia dengar tadi.


Presdir Lee bertanya, apa Yeo Wool yakin? Punya alasan? Yeo Wool tidak bisa menjelaskan alasannya, tapi ia yakin.

Yeo Aku tidak bisa menjelaskan alasannya,

"Apa Pak Lee tahu?"

"Ya." Jawab Yeo Wool setelah memandang Da Il.

"Apa ini berkaitan dengan wanita berbaju merah?"

"Bagaimana Anda tahu?"

"Mari hubungi polisi, hentikan pameran perjalanan itu, dan evakuasi lokasi. Situasinya pasti kacau dengan sekitar 10.000 orang, tapi kita harus mengeluarkan mereka dalam satu atau dua jam."

Da Il: Polisi tidak akan percaya.

Yeo Wool: Polisi tidak akan percaya.

Presdir Lee: Ada beberapa orang yang bisa kumintai bantuan.


Mr. Han menyamar di pameran, ia ada dibagian informasi. 

Suara Da Il: Pak Lee mungkin menjadi target untuk kasus ini. Sunwoo Hye gagal membunuh Ha Eun. Dia mungkin akan meneror pameran itu dan membuat seakan-akan dalangnya adalah bawahan Pak Lee.


Dan Mr. Han menemukan petunjuk, sebuah pesan. Tulisan tangan di formulir.

"Jika kamu lapor polisi atau berusaha mengevakuasi, Aku akan membunuh semua orang di aula ini. Aku akan membunuh semua orang di aula ini"

Sementara itu, parapetugas penjaga bersiaga di mana-mana.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap