Saturday, September 15, 2018

Sinopsis The Ghost Detective Episode 3


Sumber: KBS2


Ga Ram dan Ha Sen bergandengan tangan berlari menjauhi TK, beruntung ia bertemu orang dewasa dan langsung melaporkan mereka ke polisi.


Mr. Han sendirian di ruangan berpikir mengenai kasus ini, lalu ia mendapat telfon dari Pengacara Baek.

"Apa? Kamu yakin?" Jawabnya kemudian diakhiri dengan helaan nafas panjang.


Yeo Wool membaca buku di dalam tenda, koleksi bunya tentang perjalanan keliling dunia, intinya gitu sih.


Tiba-tiba ada angin berhembus agak kencang sampai membuat loncengnya berbunyi dan tiba-tiba seseorang jatuh di atas tendanya. Yeo Wool teriak.


Beruntung semua itu cuma mimpi, karena Yeo Wool saat in terbangun di ranjang yang ada di sebelah tendanya. Yeo Woolmemandang sekitar rumahnya dan entah kenapa ia langsung menghubungi Da Il, tapi ponsel Da Il tidak aktif.


Yeo Wool langsung mengayuh sepedanya ke luar rumah.


Di TK, polisi sudah berkumpul, tim penyidik juga disana. Ternyata Guru Lee melakukan gantung diri disana.


Jung Dae menemukan Eun Yool dan segera membawanya ke ambulan.


Tenyata Yeo Wool menuju TK, ia handak menerobos masuk, tapi petugas yang berjaga menghalanginya.

"Aku mencari seseorang. Dia pasti ada di sana."

"Kamu tidak boleh masuk."

"Aku harus mencari dia. Aku hanya perlu memeriksa."

"Kubilang tidak boleh."

"Sebentar saja."


Mendekatlah Jung Dae, ia bertanya siapa yang Yeo Wool cari dan kenapa Yeo Wool ada di sana.

"Apa Lee Da Il-Ssi ada di sana?" Tanya Yeo Wool

"Lee Da Il?"

"Pria berusia 30-an. Tubuhnya sangat tinggi dan..."

"Tidak. Siapa dia?"

"Mungkin dia kemari untuk mencari anak-anak di malam hari. Apa kamu menyelamatkan anak-anak itu? Kenapa ada ambulans? Ada yang terluka?"

"Yeo Wool-Ssi. Tenang dan bicaralah denganku. Apa maksudmu?"


Pembicaraan mereka terpotong oleh kedatangan Mr. Han yang membawa minuman berenergi untuk para petugas.

"Kami tidak boleh meminumnya. Ambillah kembali." Kata Jung Dae.

"Kurasa Yeo Wool keliru."

"Keliru?" Tanya Jung Dae.

"Karena dia akrab dengan ayahnya Ha Eun, ayahnya memintanya membantu mencari Ha Eun. Kurasa reaksinya berlebihan karena tidak bisa menemukan temannya yang membantunya."

"Tapi dia bilang akan datang..." Sanggah Yeo Wool

Mr. Han: Hei. (menutup mulut Yeo Wool) Ada apa denganmu? Mereka sedang sibuk. Kamu keliru.

Dan Mr. Han mengajak Yeo Wool pergi dari sana.


Yeo Wool kesal sampai mendorong Mr. Han dan menyebabkan Mr. Han terguling. 

"Hei. Kamu jatuh cinta kepada Da Il?" Tanya Mr. Han.

"Sekarang bukan saatnya bercanda."

"Kemarin kamu bertemu dengannya. Kenapa kamu sangat ingin mencarinya?"

"Aku tidak bisa membiarkan hal buruk menimpanya."

"Tidak ada orang lain di sana. Hanya anak-anak dan si Pelaku yang bunuh diri."

"Maka, jika sesuatu menimpanya..."


Mr. Han berdiri memotong perkataan Yeo Wool, tidak akan terjadi apa pun. Yeo Wool heran, bagaimana Mr. Han bisa tahu?

"Dia menghilang karena punya alasan. Dia akan muncul kembali saat punya alasan yang bagus."

"Apa maksudmu?"

"Dengar. Da Il mengetahui lokasi anak-anak yang diculik, tapi tidak mengajukan laporan, lalu menyelinap masuk ke sana. Si Penculik bunuh diri di sana. Jadi, jika Da Il hanya diam sambil menunggu polisi datang, kamu pikir mereka akan memujinya karena menemukan anak-anak itu? Dia akan ditangkap."

