Tuesday, September 18, 2018

Sinopsis The Ghost Detective Episode 8


Sumber: KBS2


Yeo Wool dan Da Il mengikuti Mr. Han. Mr. Han yang hanya bisa melihat Yeo Wool melarang Yeo Wool ikut karena ia akan menemui polisi, tapi Yeo Wool tetap ingin ikut.


Tepat saat itu Pengacara Baek datang. Ia datang karena pihak Mr. Han maupun Da Il tidak pernah mambahas soal insentif. 

Mr. Han: Insentif? Jangan mencemaskan itu. Kami berterima kasih karena tidak perlu membayar uang sewa. Sekarang anak-anak aman, itu sudah cukup bagi kami. Itulah insentif kami.

Pengacara Baek: Kami bilang kalian bisa mengajukan jumlah berapa pun, tapi kalian tidak pernah mengabari. Ini cara CEO Lee mengungkapkan rasa terima kasihnya. Ini milik kalian.


Pengacara Baek memberikan kunci mobil dari mobil yang terparkir tepat di sebelah mobil Mr. Han. Mr. Han menoleknya, itu tidak masuk akal. Ia meminta Pengara baek memberikan apa yang Da Il mau saja saat Da Il nanti kembali.

Pengacara Baek: Lee Da Il-ssi masih pergi tanpa menelepon?

Mr. Han: Ya. Dia pasti akan menelepon. Dia memang sangat tidak bisa ditebak.


Maka, Yeo Wool pun menerima kunci mobil itu dan langsung membuka pintu belakang mobil, ia mengkode Da Il untuk masuk ke dalam.  

Mr. Han: Apa yang kamu lakukan? Jangan menyentuhnya. Sidik jadimu akan menempel.

Yeo Wool mengaku takut naik mobil Mr. Han, apalagi spionnya sudah mau copot. Mr. Han menjelaskan kalau mobil nya melaju lebih cepat dahulu daripada Porsche di Autobahn. "Sangat cepat!" tidak tahu slogan itu?

Yeo Wool: Terima saja mobil ini.

Pengacara Baek: Tolong terimalah. Aku baru bisa mengakhiri kasus ini setelah kamu menerima mobil itu. Maka aku akhirnya akan dibayar oleh klienku.

Yeo Wool: Lihat? Dia juga akan kerepotan.

Dan Yeo Wool pun langsung masuk ke mobil, mau tidak mau Mr. Han pun menerima mobil itu.


Mr. Han tidak mengerti tujuan Yeo Wool, kan sudah ia bilang mau pergi ke kantor polisi, tapi kenapa malah arahnya beda?

"Benar. Aku sungguh tidak tahu tempat ini." Kata Yeo WOol sambil menoleh kebelakang sekali.

"Apa? Kamu membuatku takut."Kata Mr. Han sambil menoleh kebelakang mengikuti Yeo Wool tadi.

Nyatanya, Yeo Wool bicara dengan Da Il. Da Il bilang akan memberitahu Yeo Wool begitu mereka tiba di dekat TK itu, sekarang menyetirlah saja.

Yeo Wool: Mari bicara setibanya kita di sana. Aku tahu keberadaan Lee Da Il-Ssi.


Dan mobil berhentilan di padang ilalang tempat Da Il dikubur. Mr. Han masih tidak mengerti, kenapa Yeo Wool berhenti disana?

"Kenapa kamu diam saja? Di mana Da Il? Dia terluka?" Tanya Mr. Han.

"Dia ada di sini." Jawab Yeo Wool sambil menunjuk dimana da Il berada, tapi karena Mr. Han tidak bisa melihat Da Il, iapun hanya melihat udara kosong.

Yeo Wool melanjutkan"Selama ini dia bersamamu sejak tadi malam."

"Kamu memimpikan dia? Hei. Kamu tidur sambil berjalan?"

"Saat mencari anak-anak di hari itu, Lee Da Il-Ssi.. meninggal. Lee Chan Mi membunuh dia saat dia membawa Eun Yool keluar. Tepatnya, itu karena wanita yang tidak bisa diidentifikasikan. Kami butuh bantuanmu untuk menangkap wanita itu."

"Apa maksudmu? Ah.. Yeo Wool-ah. Kamu boleh berhenti bekerja paruh waktu. Orang-orang mati bukanlah salahmu. Da Il pasti baik-baik saja. Aku akan meneleponmu begitu dia tiba. Tidak. Aku pasti akan menemukannya. Jadi, ayo kembali."

"Di sebelah sana. Jasadnya.. dikubur di sebelah sana."

"Hentikan. Jasad apa? Jangan bilang begitu. Jangan coba memikirkannya. Sudah cukup."


Tapi Yeo Wool begitu yakin dan itu membuat Mr. Han semakin ingin menunjukkan kalau Yeo Wool salah jadi ia mengikuti kemana Yeo Wool pergi. 



Yeo Wool mengikuti Da Il sampai dimana tempat Da Il dikubur. Da Il menyuruh Yeo Wool mulai menggali.

Yeo Wool dibantu Mr. Han menggali dan itu tidak mudah, mereka harus menggali cukup dalam, mereka kelelahan. 

Mr. Han: Bisakah kamu menanyainya? Sedalam apa dia dikubur?


Sampai akhirnya Mr. Han menemukan tanda pengenal militer milik Da Il. Mr. Han mulai yakin kalau perkataan Yeo Wool benar adanya.


Mereka kembali setelah menemukan fakta itu. Mr. Han berkata kalau ia lapar dan mengajak Yeo Wool makan. Da Il setuju, ia yang memilih tempat makan.


Da Il membawa mereka ke tempat sandwich. Sebenarnya Mr. Han tidak setuju makan disana, ia ingin makanan yang hangat dan lezat.

"Lee da Il-ssi ingin pergi kemari." Jawab Yeo Wool.

Dan Yeo Wool memesan sesuai arahan Da Il. Mr. Han terkejut mendengarnya, ia tahu betul kalau itu adalah yang selalu Da Il pesan. 

Da Il: Kita tidak perlu menggali tanah. Datang kemari saja sudah cukup.

Yeo Wool menatap Mr. Han yang masih terkejut. Yeo Wool heran pada Da Il, toh Da Il tidak akan bisa memakannya. Yeo Wool lalu menjelaskan pada Mr. Han kalau mereka hanya ingin Mr. Han melihat itu dan..

Mr. Han memotong omongan Yeo Wool, ia berkata pada penjaganya bahwa mereka pesan sandwich yang sama 3.


Da Il mau makan bagiannya, tapi ia tidak bisa menyentuhnya. Yeo Wool pun memberikan bagian Da Il kembali pada Mr. Han karena Da Il tidak bisa menyentuhnya. 

"Apa dia bilang merasa lapar?" Tanya Mr. Han. 

"Ya."

"Selama ini dia belum makan?"

"Ya."Jawab Yeo Wool lagi setelah melihat Da Il mengangguk.


Lalu Mr. Han menancapkan garou dan pisau pada sandwich Da Il dan mengulurkannya pada Da Il, "Kudengar.. hantu hanya bisa makan makanan yang langsung ditawarkan kepadanya. Nikmatilah makananmu, Da Il-ah."


Da Il iseng aja mencoba menyentuhnya lagi dan kali ini ia berhasil, bahkan ia bisa memakannya, walau yang bisa melihat hanya Yeo Wool dan dirinya.

Dimata Mr. Han, Yeo Wool bicara sendiri dan ketawa sendiri. 

Yeo WOol: Aku turut senang. Bagaimana kamu bisa makan ini? Sebelumnya kamu bilang tidak bisa makan apa pun.


Da Il meminta Yeo Wool memberikan minuman. Tapi harus menyebut namanya seperti Pak Han tadi. Yeo Wool pun melakukan itu dan Da Il kembali bisa memegangnya. 

"Sekarang aku paham. Ini dia. Begini caranya jika aku ingin makan." Kata Da Il puas.


Mr. Han menangis sambil makan menyadari Da Il-nya sudah tiada. Sedih banget dia.


Jung Dae membawa buku catatan Guru Lee ke kantor, disana ada alamat sosmed beserta passwond-nya, ia pun membukanya.


Jung Dae membaca komentarnya, tapi semua yang menulis adalah Guru Lee sendiri. Jadi Guru Lee berkomentar di postingannya sendiri.

"Semua ini karena direktur itu, bukan?"
"Kamu menyuruhku membalas dendam dan membunuhnya?"
"Sungguh? Benarkah aku harus membunuhnya?"


Senior mendekat, bertanya apa itu? Guru Lee berkepribadian ganda? Sepertinya Guru Lee berkhayal. Apa Jung Dae sudah memeriksa apakah dia mengidap penyakit mental?

"Ya. Dia pernah menjalani pengobatan untuk depresi." Jawab Jung Dae.

"Maka dia sungguh berkhayal. Kirimkan buku hariannya ke psikiater dan mintalah analisis dokter."

"Baik."

"Aku permisi ke toilet."


Jung Dae mencocokkan dengan catatan yang selalu ditinggalkan Yeo Wool di setiap jusnya. 

Kilas Balik..


Yeo Wool mengatakan pada Jung Dae mengenai kejadian yang menimpa adiknya, "Aku yakin ada wanita yang mengenakan baju merah. Dia bahkan bertanya apakah aku marah."

Jung Dae menunjukkan rekaman CCTV pada Yeo Wool yang memperlihatkan kalau wanita itu tidak ada disana. Tapi Yeo Wool masih ngeyel.

"Lihat? Adikku juga melihatnya. Adikku memintaku untuk tidak melihatnya. Dia menyuruhku lari. Aku yakin dia pelakunya."

"Mungkin adikmu berhalusinasi karena syok. Atau mungkin dia keliru. Dan mungkin dia membuat ingatanmu terdistorsi."

"Bisakah kamu menanyai orang lain? Mungkin orang lain melihatnya."

"Aku sudah menanyai semua orang. Tidak ada yang melihat wanita berbaju merah."

Kilas Balik selesai..


Sekarang Jung Dae curiga dengan wanita berbaju merah itu setelah melihat Guru Lee juga menulisnya. Ia bertanya-tanya, Apakah wanita itu alasan Yeo Wool terlibat dalam kasus Lee Chan Mi?


Chae Won menelfon Jung Dae untuk datang ke kantornya. Disana Chae Won mengatakan jelas ada orang lain di TKP selain Lee Chan Mi. Menilai dari ukuran dan set gigi dari bekas gigi di leher anjing itu, dipastikan dia pria.

Jung Dae jadi ingat Yeo Wool yang mencari-cari Da Il di malam Lee Chan Mi ditemukan gantung diri di TK.  

Chae Won: Tapi sebenarnya ada satu orang lagi di sana selain Lee Chan Mi, anjing itu dan pria yang tidak diketahui. Seseorang yang sangat ditakuti oleh Lee Chan Mi dan anjing itu.

Jung Dae: Kamu menemukan sesuatu? Penyidik tidak menemukan jejak orang lain.

Chae Won: Kenapa kamu tidak mencari tahu sendiri? Kamu harus melakukan tugasmu sebagai polisi. Mungkin itu berkaitan dengan kematian kepala sekolah TK itu.

Jung Dae: Apa dasarmu untuk semua asumsi ini? Kudengar kamu pernah seperti ini. Seniorku bilang firasatmu pernah membantunya menangkap penjahat. Bagaimana kamu tahu semua ini?

Chae Won: Kamu penasaran? Sepertinya kamu bisa menyebutnya percakapan. Percakapan dengan orang mati.


Chae Won sengaja menakut-nakuti Jung Dae dengan menggebrak meja secara tiba-tiba dan saat Jung Dae terkejut dengan gebrakannya, ia tertawa puas.



Mr. Han mendengar penjelasan Yeo Wool, bahwa intinya Da Il dibunuh oleh hantu.

Yeo Wool: Maksudku, kita harus mencari hantu itu dengan bantuan hantu ini (menunjuk Da Il disebelahnya).

Mr. Han: Tidak! Sebelum itu, aku harus mencari jasad Da Il. Kita akan mencari tahu siapa yang mengubur dan mengeluarkan jasadnya. Begitu menemukan jasadnya, kita akan mencari penjahatnya.


Da Il memberitahu Yeo Wool kalau mencari tahu identitas wanita itu lebih mendesak daripada mencari jasadnya. Yeo Wool langsungmenyampaikannya pada Mr. Han, serta menambahi, "Aku punya petunjuk yang akan membantu kita dalam mencarinya. Bantulah aku soal itu dahulu."

Mr. Han bicara pada Da Il yang tak dilihatnya, jangan cemas, ia janji akan mencari jasad Da Il apa pun caranya.


Yeo Wool menunjukkan hasil pencariannya di Internet yang berbekal cerita wanita itu. Mereka sibuk pokoknya. Mereka menemukan beberapa artikel yang kelihatannya mirip.

"Seorang Ayah Bunuh Diri bersama Kedua Anaknya"
"Korban Selamat dalam Percobaan Bunuh Diri"


Dan akhirnya mereka menemukan cerita yang mirip banget dengan cerita wanita itu. 

Da Il: Anak perempuan yang kamu lihat di TK.. Kamu bilang ada sayatan di lengannya, bukan?

Yeo Wool: Ya.

Da Il: Bukankah itu mirip dengan artikel ini?

Yeo Wool: Maksudmu dia adalah wanita itu saat masih anak-anak?

Da Il: Ayo selidiki anak perempuan yang disebutkan di sini. Maka kita akan bisa mencari tahu.


Seseorang erawat/dokter kemarin membaca buku dengan keras di samping tubuh wanita itu. 

"Seorang nelayan miskin mengeluarkan jaring ikan dari air. Tapi bukannya menangkap ikan, dia menangkap panci kuno. Tutupnya tertutup rapat dengan lilin lebah. Dan panci itu tersegel dengan cap Raja. Karena penasaran, dia membuka panci itu. Bersamaan dengan asap, roh jahat yang besar dan menakutkan tiba-tiba keluar. Begitu roh jahat itu keluar, dia berusaha membunuh nelayan itu. Tapi nelayan itu bertanya kepada roh jahat kenapa dia berusaha membunuhnya padahal dialah yang membebaskan dia. Lalu roh jahat itu menjawab. 

"Saat pertama terkunci di dalam panci itu, aku berniat menuntun orang pertama yang membebaskanku ke tempat yang dipenuhi harta karun".

Tapi dalam waktu lama, tidak ada yang membebaskanku, Lalu, aku bersumpah akan mewujudkan tiga permintaan orang yang membebaskanku. Namun, tidak ada yang menyelamatkanku. Lantas aku menjadi geram dan bersumpah."

-=Agustus 1993=-


Anak yang Yeo Wool temui di TK kemaren pada waktu itu sendirian di rumahnya. Kemudian dua petugas mengetuk pintu rumahnya dengan snagat keras dan karena tidak ada jawaban, mereka masuk paksa.


Di luar, dua petugas itu mencium bau yang luar biasa tidak enak sampai mau muntah, sepertinya dua orang yang ada di lantai sudah meninggal. 


Lalu petugas melihat anak itu yang ternyata masih hidup, tapi saat diselamatkan, anak itu malah mencakar petugas. 

"Jika ada yang menyelamatkanku, aku akan membunuhnya." Suara Dokter/Perawat itu. 


Da Il berkata, "Jika anak perempuan dalam artikel ini adalah wanita itu, kita harus mencari tahu lebih banyak soal kehidupannya setelah polisi menemukannya."

"Serta apa yang dia alami sebelum meninggal." Sambung Yeo Wool saat mengatakannya balik pada Mr. Han.


Mr. Han menganggapi, "Di sini tertulis dia dibawa ke rumah sakit mana. Kita harus mencari tahu tanggal kepulangannya dan walinya."

Yeo Wool menatap Da Il, apa itu mungkin? kan kasus lama.

Mr. Han menggedor meja, "Kepala administrator rumah sakit itu berutang kepadaku.

Da Il menjelaskan, "Pada masa itu, dia cukup menakutkan. Seperti gangster. Dahulu pekerjaannya mencari orang dan mengumpulkan uang."

Mr. han seperti punya firasat, ia melarang Da Il mengatakan omong kosong kepada Yeo Wool. Bahkan ia mengayunkan kertas untuk mengusir Da Il. Itu membuat Yeo Wool tersenyum.


Mr. Han menyuruh Yeo Wool istirahat saja, ia akan mengabari begitu menemukan sesuatu.

Yeo Wool: Aku tidak apa-apa. Mari...

Mr. Han: Berhentilah berkata kamu baik-baik saja. Orang akan berpikir kamu sungguh baik-baik saja. Lihatlah lingkar hitam di bawah matamu. Masuklah. Beristirahatlah. Itulah sebabnya Da Il memintamu mengatakan kebenarannya kepadaku. Percayakan kepadaku.


Da Il mengantar Yeo Wool pulang, tapi Yeo Eool ragu gitu mau masuk rumah. Da Il menduga Yeo Wool takut sendirian, tapi Yeo Wool ternyata mengkhawatirkan Da Il.

"Kamu tidak masalah jika sendirian saja?"

"Ada apa soal aku?"

"Kamu tidak bisa melakukan apa pun. Kamu tidak bisa menyentuh apa pun. Kamu bahkan tidak bisa membuka pintu. atau makan apa pun."

"Mr. Han akan melakukannya dengan baik. Kita memberi tahu dia semuanya. Jadi, sekarang dia akan membiarkan pintunya terbuka."

"Kalau begitu, semua aman. Sampai jumpa."

"Jangan cemas dan tidurlah dengan nyenyak. Jangan lupa mengunci pintu dan jangan biarkan siapa pun masuk."

"Mengunci pintu tidak akan mengusir wanita itu."

"Dia tidak melukai orang secara fisik. Dia memanipulasi pikiran orang. Pikiran yang terlemah dan paling kelam. Rasa bersalah. Rasa takut. Hal semacam itu."

"Aku baik-baik saja. Aku tidak akan tertipu olehnya."

"Dia bisa memanipulasi orang lain untuk melukaimu. Seperti yang dia lakukan kepada kepala sekolah itu. Jadi.. jika terjadi sesuatu, hubungi Mr. Han."

"Baiklah."

"Tidurlah dengan nyenyak."

"Baik."

Dan Yeo Wool pun membuka pintu lalu masuk ke dalam.


Di dalam, Yeo Wool melihat tendanya dan teringat sesuatu.

Kilas Balik..


Saat Yeo Wool mendirikan tenda itu, Yi Ran bertanya, sedang apa? Yeo Wool menjawab dengan tidak melihat Ye Rin.

"Aku tidak bisa melihat. Apa yang kau lakukan?" tanya Ye Rin (Ye Rin bisa berkomunikasi dengan melihat pergerakan bibir lawan bicaranya karena telingaya kurang begitu bisa mendengar).

Maka Yeo WOol pun mendekat, "Kamu bilang kamu menginginkan kamar. Kamu mengomeliku karena membeli apartemen studio. Jadi, aku membuat kamar kecil untuk diriku. Tempatilah kamar yang besar."

"Kapan Kakak membeli tenda itu?"

"Baru saja."

"Aku sudah boleh memasangnya?"

"Ke mana Kamu akan membawanya?"

"Kenapa kamu mengajak ribut? Aku tidak akan pergi ke mana pun. Kamu tidak melihat aku memasangnya di sini?"


Maksud Yi Rang bukan sekarang, ia bertanya apa rencana Yeo Wool? Kapan akan pergi?

"Rencana apa?" Tanya Yeo Wool lalu berbalik untuk mendirikan tendanya lagi.

"Pendakian Appalachia atau apa pun itu. Mengembara. Kapan akan melakukannya? Lima tahun lagi? Sepuluh tahun lagi? Setelah melunasi pinjaman?"

"Aku sudah sering mengatakan ini. Masalahmu bukanlah mengalami ketulian, tapi kamu tidak memahamiku."

"Pergilah sekarang. Kenapa tidak bisa pergi sekarang? Kenapa membeli rumah ini? Cemas aku tidak bisa membayar sewa? Aku bisa mengurus diriku sendiri. Jangan menjadikanku alasan."

"Kamu sungguh tidak suka tinggal bersamaku?"

"Masuk saja ke tenda itu. Keluarlah hanya saat aku menyuruh."

"Kamu sangat tidak sopan. Jangan lupa aku ini kakakmu. Kamu selalu bilang bisa mengurus dirimu sendiri, tapi tetap membutuhkan bantuan kakak." Omel Yeo Wool sambil melanjutkan pendirian tendanya.

Kilas Balik Selesai..


Yeo Wool melipat tendanya dan membersihkan rumah, ia bahkan menyimpan tendanya di tempat yang tidak terlihat.

Yeo Wool: Aku tidak akan lari. Aku tidak akan pergi ke mana pun. Hingga bisa menangkap wanita itu.


Pintu depan diketuk. Yeo Wool waspadasebelum membukanya, ia mengunci pintunya dulu seperti yang Da Il katakan. 


Tapi tidak ada siapapun di luar, Yeo Wool hanya menemukan bingkisan. Yeo WOol membawanya masuk dan ternyata isinya adalah sepatu.


Di bingkisan itu ada suratnya, Yeo Wool membacanya.

"Maaf terlambat. Ini hadiah Yi Rang untukmu. Selamat ulang tahun. Dari Gyeol."


Yeo Wool mengenal nama itu, Kim Gyeol. Ia langsung keluar untuk melihat otangnya. Ia melihat seorang pria berjalan keluar dari lokasi apartemen. Yeo Wool langsung mengejarnya.

Kilas Balik...


Sepertinya Kim Gyeoll adalah pacar Yi Rang saat SMA. Saat itu, Yeo Wool murka banget sama Gyeol,

"Aku akan menghajar bedebah itu. Jika Yi Rang menangis, aku akan menghajarnya."

Yeo Wool berlari ke arah Gyeol dan Yi Rang, ia mengarahkan tubuh Gyeol untuk menghadapnya, tapi karena siluet jadi tidak jelas wajahnya seperti apa.

Kilas Balik selesai..


Yeo Wool mengikuti Gyeol sampai ke kafe, disana ia  keliling mencari sosok Gyeol tapi dia lenyap. 


Da Il mengeluh karena Mr. Han lupa untuk membuka pintu jadi ia tidak bisa masuk. Dan ia pun terus berjalan sampai di tempat parkir, ia bicara sendiri. 

"Dia pasti ada di dalam. Apa dia tidur? Mobilnya diparkir di sini."


Tiba-tiba pak satpam memanggilnya. 

"Lee Da Il-ssi. Kamu di sini, bukan?"

Tiba-tiba juga mata bapak itu berubah merah dan ia bisa menatap tepat dimana Da Il berada. "Aku geram karenamu."


Da Il ketakutan, ia menjauh tapi seorang Ahjumma yang tadi jalan dibelakangnya menghalangi, Ahjumma itu matanya juga merah.

Ahjumma: Sesekali itu terasa menyenangkan, tapi aku terganggu. Kenapa kamu tidak bunuh diri saat ibumu meninggal? Maka ini tidak akan terjadi.

Ahjumma itu kemudian jalan melewati Da Il seperti tidak terjadi apa-apa. Bapak tadi juga sudah bersikap normal. 


Da Il jalan lagi dan begitu kaget saat ia melihat wanita itu di belakang Mr. Han. 


Da Il bertanya, apa sebenarnya yang wanita itu inginkan. Tapi wanita itu sesungguhnya juga tidak tahu keinginannya selain fakta bahwa kamu Da Il menjadi sangat kesepian.


Wanita: Aku akan membunuh semua orang yang menyayangimu.


Yeo Wool menunggu di kafe, menunggu Gyeol keluar. Tapi tiba-tiba ada seorang yang menyenggol kopinya sampai tumpah. Orang itu pun langsung meminta maaf dan mengulurkan sapu tangan agar Yeo Wool bisa membersihkannya.

Orang itu adalah Perawat/Dokter yang menjaga tubuh wanita itu di bangsal RS.

-ooo-

Note: Dilanjut kok, selama aku belum bosan tapi.. hehehe.. Semoga ceritanya semakin menarik jadi aku semangat buat sinopsisnya.

6 komentar:

  1. Semangat terus... Lanjutin ya kak... Penasaran sama nih drama

    ReplyDelete
  2. Semangat kakak,, ditungguin kelanjutannya,, makasih,,

    ReplyDelete
  3. d tunggu eps selanjut nyak.ttp smngaat,,

    ReplyDelete
  4. d tunggu eps selanjut nyak.ttp smngaat,,

    ReplyDelete
  5. Lanjutin yah nulisnya... Aku suka baca d sela2x kesibukanku d kantor... Salam kenal 🌹🌹🌹

    ReplyDelete
  6. Aq suka baca tulisan kakak. Lanjutkan kak. Soalnya sy takut nonton dramanya. 😂

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap