Thursday, October 18, 2018

Sinopsis The Beauty Inside Episode 6 Part 4

Sumber: jtbc


Se Gye memberitahu Eun Ho kalau ia akan tinggal bersama Do Jae untuk sementara waktu ini. 

"Terus mau bagaimana lagi? Kau sendiri? Di mana kau sekarang? A Ram bilang juga tidak tahu." Balas Se Gye. 

"Aku baik-baik saja. Itu saja yang perlu kau ketahui. Kau akan terluka kalau tahu." Balas Eun Ho.


Sa Ra berpikir dan ia menyesali keputusannya sepertinya. 


Do Jae tiba-tiba memkirkan Se Gye dan itu membuatnya tersenyum. Ia bergumam, Wanita yang aneh.


Do Jae mengajak Se Gye olah raga dan Se Gye kayaknya berat banget untuk ikut. 

Kejadian-kejadian aneh terjadi setiap hari.


Saat sarapan, Se Gye melihat keramik magnet hadiahnya ditempel di kulkas oleh Do Jae. 

"Aku yang membelikanmu itu." Kata Se Gye.

"Aku membelikanmu ini (roti)." Balas Do Jae, maksudnya roti yang dimakan Se Gye.

Aku makan dengan santai bersama seseorang.


Se Gye juga mengantar ke depan tiap kali Do jae berangkat ke kantor. 

Dan aku mengucapkan sampai jumpa dengan alami.


Se Gye dan Do Jae nonton drama Something in the Rain bersama. Se Gye bercanda, kenapa mereka tidak membuat cerita cinta seperti drama itu? Do Jae jatuh cinta pada kebaikan Se Gye.

"Kau menyatakan cinta padaku seminggu setelah pertemuan kita." Lanjut Se Gye.

"Aku?"

"Dan inilah yang kau katakan padaku. "Aku tidak pernah bertemu seorang wanita sebaik dirimu"."

"Aku?"

Se Gye pun diam.

Aku tidak menjadi kesal dari bercanda dengan seseorang.


Do Jae memotret Se Gye dan ini menjadi yang pertama bagi Se Gye, ada seseorang yang memotretnya dengan wajahnya yang sudah berubah.


Do Jae mencetaknya saat itu juga, ia bertanya, apa Se Gye menyukainya? 

"Sangat." Jawab Se Gye.


Kami mengenali satu sama lain seolah telah lama saling mengenal.

Setiap hari, Do Jae selalu memanggilnya Han Se Gye-ssi walaupun wajahnya bukan wajah Han Se Gye.

Segalanya dilalui begitu manis.. sehingga hari-hari itu terasa lebih istimewa.


Dan saatnya Se Gye berubah kembali menjadi dirinya yang sesungguhnya. 

"Kau tidur nyenyak?" Sapa Do Jae.

"Ya. Aku tidur nyenyak."

Untuk pertama kalinya, aku menyesal telah kembali.


Se Gye menjalani pemotretan.Fotografer heran melihat Se Gye yang tampak sangat bagus hari ini, apa Se Gye pergi ke tempat yang bagus baru-baru ini?

"Tidak ada yang khusus."

"Biar kutebak."

"L-O-V-E. LOVE. Kau pasti jatuh cinta. Kau tidak bisa membodohiku."

Se Gye hanya tersenyum.


Se Gye membeli Tteokbokki di tempat biasa dan Ahjumma pemilik sudah hafal dengannya. Ahjumma bertanya kenapa Se Gye baru datang? e Gye hanya tersenyum.

"Kudengar, kau punya pacar baru."

"Ah, ya."

Dan Ahjumma memberikan Tteokbokki pesanan Se Gye. 


Se Gye mencari-cari Ga Young di dalam, tapi tidak ada dan tiba-tiba Ga Young muncul di sampingnya. Se Gye akan menyapa Ga Young, tapi ia langsung sadar kalau Ga Young tidak mungkin mengenalnya. Ia pun hanya bertanya, apa Ga Young mau TTD-nya?

"Tidak." Tolak Ga Young.


Dan mereka hanya makan Tteokbokki bersama. Ga Young tiba-tiba berterimakasih pada Se Gye untuk semuanya. 


Se Gye mendapat telfon, tapi ia bengong sampai Ga Young menyuruhnya mengankatnya. Ternyata yang menelfon adalah Ibunya Do Jae. 

"Akhirnya kau menjawab juga." Ucap Ibu.


Kali ini ibu memberi Se Gye banyak hadiah. Se Gye tidak mengerti, ia rasa ia sudah mengembalikan 200 jutanya. Ia tidak mengembalikan lebih karena itu uangnya.

"Han Se Gye-ssi, aku ingin minta maaf. Aku sudah kasar. Tidak biasanya aku seperti itu. Maafkan aku."

"Ah.. Karena uang begitu mudah dikembalikan, Anda beralih memberiku barang-barang sekarang?"

"Bukan begitu. Tolong... tetaplah bersama Do Jae."


Se Gye heran, tiba-tiba begini? Ibu tahu mungkin ini sudah terlambat,  Itu sebabnya...


Kemudian sekretaris Ibu membwakan sebuah kotak. Di dalam kotak itu ada sepatu Se Gye yang ia tinggalkan saat berlari di acara penganugerahan.

Ibu: Untuk menemukan Cinderella, kurasa aku ahrus membawakannya sepatu yang hilang. Maukah kau... menjadi Cinderella-ku?

Se Gye: Apa?


Kemudian sekretaris Ibu membwakan sebuah kotak. Di dalam kotak itu ada sepatu Se Gye yang ia tinggalkan saat berlari di acara penganugerahan.

Ibu: Untuk menemukan Cinderella, kurasa aku ahrus membawakannya sepatu yang hilang. Maukah kau... menjadi Cinderella-ku?

Se Gye: Apa?


Usai acara, Se Gye menyempatkan berhenti untuk memandang menara pengendali. Se Gye tersenyum sambil bilang, "bagus."


Se Gye memasang foto dirinya di ruangan khususnya. 

"Dengan wajah itu, kami bertemu setiap hari. Tapi saat wajah asliku kembali, sekalipun kami tidak bertemu." Gumam Se Gye.

Se Gye kemudian mengeluarkan ponselnya. 


Do Jae memandangi sketsanya tentang Se Gye yang baru. Ia mencoret judul <Han Se Gye...?> dan menggantinya menjadi Han Se Gye. Artinya Do Jae yakin kalau orang itu adalah Se Gye.


Se Gye menelfon, Do Jae masih memberi nama "bibi" untuk nomor Se Gye di ponselnya.


Se Gye: Aku hanya ingin mengatakan padamu kalau event hari ini sukses.

Do Jae: Ya, aku sudah lihat foto-fotonya.

Se Gye: Begitu? Lalu, kenapa kau tidak mengatakan apa-apa? Tapi, bukankah para direktur biasanya menghadiri event seperti itu?

Do Jae: Biasanya tidak. Hanya memberi pengarahan saja.

Se Gye: Tidak bisakah kau datang?

Do Jae: Kenapa?

Se Gye: Apa?

Do Jae: Kenapa kau ingin bertemu denganku?


Se Gye mengelaknya, siapa bilang aku ingin bertemu dengan Do Jae? Hanya saja ia bekerja sangat keras. Jika Do Jae bersantai, maka itu tidak adil dan membuatnya jengkel.

"Jadi, kau menelepon karena merindukanku?"

"Tidak. Aku hanya ingin tanya sesuatu. Pencukurku di sana, 'kan?"

"Tidak. Aku sudah membuang semuanya."

"Tidak bisa dipercaya. Kenapa kau membuang barang orang lain?"

"Kenapa aku harus menyimpan barang orang lain di rumahku?"

"Kalau sudah selesai, kututup."


Se Gye melarangnya. Do Jae tanya, ada apa lagi?

"Itu... Kita belum menamatkan film waktu itu. Jangan menonton sisanya sendirian."

"Kau langsung ketiduran ketika filmnya dimulai."

"Tidak, kok. Aku hanya menutup mataku."

"Baiklah. Aku tidak akan menontonnya. Sudah selesai? Kututup."


Se Gye kembali melarangnya. Akhirnya Se Gye menatakan tujuannya, "Apa kau pernah ke dalam menara pengendali?"

"Kenapa kau menanyakannya?"

"Aku hanya penasaran."

"Kau tidak bisa tidur?"

"Ya. Aku tidak bisa tidur."

"Kalau begitu, ayo bertemu."


Do Jae mengajak Se Gye ke salah satu menara pengendali. Se Gye heran, bolehkan mereka melakukannya?

"Tentu saja. Ini punyaku."

"Sungguh?"

"Tepatnya, milik kakekku. Itu pusat pelatihan. Kami melatih para pengendali kami di sini. Ketika tidak ada pelatihan, aku dapat menggunakannya secara pribadi begini."

"Kita sungguh masuk ke dalam?"

"Katamu, kau penasaran."

Do Jae berjalan masuk dan Se Gye mengikutinya. 


Se Gye bisa mleihat semua pesawat disana, baik yang akan mendarat atau yang akan terbang, ia tersenyum lebaaaar. Ini gila!

"Aku mengerti maksudmu. Itu juga yang kupikirkan saat pertama kali melihatnya." Tanggapan Do Jae.


Se Gye bertanya, apa Do Jae sering kesana?

"Paling tidak sekali dalam seminggu. Mulai dari pemeriksaan peralatan hingga pelatihan, ada banyak hal yang harus kuperiksa langsung."

"Kenapa kau bekerja sekeras itu? Bukankah ini adalah bisnis keluargamu sendiri? Pasti bukan kau yang menentukan jalanmu. Ditambah lagi, dengan kondisimu itu."


Do Jae: Hidupku mengarah ke suatu tempat yang lebih tinggi dan lebar dibanding landasan pacu. Aku tidak bisa kehilangannya.

Do Jae ketawa setelah mengatakannya dan itu membuat Se Gye juga ketawa. Do Jae lalu menjelaskan, itulah yang pertama kali ia rasakan. Sekarang, ia merasa ini menarik.

"Orang-orang yang tidak memiliki kesempatan saling bertemu dalam kehidupan mereka, akhirnya bertemu dan jatuh cinta. Kadang, mereka menjalani sisa hidup mereka bersama. Aku memberi kesempatan pada mereka untuk saling bertemu dan jatuh cinta. Itulah yang kulakukan."


Se Gye: Seperti takdir.

Do Jae: Kita?


Dan Se Gye tiba-tiba mencium Do Jae. Se Gye tidak sadar melakukannya dan sat ia sadar, ia langsung minta maaf.


Tapi kemudian Do Jae yang menariknya.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap