Friday, September 21, 2018

Sinopsis The Ghost Detective Episode 9


Sumber: KBS2


Da Il melihat wanita itu mengikuti Mr. Han, ia bertanya apa sebenarnya mau wanita itu.

"Entahlah. Aku juga tidak tahu. Selain fakta.. bahwa kamu akan menjadi sangat kesepian. Aku akan membunuh.. semua orang yang menyayangimu."

"Tidak ada yang menyayangiku."

"Emm.."


Lalu Da Il melihat Mr. Han sedang bicara dengan pak satpam yang dalam pengaruh waniita itu karena matanya merah.

Mr. Han: Kamu tahu kantor kami sedang mengalami situasi sulit. Jika orang luar dilarang masuk pada malam hari, kami tidak akan mendapat kasus. Jangan kunci pintunya saat malam.

Pak Satpam: Pemilik gedung ini tidak mengizinkannya.


Da Il menjelaskan pada wanita itu kalau Mr. Han murni hanya rekan bisnis, tidak ada satu pun orang yang menyayanginya karena wanita itu sudah membunuh orang yang menyayanginya. 

"Maaf." Kata wanita itu dingin dan langsung berbalik.


Da Il meraih tangan wanita itu, tapi ia kesakitan, jalur aliran darahnya jadi hitam. Timbal baliknya, pengaruh wanita itu pada Pak Satpam berhenti, Pak satpam bersikap sesuai akal pikirannya.


Mr. Han terus membujuk Pak Satpam untuk menuruti keinginannya, bahkan memberikan minuman energi.


Wanita itu kembali menatap Da Il, dan Da Il terpaksa melepaskan tangan wanita itu karena ia tak tahan sakitnya.

Wanita itu terus menatap Da Il, ia bertanya, sakitkah?


Lalu wanita itu melangkah hingga ia dibelakang Da Il. Wanita itu menusukkan tangannya ke tubuh Da Il dan Da Il kembali merasakan sakit yang luar biasa, kali ini urat leher sampai telinganya menghitam.

Da Il juga tidak bisa bernafas (emang udah meninggal kali.. maksudnya saking sakitnya ia sampe nahan nafas gitu kalo orang idup). 


Setelah wanita itu menarik tangannya, DaIl sampai roboh ke tanah. Wanita itu juga heran karena belum pernah melihat itu terjadi, lalu ia pergi.

Mr. Han masih belum menyerah, ia membantu Pak Satpam membersihkan area parkir.


Pria yang tak sengaja menumpahkan minuman Yeo Wool di kafe menyerahkan saputangannya untuk Yeo Wool gunakan membersihan tumpahan minuman di celana. Pria itu adalah penjaga si wanita di RS.


Pria penjaga (panggil gitu aja ya biar mudah) tiba-tiba berkata dia tidak mirip dengan adiknya. Yeo Wool heran dan menatap pria itu. Ternyata pria itu sedang menatap adik kakak yang sedang makan dengan ibu mereka, Yeo Wool ikut menatap mereka.

Yeo Wool: Anda mengenalnya?

Pria penjaga: Tidak.


Dan ada seorang pegawai yang mendekati mereka. Pria penjaga melihatnya terlebih dahulu, ia bertanya pada Yeo Wool, apa temannya bekerja disana? Yeo Wool pun menatap pekerja itu, lalu pria penjaga pamit.


Pekerja itulah yang Yeo Wool kejar, Kim Gyeol.


Da Il tidak sanggup bangun. Ia melihat Mr. Han pergi seorang diri, ia merintih meminta Mr. Han jangan pergi sendiri, tapi tubuhnya tidak mampu ia gerakkan untuk mengikuti Mr. Han.

Dan akhirnya.. Da Il menutup matanya, pingsan (masa hantu pingsan? Embuhlah..).


Yeo Wool dan Kim Gyeol bicara berdua, ia bertanya apa yang terjadi? Gyeol menghilang dan tidak pernah menelepon, lalu mendadak muncul setelah beberapa tahun.

"Yi Rang menghubungiku lebih dahulu beberapa bulan lalu. Kurasa dia terus mencariku, lalu kami terus saling bertemu. Aku mengalami masa sulit setelah mengetahui kemalangan yang menimpa Yi Rang."

"Lantas kenapa kamu tidak menghadiri pemakamannya? Kenapa tidak menghubungiku?"

"Aku tidak datang karena merasa sangat bersalah. Semua ini tidak mungkin terjadi andai Yi Rang merasa cukup nyaman untuk memberitahuku tentang apa yang dia alami. Aku memikirkannya selama sebulan penuh. Aku memikirkan apa yang harus kulakukan. Tapi, setidaknya aku tahu satu hal yang selalu ingin dilakukan oleh Yi Rang."

Kilas Balik..


Saat Yi Rang dan Gyeol sedang di halte sambil makan ice cream. Yi Rang sampai tidak sadar ice cream-nya menetes di sepatu saking sibuknya melihat ponsel. 

Setelah mengelap sepatu Yi Rang, Gyeol bertanya apa yang membuat Yi Rang begitu fokus melihat ponsel.

Yi Rang menunjukkan sepatu yang dijual online, "Bukankah ini cantik? Sudah lama Yeo Wool menginginkan ini. Dia bisa membeli rumah dengan mudah, tapi bahkan tidak bisa membeli sepatu. Karena sudah berpenghasilan, aku akan membelinya untuk hari ulang tahunnya."

Kilas Balik selesai..


Gyeol mengajak Yeo Wool lebih sering bertemu mulai saat ini karena hanya Yeo Wool yang bisa ia ajak bicara tentang Yi Rang. Ia terus memikirkan Yi Rang, tapi sudah tidak bisa menemuinya. Jadi, setidaknya ia ingin melakukan hal itu. "Bisakah kita bertemu jika aku menghubungimu?"

"Belum bisa. Ada hal yang harus kulakukan. Begitu menyelesaikannya, aku akan meneleponmu."


Yeo Wool bangkit, tapi Gyeol menahan tangannya, "Mari bertemu lagi apa pun yang terjadi."

Yeo WOol tidak menyahut, ia mencoba melepaskan tangannya, tapi Gyeol manahan dan kembali bicara, "Dengarkanlah hal baik saja. Jangan mendengarkan hal buruk."

Tapi Yeo Wool kembali tidak merespon, ia menarik tangannya dan pergi meninggalkan Gyeol.


Mr. Han menemui kenalannya yang bekerja di RS untuk mencaritahu mengenai wanita itu. 

"Ada perlu apa kamu kemari? Ada yang sakit? Mau kupesankan kamar rumah sakit?" Tanya rekannya itu. 

"Aku tidak mungkin meminta hal semacam itu darimu. Bolehkah aku melihat catatan pasien tahun 1993? Aku perlu tahu alamat dan wali pasien yang dahulu dirawat di rumah sakitmu untuk hal yang sangat penting."

Ternyata temannya itu sudah lama berhenti bekerja dari rumah sakit itu dan sekarang bisnis jualan camilan. Mr. Han kesal sampai membatalkan pesanan.


Ternyata wanita itu ada di samping Mr. Han, ia tersenyum menang.


Saat akan pulang, Mr. Han kesulitan karena ada mobil parkir tepat di depan mobilnya. Ia akan mendorong mobil itu tapi tidak kuat sampai penanya katuh ke kolong mobil.

Mr. Han berusaha mengambilnya, tapi tiba-tiba ada yang menarik tangannya sampai semua tubuhnya masuk ke kolong mobil.


Sementara itu, Da Il masih belum sadarkan diri. Dan bertepatan dengan ia membuka matanya Yeo WOol datang. Yeo Wool sangat khawatir dan bergegas membantu da Il bangun. Da Il menyuruh Yeo Wool menghubungi Mr. Han secepatnya.


Setelah di dalam, Yeo WOol menelfon Mr. Han tapi tidak diangkat (ponsel Mr. Han tertinggal di atas mobil yang terparkir).


Da Il menyuruh Yeo Wool menyalakan laptop, mereka harus bisa melacak ponsel Mr. Han. Da Il melihat kalau ponsel Mr. Han bergerak menuju ke kantor.

Yeo Wool: Kamu sungguh tidak akan memberitahuku apa yang terjadi?

Da Il: Mr. Han dalam bahaya.


Tiba-tiba Mr. Han menelfon. Yeo Wool segera mengangkatnya dan menyalakan speaker. Dengan cemas ia bertanya dimana Mr. han dan apa Mr. Han baik-baik saja. 

Mr. Han: Aku? Aku menemui kepala administrator, tapi tidak mendapat hasil. Kini aku dalam perjalanan pulang.

Da Il: Ternyata dia sudah berhenti. Tanyakan apakah dia terluka dan melihat atau mendengar hal aneh.

Yeo Wool: Ini soal wanita itu?

Mr. Han: Apa?

Da Il: Dia akan berusaha membunuh Sang Seob.

Yeo Wool: Wanita itu mengincarmu. Lee Da Il-ssi tidak menjelaskan secara spesifik, tapi tadi dia pingsan di jalan.

Da Il: Jangan beri tahu dia soal itu.

Yeo Wool: Mr. Han juga harus diberi tahu.

Mr. Han: Apa Da Il baik-baik saja?

Yeo WOol: Cepat kembali kemari. Jika ada orang aneh berusaha berbicara denganmu... Tunggu.


Mr. Han ternyata tidak dalam kondisi sepenuhnya sadar, ia masih terpengaruh wanita itu melihat nada bicaranya yang tidak seperti biasa. Juga ada bekas cakaran di lengannya. 

Mr. Han: Apa dia terluka? Lukanya parah?

Yeo Wool: Dia tampak baik-baik saja, tapi kurasa tidak begitu. Kamu baik-baik saja, Pak Han? Kamu yakin tidak terjadi apa pun?

Tiba-tiba luka Mr. Han menghilang dengan sendirinya, jadi ia menjawab baik-baik saja, tidak terjadi apa pun.


Da Il menganalisis, meskipun mereka menemukan wanita itu, mungkin sekarang, ini lebih berbahaya bagi mereka. Mereka harus mencari tahu apa yang boleh dan tidak boleh ia lakukan. Mereka harus pergi ke suatu tempat.


Jadi mereka pergi ke tempat kerja Chae Won. Tapi kesnanya harus diam-diam. Yeo Wool saja sampai harus memencet alaram kebakaran untuk mengalihkan perhatian orang-orang agar ia bisa leluasa masuk, itu pun ia harus mencuri jas lab.


Yeo Wool mengetuk pintu runagan Chae Won dan saat itu Chae Won menyadari kalau Da Il harus dibukakan pintu oleh Yeo Wool. 

"Dia tidak bisa menembus pintu atau dinding?" Tanya Chae Won. 

"Ya, aku harus membantu dia membukanya." Jawab Yeo Wool.

"Sepertinya kamu bukan hantu jahat. Masuklah.


Chae Won: Jadi, dia menembus orang dan objek, bukan? Tapi tidak bisa menembus pintu atau dinding. Benar. Itulah peraturannya. Karena dunia manusia tidak mau menerima hantu. Kamu hanya bisa masuk melalui pintu yang terbuka dan mengikuti peraturan manusia untuk bergerak melintasi ruang.

Da Il: Sepertinya wanita itu bisa melintasi ruang dan waktu.

Chae Won: Andai kamu membuka pintu itu, menembusnya, atau melakukan teleportasi, ada dua kemungkinan. Entah kamu melakukan hal buruk dan menjadi lebih kuat, atau mendapat kemampuan dengan suatu syarat.

Da Il dan Yeo Wool: Syarat?

Chae Won: Mungkin kamu akan lenyap lebih cepat daripada rencana. Kamu menjadi lebih jahat setiap kali memakai kemampuan itu. Kamu tidak bisa memilih itu. Jadi, mungkin kamu juga hidup sebagai hantu normal. Kamu akan terbiasa. Jangan berusaha melakukan sesuatu.

Yeo Wool: Pasti ada sesuatu yang bisa dia lakukan, bukan?

Chae Won: Apa yang terjadi kepadanya?


Chae Won pun mendekat pada Da Il untuk menyentuhnya dan mereka berdua sama-sama kesakitan. Chae Won mengatakan kalau Da Il pasti sangat kesakitan.

Yeo Wool: Hantu bisa merasakan sakit?


Chae Won: Karena dia baru meninggal, rohnya masih memproses kematiannya sendiri. Dia akan merasakan lapar, sakit, mengantuk, lelah, sama seperti manusia. Mirip dengan limba maya. Dia tidak punya tubuh, tapi merasa seakan-akan punya. Tapi sekarang dia terluka parah. Dia masih lemah. Anjing yang mati di TK. Anjing itu sama sepertimu. Aku bisa merasakan rasa takutmu. Kamu bertemu dengan wanita yang membunuh anjing dan orang-orang itu? Apa pun caranya, hindari dia. Terlalu berbahaya. Kamu tidak bisa mengatasi dia.


Dari balik sekat terdengar seorang anak meneriaki seseorang dengan bringas. Anak itu juga melempari orang itu dengan apapun yang ada di dekatnya. 

"Dari mana saja kamu? Katakan!" Teriak anak itu. 

"Aku hanya membeli kopi. Aku juga perlu bernapas."

"Bernapas? Aku sudah lupa cara bernapas. Tapi kamu masih hidup. Kamu bisa bernapas!"

"Maaf. Tidak, hentikan!"



Anak itu tiba-tiba melepas selang nafas wanita itu. Pria penjaga ternyata yang dimarahinya tadi. Pria penjaga gugup dan segera memasang kembali selang nafasnya.

Anak itu kembali berteriak hingga membuat pria penjaga terjungkal.

"JANGAN SENTUH TUBUHKUUUU!!!"

Pria penjaga kembali duduk dan menggenggam tangan wanita itu, "Kamu harus percaya kepadaku. Kamu tahu aku melakukannya tepat sesuai perintahmu."


Anak itu bertanya, "Kamu menemui wanita itu, bukan? Jika kamu.. berusaha melakukan sesuatu tanpa sepengetahuanku, kamu akan sangat kesakitan hingga ingin mati."

Pria penjaga menjawab sambil berlutut dan gemetar "Kedua... Anak... Kedua anak itu bertemu. Jadi, kupikir kamu ingin tahu."

Wihh.. Apa pria penjaga itu seperti Yeo Wool ya yang bisa melihat hantu, tepatnya hanya bisa melihat anak itu seperti Yeo Wool yang hanya bisa melihat Da Il.


Chae Won baru kali ini menemui roh seperti Da Il, karena biasanya ia bertemuroh jahat.

Da Il: Jadi.. tidak ada cara agar aku bisa menangkap wanita itu?

Yeo Wool: Kami harus mencarinya. Bantulah kami.

Chae Won: Kamu sudah mati, tapi masih bisa berpikir. Andai masih hidup, bagaimana kamu akan mencarinya? Katakan semua yang kamu ketahui tentang wanita itu.


Da Il menyentuh dadanya sebelum bicara, mungkin mencoba mengurangi rasa sakitnya.

Da Il: Dia memakai halusinasi untuk mengacaukan pikiran terkelam orang. Begitulah dia membujuk bunuh diri dan kejahatan lainnya. Aku yakin.. lima tahun lalu, dia melakukan kejahatan serupa dan korban terbarunya adalah kepala sekolah itu.

Yeo Wool: Wanita itu bilang ayahnya bunuh diri demi dia saat dia berusia 12 tahun. Karena dia tampak berusia 30 tahun, kami mencari kasus yang terjadi saat dia berusia 12 tahun. Seorang ayah bunuh diri setelah membunuh putranya. Lalu putrinya yang berusia 12 tahun ditinggalkan bersama mayat selama dua pekan.

Da Il: Kami memeriksa apakah korban yang selamat adalah wanita.

Chae Won: Ada lagi?


Da Il: Suatu saat, dia muncul di depan kami dan mendadak menghilang.

Chae Won: Kapan?

Da Il: Pukul 1.00.

Yeo Wool: Manajer itu meninggal... Kematiannya sekitar pukul 1.00.


Chae Won berpikir, wanita itu harus kembali ke suatu tempat, mungkin dia roh gentayangan (Roh gentayangan adalah roh orang mati yang belum masuk ke alam baka). Chae Won meminta mereka untuk mencari tahu rentang pergerakannya?


Rekan kerja Chae WOn datang jadi Yeo Wool harus segera pergi. Chae Won pura-pura memberikan Yeo Wool berkas (ia menulis nomornya) dan meminta Yeo Wool segera pergi.



Mr. Han sedang berpikir dan tiba-tiba ia mendapat telfon. Ia mengangkat telfon tapi cuma suara gemerisik. Mr. Han menyuruh si penelfon menelfon nanti jika tidak mau bicara. Tapi si penelfon tiba-tiba bicara saat Mr. Han akan menutupnya.

"Aku mendapat nomormu dari Pak Kim."

"Begitu rupanya."

"Dia bilang kamu menanyainya soal pasien yang dirawat di Rumah Sakit Sopo pada tahun 1993."

"Apa kamu wali.. dari gadis itu?"

"Aku polisi yang menemukan dia."

"Siapa namamu?"

"Namaku Yoon Je Joon."


Dan Mr. Han melingkari nama polisi itu di berita yang ia cetak. 

Polisi Yoon: Pak Kim menyuruhku.. menemuimu. Aku harus bekerja, jadi, waktuku hanya senggang sekarang. Aku meneleponmu karena sedang berada di daerahmu.

Mr. Han: Di mana aku harus menemuimu?


Polisi Yoon mengatakannya dan Mr. Han mencatat di buku catatannya. Mr. Han kemudian menyobek catatannya dan hanya membawa selember kertas untuk menemui Polisi Yoon.


Mr. Han menemui polisi Yoon disebuah kafe. Mereka duduk sebentar.


Yeo Wool dan Da Il kembali ke kantor. Yeo Wool menelfon Mr. Han tapi ponselnya mati. Da Il meneliti berkas yang berserakan di meja, artikel tentang wanita itu, ia menyadari ada yang dilingkari, yaitu di nama Polisi Yoon.

Da Il melihat buku catatan Mr. Han, ia tahu ada bekas sobekan, ia pun meminta Yeo Wool mengambilkan pensil. Yeo Wool mengarsir bekas tulisan pada buku itu dan mereka bisa membaca sebuah alamat. 


Lalu mereka bergegas menuju ke alamat itu. Di kafe itu tapi Mr. Han sudah tidak ada disana.

Yeo Wool: Aku sudah bilang kepadanya ini berbahaya. Kenapa dia kemari sendirian? Dia bahkan tidak meneleponku.

Da Il: Karena dia mendengar aku terluka. Mungkin dia berpikir aku akan makin terancam. Dia juga pasti mencemaskanmu.

Yeo Wool: Di mana kita bisa menemukan Mr. Han?

Da Il: Polisi yang pertama menemukan dia, Yoon Je Joon. Kita harus mencari tahu tempat tinggalnya dan apa pekerjaannya sekarang. Seperti Lee Chan Mi, sang Kepala Sekolah, dan Pak Manajer, kita tidak tahu apa yang akan dia lakukan kepada Mr. Han.


Yeo Wool menelfon Chae Won untuk mint bantuan, tapi itu bukan bidang Chae Won, tapi Chae WOn memiliki teman lain untuk membantu.


Chae Won menemui Jung Dae untuk meminta bantuan. 

"Kali ini kamu harus membantuku. Polisi dari tahun 1993 itu. Sersan Yoon Je Joon. Cari tahu tempat kerjanya atau apakah dia berhenti bekerja. Aku juga butuh alamatnya."

"Ini soal apa? Apa yang terjadi?"

"Kamu selalu meminta bantuanku. Lakukan saja ini untukku, paham?"

"Aku sedang menyelidiki kasus. Seorang detektif bisa bertanya kepada petugas koroner, tapi ini informasi pribadi. Pulanglah."

"Kamu tidak akan melakukannya sekalipun melibatkan wanita itu?"

"Wanita apa?"

"TK Dasom. Wanita yang terlihat saat kepala sekolah itu meninggal."

"Apa?"

"Cari informasinya."

Dan Chae WOn pun pergi. Jung Dae melihat catatan yang Chae Won tinggalkan.


Jung Dae menemui Yeo Wool di kafe tadi. Ia bertanya kenapa Yeo Wool mencari orang mati? Polisi Yoon sudah meninggal 20 tahun lalu, bunuh diri.

Jung Dae: Kamu tidak akan memberitahuku ini soal apa?

Da Il: Di mana dia meninggal?

Yeo Wool: Di mana?

Da Il: Lantas apa jika aku memberitahumu?

Da Il: Tanyakan tempatnya.

Jung Dae: Jika aku memberitahumu, kamu akan pergi ke sana? Kamu akan terjerat dalam kasus yang aneh. Apa ini melibatkan wanita itu? Wanita bergaun merah. Wanita yang mendesak Chan Mi untuk menculik anak-anak seperti yang disebutkan di dalam buku harian. Yeo Wool-ssi, siapa wanita itu? Apa yang kamu ketahui?

Da Il: Minta dia mengatakan tempat polisi itu meninggal. Kita tidak ada waktu untuk ini!

Yeo Wool: Kami tidak ada waktu.

Jung Dae: Aku akan ikut. Aku harus melihat sendiri.. apa yang terjadi.


Polisi Yoon membawa Mr. Han ke tempat yang sepi dan gelap, keknya tempat/gedung itu sudah gak kepake. Mr. Han heran, kenapa Polisi Yoon membawanya kesana.

Tiba-tiba polisi Yoon seperti zombi. Gerakannya patak-patah dan bersuara kratak-kratak, wajahnya juga menjadi penuh darah dan menakutkan.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap