Thursday, October 11, 2018

Sinopsis The Beauty Inside Episode 4 Part 3

Sumber: jtbc


Se Gye sama sekali tidak bersemangat, ia sedang merajuk. Kemudian Woo Mi datang dan membawakan naskah. Se Gye langsung semangat. 

Se Gye: Kapan kau mendapatkannya? Katamu Sutradara tidak menjawab teleponnya.

Woo Mi: Aku mencurinya.

Se Gye: Kau memang yang terbaik.


Woo Mi mengatakan kalau mereka memberikan perannya pada Chae Yu Ri. Ia menyemangati Se Gye kalau hal baik akan tiba. Se Gye serius kali ini, bertanya dimana Sutradara sekarang?


"Dia harus segera ke luar negeri lagi untuk menyelesaikan naskahnya."

"Jika bukan karena dia, aku tidak akan pernah menjadi seorang aktris. Kau tahu betapa berartinya itu untukku."

"Seperti kataku, keberuntungan lain akan datang."

"Dia hanya mengerjakan 1 proyek dalam 10 tahun. Kapan lagi? Siapa yang tahu bagaimana nasibku?"


Se Gye mendatangi tempat SUtradara. Ia sudah dilarang masuk karena Sutradara sedang meeting sekarang, tapi ia tetap masuk.


Ternyata di dalam ada Chae Yu Ri. Yu Ri langsung menyapa Se Gye. Se Gye diam saja tapi. Yu Ri bertanya pada Sytradara, haruskah ia keluar karena sepertinya Se Gye mau membicarakan sesuatu. Tapi Sutradara menyuruh Yu Ri tetap disana.


Sutradara menyuruh Se Gye mengatakan apa tujuannya. 

"Sutradara. Anda sudah kembali ke Korea rupanya. Kenapa tidak meneleponku?"

"Kalau aku tidak menghubungimu, atau menjawab telepon darimu, pasti ada alasan, bukan begitu?"

"Ini aku, Se Gye, Sutradara. Kenapa Anda menggunakan bahasa formal padaku? Sangat tidak nyaman. Aku berpakaian terlalu mencolok bukan hari ini? Karena lama tidak bertemu Anda, aku ingin memberi kesan baik pada Anda."

"Kita tidak saling kenal. Aktris Han Se Gye yang aku kenal.. sudah lama tidak ada. Kau berubah terlalu banyak."


Ekspresi Se Gye sontak berubah. 

Sutradara: Apa kau harus membuat semua orang merasa tidak nyaman begini? Situasi macam apa ini? Kau lihat, aku ada tamu. Kau pikir karena dirimu Han Se Gye, maka kau bisa melakukan hal-hal seperti ini?

Se Gye: Maafkan aku. Aku hanya terlalu cemas. Aku takut tidak akan pernah mendapatkan kesempatan setelah Anda ke luar negeri.

Sutradara: Omong kosong macam apa itu? Bagaimanapun, aku tidak akan pernah memberimu kesempatan itu. Kau sudah selesai, pergilah. 

Se Gye hanya diam di tempat.

Sutradara: Kau bahkan tidak pergi ketika kusuruh? Kenapa? Bukankah itu yang sangat ingin kau dengar? Sekarang pergilah. Oh.. Kurasa kau hanya pergi ketika ingin. Lakukan semaumu. Entah tetap di sini atau pergi, aku tidak peduli. Kau jelas tidak akan mendengarkan Sutradara biasa sepertikuu.


Se Gye langsung berlutut, ia tidak peduli semua memandang rendah dirinya termasuk Yu Ri.

Se Gye: Maafkan aku, Sutradara. Benar, Sutradara. Aku sudah berubah, 'kan? Aku juga menyadarinya. Tapi masalahnya... Aku berubah bukan karena aku menginginkannya.

Sutradara: Beginikah caramu untuk meningkatkan aktingmu?

Se Gye: Sutradara, tolong beri aku kesempatan sekali. Tolong percaya padaku sekali saja. Tidak seorangpun bisa memerankan peran ini lebih baik daripada aku.

Sutradara: Aku tidak berpikir begitu.

Se Gye: Aku akan melakukan yang terbaik. Aku akan bekerja keras. Anda tahu orang seperti apa aku. Anda tahu lebih baik dibandingkan siapa pun juga.

Sutradara: Sebelumnya kupikir begitu.


Sutradara langsung beralih bicara pada Yu Ri. Bahkan meminta maaf karena harus menghabiskan waktu Yu Ri seperti ini.

Sementara Yu Ri dan SUtradara bicara, Woo Mi mengajak Se Gye untuk pergi. 


Se Gye melangkah ke pintu, tapi ia teringat sesuatu. Ia memberikan profilnya pada SUtradara. 

"Setidaknya, tolong terima ini." Pinta Se Gye kemudian menunjuk 90 derajat baru kemudian ia pergi.


Sutradara menyuruh staf-nya menyingkirkan profil Se Gye. Si staf melemparnya di tumpukkan profil aktris pendatang baru.


Malamnya, Se Gye, Woo Mi dan Eun Ho minum-minum di luar. Woo Mi menyesal, harusnya tadi ia tidak membawa Se Gye kepada Sutradara, ia seharusnya menyeret Se Gye pergi sebelum Se Gye membuka pintunya.

Se Gye: Lupakan.


Eun Ho: Hei, kau pasti tidak merasa nyaman di sini. Minum saja di rumah. Aku akan menyiapkan minuman dan camilan untukmu.

Se Gye: Hari ini, aku sedang ingin minum di luar. Aku sangat menyedihkan hari ini. Biarkan saja aku. Biarkan aku melakukan apa pun mauku.

Woo Mi hanya mendesah beberapa kali.


Se Gye: Dia bilang aku sudah berubah. Konyol sekali. Semua orang mengatakan aku berubah. Di masa lalu, aku hanya berpikir hal itu pasti karena orang lain tidak mengenalku terlalu baik. Tapi, ini terlintas dalam benakku hari ini. Ah, mungkin.. yang orang lihat.. adalah diriku sesungguhnya. Mungkin.. memang seharusnya seperti itu.


Woo Mi: Jangan berpikir begitu! Itu konyol! Apa pentingnya pemikiran orang lain tentangmu?

Se Gye: Aku harus memedulikan yang orang lain pikirkan. Pekerjaanku bergantung pada cara orang lain berpikir tentangku.

Eun Ho: Kalau begitu, aku akan mengatakan ini padamu sebagai bagian orang-orang itu. Di mataku, kau masih tetap sama seperti dulu. Kau sama sekali tidak berubah.

Woo Mi dan Se Gye tersenyum. Itu sangat menyentuh. 


Eun Ho lalu menyuruh mereka melupakannya. Maksudnya, film itu bukan satu-satunya. Se Gye setuju, ada film-film lain, filmnya juga tidak terlalu bagus,ia ingin melakukannya karena dia menolak memberi peran padanya.

Woo Mi dan Eun Ho menatapnya tajam.

"Sungguh. Sejujurnya, aku merasa itu akan gagal." Bisik Se Gye. Eun Ho ketawa.

Woo Mi lalu mengangkat gelasnya, mengajak mereka bersulang untuk kegagalan film itu. Se Gye langsung mengnagkat gelasnya. Tapi Eun Ho minta maaf dulu pada Tuhan sebelum melakukannya. 


Datanglah pelanggan, mereka memesan tiga botol Soju. Ahjumma bertanya, mau yang merek Se Gye atau Yu Ri. Mereka memilih Yu Ri. 

reka memilih Yu Ri. 

Se Gye tidak terima. Woo Mi langsung membela Se Gye.

Woo Mi: Kudengar Han Se Gye berdonasi 100 juta won untuk membantu anak-anak kurang mampu. Tentu saja, dia memang cantik luar dalam.

Eun Ho juga ikutan setelah Woo Mi memukul lengannya, "Oh, oh. Benar, benar. Itulah kecantikan sejati, 'kan?"

AKhirnya mereka mengubah pesanan, mereka memesan Se Gye


Se Gye memutuskan mentraktir mereka. Ia beralasan kalau ia sedang mabuk.


Do Jae masih mengamati Kesepakatan Rahasia hasil revisi Se Gye. Dan ponselnya tiba-tiba berdering, panggilan video dari Se Gye. Do Jae pun mengangkatnya karena itu ada dalam perjanjian.


Se Gye dalam mabuknya menangis. 

"Apakah dia secantik itu? Apakah dia aktris yang lebih baik dariku? Kenapa dia dan bukan aku? Aku sungguh ingin memerankan karakter itu. Sungguh! Sungguh!"

"Han Se Gye-ssi."


Se Gye: Menurutmu, filmnya akan sukses? Iya, 'kan? Tidak akan gagal, 'kan?

Do Jae: Mana aku tahu?

Se Gye: Iya, 'kan? Sudah kuduga. Aku tahu kau akan berpikir begitu. Film itu pasti akan masuk Cannes. Cannes! Aku selalu ingin pergi ke Cannes.

Do Jae: Kau mabuk?

Se Gye tidak menjawab, ia terus mengoceh.


"Judulnya adalah "Six". "Six". Kau tahu apa itu kloning, 'kan? Itu tentang enam manusia kloning yang menjalani kehidupan berbeda. Aku akan memerankannya dengan sempurna. Hanya aku yang dapat memerankannya. Sungguh. Biar kutunjukkan."

"Tidak, tidak perlu."


Tapi Se Gye tetap menunjukkan keahlian aktingnya, bagaimana ia bisa langusng berubah menjadi orang lain. Ia memperagakannya bersama Kingkang. 


Se Gye: Bagaimana?

Do Jae: Wah.. Mengagumkan. Boleh kututup sekarang?


Se Gye: Sutradara juga merasa kagum ketika dia pertama kali melihatku. Aku debut dalam filmnya. Bisa dikatakan, dialah.. yang melahirkan Han Se Gye.

Do Jae: Kenapa aku harus mendengarkan semua ini?


Se Gye: Aku tidak punya ayah. Tidak pernah punya. Ibuku.. melahirkanku pada usia 18 tahun. Dia melalui banyak kesuli-- Bukan itu intinya. Bagaimanapun, Sutradara itu bagaikan ayah untukku. Tanpanya, aku tidak akan pernah ada. Itu sebabnya, aku.. merasa sedang diabaikan oleh ayahku. Apa kau mengerti rasanya? Seo Do Jae-ssi mengerti?


Do Jae: Ya.

Se Gye: Tidak, kau tidak!

Do Jae: Kau menangis?

Se Gye langsung menghapus airmatanya.

Se Gye: Ah, aku aktris yang hebat, 'kan? Kau mengira aku benar-benar menangis, 'kan?

Do Jae kesal dan langsung menutupnya.


Se Gye merebahkan tubuhnya, ia bergumam kalau Do Jae sangat tidak berperasaan, sangat tidak berperasaan.


Saat sedang olahraga, Do Jae melihat anjing yang mirip Kingkan, ia tersenyum. 


Ia menelfon seseorang, "Aku ada permintaan."


Yang ditelfon adalah Joo Hwan dan Joo Hwan berkata ia mengerti.


Ternyata Joo Hwan sedang sarapan bersama Sa Ra. 

"Kau menjalankan tugas dari Direktur Seo lagi?" Tanya Sa Ra.

"Dia bosku. Apa lagi yang bisa kulakukan?"

"Kau tidak berpikir dibayar terlalu sedikit untuk kesetiaanmu itu? Kapan kau akan bisa membeli sebuah rumah di Seoul? Katamu, itulah impianmu. Membeli rumah besar."

"Aku bisa membelinya suatu saat nanti jika rajin menabung."

"Dibanding suatu saat nanti, kau bisa langsung membelinya sekarang. One Air. Bagaimana?"

"Apanya? Itu hanya anak cabang bagiku."

"Bukan kompetitor?"

"One Air memiliki 14 slot per jam, 'kan? Terlalu sedikit untuk menjadi kompetitor. Dengan jumlah penerbangan seperti itu, kalian masih bisa menghasilkan keuntungan?"

"Begitulah dirimu. Hanya orang-orang kompeten yang boleh jual mahal, 'kan? Aku menyukai orang-orang kompeten. Terlebih orang-orang yang jual mahal."

"Aku seorang introvert. Aku tidak suka beradaptasi dengan lingkungan baru."

"Terus kenapa kau kemari?"

"Katamu akan mentraktirku sarapan. Aku datang untuk makan. Bagaimanapun, kau seniorku saat di kampus dulu. Ah, tapi tampilannya terlalu mencolok."

"Yaa! Jeong Joo Hwan!"

"Aigoo, aku takut. Lebih baik aku kembali bekerja saja."


Sebelum pergi, Joo Hwan membahas ikan yang tersaji di meja, "Ikannya mengingatkan aku. Kuharap kau tidak memasang penyadap pada ikannya atau semacamnya."

"Hah.. Semestinya kulakukan."

"Aku juga berpikir begitu. Jika kau senekat itu, maka aku akan membalasmu."

"Kenapa harus Oppa-ku?"

"Seperti anak-anak yang tidak dapat memilih orang tua mereka, pegawai pun tidak dapat memilih bosnya."

"Makanya, aku memberimu pilihan."

Joo Hwan hanya diam.

"Pergilah. Ini sarapan pertamaku bulan ini. Enak sekali."

-ooo-

PS: Terus pantengin diana-recap.web.id untuk update sinopsis selanjutnya. Dan jangan lupa ajakin teman-teman kalian untuk membaca sinopsis ini. Sinopsis akan terus diupdate jika pembacanya banyak.
Terimakasih^^

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap