Friday, October 12, 2018

Sinopsis Alice: Boy From Wonderland Part 4 Final


Anak itu masuk dan mendekati seorang bayi yang terbaring disana. Dia mengajak si bayi Bicara dan karena Si bayi belum bisa bicara maka ia menggunakan Bahasa isyarat. Hye Joong memperhatikan gerakan isyarat anak itu, gerakan itu taka sing baginya, gerakan yang hanya ia dan keluarganya yang tahu.

“Aku akan selalu melindungimu Karen aku sangat mencintaimu.” Ucap anak itu sebagai arti dari gerakan isyaratnya.


Lalu anak itu mengajak si Bayi untuk memainkan permainan yang manarik, permainan yang hanya bisa dimainkan demi orang yang disayangi. Dan ia mulai mengiris-iris boneka kelinci lalu selanjutnya adalah Si Bayi itu.

Hye Joong akan menghentikannya tapi kakinya tak bisa digerakkan. 


Ibu masuk ke akamar si bayi dan melihat kalau anaknya sedang melukai Bayi itu, darah dimana-mana tapi ibu malah menutup pintu kamar kembali bahkan menghalangi penjaga kebun yang akan masuk ke dalam. Hye Joong sedih melihatnya.


Lalu Hye Joong mendengar anak itu memanggil si bayi dengan Hwan, ia memberi nama boneke kelinci itu Myodori, lalu memberikan boneka tersebut pada bayi Hwan.

Hye joong teringat saat Hwan memberikan Myodori asli padanya.

Dan Hye Joong mulai melihat hal yang lain. saat anak itu menyuapai bayi Hwan dari mulut ke mulut karena bayi Hwan belum punya gigi untuk mengunyah.


Hye Joong teringat saat Hwan minum air dari mulutnya juga dan ia mulai menangis.


Sampai puncaknya mereka berdua terbaring dengan darah dimana-mana dan bayi Hwan memegang telunjuk anak itu. lalu Ayah masuk dan memanggil,,

“Hye Joong.. Hwan~aa..”

Jadi.. itu adalah Hye Joong kecil dan Hwan kecil. Dan saat itu Hwan sudah meninggal.


Hye Joong perlahan keluar dari kamar tersebut tapi tiba-tiba udah gelap aja. Hye Joong menabrak Hwan lalu berbalik..

“Masih bosan? Noona??” tanya Hwan.

Hye Joong tak menjawabnya, ia kabur.


Bibi sudah bisa bangun, saat ini sedang membuka bungkusan yang ditaruh Shaman di sampingnya. Bungkusan itu berisi diary kakaknya yang hilang, tahun 1989 dan 1990. Disana juga ada foto bayi, yang ternyata adalah foto bayi Hwan.

Narasi Ayah Hye Joong menjelaskan semuanya..


Hwaryeong-i, yang bagaikan diselimuti oleh bunga yang bak salju... Penyakit Ibu Hye Joong semakin lama semakin parah. Dikarenakan aku tidak berhasil menelurkan karya apapun, memutuskan untuk sementara waktu beristirahat di tempat ini.


Maret 21, 1989... Pengawas kebun membawa seseorang (Soo Ryeon) yang akan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Seorang gadis yang pendiam dan selalu tersenyum malu-malu.


Soo Ryeon sangat menyayangi Hye Joong kecil dan mengukur tinggi badan Hye Joong kecil juga di dinding. 


Dan sebaliknya, Hye Joong juga menyayangi Soo Ryeon. 


Ayah melihat perhatian Soo Ryeon pada Hye Joong dan ia menjadi kagum. Ibu cemburu melihatnya sehingga selalu memperlakukan Soo Ryeon dengan kasar.


Ayah berhubungan dengan Soo Ryeon sehingga lahirlah Hwan.


Suatu saat, Soo Ryeon meminta Hye Joong kecil menjaga Hwan jika ia tak ada. Kemudian penjaga kebun menjemputnya. 


Nenek (Ibunya bibi dan Ayah Hye Joong) yang sekarang menjadi nenek berjubah hitam memperingatkan Soo Reyon agar tetap tutup mulut mengenai Hye Joong yang membunuh Hwan.

Hwan dikuburkan bersama Myodori, sekedarnya kalo aku bilang sih kaya ngubur hewan peliharaan. Disana ada nenek, ibu, ayah dan penjaga kebun sementara Soo Ryeon bersembunyi di balik pohon. Oh ya,, tempat mengubur Hwan itu adalah tempat yang digali sama Hye Joong dulu.


Soo Ryon kembali ke resor, ia akan mencekik Hye Joong kecil, tapi ia tak tega.

Dan nenek memberi jimat di pintu kamar Hwan meninggal lalu menguncinya. Nenek menggunakan kekuatan magis untuk menghapus ingatan Hye Joong mengenai Hwan.


Lalu dimana Soo Ryeon, ia gantung diri diatas kuburan Hwan. Ia menjatuhkan foto Bayi Hwan..


Ingatan Hye Joong sudah kembali sepenuhnya, ia menemukan kuburan Hwan dan foto bayi Hwan disana.

Soo Ryeon ada dibelakang Hye Joong, siap untuk menusuknya dengan pisau tapi nenek berjubah hitam (nenek kandung Hye Joong) melindunginya jadi nenek yang kena tusukan pisau Soo Ryeon. Nenek berlutut minta maaf pada Soo Ryeon. Soo Reyon menjambak nenek,,,

“Berisik! Perhatikan dengan baik-baik! Ini siapa. Perhatikan wajah kotor yang dipenuhi dengan dosa ini! Ini adalah Halmeoni-mu. Orang yang merebut Hwan dan segala-galanya dariku. Wanita laknat yang kotor ini!” Kata Soo Ryeon pada Hye Joong penuh amarah lalu ia terus menusuk punggung nenek.

Hye Joong melarikan diri dari sana.


Bibi keluar dari kuil Shaman. Bibi berkata 29 Maret. Shaman melanjutkan kalau itu hari ulangtahun ke-24 anak itu.

“Arwah orang yang telah meninggal, terhadap orang yang masih mengingatnya, tidak akan dibunuh ataupun diganggu. Tapi jika dilupakan oleh orang-orang yang dikasihinya, akan selalu diungkit hingga dewasa. Saat di mana raga, tulang, daging dan jiwa manusia benar-benar beranjak dewasa, dan usia yang tidak membingungkan adalah umur 24 tahun.” Jelas Shaman.

Bibi harus pergi mencari Hye Joong. Shaman melarangnya, Hye Joong harus bisa menyelesaikannya sendiri. bibi bertanya kenapa, memang apa salah Hye Joong?

“Bagaimana tidak salah? Dia telah melupakan orang yang penting. Bagaimana pun juga itu adalah sebuah arwah yang mencintainya dengan setulus hati.”

“Kalau begitu, harus bagaimana?”

“Jika Hye Joong berhasil menemukan kembali potongan ingatan yang hilang itu, Maksudku, jika terlambat, dia harus membuka jimat itu. Dengan begitu, Hye Joong baru bisa mempertahankan nyawanya. “

Shaman melanjutkan, Jika arwah diperangkap dengan menggunakan jimat, arwahnya juga akan mati. dan Demi menyelamatkan segel itu, arwah tersebut setiap hari harus mengulangi kembali detik-detik kematiannya. Sekalipun begitu, orang yang masih belum bisa mengingatnya akan perlahan-lahan sirna. Bagi arwah tersebut, itu juga berarti selamanya.


Hye Joong kembali ke Wonderland. Disana ia berhadapan dengan Hwan yang tengah mengulang detik-detik kematiannya. Bagi Hwan sudah cukup jika Hyee Joong bisa mengingat saat-saat yang indah dan membahagiakan. Saat-saat di mana mereka pernah bersama. Myodori... Kelopak bunga yang berguguran... Suara deru angin...

“Kau mencariku untuk membalas dendam?” Tanya Hye Joong.

“Tanggal 28 Maret... Hari di mana usia mencapai 24 tahun. Katanya jika pada hari ini, orang yang kucintai mengingatku, di kehidupan yang akan datang juga akan ingat. ika ia tidak ingat padaku, orang yang memutuskan kenangan itu akan dibunuh. Tapi kedua-duanya adalah kau.”

Soo Ryeon berjalan menuju ke arah mereka. 


Hwan lebih mendekat pada Hye Joong, ia membelai rambut Hye Joong lalu jongkok untuk mengikat tali sepatu Hye Joong. Hye Joong tak mengerti kenapa padahal ia sudah memperoleh kembali ingatannya.

“karena sudah sangat terlambat..” jawab Hwan.

Hye Joong tak bisa percaya karena baginya itu hanya mimpi. Kalau memang bagi Hye Joong begitu, Hwan menyuruhnya melanjutkan anggapan itu dan melupakan semuanya.

Hwan hendak berdiri namun ia terjatuh lagi, Soo Ryeon berlari menghampiri Hwan.

Hwan menyuruh Hye Joong untuk segera membuka jimatnya. Jangan menyeret ibunya (Soo Ryeon) untuk waktu selama ini. Ia tidak ingin memanggil Hye Joong ke sana. Tidak begitu ingin menjumpai Hye Joong lagi.


Hye Joong berlari ke dalam untuk mencari jimatnya dan ia menemukan jimat itu di tempat tidurnya yang sekarang penuh darah. Hye Joong menangis penuh penyesalan. Soo Ryeon datang, menjambaknya lalu melemparnya ke langit-langit.

Hye Joong menjatuhkan jimatnya.


“Tahukah kau di mana kesalahanmu? Bukan karena membunuh Hwan. Tapi karena menghapus Hwan yang berada di dalam kenanganmu.”

Hye Joong mengaku telah bersalah.

“Tahukah kau apa yang dia rasakan di dalam hatinya? Setiap malam, darah mengalir keluar dari dalam tubuhnya. Mendengar suara erangannya... Selama 23 tahun ini... setiap hari ia harus mati dan mengulang kembali kematiannya. Begitu menjelang malam, yang dicari adalah kau. Dia bilang dia merindukanmu. Tapi kau? Orang-orang yang egois seperti dirimu. Melupakan semua kesalahan yang pernah kau lakukan.”


Sekali lagi, Soo Ryeon mencoba untuk membunuh Hye Joong, tapi Hwan datang menggagalkannya. Hwan kali ini sudah bermandikan darah. Baju yang tadinya putih bersih sekarang sudah merah semuanya. Ia meraih jimat Hye Joong dan menggenggamnya. Soo Ryeon membaringkannya dan menutupi tubuh Hwan dengan bajunya, lalu ia akan menuju Hye Joong dengan pisaunya.Hwan menahannya.

“Jangan begitu, Ibu. Pernah mencintainya juga, kan? Tiap malam tidur bersama... merindukan... dan memberi permen.”

“Aku juga ingin memperlakukanmu seperti itu. Ingin bersama dengan anak ini. Maafkan aku. Ibu akan meembantumu menyelesaikannya.”

“Kumohon... Ada lagi yang ingin kusampaikan padamu. “


Hwan menatap Hye Joong, mereka berbicara menggunakan pikiran

Aku akan memelukmu.” Ucap Hye Joong.

“Mari kita main sebuah permainan yang menarik. Sebuah permainan yang hanya bisa dimainkan demi orang-orang yang kita cintai. Sekalipun hanya sesaat... juga tidak akan pernah melupakan.” Balas Hwan.

Dan Hwan membuka Jimat Hye Joong, lalu Hye Joong terdorong keluar.


Narasi Hwan mengantar kepergian Hye Joong.


Ada kata-kata yang harus kusampaikan padamu. Andai aku bisa hidup sampai usia di mana aku mulai bisa bicara... Aku ingin bilang... Aku akan melindungimu selama-lamanya. Karena dari lubuk hatiku yang terdalam... ... aku mencintaimu. Karena aku mencintaimu.


Tiba-tiba Scene beralih saat Hwan dan Hye Joong membuat Menara dari batang korek api.

“Sakyamuni pernah berkata... Maafkanlah mereka. Mungkin mereka sama sekali tidak sadar apa yang mereka perbuat.” Ujar Hwan.

Hye Joong mengoreksi kalau Yang bilang begitu adalah Yesus. Tapi ia maklum mengingat hwan yang tidak bisa membedakan Wonderland dan Neverland.

“Itu tidak penting. Dua-duanya adalah dunia yang indah.” Jawab Hwan

“Apa? Neverland adalah tempat bagi orang-orang penderita dementia. Wonderland adalah tempat yang aneh.” Balas Hye Joong.

Hwan hanya menatapnya. Hye Joong tanga kenapa. Hwan mengelus rambutnya sambil menjelaskan bahwa Dunia ini dipenuhi dengan hal-hal aneh. Hanya saja orang-orang tidak menyadarinya. Karena mereka selalu membuang ingatannya. Seperti halnya Hye Joong.


Kembali ke Hye Joong..

Aku pernah sekali membunuh orang. Orang yang kucintai dengan segenap jiwaku... adikku. Sedetikpun... juga tidak akan pernah kulupakan. Hwan~aaa... Hanya sekali ini saja. Izinkan aku memeluknya. Hwan~aa...

tapi sayang, Soo Ryeon membawa Hwan bersamanya meninggalkan Hye Joong yang terbaring ditanah dengan jimat terbuka.

-= 1 tahun kemudian =-


Hye Joong sudah kembali bekerja seperti semula. Saat ia tengah berjalan,  seseorang menabraknya sehingga membuat bawaannya jatuh, angina berhembus menerbangkan foto bayi Hwan. Hye Joong hendak mengambilnya sampai tangannya tak sengaja terinjak seseorang.


Kemudian ia mendengar lantunan gitar dan suara orang menanyi, suara yang sangat Hye Joong kenal. Hye Joong mulai mendekat dan disana juga ada keclinci putih. Orang itu adalah Hwan.

-=END=-


Maaf lama. Aku lagi kesel maksimal sama Anonim yang suka nulis spoiler di kolom komentar, bikin aku jadi males nulis..


1 komentar:

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap