Thursday, October 11, 2018

Sinopsis The Beauty Inside Episode 4 Part 2

Sumber: jtbc


Se Gye membaca naskah drama, tapi ia tidak bisa fokus, ia masih teringat Do Jae. Ia membanting naskahnya di meja, lalu duduk sambil menyilangkan kaki. 

"Dia jahat sekali. Haruskah dia mengatakannya dengan cara seperti itu? "Ayo tidur bersama". Kenapa dia harus mengagetkanku begitu?"


Se Gye membuka Kontrak mereka dan merevisinya. Pada Klausul ia menambahi, "Bahkan ketika diberi pertanyaan, jangan kabur dan jawablah."


Saat spa, Se Gye teringat sesuatu, ia menambahi klausul kedua, "Jika tidak, akan ada pembalasan."


Se Gye memikirkan Kausul ketiga, "jawab panggilan telepon satu sama lain dalam 3 detik".

Ia akan mengganti password ponselnya, tapi ternyata Do Jae sudah menggantinya menjadi 0116. Ia kemudian mengganti nama kontak Do Jae dari "Seo Do Jae Berengsek" menjadi "Paman".


Ia merevisi Klausul Ketiga, "Jawab panggilan telepon satu sama lain secepat mungkin. Panggilan telepon wajib. Respon panggilan telepon sepositif mungkin."

Dan untuk klausul terakhir ia menambahkan, "Tentang akhir masa berlaku kesepakatan, segala detail tentangnya juga harus dilupakan."


Besoknya, Joo Hwan mengantarkan paket untuk Do Jae, di amplop tertulis dari bibi. 

"Bibimu datang ke pertemuan keluarga?" Tanya Joo Hwan.


Tapi Do Jae tidak menjawabnya, ia menerima paket itu dan membuka isinya, tenyata itu kontrak yang dikirim Se Gye dan Do Jae tersenyum.


Profesor Kang Dae Sik melakukan pengecekan pada tanaman budidayanya di lab. Ia menjelaskan pada mahasiswanya. 

"Sama seperti saat menginjeksikan virus ketika melakukan vaksinasi, kita menginjeksikan pelindung tanaman. 18 dan 23."


Lalu datanglah Do Jae. Profesor Kang sontak melihat jam, ia sampai tidak menyadari berjalannya waktu.


Sa Ra belanja jam, ia membeli banyak sekali dan menyuruh Sekretarisnya memprosesnya.


Saat melihat-lihat di lanati atas, tiba-tiba seseorang memberinya bunga. Ternyata orang itu adalah Eun Ho. Sa Ra langsung menuduh EUn Ho mengikutinya.

"Mana mungkin. Cobalah. Ini parfum baru kami."

"Kenapa kau terus muncul?"

"Lebih tepatnya, kau yang muncul di tempat kerjaku."

"Maksudmu, aku yang mengikutimu?"

"Tidak masalah. Hal seperti itu sering terjadi. Sekarang karena kau sudah di sini, ambillah. Semoga harimu menyenangkan."


Eun Ho memberikan paksa mawar itu lalu melanjutkan pekerjaannya membagikan mawar pada pengunjung lain. 

Sa Ra mengeluh, "Mereka seharusnya melatih pegawai dengan benar. Memangnya ini taman kanak-kanak apa!?"

Sa Ra membuang mawar itu kedalam tong sampah.


Ternyata Prrofesor Kang itu adalah ayahnya Sa Ra dan suami baru ibu Do Jae. Saat ini mereka sedang makan siang bersama.


Kakek berkata kalau Samgyeopsal terasa paling lezat saat dinikmati bersama seluruh anggota keluarga. Kakek mengajak semuanya mulai makan.


Do Jae berkomentar kalau semua ini berlebihan, mereka bisa memakannya di restoran. Kakek tidak perlu sampai merekrut semua koki terkenal berikut para pegawai ini. Ia merasa tidak nyaman.

Kakek langsung meletakkan garpunya. Ibu mengkode Do Jae untuk diam.


Ibu mengambil alin, berkata, akhirnya bisa berkumpul dan menikmati makanan keluarga. Ibu menjelaskan kalau Do Jae hanya bahagia. Kakek kan juga tahu seperti itulah Do Jae ketika menyukai sesuatu.

Kakek: Dasar berandal kecil kau.


Sa Ra: Ini sangat lezat, Kakek.

Kakek langsung tersenyum lebar dan menyuruh Sa Ra makan yang banyak. 

Kakek menduga ibu menyuruh Sa Ra bekerja terlalu keras sampai Wajah Sa Ra jadi semakin tirus. Sa Ra menjawab kalau ia hanya terlalu ambisius, bukan salah Ibu.

Pelayan menyajikan salad. Ibu langsung meminta kakek mencobanya karena Profesor Kang yang menanamnya sendiri.


Kakek: Enak. Ini tidak menyia-nyiakan uang. Apakah namanya Smart Farm? Itu yang kau dirikan melalui donasiku, 'kan?

Profesor Kang: Ya. Murid-muridku sekarang dapat fokus pada penelitian mereka. Ini semua berkat Anda, Ketua Im.

Kakek: Kau memanggilku begitu lagi. Kapan kau akan mulai memperlakukanku sebagai ayah mertuamu? Setelah semua uang yang kuberikan padamu, kau masih tidak bisa memanggilku Ayah?

Ibu: Kepribadiannya kan memang begitu. Sebab itulah Ayah menyukainya.

Kakek: Karena menyukainya, aku ingin dia memanggilku Ayah.


Kakek beralih pada Do Jae, menanyakan hubungan antara Do Jae dan model itu. Do Jae balik nanya, kenapa Kakek terus membicarakan tentang model itu?

"Terus apa lagi yang harus kubicarakan denganmu? Bisnis? Kau bahkan tidak dapat mengurus seorang tamu dalam event peluncuran. Kau pikir aku tidak tahu? Pada saat itu, jika dia tidak membantumu, kau mungkin mempermalukan dirimu sendiri."


Ibu kembali menyelamatkan Do Jae, "T Road Air dan Dashi Tour memulai kemitraan jarak tempuh. Ayah tahu? Do Jae sudah bekerja keras."

"Dia bekerja keras? Kalau dia tidak melakukannya, Sa Ra pasti akan melakukannya."


Do Jae: Apakah One Air memiliki pesawat terbang yang cukup besar untuk itu?

Sa Ra: Aku bermaksud memberi tahu kau nanti, tapi selagi membicarakannya maka aku akan mengatakannya sekarang. Kami memenangkan pesawat terbang senilai 50 miliar won melalui lelang baru-baru ini. Dengan separuh harga.

Kakek: Oh-ho. Aku kagum. Dia sangat tahu cara menghemat uang.

Do Jae: Bagaimana dengan sertifikat kelayakan terbang (Sertifikat yang mengonfirmasi keamanan dari pesawat terbang)?

Sa Ra: Sudah selesai. Kami lolos dalam sekali uji coba. Pesawatnya memiliki fisik yang sempurna, seperti Kakek.

Do Jae: Slot-nya (Hak mengoperasikan pesawat terbang di bandara) bagaimana?

Sa Ra: Aku akan mengambil beberapa slot dari T Road Air. Pesawat untuk liburan tidak bisa berangkat dini hari.

Do Jae: Benar. Tidak mudah memang melakukan penerbangan dini hari.

Sa Ra: Oppa, berhentilah mengatakan hal-hal yang mengecewakan begitu. Pilot kami semuanya para veteran.

Do Jae: Tentu saja. Para pilot itu kau rekrut dari perusahaan kami. Bukan para pilot itu yang kukhawatirkan. Aku hanya peduli tentang pelayanannya.

Sa Ra: Oppa sangat mengkhawatirkan aku rupanya. Terima kasih, Oppa.

Do Jae: Aku yang harus berterima kasih padamu. Aku menyadari kebahagiaan menyampaikan terima kasih padamu. Aku selalu berada di posisi memberi pada One Air.


Sa Ra jadi teringat sesuatu, ia membagikan hadiah yang sudah ia siapkan, untuk kakek, Ibu dan ayahnya. 

Dan untuk Do Jae ia memberikan ikan. 

"Oppa suka ikan, 'kan? Jangan sampai mati dan rawat dengan baik."

"Aku sudah selesai makan, bahkan juga menerima hadiah. Kurasa kita sudah selesai bicara, jadi aku pamit."


Kakek: Kau pergi secepat ini?

Do Jae: Ikannya bisa mati kalau terlalu lama. Dia meminta ikannya supaya tidak mati.

Kakek menyuruh Do Jae memilih salah satu mobil yang terpakir di luar. Do Jae menjawab, ia bahkan belum sampai 10 kali mengemudikan mobil yang Kakek berikan sebelumnya. Kakek terlalu antusias dan belanja mobil lagi?

"Dealer mobilnya menerangkan dengan begitu sopan. Mana mungkin aku hanya beli satu? Aku harus menjaga reputasiku."

"Apa gunanya jadi orang kaya? Kakek selalu berfoya-foya."

"Dasar bedebah kau ini! Enyah sana! Aku kehilangan selera gara-gara kau."


Kakek pergi, Profesor Kang akan mengejar, tapi Ibu melarangnya, mengatakan kalau suasana hati kakek memang berubah-ubah, jadi biarkan saja. 

Ibu ingin mengantar Do Jae pergi sekalian jalan sebentar. Ia kekenyangan.


Maka tinggallah Sa Ra dan ayahnya. Prfesor Kang menegur Sa Ra, haruskah seperti itu? Tapi kemudian tidak jadi dan menyuruh Sa Ra makan saja.

"Kenapa? Ayah tidak suka aku berulah di keluarga orang lain? Ayah tidak suka?"

"Kang Sa Ra."

"Ayah menikmati hidup bersama wanita yang Ayah cintai, 'kan? Sudah 10 tahun. Ayah tinggal dengan keluarga itu dan membuatku menjadi penonton. Inilah caraku untuk berpura-pura menjadi anggota dari keluarga ini yang bahkan sama sekali tidak berhubungan darah denganku. Jadi, terima sajalah."

"Sa Ra-ya. Sebuah keluarga.. bukanlah sesuatu yang harus kau menangkan dan dapatkan pengakuan sepanjang waktu."

"Kalau begitu, mereka juga bukan keluarga."


Ibu berjalan sambil menggandeng Do Jae. Do Jae bertanya, apa Ibu menikmatinya? 

"Tentu saja menikmatinya. Aku tidak ingat kapan terakhir kali melihatmu berusaha keras untuk tidak kalah."

"Baik Ibu maupun Kakek, memiliki selera yang aneh. Meskipun Ibu tidak tahu, setiap hari pun aku berusaha keras."

"Tentu saja aku tahu. Tetap saja kau harus menahan dan bersabar."


Do Jae bertanya lagi, apa ibunya bahagia dengan suami baru Ibu?

"Aku bahagia. Ayahmu (kandung) terlalu sibuk mencintai karya seni dan puisinya. Dia tidak pernah mencintaiku. Dia bahkan memberikan puisi favoritnya.. kepadamu, bukan padaku. Ayahmu sepenuhnya gagal sebagai seorang suami."

"Dia gagal juga sebagai seorang ayah. Dia merasa bersalah tidak menghabiskan banyak waktu dengan putranya dan mencoba membayar semua itu dengan sebuah puisi. Dan kenapa juga diukir pada porselen putih Dinasti Joseon?"


Oh.. jadi porselen putih itu adalah hadiah dari ayah kandungnya toh.

Sampai di rumah, Do Jae memandangi porselen putihnya. Dan ia melihat kembali melihat Kontrak yang sudah Se Gye revisi.


Se Gye mengisi talkshow. MC memintanya untuk menyapa para pemirsa di rumah.

"Aku selalu ingin membalas semua dukungan yang telah kalian berikan padaku, jadi aku senang menerima kesempatan untuk berbagi dengan kalian semua hari ini."

"Yang terpenting, semua fans mungkin sedang berbahagia tentang kabar dari film barumu. Apa kau berencana membuat fansmu tersentuh lagi melalui film baru?"

"Aku sedang menunggu saat yang tepat."

"Aih... berdasarkan kabar yang kami terima, kami mendengar kau sedang membintangi film baru Sutradara Lee Hee Seob. Apakah itu benar?"


Se Gye agak terkejut, apa? Woo Mi cuga gak tenang.

MC: Kau debut dalam film Sutradara Lee, "Okjeong", dan menerima gelar sebagai aktris terfavorit Sutradara Lee. au mulai mendapatkan posisi bintang top sejak itu. Sudah 10 tahun berlalu. Hal itu pasti membawa kenangan lama.

Se Gye: Ah, ya.

MC: Kami menunggu untuk kolaborasi dari Sutradara terkenal tersebut dan sang bintang top.

Se Gye: Terima kasih.


Setelah syuting usai, Se Gye langsung menemui Woo Mi, heran karena Woo Mi tidak memberitahunya kalau Sutradara Lee sudah kembali.

"Ada alasan baik untuk tidak memberi tahu padamu." Jawab Woo Mi. 

"Telepon dia untukku."

"Se Gye-ya, ada banyak film lain yang bisa kau pilih."

"Kubilang telepon dia."

"Sudah kutelepon. Dia tidak ingin bertemu denganmu."

Se Gye langsung diam.


Joo Hwan mengomentari ikan baru Do Jae karena terlalu mencolok dari ikan-ikan lainnya. 

"Sa Ra memberikannya padaku." Jawab Do Jae. 


Joo Hwan langsung mundur, apa Do Jae sudah memeriksa itu bom atau penyadap?

"Ah.. Sayangnya, aku tidak memeriksanya." Jawab Do Jae santai.

"Hanya penasaran saja, kalau aku sampai cedera, apa aku akan dapat kompensasi?"

"Tidak. Jadi, jangan pernah berpikir untuk cedera."

"Kau akan menamainya apa?"

"Entahlah."


Sa Ra di kantornya menyesal, harusnya ia pasang penyadap pada ikannya.


Seorang pengantar paket ada di luar, memaksa untuk bertemu dengan Sa Ra, karena paket itu harus diterima Sa Ra sendiri. 

"Aku Kang Sa Ra. Itu milikku."

"Kalau begitu, silakan tunjukkan kartu identitas."


Sekretaris tidak bisa menunjukkan identitasnya, jadi pengantar itu memaksa masuk. 

"Ada yang bisa kubantu?" Tanya Sa Ra.

"Aku mengantarkan paket. Aku berjanji harus mengantarkan langsung padamu."

"Jika kau serahkan pada sekretarisku, sama dengan menyerahkan padaku. Kau itu tidak fleksibel atau terlalu rajin? Tinggalkan di sana."

"Tunjukkan kartu identitasmu dulu. Kau harus menunjukkan kartu identitas atas namamu untuk menerimanya. Itulah prosedur standarnya."


Sa Ra pun menunjukkan KTP-nya, "Puas? Sekarang tinggalkan di sana dan pergilah."

Orang itu melihat KTP Sa Ra, "Noona rupanya."

Lalu ia melepas helm-nya dan dia ternyata Eun Ho. 

Sa Ra: Kau sungguh mengikutiku?

Eun Ho: Mungkin kelihatan begitu, tapi aku pastikan padamu, ini hanya murni kebetulan.

Eun Ho lalu meminta Sa Ra menandatangani tanda terimanya. Sa Ra melakukannya dengan kesal. Eun Ho pun permisi setelah semuanya beres.


Sa Ra bergumam, "Dia mengerjakan segala macam hal. Dia pasti sangat sibuk."

Sa Ra membuang tanda terimanya ke tong sampah dan melemparkan paketnya dengan kesal.

-ooo-

PS: Terus pantengin diana-recap.web.id untuk update sinopsis selanjutnya. Dan jangan lupa ajakin teman-teman kalian untuk membaca sinopsis ini. Sinopsis akan terus diupdate jika pembacanya banyak.
Terimakasih^^

1 komentar: