Saturday, September 15, 2018

Sinopsis The Ghost Detective Episode 1


Sumber: KBS2


Seorang berusaha keras keluar dari dalam tanah dihari hujan. Orang itu terkubur dan awalnya hanya tangganya saja yang nampak di permukaan. Orang itu berlumuran tanah yang menjadi lumpur karena hujan, nafasnya terengah-engah. Ia bingung melihat sekitar.

-=Dua hari lalu=-


Lee Da Il (Dhaniel Choi) membawa barang-barang keluar, dia mengatakan soal bisnis yang gagal dan mengeluh karena barang-barang dikemas sembarangan.


Dari dalam rumah, seseorang yang dipanggilnya Hyung mengeluarkan sofa. Da Il menyuruhnya berhenti karena sofanya akan tergores!

"Kubilang biarkan saja di sana." Lanjut Da iL

"Kalau begitu, bantulah aku!" Kesal Si Hyung (Mr. Han Sang Sub)


Da Il mendekat, mengatakan kalau sofa itu akan segera diangkut. Mr. Han tidak tahu kalau Da Il rupanya memanggil jasa pindahan, ia bersyukur Da Il melakukannya seperti yang ia intruksikan.

"Aku menjualnya ke pasar loak." Jelas Da Il.

"Apa? Kenapa kamu melakukan itu? Harga sofa ini mahal. Sialan." Kesal Mr. Han sambil memukuli Da Il dengan sepatunya, tapi kemudian ia bertanya berapa harga yang Da Il terima.

"Sudah kubayar tunggakan sewa kita. Mungkin kita juga harus menjual mobilku. Kenapa kamu berutang untuk memulai ini? Kenapa kamu belum memberitahuku soal ini?" Marah Da Il.

"Aku tidak bangga soal tidak punya uang. Selain itu, kita butuh barang seperti ini di kantor agar tidak tampak seperti agen penyelidikan."

"Sudah kuduga. Katamu ini pekerjaan detektif, tapi kini kamu menyebutnya agen penyelidikan. Hyung. Kamu bilang pemerintah akan segera mengesahkan undang-undangnya dan masa depan pekerjaan ini cerah."


Kata-kata Da Il terhenti saat ada mobil mewah yang ditumpangi pria dan wanita berhenti di depan kantor mereka. Da Il dan wanita itu bertatap mata.

"Kenapa mobil semewah itu kemari? Mereka akan membeli tanah ini?" Tanya Mr. Han.


Da Il tidak menjawab, malah menyuruh Mr. Han mengangkat sofanya kembali ke dalam. Akhirnya Mr. Han mengerti apa maksud Da Il saat mereka sudah mengangkat sofanya.

"Entah soal hal lain, tapi kamu sangat tanggap. Sudah kuduga keputusanku tepat. Aku tahu cara memilih orang yang tepat."

"Berhentilah bicara dan angkat dengan benar."

"Astaga. Pria dan wanita itu sepertinya ingin meminta diskon. Orang kaya memang keji."

Mr. Han gugup saat melihat ada goresan di sofanya, ia meminta Da Il menurunkannya walau belum sampai di tempat semula.

"Bagaimana ini? Bagaimana jika pembeli itu urung membelinya?"

Da Il tampak frustasi.


"Hei. Mari memakai taktik polisi baik dan jahat. Aku akan menawari mereka diskon dan kamu bisa menyuruh mereka pergi. Sudah jelas kamu tipe polisi jahat. Kamu mau menjadi polisi yang baik?"

"Mereka kemari bukan untuk sofa ini. Coba pikirkan. Bagasi mereka tidak muat untuk mengangkut ini."

Mr. Han barulah menyadari kalau dugaannya salah.

"Bagaimana kamu bahkan memulai bisnis ini?"

"Aku Sherlock Holmes soal urusan cinta."

"Baiklah. Ayo angkat ini. Kita tidak punya waktu."


Dan mereka kembali mengangkat sofa itu. Tepat saat sofanya sudah terangkat, Mr. Han bertanya, mengapa mereka bersusah payah mengembalikan sofanya?

"Karena sepertinya kita tidak perlu menjualnya." Jawab Da Il.

Lalu Da Il 'berdandan' dengan menggunakan setelan jas terbaiknya.


Wanita tadi masuk sendirian, dia mengamati piagam yang terpanjang rapi di dinding sebelum Mr. Han menemuinya dan mnyajikan teh.


"Kalian akan pindah?" Tanya wanita itu.

"Tidak, kami sedang merenovasi."

"Berantakan sekali. Bisa langsung dimulai saja? Aku sedang buru-buru."

"Ya, tentu saja."


Lalu Da Il bergabung dan langsung menjawab wanita itu, itu bergantung pada apa tugas wanita itu untuk mereka.


Wanita itu menunjukkan foto dua anak, ia menjelaskan kalau kedua anak itu hilang di hari yang sama dalam lokasi yang berbeda dengan selang waktu 30 menit.


"Song Eun Yool, tujuh tahun. Saat itu tanggal 21 Agustus, sekitar pukul 19.20. Dia menghilang dari taman bermain di Apartemen Mirae."


"Jung Ga Ram juga berusia tujuh tahun. Dia menghilang dari kamarnya di hari yang sama sekitar pukul 19.50."


"Sudah sepekan mereka hilang dan belum ada kemajuan dari polisi."


Mr. Han: Astaga. Maaf. Ada satu hal yang tidak boleh kami lakukan. Kami tidak boleh mencampuri kasus yang sedang diselidiki oleh polisi.


Namun setelah Da Il melihat foto anak-anak itu bersama, ia menyadari kasus yang wanita itu katakan tidak sepenuhnya dalam penyelidikan.

Mr. Han: Apa maksudmu?

Da Il: Ada satu anak lagi yang hilang dari suatu tempat di hari yang sama dalam waktu yang berbeda. Kamu meminta kami mencari anak itu.

Wanita: Kenapa kamu berpikir begitu?

Mr. Han: Aku juga ingin menanyakan hal serupa. Kamu sungguh harus mulai bersikap deskriptif. Sikapmu tidak sopan.

Da Il: Ayolah. Dia kemari bersama ayahnya anak itu. Dia putus asa, tapi tidak bisa masuk begitu saja karena tidak ingin ada yang tahu soal ini.

Wanita itu: Mungkin dia ayah dari salah satu anak ini.

Da Il: Mereka berdua bukan anaknya.


Kemudian Da Il mulai mencari di internet. Ia menemukan nama CEO Lee Kyung Woo dan langsung bisa menemukan siapa putri CEO Lee dari foto yang ada di internet.

"Dialah anaknya."


Wanita itu tidak menjawab, ia mengeluarkan foto anak yang ditunjuk Da Il, "Bisakah kamu menemukannya?"

"Aku segera kembali." kata Da Il pada Mr. Han dan melangkah keluar.

"Apa? Kenapa kamu mendadak pergi? Sangat tidak sopan." Tanya Mr. Han.

"Aku akan berusaha membangun kepercayaan dengan klien yang sesungguhnya, bukan walinya." Jawab Da Il.


Da Il menemui CEO Lee di luar dan langsung meminta surat ancaman di saku dalam setelah CEO Lee membuat CEO Lee bingung, Da Il pun menjelaskan.

"CEO yang tidak pernah menampakkan diri di depan publik mendadak bersedia melakukan wawancara karena putrinya meminta dia melakukan itu. Sayangnya, wawancara itu dilakukan setelah putrinya menghilang, tapi dia tidak memberi tahu siapa pun. Selain itu, isi wawancaranya bahkan tidak begitu penting atau mendesak, tapi diunggah di beranda waktu nyata suatu laman web. Sudah jelas si Penculik yang menyuruh Anda melakukan itu. Andai tidak punya pilihan selain memakai internet untuk memberi tahu pelakunya Anda akan bekerja sama, Anda tidak mungkin bisa bicara dengannya dan sebagai gantinya, menerima surat satu arah serta mungkin dia tidak pernah menghubungi Anda sejak saat itu."


CEO Lee pun keluar dan memberikan surat ancaman itu, "Pengacara Baek pasti sudah menceritakan semuanya."

"Andai dia menceritakan semuanya, aku tidak mungkin menyombong. Di mana sopir Anda? Dia pergi ke suatu tempat?"

"Apa?"


"Anda menyetir sendiri kemari. Sepertinya ini mobil istri Anda. CEO biasanya tidak punya stiker semacam itu (baby in the car)."

"Sopirku menjalankan tugas dariku."

"Laporkan dia ke polisi."

"Maksudmu, sopirku adalah pelakunya?"

"Dia yang menulis surat itu dan mengambil uang Anda, tapi dia tidak menculik anak Anda. Bagaimana cara menjelaskannya, ya? Dia mendapat keuntungan dari perbuatan orang lain. Semacam itu. Pak Lee. Laporkan dia ke polisi. Biarkan polisi menentukan itu benar atau tidak. Anda membayar pajak besar."


Sementara itu di kepolisian ada ketegangan karena mereka tidak hanya gagal menemukan anak-anak itu, tapi ada satu anak lagi. Terlebih Ayah anak ketiga ini cukup terkenal,jadi jika pers mulai tahu bisa parah.

Detektif senior: Karena mendapat laporan terkait isi surat itu, kami akan memeriksa rekaman kamera CCTV.

Pemimpin Tim: Tidak. Aku akan menyuruh orang lain melakukan itu dan memberitahu kalian begitu mereka menemukan sesuatu. Carilah sopir itu dahulu. Pergilah ke rumahnya. Cepat.

Detektif Junior langsung bergegas menjalankan perintah Pimpinan TIM itu.


CEO Lee akhirnya ikut masuk ke dalam, mengatakan kalau mereka tidak perlu pindah jika menemukan putrinya.

CEO Lee: Karena tidak percaya kepada polisi, aku mendatangi agen penyelidikan.

Mr. Han: Tunggu. Kami bukan agen penyelidikan.

CEO Lee: Kamu pikir aku orang yang akan memercayakan nyawa putriku kepada orang asing tanpa melakukan pemeriksaan latar belakang? Pagi ini aku membeli bangunan ini.

Mr. Han: Anda bisa saja memberi kami uang tunai.

CEO Lee: Kalian tidak perlu lagi membayar sewa jika menemukan Ha Eun. Pengacara Baek akan memberi informasi lengkapnya. Aku permisi dahulu.


Pengacara Baek menjelaskan detailnya, sekalipun Ha Eun ditemukan dalam keadaan tewas, kontrak ini akan tetap berlaku asalkan mereka menangkap pelakunya. Mereka akan membayar sebanyak yang diinginkan.

"Bagaimana dengan dua anak lainnya?" Tanya Da Il.

"Mereka tidak termasuk dalam kesepakatan ini. Maukah kamu.. menerima kasus ini?"


Pengacara Baek kemudian memberikan file penyidikan yang mereka dapat dari polisi.

Pengacara Baek: Selain itu, anggap saja kalian dipekerjakan sebagai penyelidik firma hukum kami. Kami menyiapkan gugatan terhadap TK itu.

Mr. Han: Jika kamu melakukannya, itu pasti akan membantu kami.

Pengacara Baek: Baiklah.


Sebelum pergi, pengacara Baek bertanya pada Da Il, kenapa menerima pekerjaan ini?

"Aku tidak mau pindah. Selain itu, ayah dari anak itu tidak percaya pada penegak hukum. Begitu juga aku."


Polisi menggeledah rumah supir CEO Lee. Tapi mereka tidak menemukan apapun dan itu membuat si supir cengengesan,tapi itu tertangkap mata oleh detektif junior(Park Jung Dae). Jung Dae pun memanggil seniornya untuk bicara di luar.


Mereka menggeledah mobil di garasi dan menemukan setumpuk uang tunai di dalam tas di bagasi mobil

Senior: Berandal itu cerdik.

Jung Dae: Benar.

Senior: Polisi tidak mungkin menggeledah mobil orang tua korban. Mereka punya sopir untuk membuka bagasi. Hei, bagaimana caramu mengetahuinya?

Jung Dae: Bukti. Aku hanya memikirkan apa yang kulihat. Dia terlalu bersih. Riwayat panggilan, rumah, dan alibinya. Dia memakai mobil sang Ayah untuk mengirimkan tebusan. Satu-satunya titik buta kita adalah tempat pengiriman. Kita mengira dia memberi mereka tebusan, padahal dia tidak perlu melakukannya.


Akhirnya supir dibawa ke kantor untuk menjalani penyidikan. Jung Dae membuka-buka berkas lalu berkata, pasti pak supr sangat menyayangi Ha Eun.

"Ya. Aku mulai bekerja di rumah itu saat Ha Eun lahir. Dia sudah seperti putriku sendiri."

"Maka kamu menculik temannya untuk menemaninya?"

"Aku tidak melakukan itu."

"Rupanya ada komplotan. Orang lain menculik anak itu dan kamu hanya mengambil uangnya?"

"Aku tidak melakukannya! Saat aku datang ke rumah itu, Ha Eun sudah..."

Kilas Balik..


Pak SUpir bicara di telfon dengan kesal, "Terjadi sesuatu kepada ibunya. Aku harus bagaimana? Aku akan mengantar anak itu dan langsung ke sana."

Tapi telfon diputus sepihak.


Kemudian Pak SUpir masuk ke ruangan latihan balet. Instruktur memanggil-manggil Ha Eun tapi anaknya tidak ada padahal barusan ada, sungguh aneh.

Dan tiba-tiba ada anak yang teriak. DI depan anak itu ada sepatu balet.

Kilas Balik selesai..


Pak supir mengaku merinding, seakan-akan Ha Eun lenyap begitu saja.


Mr. Han dan Da Il mendatangi taman bermain dimana Eun Yool menghilang, sayangnya disana sama sekali tidak ada CCTV.

"Kamu menemukan sesuatu?" Tanya Mr. Han.

"Aku harus melihat-lihat lebih lama."

Dan Da Il menganalisa TKP menemukan lubang

"Sang Ibu bilang dia berpaling sebentar. Dia pasti memeriksa kedua pintu keluar menuju taman bermain. Maka satu-satunya cara segera pergi dari taman bermain tanpa sepengetahuan orang adalah..."

"Pria dewasa tidak akan muat di sini terutama saat membawa anak." Kata Mr. Han.

Da Il menemukan mutiara di lubang itu.

"Mungkin pelakunya bukan manusia." Kata Da Il.


Selanjutnya mereka mendatangi tempat Ha Eun les balet, tempat Ha Eun menghilang.

Mr. Han bertanya pada instruktur, jam berapa Ha Eun menghilang. Ha Eun datang sepulang sekolah. Jadi, sekitar pukul 15.00 dan 17.00.

"Adakah murid yang satu sekolah dengannya?"

"Ada. Namanya Se Rin."

"Di mana dia?"

"Di sana yang berbaju biru."


Se Rin tiba-tiba menangis dan langsung keluar untuk mengambil sepatunya.

Da Il mengikutinya. Saat itu ada yang melihat mereka, seorang pengantar minuman yogurt.

Da Il bertanya pada So Ri, kenapa menangis? So Ri mengaku takut kalau Bo Ri akan datang ke rumahnya.

"Siapa Bo Ri?" Tanya Da Il.

Dan Se Rin menjawabnya dengan berbisik.

"Begitu, ya. Kenapa kamu takut kepadanya?"

Se Rin kembali menjawabnya dengan berbisik.

Se Rin: Tidak ada yang memercayaiku. Paman juga tidak percaya kepadaku?

Da Il: Aku tidak percaya pada apa pun. Jadi, aku memeriksa semuanya sendiri.


Da Il membaca file dari Pengacara Baek, isinya ada riwayat para saksi, sepertinya guru TK. Dan ia memutar rekaman CCTV, dimana menunjukkan seorang guru TK tertidur di kelas, nama gurunya Lee Chan Mi.


Besoknya, tujuan mereka adalah sekolah TK anak-anak yang menghilang. Dihalaman belakang, ada kandang binatang, ada kandang anjing yang bernama "Bo Ri".


Kayaknya disini mereka nyamar deh. Mr. Han menemui direktur TK dan mengelyh kepanasan.

"Baiklah, mari kita mulai. Kapan tanggal pindahannya?" Tanya Mr. Han setelah meminum minuman segar yang disajikan Direktur.

"Aku belum tahu. Bisakah kita mulai dengan perkiraan?"

"Baik. Kuharap mereka segera menemukan anak-anak dan penculiknya. Anda pasti sangat kesulitan."

"Sudah terlambat. Semua orang tahu siapa aku... Maksudku, karena ada banyak rumor soal aku, aku tidak bisa lagi bekerja di sini. Para orang tua ini meributkan lutut yang memar."

"Astaga. Berarti seluruh pegawai Anda juga harus pergi, ya? Sayang sekali."

"Mereka masih muda dan bisa bekerja di mana saja. Mereka tidak perlu menjaga keluarga mereka. Auh.. Sekarang kedua anakku kuliah. Aku harus bagaimana? Sangat memusingkan."


Mr. Han minum kembali, kali ini memasukkan es batu ke dalam mulutnya dan mengunyahnya. Direktur kesal dengan suara yang kunyahan itu.


Sementara itu, Da Il masuk ruang kelas yang ia lihatdi rekaman CCTV semalam. Saat ia sedang melihat-lihat, tiba-tiba Direktur mengetuk pintu.

"Permisi. Selagi di sini, bisakah kamu memberiku perkiraan untuk paviliunnya? Aku harus menyingkirkan itu untuk menyelesaikan ini."

"Baiklah."

Oh ya.. Da Il mengambil daftar acara yang tertempel di dinding. Acara untuk bulan Agustus. Secara diam-diam tentunya.


Mr. Han ke paviliun, ke tempat cucian, disana ada seorang wanita. Dan lagi-lagi Mr. Han mengeluhkan udara yang sangat panas.

"Bukankah di sini agak terlalu panas? Tidak ada penyejuk ruangan dan semua jendela tertutup."

Mr.Han mau membuka jendela tapi tidak bisa. Sabar pak.. hehehe.

Wanita itu meminta maaf karena tidak ada penyejuk ruangan.


Da Il datang kemudian dan mengatakan pada wanita itu bahwa ia akan memeriksa jumlah barang yang wanita itu punya karena Direktur meminta perkiraan paviliunnya.

Kayaknya wanita itu guru TK nya deh, Lee Chan Mi. Da Il melihat-lihat kamar Chan Mi dan disana sangat rapi pi pi, tapi pakaian Chan Mi agak kotor.

Da Il: Kebun binatang kecil di belakang tampak hebat. Kamu pun pasti punya anjing.

Chan Mi: Bagaimana kamu bisa tahu?

Da Il: Mudah sekali mengetahuinya. Aku melihat kandangnya di sana dan bajumu dipenuhi bulu anjing.

Chan Mi: Anjing itu hilang beberapa hari lalu.

Da Il: Astaga. Menurutmu dia tidak akan kembali?

Chan Mi: Apa? Tidak. Anak-anak itu harus kembali. Mereka pasti akan kembali.

Da Il: Maksudku anjingmu. Kandangnya pasti sudah ditutup. Pintunya tertutup.

Chan Mi: Bo Ri tidak memakai pintu. Dia menggali lubang di tanah. Dia kembali beberapa kali setelah menghilang.

Da Il: Tunggu, apa dia anjing gembala?

Mr. Han: Tidak boleh ada anjing gembala di TK. Anak-anak akan takut.

Chan Mi: Ya. Dia anjing milik Bu Direktur. Bo Ri anjing pintar. Dia terlatih dengan baik dan anak-anak menyukainya.

Da Il: Benar, bukan? Dia anjing gembala. Lihat? Sudah kuduga. Aku mendapat firasat. Aku bertanya karena salah satu temanku... Hyung mengenal Myung Sik, bukan?

Mr. Han: Ah.. Myung Sik dari restoran Tionghoa. Myung Sik adiknya Myung Soo?

Da Il: Ya, Myung Sik. Myung Sik... Maksudku, temanku melihat anjing gembala di jalanan akhir-akhir ini. Jika kamu mengatakan kapan tepatnya dia hilang, aku akan menanyainya di mana dia melihat anjing itu.

Mr. Han: Sebagai kurir makanan, dia tahu seluk-beluk kota ini. Bukankah begitu?

Da Il mengiyakan.


Lalu Chan Mi membuka catatannya dibawah selimut. Setelah membacanya, ia menjawab Da Il.

"Sehari sebelum.. anak-anak menghilang."


Pemeriksaan selesai, tapi Da Il masih curiga dengan kandang anjing itu sepertinya. Mr. Han melihat ada lubang di kandang anjing itu, jadi yang Chan Mi katakan benar adanya. Tapi apa itu penting?

"Bukankah ada yang aneh, Hyung? Dia bilang anjing itu selalu masuk dan keluar lewat lubang ini. Dia tidak tahu karena anak-anak. Kenapa dia membuang makanan dan minumnya?"

"Dia tampak sangat mencurigakan."

"Benar, bukan?"

"Dia tampak sangat mirip dengannya. Sikapnya sangat kejam, berhati dingin, dan egois"

"Mirip dengan siapa?"

"Bibiku. Saat masih kecil, aku berpikir bibiku bisa membunuhku. Aku memikirkan hal yang sama saat melihat Bu Direktur itu. Kamu tahu indra keenamku hebat. Dia mengambil keuntungan dari guru muda itu hanya karena dia tinggal di sini. Alibi Bu Lee adalah saat itu dia sedang lembur. Seluruh kamarnya memakai penyejuk ruangan, tapi bahkan tidak ada kipas angin di kamar itu."


Da Il malah masuk ke kandang itu.

Da Il: Lantas kenapa dia menculik anak-anak? Jika mengincar uang, dia bisa saja hanya menculik Ha Eun. Kenapa menculik tiga anak? Apa dia ingin TK ini bangkrut?

Mr. Han: Keluarlah. Kamu bisa menginjak kotoran anjing.

Da Il menemukan sesuatu yang mencurigakan, tapi ia tidak bisa lama-lama disana karena Cha Eun mulai mendekat.


Mr. Han menyadari itu dan menyuruh Da Il segera keluar, untungnya mereka punya alibi dengan memanfaatkan kelinci.

Mr. Han: Kelincinya terus berusaha kabur.

Tapi saat akan pergi mereka canggung juga dan jadi ceroboh karena kepergok, seperti tak sengaja menabrak sesuatu.


Di gerbang, mereka berpapasan dengan wanita pengantar yoghurt. Mr. Han akan membeli, tapi wanita itu mengatakan hanya mengatar untuk pelanggan saja.

Mr. Han: Kita butuh wanita. Sepertinya terlalu berbahaya jika kita berkeliling berdua saja. Kamu sudah menghapus iklan pekerjaan paruh waktu yang kamu unggah?

Da Il: Pekerja paruh waktu tidak bisa melakukan apa pun.

Mr. Han: Kita bisa mengajari mereka perlahan.

Da Il menyuruh Mr. Han pulang duluan, ia akan pergi setelah memeriksa sesuatu. Da Il juga menyerahkan seragam samaran mereka.

"Kamu ingin memeriksa apa?" Tanya Mr. Han.

"Gadis yang menangis di tempat les balet. Hal yang dia lihat mungkin benar."


Ternyata wanita itu menguping, ia bahkan memotret truk mereka. Wanita itu adalah Jung Yeo Wool (Park Eun Bin).


Yeo Wool mendatangi kantor polisi, ia membagikan jus pada dua polisi yang bertugas. Dan untuk Jung Dae ia menambahkan catatn, saynagnya Jung Dae tidak meminum jus yang Yeo Wool berikan.

"Minumlah karena aku memberikannya kepadamu." Pinta Yeo Wool.

"Sudahlah. Aku tidak butuh minuman seperti ini."

"Ini terbuat dari kubis organik. Sayang sekali. Pastikan kamu meminumnya."


Dan datanglah Se Rin, Yeo Wool langsung menyapanya, "Se Rin-ah. Di mana ibumu? Kamu kemari sendirian?"

Jung Dae bertanya, apa Yeo Wool mengenalnya.

Yeo Wool: Aku mengirim yoghurt ke rumahnya dan ke tempat lesnya.

Yeo Wool kembali bicara pada Se Rin, jika Se Rin mau mengatakan sesuatu kepada polisi katakan pada Jung Dae saja karena dia sama sekali tidak tampak seram. Yeo Wool meyakinkan Se Rin kalau tidak apa-apa, katakan saja.

Se Rin: Eun Yool mengikuti Bo Ri.


Jung Dae langsung mendekat, Bo Ri? Siapa Bo Ri? Dia teman sekelasm? Se Rin menunjukkan foto Bo Ri.

Jung Dae: Dia.. seekor anjing?

Senior: Imajinasimu pasti tinggi.

Se Rin: (Membentak) Aku melihat dia! Sungguh!


Lalu Ibu Se Rin datang, ibu minta maaf karena Se Rin pasti membahas Bo Ri lagi, "Dia bersekolah di TK yang sama dengan anak-anak yang hilang. Kurasa hilangnya mereka sangat membuatnya terkejut."

Jung Dae: Dia pasti mengalami trauma. Anda sudah menemui terapis? Jika Anda butuh seseorang...

Yeo Wool: Mungkin dia berkata jujur. Cobalah memercayai ucapannya.

Jung Dae: Nona Jung.

Yeo Wool: Kenapa kamu tidak memeriksanya? Kenapa kamu tidak mengajukan pertanyaan yang lebih serius? Dia bilang dia melihatnya.

Jung Dae: Keluarlah. Jangan ikut campur.

Yeo Wool: Detektif Park.

Jung Dae: Keluar. Aku tidak membutuhkan ini. Kamu tidak perlu kemari lagi.


Da Il mendatangi rumah Eun Yool, ia melihat taman bermain dari depan apartemen Eun Yool.


Lalu ia duduk di ayunan dan membayangkan apa yang terjadi. Saat ibu Eun Yool tidak melihat, Eun Yool melihat Bo Ri dan langsung mengikutinya.

Di semak-semak, ada yang menarik Eun Yool saat Eun Yool mengikuti Bo Ri masuk ke sana.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap