Thursday, October 11, 2018

Sinopsis The Beauty Inside Episode 4 Part 4

Sumber: jtbc


Se Gye bangun di pagi hari dan ia langsung ingat apa yang ia lakukan semalam pada Do Jae. 

"Aku benar-benar seekor Anjing. Anjing. Han Se "Gae" (*Anjing)."


Do Jae mengirim pesan  

"Pukul 3 sore, Pusat Perbelanjaan Royal, lantai tiga. Toko D. Bawa paspormu."

Se Gye bangun, apa ini? Aneh sekali sih Do Jae. Kemudian masuk pesan lagi. 

"Respon panggilan telepon sepositif mungkin. Bekerja samalah dengan baik". Kau menulis klausul itu sendiri, Bibi.


Se Gye dan Do Jae memilih baju. 

Se Gye: Maksudku, semua orang melakukan kesalahan. Kenapa kau harus memanggilku padahal semalam aku mabuk? Aku masih linglung.

Do Jae: Manusia bisa melakukan kesalahan. Tapi, semalam kau bukanlah manusia. Mungkin hari ini.. juga tidak. Apa kau mau muntah?

Se Gye: Tidak. Belum ingin, tepatnya. Tokonya sangat sepi. Aku bisa memuntahi seseorang kalau mau. Apa karena ini hari kerja?

Do Jae: Aku memesannya untuk kita.


Seorang pelayan toko masuk dan langsung tersenyum melihat Se Gye. 

Se Gye: Bahkan meski aku habis mabuk dan kacau, orang-orang masih mengenaliku. Ah, kehidupan selebritis.

Tapi ternyata pelayan itu menyapa Do Jae. Se Gye kecewa.


Do Jae menunjuk mana yang ia mau dan meminta pelayan itu memprosesnya. Ia beli dari ujung kanan ke kiri.

Se Gye tidak mau kalah, ia juga membeli sebaris penuh.


Pelayan: Nona, apakah Anda--

Se Gye: Ya, benar. Aku Han Se Gye. Kau tidak perlu merasa tertekan.

Pelayan: Bukan begitu. Apa Anda sudah membuat reservasi?

Se Gye: Reservasi? 

Pelayan: Untuk koleksi baru kaum hawa, banyak konsumen yang sudah memesan lebih dulu. Jika belum, maka Anda harus membuat reservasi dulu. Kemudian, Anda harus menunggu pesanan Anda.

Se Gye: Aku belum lama ini menerima pakaian terbaru langsung dari desainer merek ini.

Pelayan: Begitu? Sangat membuat iri. Jadi, apakah Anda.. ingin membuat reservasi?


Do Jae awalnya hanya tersenyum, lalu ia membantu Se Gye menjawab, "Aku tidak berpikir dia punya waktu untuk melakukan reservasi. Maafkan aku, tapi bisakah kau mengurus pesananku dulu."

"Baik, Direktur Seo. Permisi."

Se Gye: Kenapa kau yang memutuskan aku ada waktu atau tidak?


Do Jae tiba-tibamemberi Se Gye tiket pesawat. Se Gye tidak mengerti, apa maksudnya?

Do jae: Sangat mendesak jika kau berangkat sekarang. Bukan salahku. Kau yang datang terlambat. Itu tiket pesawat yang dinaiki Sutradara Lee Hee Seob. Untungnya, dia membeli tiket dari T Road Air. Jangan berpikir terlalu jauh soal ini. Kesuksesanmu merupakan.. kesuksesan pararel dengan T Road Air.


Se Gye langsung berlari keluar. Do Jae tersenyum.


Se Gye langsung mendapat taksi dan ia meminta pak supir mengemudi secepat mungkin ke bandara.

"Aku bisa mati kalau terlambat."


Sutradara Lee dihampiri pramugari untuk memberitahukan bahwa tempat dudunya sudah diubah.


Sutradara Lee dibawa ke kelas bisnis dan disana sudah ada Se Gye.

Sutradara: Kau mengikutiku sampai kemari?

Se Gye: Kalau boleh bicara, aku sampai lebih dulu daripada Anda, Sutradara. Akhirnya Anda bicara dengan santai padaku.

Sutradara: Bahkan meski kau melakukan ini, tidak akan ada yang berubah.

Se Gye: Anda sudah melihat profilku?

Sutradara: Aku membuangnya. Mungkin ada di tumpukan profil para pendatang baru.


Se Gye bersyukur, tepat di sana ia ingin berada. an Se Gye yang ingin menjadi seorang aktris. Han Se Gye yang Sutradara lihat untuk pertama kalinya. Itulah dirinya saat ini. Ia tidak pernah berubah.


Sutradara: Tidak. Sayangnya, kau sudah berubah. Semua orang mengatakan kau berubah.

Se Gye: Kalau begitu, selama penerbangan Anda, periksalah apa aku sungguh berubah. Jika ya, beri tahu di mana perubahan itu. Jika Anda tidak bisa memercayaiku, percaya pada diri Anda sendiri. Aku aktris yang Anda ciptakan.

Sutradara: Jika aku yang membuatmu menjadi dirimu saat ini, maka aku.. sangat kecewa pada diriku sendiri.


Dan SUtradara Lee kembali ke tempat duduknya di kelas ekonomi. Se Gye gagal sepenuhnya.


Se Gye menunggu di bandara untuk kembali ke Korea, disana ada orang korea yang mengenalinya. 

"Kau melarikan diri lagi?" Tanya orang itu.

"Tidak. Aku datang untuk menangkap seseorang yang kabur."

"Kau berhasil menangkapnya?"

"Tidak."

"Orang-orang di sekitarmu terus melarikan diri, karena kau terlalu sering kabur."

"Benar."

"Aiyoo. Lihat kedua bahumu yang lemas itu. Semangat. Cukup jangan melakukannya lain waktu."

Orang-orang itu tetap memuji kecantikan Se Gye dan mengatakan kalau ia fans Se Gye sebelum meninggalkan Se Gye.


Se Gye bergumam, "Aku takut akan kabur lagi lain waktu. Tidak ada yang bisa kulakukan dengan hal itu."

Sa Ra berbaring di kamarnya yang berantakan pake banget. Ia mendapat telfon dari bank yang menawarinya pinjaman. 

"Aku orang kaya. Aku masih muda dan kaya raya." Jawab Sa Ra dan langsung menutup telfon.


Tapi ada yang menelfon Sa Ra lagi, Sa Ra mengira orang yang sama, ia pun mengatakan kalau ia kaya Raya. Ternyata yang menelfon adalah Eun Ho, Eun Ho menjawab kalau ia tahu.


"Bagaimana kau tahu?" Tanya Sa Ra.

"Terakhir kali, kau berdonasi."

"Siapa kau?"

"Tukang cuci, kopi, parfum, dan pengantaran paket?"

"Bagaimana kau tahu nomorku?"

"Tertulis di kertas penerimaan pengantaran paket."

"Apakah tidak melanggar hukum kau mendapatkan nomor telepon wanita seperti ini?"

"Aku tahu memang itu tidak baik, tapi aku terlalu putus asa. Maafkan aku."

"Aku tidak peduli kau putus asa atau tidak. Kututup."

"Sebentar! Sebentar!"


Tapi Sa Ra tetap menutup telfonnya dan kembali berbaring lagi. 

"Dia terus bersikap sok imut. Dasar berandal kecil. Ah! Kapan mereka akan menciptakan mesin yang dapat menghapus riasan wajah secara otomatis?"


Eun Ho mengeluh bahwa ia sudah dicampakkan. A Ram bertanya, oleh siapa? 

"Orang kaya."

"Hmm Kupikir seorang wanita."

"Memang wanita."

"Sungguh?"

"Dia seorang donatur. Dia melakukan kebajikan besar. Ada seseorang yang amat sangat membutuhkan bantuan."

"Sudah kuduga. Kau tidak pernah membuatku terkejut."

"Kelewatan kau. Aku ini Oppa-mu."

"Ya, ya."

Eun Ho memukul A Ram karena tidak sopan padanya. 


Se Gye sampai di Korea lagi dan Do Jae tepat waktu menjemputnya. Do Jae menyuruh Se Gye segera masuk ke mobil sebelum orang-orang mengenali Se Gye.


Se Gye mengakui kemampuan Do Jae, bagaimana bisa Do Jae tahu itu dirinya. 

"Pakaian dan cara berjalanmu sama. Bagaimana pertemuannya?"


Se Gye: Sejak semula tidak ada harapan untukku. Meski begitu, aku tetap lega. Setidaknya, aku tetap mencoba sampai akhir. Terima kasih ya sudah memberiku kesempatan.

Do Jae: Tidak perlu berterima kasih. Ini termasuk dalam utang budi.

Se Gye: Kau selalu merusak suasana dengan kata itu.


Do Jae memberikan revisian kesepakatan akhir mereka. Se Gye perlu membaca dan tanda menandatangani. Itu sebabnya Do Jae datang.

"Ya, ya." Jawab Se Gye. 


Selagi Se Gye membaca, Do Jae bertanya, kenapa Se Gye terus melanjutkan karir sebagai aktris? Maksudnya, dengan kondisi Se Gye itu.

"Apakah ini tentang klausul pertama dari kesepakatan kita? "Bahkan meski diberi pertanyaan, angan melarikan diri dan jawablah"."

"Yah."

"Baiklah, mari anggap begitu. Aku menandatanganinya agar tidak lupa. Untuk mengingat diriku sendiri. Aku takut.. bahwa suatu saat nanti aku akan melupakan segalanya tentang diriku sendiri. Sekarang giliranku?"

Se Gye melihat sesuatu dan meminta Do Jae berhenti.


Mereka berhenti di depan gedung bioskop yang memajang poster film Yu Ra. 

Se Gye: Aku melakukan penelitian dan menemukan bahwa pasien prosopagnosia kesulitan saat menonton film. Sebab itu. Selagi kita sedang bertemu, aku ingin memastikan itu benar atau tidak.

Do Jae: Kau harus melakukannya saat sore pada hari kerja begini? Apa kau tidak terlalu ceroboh?

Se Gye: Kau tidak tahu, 'kan? Sore saat hari kerja adalah waktu paling aman dan tenang.

Do Jae: Pada sore di hari kerja yang paling aman dan tenang, apakah kita harus menonton film yang dibintangi Chae Yu Ri?

Se Gye: Kau membayar untuk penerbanganku, jadi aku akan mentraktirmu tiket film.


Ternyata tidak ada orang lain yang menonton selain mereka. 


Se Gye: Bukankah aku lebih baik darinya? Ah.. Bisakah kau mengetahui perbedaannya?

Do Jae: Aku bisa membedakan kalian berdua.

Se Gye: Kau bisa?


Tapi Do jae tiba-tiba menutup matanya. Se Gye heran, Do Jae sedang tidur? Tiba-tiba?

"Ketika aktor mendadak muncul dengan pakaian dan gaya rambut berbeda, mereka semua tampak sama bagiku. Lebih baik tidak melihatnya. Lebih mudah membedakan mereka melalui suaranya. Kau lebih baik."

"Katakan sekali lagi."

"Kau lebih baik darinya."

"Kenapa? Karena satu-satunya aktris yang dapat kukenali.. hanya dirimu."


Se Gye tersentuh dengan ucapan Do Jae itu, ia pun mengikuti Do Jae menutup matanya. 

"Astaga, ini benar-benar sulit. Jadi, itu pasti benar. Kau memang sama sepertiku. Kau memiliki situasi tertentu."


Dan lama-lama Se Gye menyenderkan kepalanya pada pundak Do Jae. 

"Kau tidur?" Tanya Do jae. 

"Hmm.. Perjalanan singkat itu membuatku lelah. Maafkan aku. Terima kasih. Aku akan membayar utangku padamu. Aku berjanji. Astaga, filmnya buruk sekali. Aku tidak tahan menontonnya karena aktingnya yang jelek."


Do Jae membiarkan Se Gye menyender padanya dan ia kembali menutup matanya sambil mengetuk-ngetukkan jari telunjuk ke paha.


Setelah film selesai, Se Gye tiba-tiba berkata kalau ending filmnya bagus. 

"Kau menonton saja tidak." Balasa Do Jae dan Se Gye ketawa.


Ternyata di luar ada banyak reporter dan mereka bisa mnegenali Se Gye dalam sekejap. Mereka langsung mengambil foto Se Gye.


Se Gye panik, ia langsung memakai kacamatanya, lalu membelakangi para reporter. 


Do Jae: Apa kau yang mengikuti kamera atau sebaliknya? Aku tidak yakin, tapi tampaknya kau ditakdirkan untuk tampil di depan kamera selamanya. Apa kita punya pilihan?



Do Jae langsung merangkul pinggang Se Gye agar Se Gye mendekat padanya. Dan tangan satunya melepaskan kacamata Se Gye.


Para reporter ribut meminta mereka menjelaskan situasi itu.

Do Jae: Tersenyumlah. Selayaknya orang yang bahagia.

Do Jae tersenyum duluan, ia menggandeng tangan Se Gye.

-ooo-

PS: Terus pantengin diana-recap.web.id untuk update sinopsis selanjutnya. Dan jangan lupa ajakin teman-teman kalian untuk membaca sinopsis ini. Sinopsis akan terus diupdate jika pembacanya banyak.
Terimakasih^^

1 komentar:

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap