Saturday, October 20, 2018

Sinopsis Doll House Episode 5


Episode 5
Sebuah Pintu dimana Kamu tak Bisa Keluar


Young Hee lelah setelah membaca buku, ia ke ranjangnya akan tidur, ia membuka selimutnya dan terketjut saat melihat ada yang berbaring dibalik selimutnya sontak Young Hee melepaskan selimutnya dan menjauh.


Sesaat kemudian ia memberanikan diri untuk membuka kembali selimutnya dan orang yang terbaring itu tambah kelihatan jelas namun hanya bagian punggungnya saja. Young Hee takut dan kembali menjauh.


Saat ia menoleh ke samping ternyata orang itu (Soo Jung) ada disampingnya. Young Hee kaget sekali.


Young hee terbangun, ternyata semua itu hanya mimpi. Ia kemudian melihat ke luar dari jendelanya. Di bawah (halamaman),  ia melihat Professor sedang mendorong kursi roda istrinya. Juga ada Byung Tae yang menghampiri mereka. Young Hee sangat gembira melihat Professor, ia akan turun.


Byung Tae memberi salam pada Professor dan istrinya. Nyonya mengenali Byung Tae, ia bertanya-tanya, kapan Byung Tae tumbuh sebesar itu?

“itulah anak-anak. Mereka tumbuh saja melewati malam.” Professor mencoba untuk menjelaskan agar Nyonya tidak curiga.


Ahjumma menyuruh Hwang Young pergi karena Nyonya sudah curiga padanya. Hwang Young tak mau, “itukan hanya reaksi sesaat.” Alasan Hwang Young.

Ahjumma mengatakn kalau Hwang Young tak bisa lagi melakukannya. Hwang Young bersikeras kalau ia bisa melakukannya, ia bisa melakukan apapun untuk ibunya.

“Lalu.. Bisakah kamu berhenti menjadi dewasa?” Ahjumma memberi syarat.

Hwang Young tak bisa menjawabnya. Kemudian ia melepaskan pegangannya pada tangan Ahjumma.


Byung Tae tak mengatakan apapun untuk menanggapi perkataan Nyonya tadi, ia membungkuk lalu pergi dan Nyonya didbaw Professor pergi kea rah yang berlawanan.

Byung Tae melihat kedalam rumah, ia buru masuk, ternyata disana ada Ahjumma da Ahjussi yang sedang melakukan sesuatu. Byung Tae hanya bisa mendesah kesal.


Young Hee mematut dirinya di cermin, ia sudah memakai seragamnya dan rambutnya sudah dikepang dua. Ahjumma masuk ke kamarnya membewa minuman. Young Hee bilang dengan antusias kalau ia telah melihat Professor.

Ahjumma yang awalnya tersenyum saat masuk mendadak tegang. Ia bertanya dimana Young Hee melihat professor.

“aku melihatnya di halaman bersama dengan seorang wanita” jelas Young Hee.

Ahjumma tertawa, ia mengatakan kalau Young Hee salah lihat karena Professor belum pulang. Young Hee menyangkalnya, ia beneran lihat bahkan Byung Tae juga disana. 


Ahjumma meyakinkan Young Hee kalau ia hanya salah lihat lalu Ahjumma mengajaknya duduk dan memberinya minuman vitamin. Ahjumma memaksa Young Hee untuk meminumnya sampai habis.


Ahjumma keluar, ia memberi kodepada Ahjussi. Tapi tiba-tiba Byung Tae muncul dari bawah dan langsung amsuk ke kamar young Hee.


Byung Tae melihat Young Hee tergeletak dilantai.

“apa yang kalian lakukan kali ini?” Tanya Byung Tae marah. Ahjumma memberi kode pada Ahjussi untuk ikut masuk tapi Ahjussi menggeleng


Kemudian diperlihatkan kalau Ahjumma sedang berada di depan monitor. 


Byung tae menunggui Young Hee yang tak sadarkan diri. Perlahan-lahan Young Hee membuka matanya, ia memanggil Byung Tae dengan sebutan ‘Oppa’. Byung Tae sedih melihat keadaan Young Hee.


 Ahjumma mengganti foto keluarga di kamar Nyonya, dimana gambar Hwang Young berubah menjadi Young Hee.


Ahjussi membakar foto keluarga yang ada Hwang Youngnya.


Ahjumma mnegunjungi Hwang Young yang tengah dikurung. Ia didudukkan dikursi dengan tangan dan kaki terikat juga mulut yang dilakban.

Ahjumma jongkok didepan hwang Young kemudian membuka lakban mulutnya. Hwang Young bertanya, kenapa Ahjumma melakukan ini?

“Aku tahu tentang sifatmu dengan sangat baik. Kamu tidak mau dengar ketika aku memintamu dengan baik-baik.” Kata Ahjumma dengan senyum menyeramkannya.


Hwang Young meminta maaf, ia mohon agar diampuni. Di akan diam saja, jika ia dikeluarkan dari sini.

“Kamu bilang, kamu bisa melakukan apapun demi dia. Tunggu sedikit lebih lama. Aku tidak yakin kalau dia akan menyukai gadis baru itu.” jelas Ahjumma lalu ia kembali menempelkan lakban ke mulut Hwang Young dan meninggalkannya.


2 Tahun lalu Hwang Young datang ke rumah itu sebagai anak angkat, namun tak tahu alasannya apa. Ia diberi makan dan tempat untuk tinggal.


Ia berpakaian seragam dengan rambut di kepang dua ia menemui  Nyonya. Nyonya membeli rambuntnya sayang, ia bahkan memeriksa suhu badan Hwang Young dak karena Hwang Young agak panas karena kedinginan, Nyonya memberi nafas hangat pada tangan Hwang Young.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap