Thursday, October 4, 2018

Sinopsis The Beauty Inside Episode 2 Part 1

Sumber: jtbc


Narasi Se Gye: Aku mengalami peristiwa sihir sebulan sekali. Bukan sihir dalam slogan iklan yang semua orang ketahui, tapi sihir sesungguhnya.


Sebulan sekali, selama sepekan, aku hidup sebagai orang lain. Jenis kelamin, usia, dan tempat kelahiran, semuanya berbeda.

Se Gye berubah menjadi orang asing dan semuanya tidak ada yang sama.


Tapi kesukaannya tetap satu, Tteokbokki. Ia juga membelinya di tempat yang sama. Dengan wajahnya yang berbeda, ia bisa membeli kesana sendiri tanpa dikenali orang lain. 


Pada awalnya, aku ingin mati. Tapi kemudian, aku ingin hidup. Semua wajah yang ingin hidup itu.. adalah aku.

Se Gye membuat video tiap kali ia berubah, kata yang dikatakannya sama, "Han Se Gye hari ini.. Ini dia."

 

Kembali ke pesawat, Se Gye merasakan firasat itu dan ia langsung berlari ke toilet.


Se Gye kembali berubah menjadi orang lain.

Tapi sekarang, aku hanya ingin menghilang.


Do Jae terpaksa mendobrak pintu karena Se Gye menolak keluar. Se Gye ketahuan, ia memohon pada Do Jae untuk membantunya, untuk menutupinya. 


Maka Do Jae pun meminta selimut pada pramugari dan langsung ia gunakan untuk menutupi Se Gye tanpa bertanya apapun. 

Mengapa aku berbalik dan menatapmu tepat pada saat itu? Mata yang menatapku saat itu, bahkan tidak tersentak. Tapi, mengapa? Mengapa?


Se Gye terus menutupi wajahnya bahkan setelah mereka turun. Dan akhirnya ia berhenti karena takut akan tatapan orang-orang.


Do Jae melihat itu, ia pun berkata

"Aku tidak mengerti yang terjadi di sana, tapi kau tidak perlu menjelaskan padaku. Aku tidak tertarik. Jadi, jalan saja dan percayalah padaku."


Do Jae merangkul Se Gye dan mereka berjalan berdampingan.


Joo Hwan menjemput di bandara, lalu datanglah Woo Mi dengan terburu-buru. 

Woo Mi melihat Se Gye menutupi wajahnya dengan rapat, ia terkejut dan cepat-cepat menghampiri. 


Do Jae mencoba menjalsakan, "Saat penerbangan, dia mendadak..."

Tapi Woo Mi menyela, ia menarik Se Gye dari rangkulan Do Jae, "Kadang dia seperti ini. Dia pasti kelelahan."


Woo Mi segera membawa Se Gye menjauh dari sana. 

Se Gye tidak sengaja menjatuhkan kalungnya. Do jae melihat dan langsung mengambilnya. Di bandul kalung itu ada ukiran nama Se Gye.


Joo Hwan bertanya apa yang terjadi. Do Jae menjawab ia pun tak mengerti.

"Apakah wanita itu Han Se Gye-ssi?" Tanya Joo Hwan.

"Kurasa begitu. Mungkin."


Tanpa mereka sadari ada seorang paparazi yang memotret.


Saat berhenti di lampu merah, Woo Mi bertanya apa Se Gye baik-baik saja? Se Gye dengan lemas menjawab kalau ia sudah tamat. Woo Mi sontak menoleh ke belakang karena terkejut.

"Kurasa, dia tahu." Lanjut Se Gye.


Seorang dengan masker dan kacamata hitam menyapa Do Jae di depan lift. Do Jae melihat sekilas dan langsung tahu kalau itu adalah Joo Hwan. 


Di dalam lift, Joo Hwan bertanya bagaimana Do Jae bisa tahu kalau tadi adalah dirinya.

"Kau bercanda, ya?"

"Aku tidak bercanda. Aku bahkan mengubah belahan rambutku."

"Sepatumu. Kau membuatku membelikanmu sepatu itu sebagai hadiah ulang tahun."

"Benar."

"Lucu sekali."

"Aku suka bersenang-senang saat bekerja."


Seseorang mengabari para karyawan kalau S datang. Semuanya sibuk memakai tanda pengenal masing-masing.


"Tapi, kenapa kalian semua memasang tanda pengenal kalian? Jangan bilang beliau tidak mengingat nama bawahannya."


"Tentu saja tidak. Beliau sangat sempurna."


"Sempurna apanya? Itu hanya konsep. Konsep. Dia mungkin mempelajari beberapa hal aneh dari seseorang."


Ternyata "S" itu adalah julukan untuk Do Jae. Lee Timjang menyanbut Do Jae dan menyelamati atas rapat yang berjalan lancar kemarin. 

"Terlalu dini untuk menyelamatiku."


Salah satu karyawan ada yang baru balik dan ia lupa tidak memakai tanda pengenalnya. Semua khawatir. 

"Maafkan aku, Pak. Aku melepas papan namaku sebentar karena harus keluar." Kata karyawan itu. 

"Soo Jeong-ssi, kau mengubah gaya rambutmu? Aku hampir tidak mengenalimu." Kata Do Jae.


Lalu ia menoleh pada Lee Timjang, meminta rute ke Rusia, harap segera dikirim ke ruangannya. Lee Timjang mengiyakan.


Karyawan wanita langsung terkagum-kagum pada Do Jae. Sementara yang laki-laki heran karena Do Jae bisa menyebutkan hal yang tidak akan disadari kekasih Soo Jeong.

Lee Timjang: Dia benar-benar sesuatu. Maksudku, dia bahkan merawat ikan-ikannya di ruang kerjanya. Karakter yang hebat.


Di ruangan, Do Jae menanyakan alasan Joo Hwan yang tidak memberitahunya tadi. Joo Hwan mengatakan kalau Do Jae bukan anak kecil lagi, ia yakin Do Jae bisa mengurus hal-hal itu sendiri. 

"Tidak, aku tidak bisa. Lihat aku. Setiap situasi dapat menjadi berbahaya untukku."

"Periksa saja ikanmu baik-baik."

"Ddolgi, Ddeongyi, Hochi, dan Saechong. Omong-omong, apa kau bahkan bisa memastikan aku benar atau tidak? Kau sungguh tahu nama mereka?"


Joo Hwan pun menunjuk ikan-ikan itu sambil menyebutkan namanya. Drago, Yorong, dan Macho, serta Mimi. 


Do Jae menanyakan jadwal temunya dengan Dokter Oh. Joo Hwan menjawab, pukul 10 pagi, lima hari lagi, di ruang 1401 Hotel Sunho.


Do Jae mengerti dan kembali menyebutkan nama ikan yang belum tersebut.

Do Jae: Tapi, kau lihat, suaranya terdengar sangat berbeda. Dan dia tampak seolah melihat sesuatu yang mengerikan.

Joo Hwan: Mungkin kau yang membuatnya ketakutan.


Do Jae menatap Joo Hwan dengan tatapan dinginnya. Jo Wan melanjutkan, "Kaget aku. Kau membuatku takut."

"Bagaimanapun, wanita itu aneh."

"Kau tahu, dunia ini dipenuhi hal-hal yang aneh."

"Benar. Aku tidak berhak menyebutnya aneh. Akulah yang paling aneh."

Kali ini giliran Joo Hwan yang menatap Do Jae. Do Jae bertanya, Kenapa? Mendadak merasa iba padanya? Joo Hwan sedang mengasihaninya sekarang? Joo Hwan ingin bersikap baik padanya, 'kan?

Joo Hwan cuma ingin menanyakan ikan yang belum disebut Do Jae, Kangdal dan Jjingjjing. Do Jae pun menunjuk ikan yang dimaksud sambil menyebutkan namanya.

"Tapi, kau tahu? Han Se Gye tidak punya anak."

"Terus?"

"Ingin bilang saja."

"Syukurlah. Jika rumor itu benar, bisa menjadi sangat berbahaya untuk kita."

"Bukankah kita seharusnya mengurus itu dulu sebelum mengkhawatirkan resikonya?"


Do Jae menoleh pada koper Se Gye yang ada di dekat sofa. Joo Hwan mengikuti pandangan Do Jae itu. 


Ternyata paparazi di bandara kemarin adalah kiriman Sa Ra, dan saat ini ia sedang melihat hasil fotonya.

"Kau sudah periksa dia terbang bersama siapa?" Tanya Sa Ra pada sekretarisnya.

"Menurut pramugari, dia duduk dengan Han Se Gye."

"Han Se Gye? Aktris itu? Model T Road Air? Kau yakin?"

"Ya, aku sudah memeriksa daftar penumpang."

"Ah.. Dia pergi dalam perjalanan rahasia dan membawakanku hadiah. Aku tidak menyangka kau menyukai hal-hal semacam ini. Menarik sekali."

"Dan, kudengar ada sedikit keributan di pesawat. Dalam penerbangan, dia mendadak ke toilet dan menolak keluar."

"Mungkin mereka memiliki sesuatu seperti ikatan cinta. Kerja bagus."


Setelah sekretarisnya keluar, Sa Ra memperbesar gambar Se Gye dan Do Jae, ia bergumam, "Apa milikmu yang begitu bagus dan berharga hingga kau tutupi dengan selimut?"


Di rumah, Se Gye kembali menonton drama hits-nya, sepertinya cerita mengenai Jang Ok Jeong. 

Eun Ho dan Woo Mi datang. Eun Ho heran, tidak lelah ya Se Gye menonton drama debutnya itu. 

"Kenapa kau bangun setiap pagi? Tidak lelah karenanya?" Balas Se Gye.

Woo Mi berbsik pada Eun Ho, "Kenapa kau memulai pertengkaran yang tidak bisa kau menangkan?"


Se Gye mengisyaratkan agar mereka minggir dari depan Tv karena ia tidak bisa lihat.

Woo Mi tertarik melihat Kingkan nempel terus sama Se Gye padahal Se Gye berubah wajahnya. Ia tak menyangka Kingkang akan mengenali orang yang memberinya makan.

Eun Ho protes, yang memberi Kingkan makan setiap hari itu dirinya. Se Gye pun memberi Eun Ho uang sebagai imbalannya. Eun Ho langsung saja menerimanya.

Eun Ho: Aku selalu bersyukur atas kemurahan hatimu.

Woo Mi: Berapa lama lagi kau berencana menggantungkan hidup pada temanmu?

Eun Ho: Apa maksudmu menggantungkan hidup? Aku dibayar untuk pekerjaanku sebagai pengurus rumah.

Wo Mi: Kalau kau seorang pengurus rumah, sana ganti bohlamnya.


Woo Mi menunjuk lampu yang terus berkedip, tapi Se Gye melarangnya, ia berencana menggantinya sendiri kalau sudah lebih tinggi.

Woo Mi: Bagus sekali. Bertambah tinggi pada usiamu. Aku penasaran penyebab kau berubah lagi. Terakhir kali juga.


Se Gye mematikan TV dan mengecek ponselnya. Ia selalu menandai hari dimana ia berubah.

Se Gye: Ini soal waktu kejadiannya. Lebih aneh saat terakhir kali tidak terjadi. Ah.. Terjadinya tepat saat upacara penganugerahan.

Woo Mi: Ah.. Terakhir kali tidak sekacau ini. Kali ini dua kali terjadi penuh kesialan.

Eun Ho: Seburuk itu?

Woo Mi: Ya, dia tamat.

Eun Ho: Oh, dia tam-- Apa?!


Se Gye heran, sebenarnya apa yang 'dia' pikirkan? Kenapa 'dia' tenang sekali? Eun Ho tidak mengerti, 'dia' itu siapa? Tapi tidak ada yang menjawabnya.

Woo Mi menanggapi Se Gye, tidak bisa dipercaya, ,engapa ini (wajah Se Gye) bisa berubah begitu saja? Manusia normal tidak akan memercayai yang mereka lihat. 'Apa aku jadi gila?' Seperti itulah yang akan mereka pikirkan.

Se Gye: Ya, benar. Aku tidak perlu khawatir, 'kan?

Woo Mi: Pastikan saja kau tidak menunjukkan dirimu di hadapannya saat ini. Seminggu saja, wajah ini tidak akan muncul sepekan.

Eun Ho meninggikan suaranya, Jadi, "dia" itu siapa, sih? Tapi Woo Mi malah kesal padanya.


Tiba-tiba ponsel Se Gye berdering, itu dari Do Jae yang di ponsel Se Gye dimanai Seo Do Gae (Seo Do Bedebah). Se Gye melemparkan ponselnya. Woo Mi heran, ia melihatnya dan reaksinya sama seperti Se Gye, ia melempar ponsel pada Eun Ho.

Woo Mi dan Se Gye berdekatan, menjauhi ponsel, mereka mengisyaratkan agar Eun Ho menolak teleponnya. Eun Ho meyakinkan mereka, serahkan saja pada dirinya (dengan bahasa isyarat).

Tapi Eun Ho malah mengangkat telfonnya.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap