Thursday, October 18, 2018

Sinopsis The Beauty Inside Episode 5 Part 3

Sumber: jtbc


Sa Ra mendatnagi kedai kopi tempat Eun Ho bekeja. Ia baru akan menanyakan sesuatu, tapi pegawai langsung menjawab kalau Eun Ho tidak datang hari ini. Sa Ra menunjukkan ekspresi heran.

"Aku sudah mengatakannya 50 kali hari ini." Jelas pegawai itu.


Eun Ho bekerja keras untuk membersihkan rumah Sa Ra. Kekacauannya dahsyat banget.


Tapi walupun begitu, Eun Ho tetap menunjukkan pesonanya yang sangat menawan.


Sa Ra mendatangi mall tempat Eun Ho bekerja di toko parfume. Ada seorang yang mirip Eun Ho, ia menepuk pundak orang itu dengan yakin, tapi orang itu bukanlah Eun Ho. Sa Ra pun kecewa.


Eun Ho selesai mencuci piring langsung membuka kulkas dan cuma ada botol kosong disana. Ia langsung membunagnya ke tong sampah. Eun Ho melihat banyak roti berserakan. 

"Kurasa, dia hanya makan roti." Gumamnya.


Do Jae mengantar Se Gye sampai rumah. Se Gye merasa itu tdak perlu sebenarnya karena Reporter Park sudah pergi beberapa jam lalu.

"Bukan itu alasanku memberimu tumpangan. Ada banyak hal yang kulihat, tahu." Jawab Do Jae dan itu membuat Se Gye tersenyum. Do Jae pun menyuruh Se Gye segera masuk. Tak lupa ia berterimakasih untuk hari ini.

Sebelum turun, Se Gye minta ijin untuk meminta sesuatu dari Do Jae. Bisakah Do Jae tidak mengatakan hal semacam itu di ruang publik, seolah hal itu bukan masalah?

"Maksudmu, "Masuklah, terima kasih untuk hari ini?" Tanya Do Jae.

"Bukan itu. Sudahlah."

Se Gye turun.


Tapi Se Gye bicara lagi, "Mari mulai besok malam."

"Mulai apa?"

"Hal itu. Kita akan memulainya besok malam."

"Ah.. "

"Aku ada audisi besok pagi sekali. Aku akan menelepon setelah audisi selesai."


Se Gye menutu pintu mobil dan berjalan ke rumahnya, tapi ia kembali lagi. 

"Kau ingin masuk sebentar?" Tawar Se Gye.


Se Gye mengatakan aturan sebelum mereka tidur bersama. Pertama, tidak boleh memakai pakaian minim.

"Kau tidak perlu mengatakannya padaku." Jawab Do Jae. 

"Kedua, tidak boleh ada pikiran kotor."

"Soal itu, aku hanya tidak perlu ketahuan, 'kan?"

"Apa katamu?"

"Aku bercanda."

"Bisakah kau bercanda dengan memasang senyum di wajahmu?"

Do Jae baru tersenyum.

"Dan sentuhan juga tidak diperbolehkan." Lanjt Se Gye. 

"Ranjangku besar."

"Jadi, sudah diputuskan aku akan tidur di rumahmu?"

"Ya."

"Dan juga.. kurasa kau harus menyiapkan mentalmu."


Se Gye menunjukkan semua baju-bajunya. Ia menjelaskan kalau ia bisa berubah menjadi siapapun dan ia tidak tahu akan jadi seperti apa.

"Siapa yang menentukan standar seperti itu? Jenis kelamin dan usiamu tidak seharusnya menentukan pakaian yang kau kenakan. Aku tahu itu lebih baik dibandingkan siapa pun. Hanya karena kau mengenakan pakaian pria, bukan berarti kau seorang laki-laki. Hal itu juga berlaku sebaliknya."" Tanya Do Jae. 

"Kau tidak takut?"

"Tidak."

"Bagiku, akan tetap dirimu, meski mengenakan pakaian berbeda."


Se Gye bahkan membawa Do Jae ke ruangan khususnya, ruangan tempat ia menyimpan semua foto dirinya saat berubah.

Se Gye: Kau tidak takut, jadi kurasa aku bisa menunjukkan ini padamu. Mereka orang-orang yang tinggal bersamaku.

Se Gye menunjukkan mana orang yang digosipkan dengannya dan mana anak yang digosipkan adalah anaknya.


Se Gye:  Semua orang yang kau lihat ini... adalah aku. Dan ini untuk mengabadikan kenangan.

Do Jae: Mengabadikan?

Se Gye: Kau tahu, hanya aku yang mengingat mereka. Semua wajah ini hanya hidup selama seminggu.


Se Gye menyisakan satu figura kosong, ia ingin berfoto dengan wajah aslinya juga, lalu menggantungnya di dinding sebelum ia tiada.


Se Gye menyisakan satu figura kosong, ia ingin berfoto dengan wajah aslinya juga, lalu menggantungnya di dinding sebelum ia tiada.


Se Gye masih disana terdiam bahkan sampai mobil Do Jae pergi.

"Aku pasti gila. Kenapa aku berdebar?"


Sa Ra bergumam sambil melepas sepatu dengan kesal, "Memangnya dia itu Cinderella atau apa? Dia biasanya muncul di mana-mana. Kenapa tidak bisa kutemukan saat ada perlu dengannya?"

Sa Ra melempar sepatunya sembarangan.

Sa Ra masuk ke ruang bajunya dan ternyata sudah sangat rapi. Ia mencopot bajunya dan melemparnya sembarangan.


Usai mandi, Sa Ra langsung berbaring, tapi ia mencium aroma sedap.


Ia mencari asal aroma itu yang ternyata aroma makanan. Perut Sa Ra berbunyi, tapi ia bilang harus mengontrol berat badannya. Tapo ia tidak bisa menahan diri untuk tidak makan.

Sa Ra: Di mana dia sembunyi?


Woo Mi hanya bisa mengantar Se Gye sampai di depan rumah. Ia teringat dulu ketika ia harus membiarkan Se Gye pergi sendiri. 

"Jangan berkata begitu. Aku jadi merasa sudah tua."

"Kau akan kembali setelah audisi selesai?"

"Aku akan bertemu Seo Do Jae. Kali ini aku sudah bilang padamu, lho."

"Baiklah. Pasti ada alasannya."

"Woo Mi, kau memercayaiku, 'kan?"

"Ya. Aku selalu memihak yang terkuat. Dan kau yang terkuat. Sana hancurkan semuanya!"

"Hancurkan semuanya!"

"Semangat!"


Sebelum Se Gye benar-benar pergi Woo Mi berpesan agar Se Gye jangan sampai menyebabkan masalah. 

"Kau juga!" Balas Se Gye dan pergi.


Semua yang datang untuk audisi tidak senang saat Se Gye datang karena Se Gye mengancam peran mereka. Tapi Se Gye diam saja dan berlatih dialognya.


Lalu datanglah Yu Ri. Yu Ri dengan sengaja mengeraskan suaranya saat membahas Se Gye yang berlutut di depan sutradara agar bisa mendapat peran. Semua orang bergumam. 

"Ya, aku tidak diberi peran." Jawab Se Gye. 

"Bagaimana bisa Sutradara setega itu? Seonbaenim sangat menginginkan peran ini? Aku kemari untuk menemui Sutradara. Biar kupuji kau di depannya."

"Tidak perlu."

"Tidak masalah. Seonbaenim sudah melewati banyak sekali kesulitan. Sebagai seorang hoobae, aku ingin membantu semampuku. Aku yakin, dia akan mendengarkanku."

"Kubilang, tidak perlu."

"Apakah aku membuatmu tersinggung? Aku hanya berpikir kau begitu ingin mendapatkan peran ini."

"Aku bisa melakukannya sendiri. Tanpa bantuanmu sekalipun, aku bisa mendapatkan perannya."

"Kalau begitu, semoga berhasil."

Semua orang menyadari suasana antara Yu Ri dan Se Gye sangat tegang saat Yu Ri meninggalkan Se Gye. Mereka merasa kasihan pada Se Gye.


Sutradara memastikan, jadi Se Gye datang sendirian? Ia dengar Se Gye ditawari peran utama di film lain.

"Aku ingin bekerja dengan Anda." Jawab Se Gye.

Yu Ri tersenyum, kenapa? Dan Se Gye langsung menatapnya. Yu Ri pura-pura baik, "Omo. Apakah aku membuatnya tersinggung lagi? Aku hanya penasaran. Bagaimana bisa kau selalu bergairah untuk berakting dan main film?"

"Aku menginginkan kesempatan bekerja sama denganmu." Jawab Se Gye.


Sutradara Lee lalu menyuruh mereka membaca naskah bersama. Adegan Dua.

Yu Ri: Kenapa aku? Dari semua orang?

Se Gye: Kau sudah rusak. Kau tidak sempurna.

Yu Ri: Kau tidak berguna. Aku pun tidak ingin terlahir seperti ini. 

Se Gye: Tapi, kau pasti tahu kau tidak bisa hidup bahagia seperti itu.

Yu Ri: Aku akan berbahagia.

Se Gye: Jangan hidup menyesali dirimu sendiri. Sebaliknya, matilah dengan rasa penyesalan padaku.

Yu Ri: Jangan mendekat. Jangan mendekat!

Se Gye mulai meneteskan airmata, "Biarkan aku membawanya pergi. Biarkan aku membuatmu damai."


Sutradara Lee menghentikan mereka, kenapa menangis? Naskahnya kan menyuruh Se Gye mengatakannya dengan dingin.

"Maafkan aku. Tapi, aku merasa bersalah."

"Lalu, kenapa kau membunuhnya?"

"Simpati yang tulus dapat membutakanmu."

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap