Tuesday, October 2, 2018

Sinopsis The Beauty Inside Episode 1 Part 1


    Sumber: jtbc


    Sang Aktris kita Han Se Gye (Seo Hyun Jin) tengah dalam perjalanan menuju lokasi penganugrahan. Ia diantar oleh Daepyonya (Yoo Woo Mi). 

    Se Gye enggan kesana sebenarnya kan bisa saja sutradara yang menerima penghargaan mewakilinya. 

    "Kenapa sutradara menerima penghargaanmu atas namamu? Kenapa dia melakukan itu untuk seorang aktris yang melarikan diri setiap bulan sekali? Bersyukurlah kau tidak dituntut."

    "Kau bisa melakukannya."


    "Kenapa harus aku? Kau tahu berapa banyak uang yang kita bicarakan setiap kali kau muncul atau mengambil foto?"

    "Benar, aku ini cuma komoditas."

    "Pura-pura menyedihkan tidak akan membawamu ke mana pun. Maksudku, sudah berapa kali aku melihatnya? Sejak sekolah, aku selalu melihatmu melakukannya. Jangan lupa. Kau akan mendapatkannya dengan syarat kau harus hadiri acara itu."

    "Kenapa mereka memberikan penghargaan kepada aktris karena barusan datang? Aku mendapatkannya karena penampilanku. Carilah kebenarannya. Cuma, aku berfirasat buruk saja."


    Woo Mi terkejut, apakah hari ini lagi? Bukankah seminggu kemudian?

    "Ya, benar. Maka lihatlah ke depan, atau kita bisa kecelakaan."

    "Itu..."

    "Lampu hijau."

    "Ah, kau membuatku takut."


    Se Hye turun di red karpet. Semua mata tertuju padanya. Kilatan kamera dima-mana.


    Oh ya, disamping kanan kiri Se Gye adalah pemain Another Oh Hae Young. Reunian mereka.

    "Di "Looking for Your Earth", Han Se Gye memerankan seorang wanita berusia 30-an, Mi Hye, yang menjadi antisosial setelah kehilangan kekasihnya karena kecelakaan. Dia berhasil menciptakan karakter wanita yang tak tertandingi dalam sejarah sinema Korea melalui ekspresi emosi halus dan juga penggambaran karakter yang terperinci."


    Se Gye mendapat ucapan selamat dari teman samping kanan-kirinya sebelum naik panggung. 

    Namun ketika masih beberapa langkah menuju Kang So Ra, Se Gye mendapat firasat, langkahnya terhenti, semua heran. Kang So Ra berbisik memanggil Se Gye.


    Entah kenapa Se Gye langsung berbalik dan berlari keluar sekuat yang ia bisa. 


    Sepatu Se Gye bahkan copot, ia sempat menoleh tapi memutuskan untuk tidak mengambilnya, ia malah mencopot sepatu satunya dan kembali berlari.


    Woo Mi datang tepat waktu untuk menjemputnya dan Se Gye langsung masuk ke dalam.


    Woo Mi muncul mobil dengan kecepatan tinggi. Saat di lampu merah, Woo Mi menoleh untuk mengecek keadaan Se Gye, apa Se Gye baik-baik saja?

    Se Gye ternyata sudah berubah menjadi pria gemuk. Se Gye histeris karena ia meninggalkan sepatu edisi terbatasnya tadi. Se Gye juga syok karena gaunnya gak muat lagi.

    "Aku kesal sekali! Bagaimana ini sekarang?"

    Mobil sampai goyang-goyang saking kuatnya Se Gye. Woo Mi terus berusaha menenangkan Se Gye.

    -ooo- 


    "Gejala ini dimulai ketika aku berumur 20 tahun. Itu saat aku berjalan-jalan ke Eropa dengan Woo Mi."

    Se Gye bangun tidur dan dikejutkan dengan perubahan drastisnya yang menjadi nenek-nenek.


    "Kupikir itu hanya mimpi. Aku berpikir kalau aku akan terbangun dari mimpi ini setelah seseorang memanggil namaku. Itulah yang kupikir. Tapi tubuhku begitu cepat, dan jelas itu bukan mimpi."

    Ada mobil yang akan menabrak Se Gye, tapi beruntung ada seorang pria yang menyelamatkannya. Pria itu mendorongnya ke pinggir dan sebagai gantinya, pria itu yang tetabrak mobil.

    "Hari pertama dengan kesengsaraan. Hal terakhir yang kuingat adalah seorang pria. Pakaian putih pria itu yang bermandikan darah. Mungkin aku.. masih membayar untuk apa yang terjadi hari itu."

    Se Gye tidak sempat melihat wajah pria itu karena ia pingsan.


    Se Gye minum-minum dengan Woo Mi di rumah sambil mendengarkan berita mengenai dirinya. 

    Reporter wanita: Berita pertama yang kita punya sudah sangat mengejutkan. Itu sepakan lalu. Han Se Gye tiba-tiba lari dari acara awards saat akan diberikan penghargaan. Agensinya belum merilis pernyataan apa pun selama seminggu. Mereka terus mengatakan mereka mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Reporter Kim, apa pendapat Anda tentang itu?

    Reporter Kim: Dia lari lagi. Jadi aku harus mengatakan, dia ini benar-benar sesuatu. Ada yang bilang dia tidak pantas menerima penghargaan. Kudengar dia menyimpan perusahaan penyiaran melalui jarum dan jarum dengan tidak yakin apakah dia akan hadir atau tidak.

    Se Gye menanyakan bagaimana sepatunya. Woo Mi terlalu malu untuk datang kesana lagi. 


    Reporter wanita: Bukan cuma perusahaan penyiaran. Rupanya, dia menyimpan banyak pria melalui jarum dan jarum juga. Dia berkencan dengan banyak pria, kamu tahu. Kudengar dia memacari banyak pria dari kalangan suku dan usia. Aku penasaran apa dia juga lari saat berkencan.

    Reporter Kim: Hei, pastilah dia lari. Lihatlah sendiri di acara itu. Dia lari saat menerima penghargaan. Malah lari selama bekencan tidak akan menjadi masalah besar baginya.


    Se Gye malah tertawa karena menurutnya komentar itu lucu, mana bisa ia lari kalau ianya sendiri belum pernah pacaran? Mana bisa pula ia pacaran dengan siapa saja dengan kondisinya saat ini?

    "Aku ini tidak punya pilihan. Aku cuma harus pensiun saja." Lanjut Se Gye kemudian kembali minum sojunya.

    "Aduh. Kau melakukannya lagi. Jangan bilang begitu." Larang Woo Mi.


    Lalu bergabunglah Ryu Eun Ho (Ahn Jae Hyun) sambil membawa buah untuk keduanya, ia bahkan menyuapi keduanya. eun Ho bertanya, apa Se Gye punya uang? SOalnya Se Gye harus membayar denda jika melanggar kontrak.

    Woo Mi: Hei, kau tidak perlu khawatir tentang yang gituan. Meski dia tidak pensiun, dia harus membayar untuk pelanggaran kontrak.

    Eun Ho: Kalau jual rumah ini, kau akan bisa mengatasinya. Berapa banyak uang yang kau simpan?

    Se Gye: Hei, Ryu Eun Ho. Kau ini kenapa, sih? Kau mengutukku supaya aku dikutuk beneran?

    Eun Ho: Bicara apa kau ini? Aku berencana pergi ke seminar. Aku tidak akan pernah mengutuk siapa pun.


    Eun Ho mengaku kalau ia hanya khawatir. Ia tak mau Se Gye lari dari situasinya tanpa merencanakan hal ke depannya nanti.

    Eun Ho: Selama ini aku menahanmu karena kuanggap kau teman. Kau mau dapat pelajaran berharga?

    Woo Mi memeluk Se Gye agar tenang.


    Acara berita tadi belum selesai, kali ini ada gosip bahwa Se Gye sebenarnya punya anak. Mereka bahkan memutar video yang diambil secara eksklusif dari rumah Se Gye yang menampilkan ada anak laki-laki sedang bermain dengan anjing Se Gye. 

    Eun Ho: Itu dari dua bulan yang lalu, 'kan?

    Woo Mi: Ya, benar. Itu dua bulan lalu ketika dia sudah jadi anak SD...



    Woo Mi mendapat panggilan dari Reporter Park dan itu banyakk banget. Woo Mi meletakkan ponselnya setelah melihatnya.

    Woo Mi: Kita ada kabar baik dan kabar buruk. Mau dengar yang mana dulu?

    Se Gye: Kabar buruk.

    Woo Mi: Kita hari ini kehilangan 13 tawaran iklan.

    Se Gye: Sebanyak itu? Aku harus baik-baik melakukannya! Kabar baiknya?

    Woo Mi: Baru saja.. kami menerima dua tawaran iklan baru. Popok bayi dan susu formula bubuk.

    Se Gye: Aku harus cek saldo bank-ku.

    Woo Mi: Pikirkanlah tentang itu! Itu tidak terlalu buruk. Bahkan itu perusahaan yang membuat produk untuk bayi dengan penyakit langka. Itu adalah perusahaan hebat...


    Se Gye berdiri, ia akan pindah ke pedesaan bulan bulan Oktober dan memulai sebuah peternakan bersama Ibu. Ia akan mengajak Kingkang berjalan-jalan, hidup seperti sarjana kuno.

    "Apa kau tahu berapa banyak lahan pertanian yang akan digunakan akhir-akhir ini?" Tanya Se Gye sebelum jatuh tertidur.


    Di bandara, turunlah Seo Do Jae (Lee Min Ki) dari mobil mewah, ia tidak sendiri, tapi bersama orang-orang karyawannya.


    Oh ya, Se Gye juga merupakan model salah satu perusahaan penerbangan, ia menjadi pramugari.


    Sektretaris Do Jae, Jung Joo Hwan membahas soal pembatalan kontrak yang tidak akan bisa dilakukan segera karena Se Gye menjauhkan diri dari dunia luar saat ini.

    "Kita makan siang apa nanti?" Tanya Se Gye tiba-tiba.

    "Anda mendengarkanku?"

    "Sosis rebus atau tulang rebus, mau yang mana?"

    "Jika kita kehilangan code shares kita karena kejadian ini, kita juga akan kehilangan pekerjaan. Kalau seperti itu, kita tidak akan punya uang untuk membeli makan siang."

    "Sosis rebus enak, tapi aromanya akan melekat di pakaian."

    "Bonbujang-nim, ini sebenarnya serius, anggota dewan sudah keluar untuk menangkap Anda."

    "Mungkin serius bagiku, tapi itu tidak masalah bagiku. Aku anak dari keluarga ini. Apa yang akan mereka lakukan? Memangnya mereka mau menendangku keluar dari rumah milikku sendiri?"

    "Ini bukan waktunya untuk komentar lucu seperti itu."

    "Benar. Aku sudah kehilangan nafsu makan."


    Ada tiga orang yang sedang berbincang. Sepertinya mereka akan menggunakan masalah Se Gye sebagai alasan kesalahan Do Jae.

    Pria 1: Tidak peduli bagaimana aku memandangnya, dia tidak memiliki otak untuk bisnis.

    Pria 2: Ada banyak kekhawatiran tentang dia selama rapat dewan terakhir. Direktur Seo terlalu tidak berpengalaman untuk memimpin grup. Setidaknya itulah yang beredar.

    Pria 3: Dia tidak cocok dengan pengalaman luas Anda, Pak. Meski dia adalah bagian dari keluarga. Itu sebabnya Ketua nyaris tidak memberinya gelar saat ini dan terus mengawasinya.

    Pria 1: Dia sangat arogan untuk anak muda seperti itu. Aku orang yang sibuk, dan dia berani memberitahuku di mana harus berada? Dia harus terus memikirkannya sendiri bisnisnya!


    Do Jae mendekat dan mereka langsung menyapa. Joo Hwan menjelaskan siapa mereka pada Do Jae.

    "Di tengah adalah Direktur Kim. Di sebelah kiri adalah Baek Sang Hyun dan di sebelah kanan adalah Seong Woo Seok."

    Tapi tiba-tiba ada yang lewat di depan ketiganya dan posisi ketiganya beruubah. Seong Woo Seok bertukar dengan Direktur Kim.


    Do Jae hampir saja keliru mau menjabat tangan Seong Woo sebagai Direktur Kim, beruntung ada Jo Hwan yang mengingatkannya.

    "Bagaimana kabar Anda? Sepertinya Anda sering berolahraga. Anda tampak jauh lebih muda hingga aku hampir tidak bisa mengenali Anda."

    "Lebih muda? Kau merayuku. Pak Seo, insiden yang kau sebabkan itu menyebabkan penuaan secara visual setiap hari."


    Baek Sang Hyun menyahut, ada masalah dengan pesawat baru yang mereka beli. Mereka memiliki rencana untuk menggunakannya setelah perawatan bulan ini. Semuanya menoleh pada pesawat itu.


    Direktur Kim mebalibicara, karena Perencanaan Strategis.. mereka mungkin memiliki beberapa masalah dengan jadwal penerbangan dan ini cukup serius, mereka mungkin perlu melaporkan ini kepada Ketua.

    Baek Sang Hyun: Jika kita didorong keluar dari code shares, orang-orang dari perusahaan akan mulai berbicara.

    Do Jae: Benar, mungkin benar.

    Seong Woo Seok: Jika itu yang terjadi, maka tim Anda harus bertanggung jawab penuh...

    Do Jae: Sup rebus mungkin lebih enak. Aku harus menunda sosis rebus untuk akhir pekan. Karena aromanya menyengat sekali. Mungkin perlu waktu untuk menyingkirkan aroma busuk.

    Semuanya tak menyangka Do Jae akan bercanda seperti itu, disaat seseatu seperti ini terjadi, hanya makanan yang bisa Do Jae pikirkan? 

    Do Jae: Anda bahkan belum makan, 'kan? Sepertinya itu karena Anda sangat sensitif.


    Do Jae lalu memberikan kartu kredit tanpa limit untuk Direktur Kim, ia menyuruh DIrektur Kim makan dan pastikan memilih makanan tang tidak beraroma menyengat. Aroma yang jelas seperti itu  dianggap perilaku buruk.

    Direktur Kim: Pak Seo.

    Do Jae: Setelah selesai, pergilah beli pesawat baru dengan kartu ini. Karena ini adalah kartu pribadi, seharusnya tidak ada masalah. Tidak ada batasan pada kartu ini. Aku akan pergi sekarang. Aku harus makan sup tulang.

    3 komentar: