Saturday, October 20, 2018

Sinopsis Doll House Episode 3


Episode 3
Gadis yang Tidak Bisa Pergi


Young Hee dan Ahjumma bicara diluar. Young Hee punya pertanyaan untuk Ahjumma.

“Gadis yang ada diruangan itu.. Siapa Dia?”


Hwang Young menggunakan masker tapi tetap tak bisa menghilangkan kerutan diwajahnya. Dia kesal lalu membuang maskernya.

“Sangat menjengkelkan.” Kesalnya. 


Profesor mendengar teriakan istrinya yang memanggil anaknya. 


Young Hee mengira kalau tidak ada gadis lain selain dirinya disini.

“kenapa kau mempermasalahkannya. Kamu putri dari keluarga ini sekarang.” Ujar Ahjumma.
“jika mereka sudah mempunyai anak perempuan, aku mempermasalahkannya.” Kata Young Hee hati-hati. “jika isunya dia butuh teman, maka..” Kata-kata Young Hee dipotong oleh Ahkumma karena suara teriakan istri professor. Ahjumma menyuruh Young Hee segera kembali ke kamarnya.


Ahjumma berlari kedalam, sebelum itu ia bertemu dengan Byung Tae, Ahjumma membisiki sesuatu pada Byung Tae.

Byung tae mengajak Young Hee jalan-jalan. Tadi Ahjumma membisikkan kalau Young Hee ingin jalan-jalan dengan Byung Tae.


Ahjumma mengambil obat lalu mengetuk pintu kamar Nyonya (istri Professor).

Professor mencoba menenangkan istrinya. Ahjumma masuk membawa obat Nyonya, mencoba untuk menenangkannya. Nyonya terus memanggil Soo Jung (Putri Nyonya yang sudah meninggal kemudian keluarga itu mengangkat Hwang Young sebagai anak angkat menggantikan Soo Jung untuk menenangkan Nyonya).

“tolong bawa Soo Jung kemari”. Pinta Nyonya pada Ahjumma.


Ahjumma mengeluarkan obat dari wadahnya, ia berjanji akan membawa Soo Jung besok sekarang sudah terlalu larut.

Nyonya tak mau dan malah menjambak rambut Ahjumma. Ahjumma melawan dan malah mendapat tamparan dari Nyonya.

“Aku kan bilang, Bawa Soo Jung-ku!” bentak Nyonya.


Kemudian Hwang Young datang dan memeluk Nyonya membuat Nyonya bisa merasa tenang.


Byung Tae mengajak Young Hee jalan-jalan ke hutan.


Ahjumma minum dengan Professor.


Byung Tae menempeli pohon dihutan dengan penanda warna kuning. Byung Tae menunjukkan peta pada Young Hee, dan hanya Young Hee yang ia beritahu ada jalan alternative.

“Jika lewat jalan besar bisa memakan waktu 2 jam dan jika lewat sini hanya membutuhkan waktu 40 menit. Masalahnya adalah kamu bisa jatuh dari tebing jika salah langkah.” Jelas Byung Tae.

“jika kamu tersesat, ikuti saja petunjuk di pohon yang diberi tanda.” Lanjut Byung tae.

Young Hee mengerti. Ia kemudian bertanya, apa yang Byung Tae bicarakan dengan Ahjumma tadi?


“yang kau maksud adalah ibuku?” kata Byung Tae.

“Ibumu?” Young Hee kaget.


Ahjumma masuk ke ruang bawah tanah. Di dalam seperti tempat rapat, ada LCD dan kursi-kursi terjajar rapi dan juga ada seorang Ahjussi yang tengah membetulkan kabel.

Ahjumma memasang wajah memelas didepan Ahjussi da nada bekas cakaran kuku Nyonya tadi.


Byung Tae sudah selesai memasang tanda kemudian ia mengajak Young hee kembali ke rumah. Byung Tae menuntun Young Hee agar tak salah langkah.


Ahjumma bertanya pada Ahjussi berapa lama lagi mereka harus menunggu?

“Aku bilang kan.. tunggu sampai Nyonya mati” jawab Ahjussi.

Ahjumma tak sabar, ia akan mati duluan jika terus seperti ini. Ahjussi mengatakan kalau Ahjumma baik-baik saja selama ini lalu Ahjumma menunjukkan luka-luka yang ia peroleh dari Nyonya.

“Aku bisa mati sebelum menyentuh unagnya!” bentak Ahjumma.


Ahjumma keluar dari ruang bawah tanah, kemudian mengelap airmatanya dan merapikan rambutnya yang acak-acakan. Ahjumma tadi bilang pada Ahjussi untuk mengatakan pada mereka kalau Ahjussi ingin berhenti.

“Kamu pilih! Aku atau orang-orang yang ada disini.?” Suruh Ahjumma.




Byung Tae dan Young Hee sudah sampai di halaman rumah. Byung Tae berbalik, ia mendekatkah wajahnya pada Young Hee, Young Hee mundur terus sampai mau jatuh dan Byung tae meraih pinggangnya.

0 komentar

Post a Comment