Monday, October 22, 2018

Sinopsis Doll House Episode 6


Episode 6
Kamar Rahasia.


Nyonya keluar kamarnya sendirian. Ia mendengar suara Soo Jung memanggilanya dengan lemah. Nyonya mencoba untuk turun dari kursi rodanya dan akan naik ke atas. Namun ia malah terjatuh.

Ahjumma menolongnya. Nyonya bilang kalau ia ingin ke kamar Soo Jung. Ahjumma melarangnya dan ia akan kesana sebagai gantinya. 

“kenapa? Kenapa aku tidak boleh pergi?” Nyonya memberontak.


Ahjumma menoleh pada Ahjussi (yang ternyata adalah suaminya) dan juga Professor untuk meminta mereka menghentikan Nyonya, tapi keduanya diam saja malah memalingkan muka seperti sebelum-sebelumnya.
Kemudian Ahjumma membiarkan Nyonya naik, ia akan membentunya.

Professor menggendong Nyonya ke atas.  Ahjussi membewa kursi rode nyonya kemudian diikuti oleh Ahjumma.


Professor membuka pintu kamar Young Hee, didalam Young Hee sedang tertidur kemudian ia mendorong Nyonya masuk.

Nyonya akan membengunkan Young Hee namun ia mengurungkan niatnya. Ahjumma mengingat pot bunga yang ia belikan dipasar, ia ingat kalau pot itu memiliki cacat. Ia akan mengeceknya namun Professor segera menariknya keluar. Mungkin pot itu baru karena yang asli sudah dibanting sama Soo Jung jadi mereka khawatir kalau Nyonya tahu itu.


Nyonya melihat kamar yang ada di depan kamar Young Hee, ia bertanya, kamar itu untuk apa? Ahjumma berbohong kalau Professor menggunakannya untuk belajar.


Hwang Young memanggil Ibunya dalam hati. Mengatakan kalau ia ada disini.

“Soo Jung ada disini. Apa Ibu sudah melupakanku?” batin Hwang Young.


Nyonya dan Professor kembali ke kamarnya.

Kemudian Ahjussi menyeret Ahjumma keluar, ia khawatir kalau Nyonya akhirnya akan mengetahui jika Ahjumma melakukan ini terus menerus.

“bagaimana jika dia menemukannya? Aku bilang kan, aku sudah tidak tahan lagi. apa wanita gila itu lebih penting dari aku?” bentak Ahjumma lgi.

Byung Tae melihat keduanya  dari teras. 

“Dasar Bodoh. Urus saja ruang bawah tanah.” Perintah Ahjumma lalu masuk ke dalam.


Ahjumma masuk kedalam begitu saja tanpa menyapa Byung Tae. Tak lama kemudian Professor keluar, dia memegang lengan Byung Tae.


Tangan Young Hee diperban, perlahan-lahan ia membuka matanya. Ia bengun melihat lengannya yang diperban. Young Hee juga terkejut melihat pantulan dirinya dicermin.

Ia ingat kalau Ahjumma memberinya jus kemudian ia tak iangat apa-apa lagi sampai dia bangun sekarang.


Ahjumma membuka perban Young Hee.

“Mereka pernah pumya anak perempuan. Anak kandung Professor. Usianya 17 tahun, dia seumuran denganmu.” Cerita Ahjumma.


Kilas balik.. Nyonya memergoki perampok dan dia malah dibekap mulutnya dan lehernya diacungi pisau oleh perampok. Soo Jung melihatnya. Nyonya memberi kode pada Soo Jung untuk lari. Tapi Soo Jung malah mendekat dan akhirnya ia tertusuk. Nyonya terpukul dengan kejadian itu.


“Dia meninggal begitu saja dihadapan Ibunya” Cerita Ahjumma dengan berlagak sedih. Young Hee melihat telapak tangannya terluka.


Ahjumma menjelaskan karena trauma itu, Nyonya percaya kalau Soo Jung masih hidup. Dan semuanya tetap sama seperti 15 tahun lalu.

“Kamu mengerti kan sekarang? Alasan kamu datang kesini?” lanjut Ahjumma. Young Hee masih Syok mendengar cerita Ahjumma. “Kamu terlahir kembeli sebagai Soo Jung.” Tutup Ahjumma, kemudian ia tersenyum.


Byung Tae menghaluskan kayu, ada seorang yang berjalan dengan menyeret sebelah kalinya. Byung Tae merasa kesal lalu ia membuang celurit dan kayunya.


Seseorang membuka tempat menyekap Hwang Young, Hwa Young sangat ketakutan karena orang iyu membawa sesuatu (tak begitu jelas membawa apa karena hanya bayangannya saja).

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap