Sunday, September 16, 2018

Sinopsis The Ghost Detective Episode 7


Sumber: KBS2


Da Il berteriak pada Yeo Wool untuk melepaskan tangan anak itu. Yeo Wool menoleh kembali pada anak itu yang ternyata sudah berubah menjadi perempuan itu. Yeo Wool melepaskan tangannya.


Tapi wanita itu malah meraih tangan Yeo Wool dan menariknya untuk mengikutinya. Da Il mengikuti mereka.


Wanita itu membawa Yeo Wool ke paviliun. Semua pintu tertutup jadi Da Il tidak bisa ikut masuk, Da Il hanya memanggil-manggil Yeo Wool dari luar.


Yeo Wool bertanya siapa wanita itu dan apa yang sudah dilakukannya kepada Yi Rang.

"Aku tidak melakukan apa pun. Yi Rang mati.. karenamu." Kata wanita itu sambil berpindah-pindah dengan kilat. Pertama di depan Yeo Wool dan tiba-tiba pindah di depat telinga Yeo Wool.


Kemudian dari belakang wanita itu muncullah Yi Rang dengan membawa kue ulang tahun untuk Yeo Wool.

"Tidak kusangka Eonni akan merayakannya sendirian. Tiup lilinnya dan buatlah permohonan."


Yeo Wool senang + terkejut melihat adiknya, tapi ia maju juga untuk meniup lilin, tapi belum sempat ia meniup, tiba-tiba darah muncrat di atas kue itu, darah dari leher Yi Rang.


Yi Rang memojokkan Yeo Wool, ia terus maju sementara Yeo Wool terus mundur.

Yi Rang: Di hari.. aku mengalami kecelakaan mobil, aku.. seharusnya tetap di rumah. Eonni pura-pura sakit karena tidak mau menjadi sukarelawan bersama Ibu dan Ayah. Itu sebabnya aku yang pergi. Syukurlah.. aku yang mati.


Dari luar, suara Da Il semakin kencang, "Jung Yeo Wool, kamu bisa mendengarku? Yeo Wool, kamu bisa mendengarku? Jangan dengarkan dia apa pun perkataannya. Mengerti? Jangan menatap matanya atau mendengarkan dia apa pun perkataannya!"


Wanita itu berkata, "Kamu kabur lagi."

Yeo Wool menoleh kebelakang dan ternyata wanita itu ada di belakangnya.

Dan Yi Rang menirukannya, "Kamu kabur lagi."

Yeo Wool kembali melihat Yi Rang.

Yi Rang melanjutkan, "Eonni pikir.. Eonni bisa bebas tanpa aku. Dengan kepergianku, Kakak bisa berlibur ke mana pun Eonni mau. Itulah impian Eonni-ku. Sekarang Eonni bebas. Eonni tidak perlu kabur."

"Tidak, Yi Rang. Bukan begitu."


Wanita itu kembali bicara dengan Yeo Wool. Nyatnaya Yeo Wool membiarkan Yi Rang mati begitu saja, kenapa sekarang Yeo Wool tidak ikut mati?


Terdengar kembali suara teriakan Da Il dari luar, "Jung Yeo Wool. Jung Yeo Wool! Jung Yeo Wool!"


Saat itulah Yeo Wool sadar kalau yang bicara dengannya itu bukan Yi Rang karena Yi Rang tidak pernah memanggilnya Eonni, dia bukan Yi Rang.

"Luar biasa. Aku pernah bertemu dengan orang yang mengatakan hal serupa. Menurutmu apa yang terjadi?" Tanya wanita itu.

Orang yang dimaksud wanita itu adalah Ibunya Da Il. Tapi ibunya Da Il juga berakhir meninggal.


Yeo WOol melawan wanita itu, "Aku tidak akan mati. Apa pun yang kamu katakan atau bagaimana kamu mengancamku."

"Siapa bilang aku akan mengancammu? Aku bisa melakukan hal yang lebih seru."


Direktur ternyata sedari tadi ada di atas lemari. Saat wanita itumenatapnya, Yeo Wool ikutan menatap juga dan direktur langsung meloncat kebawah.

Direktur bersikap seperti anjing. Wanita itu mengatakan kalau Lee Chan Mi masih hidup. Direktur menoleh pada Yeo Wool danYeo Wool berubah menjadi Guru Lee dimata DIrektur.


"Kamu kemari untuk membunuhku." Ucap Direktur menakutkan, btw matanya udah berubah merah.

Yeo Wool bingung dong, ia melihat sekitar, masih ragu apa ia yang dimaksud oleh direktur. Lalu wanita itu menyuruh Yeo Wool membunuh direktur terlebih dahulu.


Tiba-tiba Direktur mengambil pisau dan langsung menyerang Yeo Wool. Yeo Wool menghindar sebisa mungkin sambil teriak ketakutan. Sementara itu, si wanita menonton dengan asyik bahkan memberitahukan dimana Yeo Wool bersembunyi pada Direktur.


Yeo Wool mencari bantuan, ia memecahkan jendela dengan kursi, Da Il mendengar dan segera bergerak.


Sampai akhirnya Yeo Wool terpojok, sudah tidak bisa lari lagi. Direktur siap menancapkan pisau padanya, ia mengangkatnya tinggi-tinggi.


Beruntung Yeo Wool tertarik kebelakang saat pisau itu diayunkan ke arah Yeo Wool oleh Direktur. Da Il memiliki kekuatan ternyata, tanpa menyentuh Yeo Wool, ia bisa menariknya. Yeo Wool aja kaget mengetahui kekuatan Da Il itu.

Eh.. ternyata yang diambil Direktur bukan pisau melainkan gunting dan gunting yang ia ayunkan tadi mengenai dirinya sendiri, Direktur tewas. Dan buku catatan Guru Lee ditemukan.


Da Il menatap wanita itu, "Siapa kamu? Kenapa kamu melakukan ini? Katakan. Kenapa kamu membunuhnya?!!!!!"

Wanita itu tersenyum, "Kamu pikir kamu bisa menyelamatkan dia lagi lain waktu?"


Da Il marah banget, ia akan memukul wanita itu tapi wanita itu menghilang tepat saat ia akan memukulnya. Da Il bingung, kemana dia? kemana wanita itu pergi?


Jam menunjukkan pukul 1 dini hari. Jung Dae masih ada di luar pada jam sekarang dan ia tampak frustasi, kemudian ia menghubungi seseorang.

"Di mana kamu? Aku menunggumu di luar. Aku masuk, tapi kamu tidak ada."


Oh.. ternyata ia menelfon Chae Won. Chae Won ternyata sudah pulang kerja, ia menyuruh Jung Dae membaca saja laporan yang ia berikan.

Tapi nyatanya Chae Won ada di samping gedung dan saat ini ia mengintip Jung Dae. Jung Dae kesal dong karena Chae Won tidak menghubunginya sedari tadi.

"Begini.. Soal Lee Chan Mi.. Aku harus memeriksanya lagi. Aku juga harus bertanya sesuatu kepada seniorku. Bisakah kamu pulang saja? Memangnya kamu menyukaiku? Kenapa terus meminta bantuanku? Sudah, ya."


Chae WOn ketahuan, saat Chae Won bicara tadi ada suara klakson mobil, Jung Dae juga mendengarnya (secara langsung dan melalui sambungan telfon Chae Won) jadi ia bisa melacak dimana Chae Won.

Chae Won terkejut melihat Jung Dae memergokinya.


Yeo Wool gemetar melihat ada mayat di depannya, kemungkinan masih gemetar juga karena perkelahian tadi..

"Kamu baik-baik saja?" tanya Da Il.

Yeo Wool memeriksa tangannya dan ternyata ada yang luka. Tapi Yeo Wool berkata kalau ia baik-baik saja.

"Aku menanyakan keadaanmu, bukan tanganmu." Kata Da Il lagi.

Yeo Wool terdiam. Da Il menyuruhnya untuk melapor polisi, lebih baik melaporkannya sekarang daripada nanti menjadi tersangka.

"Apa yang harus kukatakan?" Tanya Yeo Wool.

"Katakan yang sebenarnya. Tapi tentu saja, jangan membahas wanita itu. Serta jangan beri tahu mereka bahwa aku sudah mati."


Yeo Wool mengeluarkan ponselnya, ia menelfon Jung Dae.

Jung Dae bicara di telfon sambil memegangi tas Chae Won agar Chae Won tidak kabur. Jung Dae mendengar semuanya dan ia tampak khawatir pada Yeo Wool. 

"Kamu tidak terluka, bukan? TK Dasom? Kamu sendirian? Aku segera tiba."


Jung Dae langsung melupakan Chae Won. Tapi Chae Won kali ini yang mengikutinya. Chae Won juga ada yang mau ia periksa di TK Dasom, jadi sekalian. Awalnya Jung Dae tidak mengijinkan Chae Won ikut, tapi dengan sedikit mengancam dengan hasil autopsi, akhirnya Jung Dae mengijinkan.


Jung Dae dan Chae WOn datang berdua. Jung Dae menuju Yeo Wool sementara Chae Won menuju jenazah Direktur. Chae Won sepertinya bisa melihat keberadaan Da Il tapi tidak jelas.

Chae Won: Ajak dia keluar dan bicaralah dengannya. Sementara itu, aku akan memeriksanya. Tentu saja autopsi ini tidak resmi.

Maka Jung Dae pun mengajak Yeo Wool keluar.


Da Il akan ikut keluar juga tapi Chae Won mengijinkannya tetap di dalam. Da Il menatap Chae Won heran.


Di luar, Jung Dae membalut luka Yeo Wool dengan sapu tangannya. Jung Dae tidak mengerti, kali ini apa yang terjadi? Sedang apa Yeo Wool disana selarut itu bersama orang mati?

"Soal pria bernama Lee Da Il yang kuceritakan.. Dia belum kembali. Karena mencemaskan dia, aku berpikir mungkin bisa menemukan petunjuk. Tapi dia mendadak muncul dan menyerangku. Lalu dia terjatuh." Jawab Yeo Wool.

"Kamu tahu betapa anehnya ini? Dua orang yang sangat tidak berkaitan pada akhirnya mati dan kamu menyaksikan kedua kematian mereka. Bagaimana aku harus memahami ini?"

"Aku saksi. Aku tidak bersalah."

"Aku percaya kepadamu, tapi orang lain tidak akan memercayaimu. Jika kami mulai berasumsi bahwa kamu adalah penghubung antara kedua kasus itu, kami akan menginterogasimu sebagai tersangka. Dan terlepas dari adanya bukti, orang-orang tetap akan menjadikanmu kambing hitam. Kamu tidak sanggup menanggungnya."

"Aku sanggup."

"Aku tidak mau kamu menanggungnya."

Cieeeeeeeeee.....


Jung Dae mengalihkan perhatian dengan memeriksa alibi Yeo Wool. Ia bertanya apa yang Yeo Wool lalukan pada pukul 1.00 tadi malam? Yeo Wool menjawab sedang tidur di rumah.

"Kamera CCTV di rumah sakit berkata lain. Setelah kamu tahu Yi Rang dilecehkan.. Setelah tahu, kamu menghadapi manajer itu dan mengikutinya di luar rumah sakit. Tapi kamu langsung kehilangan jejaknya, lalu pulang. Pergilah. Aku akan mengurus situasi ini. Malam ini kamu tidak ada di sini." Jelas Jung Dae.


Chae Won menatap Da Il, tapi di penglihatannya Da Il cuma seperti gelombang. Chae Won bertanya Da Il itu makhluk apa? Kenapa disana?

"Kamu bisa melihatku?" Tanya Da Il.


Lalu Chae Won mendekat, "Aku tidak bisa lagi melihat hantu sepertimu. Aku bisa melihat dan mendengar hantu saat berusia 10 tahun, tapi semuanya berakhir saat aku berusia 15 tahun. Sekarang aku hanya bisa.. merasakan mereka."


Chae Won mencoba meraba dimana Da Il berada dan ia tepat sasaran, ia juga langsung tahu kalau yang bersama Guru Lee waktu itu adalah Da Il.

"Sekarang ada tiga korban yang mati di TK ini. Tidak. Empat, termasuk kamu. Ah.. Pasti kamu yang menggigit anjing itu."


Jung Dae masuk, jadi obrolan Chae Won dan Da Il berhenti. Jung Dae bertanya apa ada yang aneh?

"Sulit untuk menyimpulkan apa pun sekarang. Aku harus melakukan autopsi yang tepat. Kirimkan jasadnya ke timku."

Chae Won melihat Yeo Wool dan Da Il saling curi pandang. Chae Won memandang Da Il, "Jika ada pertanyaan, datanglah ke ruang autopsi."

Jung Dae mengira itu ditujukan padanya jadi ia menanggapi, "Kenapa kamu antusias?"

"Sudah saatnya aku berperan aktif. Aku permisi dahulu. Oh.. Ini akan menyenangkan."


Da Il dan Yeo Wool pergi bersama, Da Il bertanya apa Yeo Wool mengenal Jung Dae?

"Dia yang menangani kasus Yi Rang."

"Kenapa kamu menghubungi dia, bukannya polisi? Kamu berpikir dia akan memercayaimu?"

"Andai dia percaya kepadaku, aku pasti menelepon polisi untuk penyelidikan formal. Dia berusaha mengecualikanku dalam kasus ini berarti tidak percaya kepadaku." Yeo Wool sambil mengelus sapu tangan Jung Dae yang membalut lukanya.

"Tepat sekali. Lantas kenapa kamu meneleponnya?"

"Setidaknya dia tidak beranggapan bahwa Yi Rang bunuh diri karena dia anak yatim piatu yang difabel. Selain itu, dia menyelidiki kasus lainnya dengan tepat. Kupikir jika dia mencari tahu soal hilangnya dirimu dan kemunculanku di TKP serta mengikuti bukti, mungkin dia bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang terjadi. Makin banyak orang yang mengetahui soal wanta itu, makin tinggi peluang kita untuk menemukannya."


Jung Dae tinggal disana sendirian bersama Direktur dan ia menemukan buku catatan/harian Guru Lee.

Jung Dae membukanya, ia fokus pada tulisan perintah, "Bunuh mereka. Itulah perkataan wanita itu".


Da Il penasaran kenapa tadi Yeo Wool memegang tangan wanita itu.

"Aku tidak memegang lengannya. Ada anak perempuan sedang membunuh capung..."

"Apa? Membunuh capung?"

"Kurasa usianya sekitar 10 tahun. Sepertinya dia tidak diurus dengan baik. Ada sayatan dan memar di sekujur tubuhnya, kukunya sangat panjang, dan bajunya kotor. Kamu tidak bisa melihatnya?"

Da Il menggeleng.


Raga wanita itu di RS mengalami kejang, keknya serangan jantung karena dokter membawa alat pacu jantung. Setelah dilakukan perawatan akhirnya keadaan wanita itu stabil lagi.


Besoknya, Yeo Wool datang kekantor, tapi Mr. Han masih tidur. Yeo Wool mencari-cari dimana Da Il, tapi tentu ia tidak bisa memberitahu Mr. Han.


Akhirnya Da Il muncul, Yeo Wool langsung mendekat dan bertanya apa yang harus ia lakukan?

"Ini butuh waktu lama. Mencari."

Lalu Da Il menyuruhnya mengikutinya.


Da Il memrintahkan Yeo Wool mencari di internet, ia hanya memberi aba-aba.

Da Il: Cari tahu apakah ada artikel tentang ayah yang bunuh diri bersama anak berusia 12 tahun. Alasan bunuh dirinya.. bisa karena tekanan ekonomi, ketergantungan alkohol, gangguan jiwa, apa pun.

Da Il mememerintahkan itu karena wanita itu mengatakan ayahnya meninggal diusia 12 tahun. Ayahnya tidak membebaninya, tapi ia penyebab ayahnya meninggal.


Belum ketemu apa yang dicari, Yeo Wool dialihkan oleh Mr. Han yang terlihat buru-buru keluar. Yeo Wool menanyakan tujuan Mr. Han.

"Tadi malam kepala sekolah TK itu tewas. Sepertinya komplotannya yang membunuhnya. Aku akan mencoba berbicara dengan polisi. Aku juga cemas terjadi sesuatu kepada Da Il. Aku tidak punya pilihan." Jelas Mr. Han dan langsung pergi.


Da Il tidak bisa membiarkan ini, sepertinya ia harus memberitahu Mr. Han, "Terlalu sulit bagi kita berdua untuk melacak dia. Sekalipun kita mencarinya di berita, mereka tidak akan mengungkapkan namanya. Untuk mencari tahu apa yang menipanya setelah itu, kita membutuhkan Mr. Han."

"Akankah dia percaya kepadamu?"

"Aku akan memaksanya. Dia tidak bisa terus seperti ini, mencemaskan aku, dan salah dalam bertindak."

"Bagaimana caranya?"

"Melihat berarti percaya. Karena dia tidak bisa melihatku, aku harus menunjukkan.. jasadku."

2 komentar:

  1. Ya ampun serem ternyata,
    Apa ya motifnya wnita gaun merah itu
    ???

    ReplyDelete
  2. Cerita nya bagus.tolong dong sampe selesai nulis sinopsis nya.terimakasih

    ReplyDelete