Dan Mr. Han pun memaksa Yeo Wool pergi dari sana.


Jung Dae menemukan Bo Ri yang sudah mati di ruangan rahasia itu.

Jung Dae: Sunbae, Bagaimana kondisi Eun Yool?

Senior: Dia terlalu terkejut untuk bicara.

Jung Dae: Menurutmu ada orang lain yang masuk ke sana?

Senior: Kenapa? Kamu menemukan sesuatu?

Jung Dae: Aku tidak bisa melihatnya dengan mata telanjang.

Senior: Tapi?

Jung Dae: Bukan apa-apa. Forensik sudah tiba. Kita akan mendapatkan hasilnya.

Senior: Kenapa tidak menyelesaikan pembicaraanmu?



Kecemasan Yeo Wool belum hilang. Ia menemukan kejanggallan. Mereka belum tahu bagaimana Ga Ram dan Ha Eun diculik.

"Mungkin ada komplotan. Mustahil seekor anjing menculik tiga anak sekaligus." Jawab Mr. Han.

"Bagaimana jika... Bagaimana jika komplotannya berada di TKP dan melukai Da Il? Dia bisa saja diculik atau..."

"Kamu bilang begitu karena tidak mengenal dia. Dia bukan pria yang mudah diculik."


Beberapa saat kemudian Mr. Han menatap kosong sambil menyobek-nyobek kertas. Yeo Wool pun tidak tahan untuk diam.

"Pak Han. Sepertinya kamu pun mencemaskan dia."

"Tidak. Selama dua tahun terakhir, dia sering berada dalam bahaya. Selain itu, dia sangat perhatian. Dia menghilang setiap kali mengangani kasus berbahaya. Dia tidak mau aku terlibat agar aku tidak terluka."

"Mungkin karena dia berpikir kamu tidak akan membantu."

"Hehe  Wajahmu cantik, tapi cara bicaramu terlalu terus terang. Berhentilah menyakitiku dengan fakta. Aku sudah tahu kamu berbakat untuk ini. Kamu sama seperti Dae Il saat dia masih kecil."

"Kamu mengenalnya sejak dia masih kecil?"

"Tidak. Aku bertemu dengannya kali pertama dua tahun lalu."

Kilas Balik..


Saat Mr. Han pertama kali merekrut Da Il sebagai rekannya. Mr. Han pamer akan kantornya, Da Il terkesan Kan?

"Utangmu banyak." Jawab Da Il terus terang.

"Astaga. Konon pengemis yang membersihkan diri mendapat lebih banyak sedekah daripada yang tidak melakukannya. Seleramu bagus. Sofa mewah ini adalah barang utama kantor ini. Klien kaya raya akan tahu betapa mahalnya sofa ini. Dan itu akan membuat mereka berpikir kita tidak melakukan ini demi uang."

"Kenapa kamu ingin berbisnis denganku?"


"Tentu saja untuk masa depan kita. Apa yang terlintas saat kukatakan "detektif"? Sherlock, bukan? Apa yang terlintas setelah itu?"

"Watson?"

"Bukan. Benedict Cumberbatch. Pria yang mirip mentimun. Dia tampan, tapi tidak tampan. Suaranya merdu. Dia sosiopat yang berfungsi tinggi, tapi juga sangat manusiawi. Di Korea juga ada detektif. Apa yang langsung terlintas di benakmu?"

"Agen penyelidikan?"

Mr. Han membenarkan, agen penyelidikan. Itulah masalah negeri mereka. Inilah sebabnya mereka kehilangan seluruh pekerjaan mereka pada agen detektif internasional. Karena tidak ada yang tertarik, pemerintah tidak akan mengesahkan undang-undang detektif. Detektif dilarang menangkap orang, tapi pada akhirnya mereka ditangkap. Tidak ada kehormatan, harapan, dan sangat tidak berguna. Kita juga tidak mendapat banyak uang. mereka harus mengubah cara kerja ini. Ia akan menjadikanmu bintang.



"Pembaca berita paling terkenal adalah Son Seok Hui. Dokter paling terkenal adalah Lee Guk Jong. Prajurit paling terkenal adalah Song Joong Ki. Sekarang saatnya untuk yang paling penting. Detektif yang paling terkenal adalah.. Lee Da Il."

"Begini.. Aku tidak butuh itu. Pertama, aku butuh tempat tinggal. Kedua, aku ingin privasi. Terakhir, akulah memutuskan kasus apa yang akan ditangani."

"Tentu. Lakukan sesukamu. Ada banyak kamar kosong di sini. Aku akan menangani kasus yang tidak mau kamu tangani. Kamu bisa menangani kasus keren saja. Setuju? Sekarang kita rekan bisnis. Agen detektif berukuran kecil. A Few Good Men."

Kilas Balik Selesai.. 


Mr. Han: Dugaanku benar soal dia. Da Il mengatur semuanya sekaligus. Dia selalu menangani kasus berkomisi rendah karena sangat murah hati. Karena dia sudah menyelamatkan Ha Eun, kami tidak perlu lagi membayar sewa bulanan kami. HAHAHAHA


Yeo Wool tiba-tiba berdiri, apa ayahnya Ha Eun menjanjikan kalian biaya kontingensi? Mr. Han membenarkan, kenapa?

"Artinya ayahnya tahu bahwa Da Il menyelamatkan Ha Eun yang berarti Ha Eun mengingat dia."

"He'em."


Sementara itu, Da Il mencari jalan keluar dari padang ilalang itu, ia menembus hujan sampai akhirnya ia sampai di jalan terbuka.


Esoknya, Yeo Wool mendatangi rumah Ha Eun, ia mengenalkan diri sebagai pegawai Fresh Dairy.

CEO Lee: (melalui suara intercom) Bukankah kamu dari agen detektif?

Yeo Wool: Aku baru mulai bekerja di sana. Bagaimana Anda tahu?

CEO Lee: Aku harus mengawasi tempat itu. Kamu pasti tahu alasannya.

Yeo Wool: Aku bekerja di sana hanya sebagai pekerja paruh waktu. Sekarang aku kemari untuk pekerjaan paruh waktuku yang lain. Ada...

CEO Lee: Ha Eun butuh istirahat. Dia tidak bisa menemui siapa pun. Aku juga tidak mau siapa pun membahas insiden itu.

Yeo Wool: Tunggu. Dengarkan aku. Da Il menyelamatkan Ha Eun, tapi sekarang dia hilang. Dia mungkin dalam bahaya.

CEO Lee: Aku sudah menepati janjiku. Bicaralah kepada pengacaraku.


Maka Yeo Wool pun menemui Pengacara Baek. Ia memohon agar pengacara Baek membantunya karena ia harus menamukan Da Il.

"Aku bisa membantu apa?" Tanya Pengacara Baek.

"Bisakah kamu mengizinkanku bicara dengan anak-anak itu dan menanyai mereka soal hari itu?"

"Saat ini anak-anak itu mengalami amnesia sementara karena terkejut. Mereka tidak akan bisa memberitahumu apa pun. Dan polisi akan mengurus semuanya."

"Tapi bisakah kamu mengizinkanku menemui mereka sekali saja? Mungkin ada hal yang belum diketahui oleh polisi."

"Jung Yeo Wool-ssi. Sekarang tidak ada yang bisa kamu lakukan."

Tapi Yeo Wool tidak bisa berdiam diri. Sungguh ada yang janggal dari kasus ini.

"Mungkin itulah alasan dia menghilang. Mungkin dia tidak puas hanya menemukan anak-anak itu saja. Dia tipe orang yang harus mencari tahu apa pun yang membuatnya resah." Jelas Pengacara Baek.

"Kamu kenal baik dengannya?"

"Bisa dibilang begitu."

Kilas Balik..


Da Il dulunya adalah tentara dan ia pernah terjerat kasus.

"Sersan Staf Lee Da Il ditangkap dan dipecat karena mengungkap informasi rahasia. Mulai hari ini, pertarungan panjangnya di pengadilan akhirnya selesai. Dua tahun lalu, dia menyatakan Prajurit Kelas Satu Kim bunuh diri. Dia juga menyelidiki perlakuan kejam dalam tentara dan korupsi pejabat militer dan mengungkapnya kepada publik yang menyebabkan kontroversi sosial besar. Mahkamah Agung memutuskan Lee Da Il tidak bersalah. Maka, dia mendapat kompensasi karena menjalani hukuman penjara. Namun, dia kalah dalam gugatan terkait pengembalian posisinya. Maka, dia tidak akan kembali menjadi tentara. Akibatnya, Lee Da Il kehilangan jabatannya sebagai prajurit secara permanen."


Saat itu pengacara Baek adalah pengacara Da Il. Pengacara Baek meminta maaf karena tidak memangkan kasus Da Il.

"Terima kasih atas kerja kerasnya. Semoga kita tidak harus bertemu lagi. Mulai sekarang, aku akan menjalani kehidupan yang aman dan wajar. Aku akan mengabaikan semuanya dan tidak mencampuri urusan orang lain." Jawab Da Il.

Kilas Balik selesai..


Sudah lama Pengacara Baek penasaran apakah Da Il menjalani kehidupan semacam itu. Tapi Da Il tidak berubah sedikit pun. Mungkin Da Il menangani kasus itu karena berpikir orang lain akan fokus menyelamatkan Ha Eun dan akhirnya gagal menyelamatkan dua anak lainnya.

"Tapi kenapa kamu.. sangat ingin menemukan dia? Kasus ini sudah selesai." Tanya Pengacara Baek heran.

"Dia menjanjikan sesuatu kepadaku."

Kilas Balik..


Saat Da Il bertanya apa tujuan Yeo Wool mendaftar kesana. Yeo Wool menjawab

"Karena kamu sungguh memeriksa perkataan Se Rin kepadamu Bahwa Bo Ri yang menculik Eun Yool."

"Kamu tidak memercayainya, tapi memastikan firasatku."

"Mampu mendapat firasat itu penting bagiku."

"Seharusnya kamu mengajukan penyelidikan kasus, bukan pekerjaan paruh waktu."


"Aku ingin bekerja bersamamu. Aku harus memastikannya sendiri. Bekerja bersamamu tidak akan membantuku. Adikku meninggal sebulan lalu. Mereka bilang itu bunuh diri."

"Lantas?"

"Itu.. bukan bunuh diri. Bantulah aku. Bantulah aku.. menemukan pembunuh adikku."

Kilas Balik Selesai..


Pengacara Baek bertanya, "Janji seperti apa?"

"Aku tidak bisa memberitahumu."

"Maka kamu harus menunggu dia. Dia akan kembali. Dia bukan orang yang tidak bertanggung jawab."

"Tepat sekali. Lantas kenapa dia menghilang begitu saja? Eun Yool masih terjebak di sana."


Duo Detektif menyantao makan siang mereka. Senior menyuruh Jung Dae mengunyah makanannya dulu sebelum menelan.

"Kurasa dia tidak akan datang hari ini." Kata senior.

"Siapa?"

"Yeo Wool. Dia datang setiap hari selama sebulan. Sekarang dia tidak datang. Dahulu dia menyebalkan, tapi aku mulai menyukainya."

"Jika kamu mulai menyukainya, kenapa tidak membayar semua jus sayuran yang kamu minum?"

"Lucu sekali. Kamu membayarnya?"

"Aku tidak meminumnya."

"Bagaimanapun, dia tidak menangis setelah apa yang menimpanya. Dia sangat ceria dan gigih."


Jung Dae membuka lacinya dimana semuanya berisi jus dari Yeo Wool beserta catatan-catatannya. Intinya Yeo Wool meminta Jung Dae menyelidiki ulang kasus adiknya, kasus adiknya belum selesai, Yi Rang (Adiknya) tidak bunuh diri.

Jung Dae: Tetap bersikap ceria dan gigih. Dia tidak tahu cara lain untuk mengatasinya.

Senior: Jika berpikir begitu, bersikap baiklah kepadanya alih-alih cemberut. Sikap itu kejam.

Jung Dae: Aku ingin dia berhenti kemari. Dia tidak bisa.. membuat adiknya hidup kembali.

Senior: Kamu aneh.

Lalu Jung Dae membahas soal kasus anak-anak TK. Ia bertanya pada Senior, jadi laporan forensik meyakinkan tidak ada siapa pun selain guru itu dan anak-anak yang ada di TKP?

"Kenapa? Kamu menemukan sesuatu? Ini kali kedua kamu menanyakan itu."

"Tidak. Aku akan mampir ke bagian forensik."

"Kenapa?"

"Untuk mendesak mereka agar segera memberikan hasilnya. Serta ada yang harus kupastikan."

"Aku suka antusiasmemu, tapi jangan menyebabkan masalah."

"Baik."


Jung Dae memandangi jenazah Guru Lee, ia fokus pada kepala bagian kanannya.


Anehnya, Dokter Forensik disana malah bisa menyantap ramyeon dengan snagat nikmat, mengingat ada mayat di ruangan itu.

"Bagaimana kamu bisa makan di sini?" Tanya Jung Dae heran.

"Rasanya sangat enak. Aku tidak makan sendirian. Mereka menemaniku." Jawab dokter itu, Gil Chae Won.

Chae Won menawari Jung Dae untuk makan juga tapi Jung Dae menolak karena ia sudah makan Jjangmyeon.

Chae Won: Ada yang menarik perhatianmu? Sudah pasti itu bunuh diri.


Jung Dae: Kenapa telinganya putus? Mungkinkah dia diancam atau diserang?

Chae WOn: Van Gogh. Dia memotongnya sendiri, seperti Van Gogh. Lihat ini. Ada tanda ragu-ragu di sekitar telinga.

Chae WOn: Serta di sini. Cengkeramannya sangat kuat hingga tangannya juga tergores.

Jung Dae: Maksudmu, dia memotong telinganya sendiri sebelum bunuh diri?

Chae Won: Terkadang itu terjadi kepada pengidap gangguan mental atau halusinasi.


Chae Won: Bahkan yang lebih aneh, ada bekas gigitan manusia di tubuh anjing ini. Anjing itu juga kelaparan. Awalnya aku berpikir anjing itu diperlakukan kejam. Tapi itu bukan gigi Lee Chan Mi. Bentuk giginya tidak cocok dengan catatan gigi Lee Chan Mi.

Jung Dae: Kapan anjing ini digigit?

Chae Won: Tepat sebelum mati. Kira-kira sekitar waktu Lee Chan Mi tewas.

Jung Dae: Artinya, mungkin saja Lee Chan Mi tidak sendirian di TKP.

Chae Won: Ya. Ini juga bukan gigi anak-anak.


Dan ada dua dokter lain masuk untuk membawa satu mayat keluat, Mayat dengan Identitas tidak diketahui.


Saat itulah Da Il mulai muncul, tiba-tiba ia keluar bersamaan dengan dua orang pembawa mayat tadi.


Yeo Wool mengunjungi Ga Ram. Ibu Ga Ram menjelaskan kalau Ga Ram tidak begitu ingat dan menghindari perbincangan, hanya menggambar seharian.

Yeo Wool tertarik dengan gambar Ga Ram, wanita bergaun merah. Yeo Wool panik, meminta Ga Ram menjelaskan siapa wanita itu, apa Ga Ram melihatnya tempo hari?

Ibu menjauhkan Ga Ram karena Yeo Wool sangat berlebihan, ibu bakhan mengusir Yeo Wool dan mengancam akan melaporkannya ke polisi.


Saat Ga Ram tertidur dengan ibunya, Da Il berkunjung. Da Il juga melihat gambar Ga Ram yang wanita bergaun merah itu.

Da Il pun pergi dan tepat saat itu Ga Ram bangun, tapi Da Il sudah keburu keluar.


Jung Dae membuka identitas lengkap Da Il, ia berpikir keras karena merasa pernah mendengar nama itu entah dimana tapi.

Lalu ia mencari di internet dan menemukan ulasan mengenai kasus Da Il di militer serta Kantor Detektif, A Few Good Men.

"Pengadu dalam militer.. Detektif? Detektif." Gumam Jung Dae.


Yeo Wool dalam perjalanan pulang dan tiba-tiba lampu jalan berkedip lalu mati. Yeo Wool merasa ada yang mengikutinya, tapi saat ia menoleh tidak ada siapa-siapa.


Akhirya Yeo Wool mempercepat jalannya dan sampailah ia di depan pintu apartemennya. Saat ia akan membukapintu tiba-tiba ada orang yang menyentuh bahunya. Yeo Wool refleks membantingnya.

Tapi ternyata itu adalah Da Il.

"Lee Da Il-Ssi." panggil Yeo Wool.

1 komentar:

  1. Dramanya agak serem jga ya trnyata...
    Ttep smgat kak, tulisannya bagus... ❤️❤️❤️

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap