Saturday, October 27, 2018

Sinopsis The Beauty Inside Episode 8 Part 4

Sumber: jtbc


Eun Ho, Se Gye dan Woo Mi makan mie bersama seperti janji mereka semalam. Se Gye dan Woo Mi memuji rasa mie itu untuk mencairkan suasana. Mereka mengatakannya sambil lirik-lirik Eun Ho. 


Se Gye: Soal kemarin--

Eun Ho: Makan saja.

Se Gye: Baiklah.


Tapi Se Gye tidak tahan, ia pun meledak, "Kau yang menemui dia! Kenapa kami yang harus merasa bersalah?"

Woo Mi menyenggol Se Gye, ia menggeleng, jangan!

Eun Ho: Sadarkan dirimu! Aku memang menemui dia, tapi tidak mengatakan apa pun tentangmu.

Woo Mi: Kau mengencani dia?


Eun Ho langsung tersedak. Se Gye menduga pertanyaan Woo Mi benar. Tapi Eun Ho segera membeahtahnya. TIDAK!

Woo Mi: Kenapa kau mengamuk kalau memang tidak berkencan?

Eun Ho: Ini soal tata krama. Sopan santun dalam pertemanan. Tata krama untuk seseorang yang menampungku ketika aku tidak punya tempat tujuan lain.

Woo Mi: Tunggu. Tidak mungkin kami bisa mengerti kalau kau bicara begitu. Ceritakan lebih spesifik--

Giliran Se Gye yang menghentikan Woo Mi. 


Se Gye: Maafkan kami. Kami hanya mengkhawatirkanmu.

Eun Ho: Aku tahu. Sebab itulah aku tidak mengatakan apa pun.

Se Gye: Haruskah aku melakukannya? Donasi.

Eun Ho: Ya.

Woo Mi: Tidak kusangka kau akan merespon secepat itu. Kau sudah tidak mabuk? Kau sadar, 'kan?

Eun Ho: Dia tidak mabuk. Karena dia tidak bilang akan membelikanku rumah.

Se Gye: Aku hanya membuat janji yang dapat kutepati.

Eun Ho: Kau pergi ke lokasi syutingmu?

Se Gye: Ya, itu juga termasuk janji, 'kan? Aku harus menepatinya. Eun Ho, maafkan kami. Kami hanya mengkhawatirkanmu.

Eun Ho: Bagus sekali.


Se Gye dan Woo Mi ke lokasi syuting, tapi masih sepiiii. Se Gye heran, mereka salah soal waktunya? Woo Mi melihat jam, tidak kok, mereka tidak salah.

"Jam berapa syutingnya dimulai?"

"Kita terlambat."


Se Gye mendapat kiriman truk makanan. Itu dari Do Jae, tapi mengakunya dari penggeman Se Gye. Semua orang berkumpul disana, makanya lokasi syutingnya sepiiii.

Saat Se Gye datang. Semua berterimakasih dan memberi Se Gye tepuk tangan. Se Gye membalasnya dengan senyuman.


Woo Mi: Dia lebih tidak normal dari yang kubayangkan. Pamanmu. 

Hanya Yu Ri ynag tidak bahagia dengan semua makanan itu. Ia tidak senang melihat Se Gye bahagia.


Do Jae menrima kiriman foto Se Gye di truk makanan. Ia tersenyum melihatnya. 


Tapi tiba-tiba Do Jae dikagetkan dengan suara kakek. Kakek membentar Do Jae karena terus saja membeli ikan. 

"Ada apa Kakek kemari? Tanpa telepon dulu."

"Kenapa harus telepon dulu saat mendatangi perusahaanku sendiri?"


Kakek bertanya berkata kalau Do Jae tidak bisa mengurus pekerjaannya dengan benar. Do Jae menyanggahnya, ia mengurus pekerjaannya dengan baik kok.

"Kudengar, kau putus dengan model itu."

"Bukan model, dia itu aktris. Bagaimana Kakek tahu?"

"Dari internetlah. Itu yang kumaksud. Kau hanya bisa dicampakkan. Dasar pecundang.

"Aku bangga pada Kakek. Kakek bahkan berselancar di dunia maya."

"Kau bahkan tidak bisa memenangkan hati seorang wanita. Kau hanya bisa membual."

"Cukup, Kakek. Pergilah. Hatiku sudah tercabik-cabik akibat dicampakkan."

"Haruskah aku membereskannya untukmu?"


Do Jae bertanya, Bagaimana? Dengan uang Kakek? Do Jae menjelaskan kalau Se Gye juga kaya.

Kakek: Kau lihat, inilah tepatnya alasan kau dicampakkan. Kau seharusnya memberi dia yang paling dia butuhkan. Bagaimana kau tidak bisa mengetahuinya padahal kau menjalankan bisnis? 

Do Jae: Yang dibutuhkan wanita itu adalah.. tidak melihatku lagi.

Kakek: Dasar pecundang menyedihkan.


Se Gye beradegan dengan Yu Ri, 

Yu Ri: Ya, kita rusak. Aku dan kau. Tapi, aku tahu tentang keberadaanmu, maka itulah aku datang ke dunia. Kupikir bahwa mungkin.. kau pun tengah menungguku.


Se Gye langsung menodongkan pistol, "Aku memang sudah menanti.. untuk menyurukkan kehidupanmu yang rusak itu ke tempat sampah."

Sutradara puas dengan hasilnya dan meneriakkan "Cut." Para staf kemudian mengumumkan untuk bersiap adegan berikutnya, C-Five.


Woo Mi sedaritadi cemas. Ia khawatir akan Se Gye. Benar Se Gye sungguh akan baik-baik saja? Haruskah ia meminta Sutradara untuk menghentikan syuting?

"Tidak apa. Hanya tersisa satu adegan. Aku hanya perlu syuting satu adegan lagi."

"Meskipun begitu, aku sangat khawatir. Kita masih punya dua hari, kau tahu."

"Kita selalu cemas lima hari sebelum dan setelahnya."

"Tak apa. Aku akan baik-baik saja."


Yu Ri ternyata sedaritadi berusaha menguping pembicaraan mereka.


Adegan selanjutnya.

Se Gye: Kau adalah kesalahan dan ketidaksempurnaanku. Begitu kau pergi, aku akan menjadi sempurna.

Se Gye merasakannya, ia akan segera berubah. Tapi sutradara tak kunjung meneriakkan "cut". Dan begitu suradara meneriakkan "cut". Se Gye langsung membuang pistolnya dan berlari. Woo Mi menyusulnya di belakang.


Se Gye langsung masuk mobil. Woo Mi bertanya, apa Se Gye baik-baik saja? Huh? 

Se Gye berubah menjadi anak kecil. Hal pertama yang Se Gye tanyakan adalah umurnya.

Se Gye berubah jadi pacarnya Kim Biseo.


Staff mengatakan pada asisten sutradara kalau salah satu aktor cilik mereka tidak bisa datang karena mendadak sakit.

"Aish. Sutradara pasti marah besar."

"Makanya itu. Bagaimana sekarang?"

"Hei, hei, lagi pula tidak pakai dialog, jadi gunakan saja sembarang anak. Dia hanya perlu berdiri diam."

"Aku mengerti."

"Cepat temukan seseorang!"


Se Gye sudah berganti baju. Woo Mi berkata kalau ia memiliki firasat pagi ini harus membawa pakaian anak-anak dan ternyata ada gunanya juga.

"Ini untuk usia berapa?" Tanya Se Gye.

"9 sampai 10 tahun."

"Kalau begitu, mari katakan umurku 10 tahun. Itu akan mengurangi selisih usianya."

"Kau tampak lebih muda dari usiamu."


Asisten Sutradara dan Staff nya bingung mencari aktor cilik dan kebetulan ia melihat Se Gye.


Asisten Sutradara langsung menggendong Se Gye. Woo Mi menjelaskan kalau Se Gye tidak tahu apa-apa soal akting.

"Anak lain yang akan berdialog. Dia hanya perlu berdiri diam di sana. Tolong bantuannya, ya?" Pinta Asisten Sutradara.

"Tidak boleh!"

Tapi mereka tetap membawa Se Gye.


Anak lain melakukan dialog, tapi tidak ada emosi sama sekali. Sutradara tidak puas. Dialognya terus diulang tapi tidak ada perbaikan.


Se Gye tidak tahan, ia tadinya hendak diam saja, tapi ia harus membantunya.


Maka ia mengajari anak itu. Se Gye mendekati anak itu dan memanggilnya, nak, ia lupa kalau ia juga anak-anak. 

"Aku?" Tanya anak itu.

"Ya, kau."

"Tapi, kau juga anak-anak."

"Ah, benar. Sekarang aku anak-anak." Batin Se Gye.

Lalu Se Gye memanggil anak itu teman dan mulai mengajarinya. Tapi tetap tidak ada perbaikan. Akhirnya sutradara memakai Se Gye untuk berdialog.


Tentu saja Se Gye melakukannya dengan baik, bahkan Se Gye bisa menangis dengan mudah. Penghayatannya sempurna. Sutradara puas.

"Kenapa... kita tidak memiliki Ibu? Lalu, dari mana aku muncul? Ke mana aku seharusnya pulang?"

Sutradara: Cut. Bagus. Bagus. Luar biasa.


Seorang Daepyo perusahaan mendekati Se Gye, menanyakan siapa namanya dan dimana ibunya, ia ingin merekrut Se Gye menjadi artisnya. Lalu Woo Mi mendekat, mengatakan kalau anak itu milik perusahaannya. 


Se Gye duduk di depan kali ini. Saat berhenti di lampu merah, Woo Mi berkata kalau ia harus membeli tempat duduk anak-anak karena hal seperti ini terjadi.

"Maaf."

"Kenapa minta maaf? Kau bahkan syuting adegan tambahan hari ini. Kau melakukan pekerjaan yang hebat hari ini. Kerja bagus, sungguh. Kru akan syuting di luar kota sementara waktu, jadi jangan khawatir dan istirahatlah dengan baik."

"Aku selalu sedih saat tidak mendapatkan peran utama, tapi ini juga tidak buruk."

"Makanya. Bagaimana kalau terus memerankan peran pendukung saja mulai sekarang? Bukankah itu solusi yang bagus?"

"Hei, omong-omong... Bagaimana aku akan masuk ke rumahku dengan pakaian seperti ini?"


Woo Mi menggendong Se Gye di punggungnya dan menutupinya dengan mantel. Mereka sukses dengan cara itu.


Woo Mi membuat Tteokppokki. Tapi Woo Mi khawatir, bisakah Se Gye memakannya? Haruskah ia bilas dulu? Mungkin akan terlalu pedas untuk Se Gye.

Se Gye bilang tidak apa-apa, tapi Woo Mi tetap tidak mengijinkannya memakannya. Se Gye memang orang dewasa, tapi fisiknya tetap anak-anak. Woo Mi pun memakannya sendiri. 


Se Gye: Ah.. Aku ingin sekali makan tteokbokki pedas dari tadi.

Woo Mi: Aku juga. Rasanya enak sekali. Tadi itu, aku sangat ketakutan. Aku berpikir kita akan ketahuan.

Se Gye: Aku juga.

Woo Mi: Tak apa, tak apa. Kita tidak ketahuan. Bukankah melegakan? Makanlah. Makan. Makan yang banyak, Se Gye.

Se Gye: Bisa berhenti tidak?

Woo Mi: Bisa tidak kau bicara yang sopan padaku?


Ibu menelfon Se Gye, tapi Se Gye terpaksa menolaknya. Woo Mi ikut sedih melihatnya.

Woo Mi lalu memberi Se Gye yakult untuk memberinya semangat.


Seseorang menekan kode pintu. Woo Mi terkejut, apa Se Gye menyuruh Do Jae datang? Se Gye bilang tidak. Woo Mi langsung menarik Se Gye untuk sembunyi.

Ternyata yang datang adalah Ibu dan mereka telat sembunyinya. Ibu keburu melihat mereka.

Ibu: Han Se Gye, Ibu datang.

Se Gye: Ibu?

Woo Mi: Ibu.

Ibu: Siapa anak ini?

Woo Mi tidak bisa menjawabnya.

Tidak ada preview ya..

1 komentar:

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap