Thursday, October 18, 2018

Sinopsis The Beauty Inside Episode 5 Part 1

Sumber: jtbc


Do Jae melepas kacamata Se Gye di depan reporter sambil merangkul pinggang Se Gye dan itu membuat reporter ribut menanyakan hubungan mereka yang sebenarnya.


Do Jae menyuruh Se Gye tersenyum. Se Gye terkejut dan tiba-tiba Do Jae menggenggam tangannya. 

"Seperti orang yang bahagia." Do Jae melanjutkan lalu tersenyum.

Reporter ribut lagi, apa hubungan mereka? berkencan? katanya hanya rekan bisnis?


Do Jae: Akan lucu berpura-pura menyangkal ketika kami tertangkap basah. Berbisnis di bioskop seperti ini juga aneh. Yang kalian lihat adalah kebenarannya. Silakan tulis artikel berdasarkan yang kalian saksikan. Kami semakin mengenal satu sama lain dengan ketertarikan yang positif.


Dan Do Jae kembali tersenyum pada Se Gye. Se Gye masih dalam fase terkejut oleh pernyataan Do Jaae barusan.


Yu Ri melihat itu, ia kesal karena para reporter malah mengerumuni Se Gye bukannya dirinya. Karena sejatinya para reporter itu datang untuk meliput dirinya.


Do Jae: Aku akan mengungkap detailnya melalui sebuah wawancara nanti. Ah.. Jika kalian terus mengikuti kami, aku tidak akan mau diwawancara. Tolong pertimbangkan.

Kemudian Do Jae mangajak Se Gye menjuh dari mereka.


Kaki Se Gye lemas saat di parkiran. Ia terduduk, Bagaimana ini? Ini benar-benar gila. Se Gye bergumam. 


Do Jae yang sudah jalan di depan kembali lagi, apa Se Gye menagis? Se Gye langsung mendongakkan kepalanya, siapa yang menangis? Do Jae pikir setiap hari ia menangis?

"Kupikir begitu." Jawab Do Jae spontan.

"Apa sebenarnya maksudmu berkata begitu?"

"Yang ingin pergi ke bioskop kan kau, Han Se Gye-ssi. Semua ini gara-gara kau. Jadi, dengarkan saja aku. Karena ini salahmu, lakukan sesuai perkataanku. Orang-orang akan percaya jika kau menyangkalnya sekali, tapi tidak untuk kedua kali. Han Se Gye-ssi, kau bisa-bisa dipermalukan."

"Jika aku dipermalukan, kau pun akan mendapat dampak yang sama."

"Kita tidak boleh membiarkan itu terjadi, sebab itu mari pura-pura menjadi pasangan yang baik. Mari katakan kita bertemu baik-baik, lalu berpisah dengan baik pula."

"Ah, lihat dirimu dan betapa pintarnya kau."

"Mari kita coba."


Do Jae jeda sebentar untuk melangkah lebih dekat dengan Se Gye, "Pasangan abad ini." Lanjut Do Jae. 


Woo Mi dalam perjalanan pulang dan ia ditelfon oleh Reporter Park. Woo Mi baru mengangkatnya dan tiba-tiba ia dikejutkan oleh banyaknya reporter yang menunggunya di depan rumah. Mereka bertanya soal kabar hubungan Se Gye.


Woo Mi shock kena mereka tiba-tiba memotretnya sambil memberondongnya dengan pertanyaan itu. 


Dan tiba-tiba lagi ada seorang berpakaian serba hitam menariknya untuk berlari dari para reporter itu. Woo Mi panik kembali, siapa? Lepaskan Aku!!!


Ternyata dia adalah Eun Ho. Mereka ngos-ngosan setelah bisa terbebas dari para reporter itu. Woo Mi bertanya, situasi apaan ini? 

"Menurutmu? Pasangan yang tergila-gila oleh cinta sedang kabur."

"Kita?"

"Kau gila, ya? Se Gye."


Ibu Do Jae membanting sesuatu saat melihat berita tentang Se Gye dan Do Jae. 

"Sejak kapan Grup Sunho menjadi grup yang dapat digosipkan semua orang? Para reporter menuliskan omong kosong tentang kita. Kau hanya akan diam dan menyaksikan?"

"Sumber artikel mereka adalah Sekretaris Jeong Joo Hwan."

"Ada yang terjadi di antara mereka berdua. Cari tahu sebanyak mungkin tentang Han Se Gye, sekarang juga."

"Sejauh mana informasi yang Anda butuhkan?"

"Hubungannya dengan keluarga, teman, dan kekasih. Segala hal yang berkaitan dengan "hubungan" pribadinya. Aku ingin tahu segalanya tentang dia dari ujung kepala sampai kaki. Jangan ketinggalan satupun."


Do Jae datang saat Joo Hwan sibuk dengan laptopnya. Do Jae bertanya, sedang apa Joo Hwan itu?

"Ada hal penting yang harus aku urus." Jawab Joo Hwan. 

"Dan kau harus mengurusnya dengan laptopku?"


Saat Do Jae mendekat, ternyata Joo Hwan sedang mengubah wallpaper layar laptopnya. Dan membentuk barisan icon menjadi bentuk hati. 

"Hei!!!" Tegur Do Jae. 

"Kau harus bertanggung jawab atas kekacauan yang kau buat."

"Tapi, kenapa harus begini caranya? Huh?"


Lalu ibu datang. Do Jae tak menyangka ibunya datang lebih cepat dari yang ia pikirkan. Joo Hwan menawarkan kopi. 

Ibu: Aku tidak memberimu posisi itu untuk menawariku kopi! Aku menyuruhmu menyingkirkan dia, tapi kau malah melakukan sebaliknya.


Do Jae: Kenapa menyalahkan dia? Aku yang menyebabkan masalah.

Tanpa basa basi, ibu menyuruh Do Jae memutuskan Se Gye. Wanita seperti Se Gye tidak ada gunanya dalam hidup Do Jae maupun pekerjaan Do Jae.

"Akan tampak konyol kalau kubilang kami putus sesaat setelah mengakuinya." Jawab Do Jae. 

"Apa kau bahkan tahu berapa banyak pria yang sudah dikencaninya? Baginya, mengencani pria berbeda lebih mudah dibanding mengubah warna lipstiknya. Semua orang tahu itu. Jangan bilang, kau satu-satunya yang tidak tahu."

"Terus? Sebab itu, aku ingin mengencani dia. Ibu selalu bilang ingin aku punya kekasih."

"Tapi aku tidak ingin kau mengencani sembarang orang. Cinta tidak akan menguntungkanmu. Kurasa, kau tidak tertarik mewarisi perusahaan."

"Ingin. Sebab itulah aku melakukan ini. Cinta ini.. akan menguntungkan aku."


Ibu beralih pada Joo Hwan, apa Do Jae sudah gila ya? Joo Hwan menjawab dengan bijak, cinta jelas membuat Do Jae gila. 


Woo Mi menggila saat bertemu Se Gye. Se Gye takut, ia bersembunyi dibalik A Ram. A Ram juga gemetar. Sedangkan Eun Ho bertugas untuk memegangi Woo Mi. 

Woo Mi: Dasar gila--kubunuh dia! Kau bilang akan memikirkannya selagi rehat. Katamu kau akan istirahat. Bukankah aku menyuruhmu untuk santai saja? Kukatakan atau tidak?

Eun Ho: Hei! Tenanglah! Tenanglah. Mereka bilang, berbaik hati membantumu menghindari membunuh orang.

Woo Mi: Hei, aku sudah berbaik hati dan sangat sabar padanya! Astaga, lepaskan aku!

A Ram: Unnie, tolong tenanglah. Tarik napas! Tarik napas!


Se Gye: Kau tahu, aku ke bioskop karena ingin bersantai.

Woo Mi: Augh! Augh! Benar-benar!

Eun Ho: Hei, sembunyi sana! Jangan menunjukkan wajahmu. Melihat wajahmu akan membuatnya lebih marah.


Se Gye pun menyembunyikan wajahnya dibalik punggung A Ram. Woo Mi kesal, kenapa Se Gye harus ke bioskop dengan seoprang pria? Dan kenapa harus Seo Do Jae?

"Sudah kubilang kami tidak berkencan. Aku juga tidak merasa ini adil. Aku juga tidak tahu dia akan ke bandara."


Woo Mi kecewa, jadi Se Gye pergi ke suatu tempat tanpa memberi tahunya? Se Gye keceplosan, maka ia hanya menjawab kalau ia punya alasan. 

"Aku tidak mau jadi manajermu." Lanjut Woo Mi lalu meminta Eun Ho melepaskannya. 

Woo Mi: Sesulit itukah menghubungiku sekali saja? Seberat itukah untuk menghindari masalah? Lakukan segalanya sendiri jika kau terus seperti ini. Aku berhenti."

Dan Woo Mi pergi.


Se Gye akan mengejarnya, tapi Eun Ho menahannya. Apa Se Gye tidak mengenal Woo Mi? Biarkan dia menenangkan diri dulu. Mengikuti dia hanya akan membuatnya lebih marah. Se Gye pun berhenti. 


Se Gye mendapat telfon dari ibunya Do Jae. 

Ibu: Kita perlu bicara, bukan begitu? Kirimi aku alamatmu. Aku akan mengirim mobil ke sana.

Se Gye: Tapi, masalahnya--

Ibu: Mari bicara secara pribadi.

Dan Ibu langsung menutup telfon.


Se Gye bergumam, topan setelah badai. Eun Ho heran, Kenapa? Ada apa?

"Dia ingin menemuiku."

"Siapa?"

"Ibunya Seo Do Jae."

"Maksudmu, ibu mertuamu?"

"Omong kosong apa itu?"


Sa Ra membaca artikel tentang Do Jae-Segye sambil makan roti. Mengingat reaksi Se Gye dulu yang bilang kalau Do Jae  sangat menjengkelkan, Sa Ra yakin mereka tidak mungkin mereka berkencan. Ia ingin tahu niat sesungguhnya.


Sa Ra mau minum, tapi tidak ada air di kulkasnya. Ia kembali memasukkan botol kosong itu ke dalam kulkas. 


Sa Ra lalu melihat sekeliling rumahnya dan itu berantakan banget. Super berantakan. 

Sa Ra: Lihat semua kekacauan ini. Mustahil untuk mendapatkan ide bagus dengan rumah yang berantakan begini.

Sa Ra tak sengaja menemukan brosur di mejanya, "Snail Bride, Layanan Bersih-Bersih Rumah". Ia langsung menghubunginya.


Se Gye dan ibunya Do Jae akhirnya bertemu juga. Kafenya sepi banget sampai membuat Se Gye heran, apa karena ini hari kerja?

"Aku melarang mereka menerima pelanggan lain." Jawab Ibu.

"Rupanya itu keturunan."


Ibu heran, lalu Se Gye menjelaskan, "Maaf. Hanya saja seseorang juga pernah melakukannya."

Ibu: Tidak banyak reporter yang mengikutimu kemari. Kurasa, kau tidak sepopuler yang kubayangkan.

Se Gye: Karena hal itu terjadi secara mendadak. Jika ada yang ingin Anda katakan, tolong lekas sampaikan. Saya harus pergi dan menangkap seseorang yang penting.

Ibu: Siapa? Pria?

Se Gye: Apa?

Ibu: Kudengar kau bahkan berkencan dengan orang asing dan memiliki seorang anak. Lekas putus dengan putraku. Kau tidak lebih dari sekedar aib baginya.


Se Gye tersenyum. Ia mengerti sekarang sikap pengecut Do Jae menurun dari siapa. Dari ibunya.

"Apa?" Ibu terkejut.

"Anda benar sekali. Aku aib Seo Do Jae. Dan terlalu jahat menyerang aib seseorang."

"Begitukah caramu untuk mengatakan tidak akan putus dengan dia?"

"Maksud saya adalah akan sulit untuk beberapa waktu ke depan. Maafkan saya."

"Baiklah. Aku mengerti maksudmu. Aku bisa memberimu kompensasi sebanyak yang kau mau."

"Saya tidak butuh uang."

"Beraninya kau. Aku tidak peduli kau butuh atau tidak. Kau tidak bisa menolaknya. Aku sudah memberikannya padamu, jadi lebih baik lakukan sesuai yang kuinginkan."


Dan ibu langsung pergi. Se Gye yang ditinggalkan disana hanya terdiam.


Se Gye menerima pesan dari akun bank-nya, bahwa ia menerima transfer uang sebanyak 100jt won.

Se Gye: Dia pasti belajar cara mengancam orang dari ibunya. Ini menakutkan. Bagaimana cara dia mendapatkan informasi rekeningku?

Se Gye refleks memandang Eun Ho, jangan-jangn Eun Ho yang menjual informasi tentangnya? 

"Ah.. Memang berapa banyak bisa kudapatkan dari itu?"

"Kau!!! Lupakan. Hanya 100 juta won."

"Ya, mari donasikan saja."

"Kau minta dihajar, ya?"

"Terus? Kau mau terima uangnya dan putus dari dia?"

"Tidak tahu! Tidak tahu! 100 juta itu tidak penting. Woo Mi! Bagaimana dengan Woo Mi?"

"Kalian sudah berteman terlalu lama. Sekarang saatnya kalian berpisah."

"Begitu?"

"Ya."


Se Gye kesal, ia mengatakan ada pepatah berkata, "Seranglah ketika besinya panas". Se Gye menautkan kedua kelingkingnya dan menyuruh Eun Ho coba memutuskan tautan itu, maka hubungan mereka berakhir juga.

"Kau habis perawatan kuku? Bagus."


Se Gye langsung menyembunyikan wajahnya, "Tidak seorangpun di pihakku. Satu-satunya pendukungku sudah pergi. Tidak, hanya ada satu orang aneh di sisiku. Woo Mi-ya~, Yu Woo Mi..."

"Terus kenapa kau bepergian tanpa memberi tahu dia?"


Se Gye ternyata hanya bersandiwara, ia kembali menyuruh Eun Ho memutuskan tautan jari kelingkingnya, tapi Eun Ho berkata kalau ia harus bekerja paruh waktu, ia akan melakukannya nanti, sekitar 100 tahun lagi.

Se Gye: Eun Ho, bagaimana bisa kau berpikir mencari uang dalam situasi seperti ini? Pengkhianat kau! Aku sudah melakukan banyak hal untukmu. Woo Mi-ya...

Eun Ho: Augh, berisik. Dia sendiri kan yang bikin masalah. Hei, lakukan saja sesuai keahlianmu.

Se Gye: Apa keahlianku?

Eun Ho: Memohon pengampunan.

Se Gye: Aku pintar melakukannya?

Eun Ho memberikan jempolnya.


Woo Mi bertemu dengan Joo Hwan. Woo Mi dengan tegas menjawab kalau kabarnya tidak baik saat Joo Hwan menanyakan kabarnya. Woo Mi menyuruh Joo Hwan menarik pernyataan publiknya

""Wanitanya Seo Do Jae", omong kosong. Kau tidak tahu kalau Se Gye kami di luar jangkauannya?" Lanjut Woo Mi.

"Direktur Seo kami yang berada di luar jangkauan Han Se Gye. Bagaimanapun, dia pewaris Grup Sunho."

"Cukup. Tarik saja foto yang dirilis."


Woo Mi menunjukkan foto mereka, ia kesal karena Se Gye sedang tidak menggunakan make up. Woo Mi mengerti itu hubungan yang direkayasa, tetap saja--

"Aku senang kau menyinggungnya. Bagaimanapun, ini hanya pertunjukan. Kami sudah mempertaruhkan banyak. Harus seberapa bijaksana lagi kami?"

"Jangan konyol. Pikirkan dengan benar! Kalian membutuhkan Se Gye kami untuk bisnis kalian."

"Oh, kalian tahu posisi kalian rupanya."

"Kau minta bertemu untuk berkelahi denganku, ya? Kalau begitu, ayo lakukan di luar."

"Aku ke luar pun tetap mengerjakan urusan kantor. Aku tidak ahli dalam pekerjaan lapangan. (*mengatakan kalau dia bukanlah seseorang yang suka main kasar.)"

"Kau memang berbakat sekali membuat kesal orang lain."

"Aku sering mendengarnya. Tapi, bukan itu alasan aku mengajakmu bertemu. Aku ingin meminta kolaborasi."

"Kolaborasi?"

"Sesuatu jelas dibutuhkan untuk membuat mereka tampak berkencan dan putus di saat yang tepat."


Woo Mi mendapat telfon dari nomor yang tidak dikenal dan itu ternyata dari Sutradara Lee.


Woo Mi pulang ke rumah Eun Ho dan ia dikagetkan oleh lilin yang dijajar sepanjang jalan masuk. Lalu ia melihat Se Gye berdiri di ujung jalan bersama Kingkang dengan memegang tulisan.

"Sedang apa kau?" Tanya Woo Mi.


Se Gye lalu maju agar Woo Mi bisa membaca tulisan yang dibawanya dengan jelas.

"Jika kau beruntung, mulai tahun depan, kau akan bekerja sama dengan orang-orang ini."


(New World, Train to Busan)
(The Attorney, Miracle in Cell No. 7)

Woo Mi: Sekarang pun aku bisa melakukannya.


Ya. Sekarang pun kau bisa melakukannya.
Tapi, ingatlah ini.
Bahkan meski kau melakukannya, kau akan menjadi teman terbaikku.


Apa kau akan menerima permintaan maafku?


Se Gye memanggil Kingkang dan menggendongnya, "Maafkan aku. Aku bersalah. Kali ini saja, maafkan aku."


Ayah dan Ibu Eun Ho pulang dari olah raga, mereka heran melihat ada banyak lilin disana, apa mati lampu?

Ibu: Aigoo. Kalau main api malam-malam, kalian bisa ngompol, tahu.

Ayah: Ini pasti kejutan. Kejutan. Cepat katakan, "Maafkan aku dan aku mencintaimu, teman!"

Ibu: Ya, apa pun itu, cepatlah. Matikan semua lilin ini kalau sudah selesai. Kenapa juga melakukannya di rumah orang lain?

Ayah meminta ibu berhenti dan mengajaknya masuk. Se Gye meminta maaf, ia akan membersihkannya, jadi tidak usah khawatir.


Se Gye kembali meminta maaf pada Woo Mi, maaf, ia bersalah. Se Gye menyodorkan Kingkang, terimalah permintaan maafnya. Woo Mi pun menerima Kingkang.

"Kau menerima permintaan maafku? Kau menerimanya."

"Aku berharap bisa hidup sebagai dirimu sehari saja. Aku ingin tahu isi dalam pikiranmu itu!"

"Kau akan kesulitan karenanya."

"Astaga, aku benci padamu! Aku lelah karenamu."

"Jika ada yang ingin kau katakan, lakukanlah. Kau bahkan boleh menyumpahiku. Tidak apa meskipun sangat kasar. Kau boleh mengatakan apa pun."

"Bagus. Ada yang ingin kukatakan."


Se Gye sampai menutup matanya, ia kira Woo Mi akan mengatakan hal yang aneh-aneh. Ternyata Woo Mi hanya mengatakan kalau Se Gye bisa ikut audisi untuk proyek Sutradara Lee.

"Apa?" Se Gye pun membuka matanya kembali.

"Dia bilang, tidak masalah jika kau tidak keberatan peran kecil. Dia ingin kau datang sendirian, tanpa manajer. Bersiaplah untuk menyerah akan segalanya, sama seperti saat kau baru mulai. Kau pergi untuk mengejar Sutradara Lee? Kenapa kau tidak mengatakan padaku? Kau membuatku seperti orang jahat. Kemas barangmu. Tidak ada reporter lagi di depan rumahmu."


Se Gye langsung memeluk Woo Mi. Ia sangat senang, apa yang harus ia siapkan? Apa yang ia butuhkan?

1 komentar:

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap