Sunday, September 30, 2018

Sinopsis The Third Charm Episode 1 Part 2


Sumber: jtbc


Joon Young ke perpus dengan temannya, Hyun Sang Hyun. Sang Hyun mengintip seorang cewek cantik.

"Dari sudut ini, dia lumayan juga. Tapi aku tidak bisa lihat sisi kiri wajahnya dari sini." Kata sang Hyun.

"Sepertinya dia punya pacar."

"Sudah kuduga. Kau bukannya tidak tertarik pada wanita. Tapi kau tidak punya pengalaman saja. Dan wajahmu... Kau juga kurang percaya diri. Besok jam 2 siang, ya?"

"Aku sudah ada janji."


"Apa? Kau? Aku sudah kenal kau selama 10 tahun, dan kau mencoba membodohiku? Hei, kerjaanmu itu cuma belajar dan beres-beres rumah pas akhir pekan. Selain itu, kau ada rencana? Rencana apa? Apa? Menghabiskan  waktu dengan diri sendiri?"


Saat makan, Joon Young memberitahu kalau ia aja janji petik daun ental sama keluarganya.

"Hei, apa memetik daun ental yang penting sekarang? Padahal ada cewek yang menunggumu. Apa kau tidak tahu kau harus mencuci piring seharian jika tidak membawa seorang partner ke pub minggu depan?"

"Aku suka kok cuci piring. Saat piringnya bersih, bukankah kau. merasa puas?"

Sang Hyun tak percaya mendengar jawaban Joon Young itu.


Lalu datang lagi 2 teman bergabung dengan mereka. Teman 1 (yang jaket merah) mengaku kalau ia selalu payah di kelas dan Ayahku mendaftarkannya wamil jika ia berulah lagi.

Teman 2 (yang jaket abu): Ayo kita mendaftar wamil sama-sama, kawan seperjuangan.

Teman 1: Ujian sudah selesai sekarang. Apa yang harus kita lakukan sekarang?


Joon Young: Karena ujian sudah selesai, kita... Ayo kita tulis laporan. Aku sudah pinjam beberapa buku dari perpustakaan.

Jelas semuanya malas melakukannya, mereka menyuruh Joon Young saja yang melakukannya. Sang Hyun mengingatkan kalau acara pub satu hari itu minggu depan. Mereka harus cari pasangan buat kesana.

Teman 1 dan 2 langsung heboh, Jurusan seni tari!


Ternyata Sang Hyun sudah putus sama cewek dari jurusan tari itu.

Teman 1: Kau memang hebat.

Sang Hyun: "Sudah"? Sudah apanya. Kalau aku dewa, aku pasti akan mencetak sejarah dunia hari Rabu depan.

Teman 2: Maka dari itu, kau harus memberi tahu perkembanganmu dengan cewek itu. Jelaskan serealistis mungkin. Kami ingin tahu semuanya.

Teman 1: Tapi kau bilang kau akan menjodohkan kami dengan anak jurusan tari. Jadi bagaimana sekarang?

Sang Hyun: Hei. Siapa yang membawa cewek dari kampus kita ke acara seperti itu? Kita butuh wajah baru. Kita harus ajak gadis-gadis baru.

Teman 1: Dari mana?

Sang Hyun: Universitas Wanita Hyunsung. Jurusan Media dan Hiburan!

kedua teman bersorak gembira.


Akhirnya mereka berpisah karena Sang Hyun membawa mobil sendiri. Sang Hyun mengingatkan waktunya, besok jam 2 siang!


Joon Young dandan untuk acara kencan buta ini. Ia bahkan merelakan acara memetik daun ental yang ia nantikan sepanjang tahun ini.

Ri Won: Padahal ini satu-satunya hari keluarga kita bekerja bersama.

Joon Young tidak peduli, ia tetap pergi. Ri Won bergumam kalau Joon Young berubah sejak masuk universitas.


Young Jae bekerja di salon, kali ini pelanggannya adalah teman SMA nya dulu.

Teman: Ini tidak boleh kentara sekali. Nanti Ayahku bisa-bisa membunuhku.

Young Jae: Tak akan. Dan lagipula warnanya sangat bagus. Warna hitam kebiruan sangat populer belakangan ini.


So Hee nyeletuk, Hitam kebiruan mana populer belakangan ini, sangat tidak populer. Ia bertanya, apa disana cuma ada majalah seperti itu? Tak ada majalah Jepang?

Pemilik salon memuji rambut So Hee yang bagus, nyalon dimana emang? So Hee menjawab di Gangnam.

Young Jae: Terus kenapa kau datang ke sini? Rambutmu 'kan sudah ditata di Gangnam.

So Hee: Memangnya aku juga mau datang ke sini? Aku cuma di sini karena teman-temanku  menginginkan saran dariku.

Young jae tidak menjawab lagi karena pemilik menyuruhnya mencuci rambut si teman.


Teman merasa Young Jae pasti kelihatan cantik jika kau pakai riasan mengingat waktu SMA dulu, Young Jae lebih populer dari So Hee.

"Maksudmu, di antara yang lain. Aku tidak punya alasan buat pakai riasan. Kalian semua bisa berdandan dan nongkrong karena kalian anak kuliahan."

"Tapi zaman SMA dulu itu seru sekali. Kita bahkan melompati tembok buat bolos makan tteokbokki."

"Oh, ya? Aku menemukan warung tteokbokki super pedas. Haruskah kita pergi bersama nanti?"

"Kami tidak bisa pergi hari ini."


Jadi mereka tadi bertiga. Teman yang nyalon (teman 1) merasa kasihan pada Young Jae, ia menyarankan agar Young jae diajak saja sekalian.

So Hee: Dia bahkan tidak kuliah. Mana mungkin kita mengajaknya? Kita berteman waktu SMA. Tapi sekarang kita tak begitu lagi. Tidak ada yang bisa kita lakukan dengan Young Jae. Bagaimana ya mengatakannya? Haruskah aku mengatakan kita tidak selevel dengan dia?


Teman 2: Tapi, kenapa dia memutuskan tidak kuliah? Padahal 'kan nilai dia waktu SMA tidak jelek-jelek amat.

So Hee: Tidak semua orang harus kuliah. Bagi orang-orang seperti dia, tidaklah buruk untuk hidup sesuai kemampuan mereka.


Teman 1 masih sempat menoleh pada Young Jae yang keluar untuk menjemur handuk. YounG Jae sepertinya iri dengan teman-temannya.


Ternyata ketiga teman Young Jae itu kencan buta dengan Joon Young dkk, tapi yang ceweknya kurang satu. Sang Hyun yang menanyakannya. So Hee menyenggol Teman 1 untuk menghubungi.


Sang Hyun menyuruh santai saja, mereka ijin ke toilet.


*Susah bener nyebutnya karna gak ada namanya*

Teman 2 dan teman 1 tahu kalau So Hee naksir Sang Hyun, jadi mereka harus memilih salah satu dari teman SO Hee. Temen 2 mendapat yang ujung kanan.


Sang Hyun mencium kalau Joon Young memakai parfum, baunya enak menurut Sang Hyun. Yang lain menggodanya.


Teman mereka tidak bisa datang karena ada janji. So Hee menyarankan Yeon Jung. Teman 2 mengatakan kalau Yeon Jung balikan dengan mantannya.

So Hee: Apa hubungannya punya pacar dengan ini? Aku saja punya pacar, tapi aku tetap datang.

Teman 1: Terus bagaimana?


Saat melipat handuk, Young Jae berbincang dengan pemilik salon. Pemilik tahu kalau Young Jae iri dengan teman-temannya tadi.

"Jujur, aku iri sama teman masa kecilku, mereka bisa pakai riasan dan bersenang-senang sekarang karena mereka sudah kuliah. Tapi aku lebih baik dapat sertifikat dan menjadi penata rambut."

"Kau tak perlu sertifikat buat buka salon rambut."

"Impianku bukan buka salon rambut."

"Aku tahu. Impianmu jadi penata rambut terkenal."


Dan.. Young Jae mendapat telfon dari Teman 1 untuk menggantikan temannya yang tidak datang di kencan buta. Young Jae menjawab kalau ia harus kerja dan telfon pun diputus.

"Mereka mengajakmu?" Tanya pemilik.

"Salah satu dari mereka tak jadi datang."

"Pergilah."

"Apa? Tapi 'kan tutup salonnya masih lama."

"Siapapun tahu kau sangat ingin pergi."

"Tapi aku bukan mahasiswi."

"'Kan tak ada yang tahu itu. Aku akan memberimu hari libur, jadi bersenang-senanglah seperti anak kuliahan. Jadi anak kuliahan toh tidak sehebat kaukira."

"Tetap saja.."

"Pergilah sebelum aku berubah pikiran."

"Terima kasih."


Akhirnya Young Jae pun pergi dengan hati berbunga-bunga.


So Hee mengatakan kalau Young Jae terlambat datang, jadi bagaimana kalau mereka semua pilih pasangan dulu? Lagipula dia cuma pengganti.

Sang Hyun: Baiklah. Pasangannya bisa menunggu di sini. Jadi bagaimana cara memilihnya?

So Hee: Jangan buang waktu dan tunjuklah siapa yang ingin kita kencani.


Setelah hitungan ketiga semua menunjuk pasangan yang ingin mereka ajak kencan. Joon Young tidak dapat pasangan, jadi ia harus menunggu.


Mereka semua pergi duluan meninggalkan Joon Young. Joon Ypung mengira setiap wanita yang datang adalah pasangannya, tapi ia salah sampai ia lelah sendiri dan memutuskan untuk belajar saja.


Akhirnya Young Jae datang dan langsung menghampiri Joon Young, "kau disini untuk kencan buta dengan anak Universitas Wanita Hyunsung?"

Joon Young menoleh pada Young Jae dan langsung ingat siapa Young Jae. Young Jae juga ingat siapa Joon Young, mereka ketemu di stasiun kereta bawah tanan karena kasus pria cabul. Mereka sama-sama tak menyangka bisa bertemu lagi.

"Tapi yang lain pada kemana?" Tanya Young Jae.

"Apa? Mereka semua sudah pilih pasangan dan langsung pergi duluan. Kita tidak punya waktu, jadi ayo pergi."

Young jae langsung menarik tangan Joon Young tanpa menunggu persetujuan Joon Young.


Teman JY 2 berpasangan dengan teman YJ 1. Mereka nonton bioskop dan saat mengambil popcorn tak sengaja tangan mereka saling menyentuh, mereka malu-malu.

Teman JY 2 mengulanginya lagi, tapi malah mendapatkan tamparan dari Teman YJ 1 karena kaget.


Teman JY 1 kencan dengan teman YJ 2 di restoran samgyeopsal. Teman YJ 2 bercita-cita menjadi komedian dan makannya banyak baget. Teman JY 1 khawatir soal uangnya.


So Hee dan Sang Hyun berkendara. Sang Hyun berkata ada bar yang sering iadatangi di Paju. Itu membuat So Hee tersenyum.

"Kenapa senyum?" Tanya Sang Hyun.

"Kau playboy, 'kan?"

"Benar."

Lalu Sang Hyun memakai kaca matanya.


Sementara itu, Young Jae dan Joon Young kencan di taman bermain. Joon Young harus mengikuti Young Jae menaiki semua wahana ekstrim.


Akhirnya mereka makan. Young Jae mengatakan kalau tempat itu terkenal dengan tteokbokki pedasnya. Ia biasanya bukan orang yang suka mentraktir makanan, tapi kali ini Joon Young pengecualian.

Dari tadi Joon Young terus bicara formal pada Young Jae padahal Young Jae sudah bicara nonformal. Young Jae jadi terlihat tidak sopan, jadi ia menyuruh Joon Young bocara nonformal saja, toh mereka seumuran. Joon Young setuju.

YounG Jae baru ingat kalau ia belum tahu nama Joon Young, jadi ia mengajaknya berkenalan.


Makanan mereka masak dan Young Jae langsung mencicipinya, ia sangat senang dengan rasanya. Joon Young mau menjelaskan kalau sebenarnya ia tidak bisa makan pedas, tapi Young Jae memotongnya.

"Aku.. tak mengerti sama orang yang tidak bisa makan pedas. Ini 'kan cara yang bagus buat melepaskan stres."

"Ya. Benar."

Jadi mau tak mau Joon Young harus memakannya. Joon Young memilih tteok yang kuahnya paling sedikit, ia mengusapkannya ke panci agar tidak terlalu pedas, tapi masih saja puuedas baginya.

"Bagaimana? Sangat mematikan, bukan?"

"Ya. Aku sepertinya mau mati."

"Belum sekarang matinya."


Kemudian Young Jae menambakan saus kematian kedalam panci, ia bahkan menyuapi Joon Young dengan paksa. Joon Young tidak bisa menahannya kali ini, ia teriak.


Joon Young berlari keluar untuk mencari ice cream, ia mengoleskannya ke lidah. Young Jae menyusulnya ke luar.

"Kau tak apa? Kau harusnya bilang kau tidak bisa makan pedas."

"Aku tak apa sekarang."

"Sepertinya tidak."

"Tak apa."


Joon Young mendengar ada pengumumam kontes minum bir, ia langsung berlari ke sana.

Young Jae mengikuti kontes itu untuk menghilangkan pedasnya dan ia bisa menang dengan mudah sampai babak final.


Young Jae mendukungnya dengan semangat dan akhirnya Joon Young juaranya walaupun ia mabuk sekali.


Pembawa acara menyuruh Young Jae maju juga untuk menerima tropi. Young Jae mendapat boneka dan Joon young mendapat tropi utamanya.


Saat sesi foto, Joon Young malah muntah dan muntahan itu tepat masuk ke dalam tropi yang dipegangnya. Smeunaya sontak menjauh.


Young Jae dan Joon Young pulang dengan bis yang sama. Young Jae bertanya, apa Joon Young baik-baik saja.

"Aku baik-baik saja, tapi aku ngantuk."

"Sepertinya tidak."

"Tidak, aku baik-baik saja."

Tapi Joon Young malah bersendawa keras. Young Jae ngakak. Joon Young minta maaf.

YounG Jae: Kau melepaskan semua stresku hari ini.


Akhirnya Joon Young ketiduran dan kepalanya menyender pada YounG Jae. Young Jae juga ketiduran lama-lama.


Saat bangun, Young Jae sadar ia harus turun, ia pun segera membangunkan Joon Young dan memencet bel.

"Hei, aku harus turun. Bangunlah, dan turunlah di stasiun yang tepat, ya?"

"Ya. Dah."

"Bangunlah."

Mereka saling melambaikan tangan.


Young Jae pulang dan harus mendapati sepatu kakaknya yang super bau ada di dalam. YounG Jae marah karena sudah ia bilang beberapa kali untuk meletakkan sepatu di luar. YounG Jae pun melemparkan sepatu kakaknya ke luar sambil menutup hidung.

Young Jae masuk dan melihat kakaknya ketiduran saat belajar. Lengan kakaknya dipenuhi koyo, sepertinya kakaknya pekerja berat disamping mempersiapakan untuk ujian PNS.

"Oppa. Oppa. Tidurlah berbaring." Kata Young Jae membangunkan.

"Aku tidak tidur. Aku lagi berpikir." Jawab Soo Jae setelah bangun.

"Tidurlah berbaring. Ya?"

"Ide yang bagus."

Dan Soo Jae pun kembali tidur dengan berbaring.


Young Jae masuk ke kamarnya, ia membuka tas dan ternyata tasnya tertukar dengan milik Joon Young. Di tas itu isinya buku Joon Young.


Joon Young meletakkan tropinya di kamar lalu berbaring. Ri Won masuk ke kamarnya dan melihat tropi itu, Joon Young pun duduk.

"Bir King?"


"On Joon Young, kau pasti lagi banyak pikiran belakangan ini. Tak apa jadi gay. Tak perlu malu. Tapi semoga kau tidak mendekati Hyun Sang Hyun, orang yang tukang gombal itu. Aku sampai bertanya-tanya kenapa kalian berdua selalu nongkrong bersama."


Joon Young kesal dan mndorong adiknya itu agar segera keluar dari kamarnya. Setelah Ri Won keluar, Joon Young kembali berbaring sambil memeluk tasnya, ia memukul-mukul tasnya dan terasa aneh.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap