Saturday, September 15, 2018

Sinopsis The Ghost Detective Episode 4


Sumber: KBS2


Yeo Wool terkejut melihat Da Il, tapi ia lega sekaligus.

"Sekalipun terkejut, kamu tidak perlu membantingku." Kata Da Il sambil menahan sakit.

Yeo Wool kemudian mengulurkan tangan untuk membantu Da Il bangun dan Da Il menerima uluran tangan itu.


Yeo Wool kaya canggung gitu bertemu Da Il. Ia heran, apa yang terjadi? Apa Da Il sudah mengabari Mr. Han?

"Aku harus memeriksa sesuatu dahulu." Kata Da Il.

"Memeriksa apa?"

"Kenapa kamu mengatakan itu kepada Ga Ram? Kenapa kamu sangat terkejut melihat gambar dia? Siapa wanita.. yang kamu tanyakan kepadanya? Apa dia berkaitan dengan orang yang kamu cari? Orang yang membunuh adikmu."

"Kamu menghilang setelah mencari anak-anak itu. Kenapa kamu membahas itu.. Apa dia juga berkaitan dengan kasus itu? Bukankah penculiknya adalah Lee Chan Mi?"

"Jawab aku dahulu. Di mana kamu bertemu dengannya dan kenapa kamu berpikir dia membunuh adikmu? Ceritakan dari awal. Jangan melewatkan apa pun."

"Beri tahu aku dahulu. Kenapa kamu ingin tahu soal dia?"

"Hah?! Bukankah kamu ingin mencari pembunuh adikmu? Kalau begitu, aku akan pergi. Semoga berhasil mencarinya sendirian."


Yeo Wool pun menyerah dan memutuskan menceritakansemunaya.

"Tunggu. Aku akan menceritakan semuanya."

"Pertama, katakan alasanmu merahasiakan ini."

"Jika langsung memberitahumu, kupikir kamu tidak akan memercayaiku. Polisi juga seperti itu. Tidak peduli sesering apa pun aku memberi tahu mereka. Tidak ada yang melihat wanita itu kecuali aku. Itulah sebabnya.. aku juga tidak bisa memercayai apa yang kulihat. Jadi, aku ingin kamu mencari tahu soal dia sebelum aku memberitahumu."

-=Satu bulan yang lalu=-


Seorang pekerja kafe membawa kue ulangtahun untuk salah satu pelanggan mereka hari itu. Tapi wajahnya menunjukkan ketakutan dan kegelisahan. Ia seperti mendengar sesuatu.


Saat semua orang menyanyikan lagu selamat ulang tahun, pekerja itu malah tambah gelisah, lalu ia mengambil pisau dan mengarahkannya ke lehernya.

Manaje kafe memanggilnya, "Jung Yi Rang-Ssi. Apa yang kamu lakukan?"


Namun, Yi Rang tidak mengindahkannya, ia tetap menyayat lehernya sendiri sampai darah muncrat kemana-mana, termasuk ke kue yang tadi ia bawa.


Kehebohan pun tercipta saat itu Yeo Wool datang ke kafe itu, ia tetap masuk saat semua berbondong-bondong keluar. Ternyata Yi Rang adalah adik Yeo WOol.


Yeo Wool shock melihat adiknya, ia langsung mencopot cardigan-nya untuk menekan leher Yi Rang agar pendarahannya berhenti.

"Yi Rang, tidak. Tidak apa-apa. Kamu akan baik-baik saja. Tidak akan ada masalah. Yi Rang. Jung Yi Rang! Apa yang kamu lakukan? Sadarlah."


Saat itulah Yeo Wool melihat wanita itu. Wanita itu menggerakkan bibir tanpa bersuara, "Kamu marah?"

"Siapa kamu?!" Teriak Yeo Wool.


Tapi Yi Rang kemudian memanggilnya dan Yi Rang bicara menggunakan bahasa isyarat pada Yeo Wool. Ssebelum akhirnya Yi Rang menghembuskan nafas terakhirnya dan wanita itu tiba-tiba menghilang.

"Tidak, Yi Rang. Jangan mati. Yi Rang. Buka matamu. Jangan mati. Sadarlah. Sadarlah!"

Kilas Balik Selesai..


Da Il bertanya apa yang Yi rang katakan waktu itu. Yeo Wool menggunakan bahasa syarat sambil mengucapkannya.

"Kakak, larilah. Jangan melihat wanita itu. Jangan mendengarkan perkataannya."

"Apa kata polisi?"

"Mereka bilang terkadang orang berhalusinasi atau melantur tepat sebelum meninggal. Mereka menyelidiki semua orang yang ada di TKP dan wanita itu tidak ada dalam rekaman CCTV."

"Kamu memercayai mereka?"

"Tidak. Adikku tidak gila. Dia memakai bahasa isyarat setiap kali ingin memberi tahu sesuatu kepadaku secara pribadi. Seperti berbisik. Dia sengaja memakai bahasa isyarat."

"Kenapa?"

"Mungkin dia takut.. kepada wanita itu."


Da Il bergerak, pertama mereka akan mencari tahu apa perbuatan wanita itu kepada Yi Rang.

"Kamu tahu alasan adikmu mengambil keputusan itu?" Tanya Da Il.

"Aku tidak tahu apa pun. Semua pesan teks, surel, dan unggahan media sosialnya sudah tidak ada. Yi Rang sudah menghapus semuanya tepat sebelum dia meninggal."

"Apa kesimpulan polisi?"

"Dia anak yatim piatu, mengalami gangguan pendengaran, dan tidak meninggalkan wasiat. Mereka bilang dia hanya bosan hidup."

"Konyol sekali. Tidak ada yang berhak menyederhanakan alasan di balik kematian seseorang semudah itu. Kirimlah pesan teks."

"Kepada siapa? Apa yang harus kukatakan?"

" "Kenapa kamu melakukan itu kepadaku?"

Yeo Wool meraih ponselnya, tapi Da Il melarangnya, pesan itu harus dikirim oleh Yi Rang, bukan Yeo Wool. Yeo Wool belum menonaktifkan nomornya, bukan?

"Belum."


Maka Yeo Wool pun menyalakan ponsel Yi Rang.


Sementara Da Il mengambil alat pendengar di laci tempat ponsel Yi Rang tadi diambil.


Yeo Wool melihat potret adiknya di posel dan itu membuat Yeo Wool kembali bersedih.


Yeo Wool bertanya, harus ia kirimkan kepada siapa pesannya?

"Kepada semua orang yang ada di TKP kematian adikmu." Jawab Da Il.


Di saat semua orang menerima pesa, Da Il menjelaskan.

"Dia memutuskan melakukan hal ekstrem di depan semua orang itu berarti ada seseorang yang harus merasa bersalah. Kita hanya perlu memulai dari orang itu."


Manajer kafe juga mendapat pesan kebetulan saat ia sedang menyetir bersama putranya. Manajer tampak gelisah. Sang putra bertanya, ayah kenapa?

"Bukan apa-apa." Jawab manajer.

Kilas Balik..


Yi Rang sedang mengelap sendok dan saat itu bel bernyunyi tapi Yi Rang hanya memandang bel nya saja. Temannya lalu mendekat dan marah-marah.

"Apa yang kamu lakukan? Kamu tidak bisa mendengar bel?"

"Maaf."

"Kenapa kamu selalu menatapku seperti itu?"


Manajer juga mendekat, menyuruh Yi Rang menyajikan makanan jika bel berbunyi. "Apa kamu tuli? Kamu tidak bisa mendengar suara itu?"

"Maaf."


Saat tidak ada yang melihat, Yi Rang memakai alat pendnegaran. Namun sayang, manajer melihatnya.


Dan tiba-tiba manajer masuk ke ruang ganti saat Yi Rang sedang ganti baju sendirian. Manajer menikmati melihat Yi Rang yang sudah melepas kancing bajunya. Yi Rang terkejut dan mencoba mengancingkan bajunya kembali.

Manajer lalu mencopot alat pendengaran Yi Rang, "Berani sekali kamu. Kamu cukup berani melamar menjadi pramusaji padahal tidak bisa mendengar. Kamu juga melamar untuk posisi tetap. Kamu pikir penampilanmu bisa mendapatkan pekerjaan itu?"

"Maaf, Pak. Aku bisa mendengar bunyi bel jika memakai alat bantu dengar."

"Masalahnya bukan soal kamu bisa mendengar atau tidak. Kamu memulai dengan cara yang salah."

Manajer malah membuka kancing baju Yi Rang. Yi rang segera menjauhkan tangan manajer dan menutup bajunya lagi.

Manajer mengancam, "Jika aku melapor kepada bos bahwa kamu tidak menulis soal kekuranganmu, mereka bisa.. langsung memecatmu."

"Pak. Ini pekerjaanku yang kesepuluh. Aku menginginkan pekerjaan ini dan bisa bekerja dengan baik."

"Jika kamu menurutiku, mungkin aku akan maklum."

Lalu ada yang hendak masuk tapi kesal karena pintunya terkunci. Manajer pun keluar.


Pada orang itu manajer minta maaf, ia beralasan Yi Rang ingin membahas sesuatu dengannya.

Parahnya saat masuk orang itu melihat Yi Rang mengancingkan bajunya. Ia berpikiran liar.

"Menjijikkan." Ungkapnya kesal lalu keluar.

Kilas Balik,.


Sang putra bertanya, kenapa manajer membunuh gadis cantik yang bekerja untuknya.

"Apa maksudmu? Di mana kamu mendengar itu?"

Sang putra pun berbisik, "Semua orang tahu soal itu. Kenapa Ayah tidak tahu?"


Dan karena terkejut, kecelakaan pun terjadi.


Ada yang membalas pesan Yeo Wool. Kim Mi Jin, mengatakan maaf. Mi Jin adalah pekerja paruh waktu di kafe.

"Cobalah menemuinya." Kata Da Il.

"Maukah dia menemuiku? Dia tidak tahu apa pun soal kasus itu. Dia bilang dia dan Yi Rang sangat jarang berbincang."

"Katakan kamu menemukan wasiat Yi Rang dan tahu apa yang terjadi. Katakan kamu akan menelepon polisi jika dia tidak datang dan pesan teks berisi permintaan maaf itu bisa dijadikan bukti untuk melawan dia."

Yeo Wool pun menelfon Mi Jin.


Sementara Yeo Wool bicara dengan Mi Jin, Da Il berdiri agak jauh dari mereka.

Mi Jin: Selama waktu rehat, aku berusaha bicara dengannya. Aku bersikap lebih baik kepadanya daripada orang lain. Aku hanya memberi tahu beberapa orang soal apa yang kulihat. Dia dan Pak Manajer ada di ruang loker. Dia tidak mengenakan baju dan pintunya terkunci. Bahkan sebelumnya, manajer kami mengajaknya pergi dan bilang harus bicara dengan Yi Rang secara pribadi. Dia membantunya mengeluarkan sampah. Sudah jelas. Tugas kami lebih banyak daripada dia. Kinerjanya bahkan tidak bagus, tapi gajinya lebih besar karena bekerja purnawaktu. Jika dia ingin menghasilkan uang dengan mudah, melacur...


Mi Jin berdalih, "Aku hanya.. menggosipkan dia. Aku tidak merisak atau mengganggunya. Dia mati bukan karena aku. Setidaknya, kurasa begitu."

"Tidak... Dia mati karenamu. Cobalah hidup seperti itu seumur hidupmu."


Yeo Wool langsung pergi dan Da Il menyusulnya.

"Jung Yeo Wool! Apa yang kamu lakukan? Kamu tahu itu bukan salah gadis "


Yeo Wool menyalahkan Mi Jin, "Itu salahnya. Rumor yang dia mulai... Dia tahu apa yang dialami oleh Yi Rang. Dia bisa saja bicara dengannya dan membantunya. Dia malah memperburuk situasi. Yi Rang tidak memberitahuku apa pun. Dia berlagak baik-baik saja. Jika bukan salahnya, maka itu menjadi salahku. Aku harus bagaimana?"

Yeo Wool tampak frustasi sangat. Ia menangis.


Da Il membiarkan Yeo Wool begitu hanya untuk beberapa detik.


"Kamu tidak ingin mencari pelaku sesungguhnya? Kendalikan dirimu. Aku akan bicara dengan manajer itu. Kamu bilang ingin menemukan pembunuh adikmu. Jika masih ingin melakukannya, berhentilah membuang-buang waktu di sini dan berjalanlah tepat di belakangku."


Yeo Wool bertanya, bagaimana Da Il akan menemukan manajer? Yeo Wool berkata kalau ia mengetahui caranya, ia beberapa kali berbicara dengannya. Jadi ia meminta Da Il mengikutinya.


Mereka akhirnya sampai di lingkungan rumah si manajer dan melihat istri manajer keluar dengan terburu-buru, Yeo Wool mengenalinya.

"Dia tahu wajahmu?" Tanya Da Il.

"Kurasa tidak. Dia belum pernah melihatku."

"Tanyakan keberadaan Pak Manajer. Katakan kamu pegawainya."

"Baik."

Maka Yeo Wool pun bicara dengan istri manajer, tapi istri manajer tidak begitu menanggapi krena suami dan anaknya masuk rumah sakit karena kecelakaan. Sang istri meneyetop taksi dan mengetakan dengan lantang kemana tujuannya.


Yeo Wool bertanya pada Da Il, skarang bagaimana?

"Kita tahu rumah sakit tempat dia berada. Mari mencari kamera dasbor mobilnya. Aku harus mencari tahu bagaimana kecelakaan ini terjadi."

"Bagaimana kamu tahu letak mobilnya?"

"Aku punya firasat. Itu lebih cepat daripada menemui polisi."


Dan akhirnya mereka menemukan letak mobil dan berhasil melihat blackbox-nya. Mereka melihat rekaman saat manajer dan anak berbincang, tepatnya setelah manajer menerima pesan itu.

Dan yang menyeramkan, wanita itu ada di rekaman, walaupun cuma sepersekian detik, tapi itu cukup menakutkan. Yeo Wool sampai menjathkan ponselnya.


Yeo Wool kembali ingat kejadian sebulan lalu.

"Kamu baik-baik saja? Jung Yeo Wool. Apa itu dia? Wanita yang kamu lihat?"

Yeo Wool mengangguk. Da Il menghela nafas dan meminta Yeo Wool menyimpan cip memori itu karena itu bukti pertama mereka.

Da Il: Kita harus segera menemukan wanita itu. Ayo temui Pak Manajer. Jika dia kecelakaan setelah melihat wanita itu, mungkin mereka saling mengenal. Mungkin wanita itu tahu soal dia dan Yi Rang dan mendekati mereka berdua.


Istri manajer keluar dari ruang rawat inap. Sementara beberapa saat kemudian manajer keluar dari kamar mandi. Ia menghampiri putranya yang terbaring disana. Ia masih teringat pertanyaan putranya kenapa mebunuh Yi Rang.


Tiba-tiba selimut di ranjang yang kosong berdiri, manajr ketakutan pake banget. Terlebih saat selimut itu masing-masing mengeluarkan darah.


Manajer tidak tahan ada di sana, ia mencopot infusnya lalu berlari keluar RS.


Manajer akan menggunakan lift, tapi berapa kalipun ia berusaha menutup pintu lift, pintu lift itu terbuka kembali padahal tidak ada orang yang hendak naik. Manajer ketakutan dan akhirnya keluar dari lift.


Yeo Wool dan Da Il sampai di ruang rawat manajer dan putranya, namun mereka hanya menemukan penyangga infus tergeletak di lantai.

"Dia tidak ada di sini." Kata Yeo Wool.

Da Il menghela nafas lalu bergerak keluar.


Yeo Wool dan Da Il menemukan manajer menyeberang jalan, mereka mengikuti terus sampai manajer ke kafe.

Mereka tidak menemukan manajer di lantai pertama. da Il melihat jejak tangan berdarah di tangga. Mereka menyimpulkan Manajer naik ke atas.


Mereka pun terus naik sampai ke atap dan disana mereka melihat manajer siap melompat kebawah.


Da Il sampai duluan pada manajer, ia menarik manajer, tapi tanganny tembus. Ia tidak bisa menyentuh manajer.


Beruntung ada Yeo Wool yang segera tanggap dan cepat menarik manajer agar tidak melompat.


Da Il memandangi tangannya yang menembus manajer tadi.

Yeo Wool: Kamu.. tidak bisa menyentuh dia. Kamu sudah mati.

JLEEBBBB!!!!


Dan benar saja, di hadapan Yeo Wool sebenarnya kosong, tidak ada orang.

1 komentar:

  1. Serius Da ll udh mati,, kalau iya, beneran plot twist banget donk...

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap