Saturday, September 29, 2018

Sinopsis The Ghost Detective Episode 14


Sumber: KBS2


Da Il menyembunyikan pisau Yeo Wool di dalam kotak yang berbentuk buku, lalu ia meletakkannya diantara tumpukan buku di kamarnya.


Setelahnya, Da Il mendatangi kamar Sunwoo Hye, dimana disana ada beberapa polisi yang berjaga. Sekarang Da Il bisa menembus dan memegang apa saja yang ia inginkan. 


Da Il merekonstruksi yang terjadi semalam. 

"Tidak ada yang berlari menuju pintu. Meski begitu, mustahil Jeon Deok Joong bisa membawa mereka setelah sadar. Artinya..."


Da Il menemukan jejak kaki. Ia ingat semalam Jeon Deok Joong memakai sepatu dan orang yang bertelanjang kaki adalah Sunwoo Hye. 


Saat berjalan, Da Il mendengar percakapan seorang putra dan ibunya. Sang putra mendadak ingin pindah rumash sakit. 

Putra: Ada yang dibunuh di rumah sakit ini. Ibu ingin tetap di sini?

Da Il masuk dan melihat mata anak itu berwarna merah.


Da Il diam-diam merekam anak itu, 

"Jika polisi kemari, mereka akan menyadari bahwa aku melihat wanita itu. Lalu wanita itu akan membunuhku."

Sang ibu bingung dengan tingkah putranya. 

"Semua ini karena Ibu. Andai Ibu tidak sakit, aku tidak mungkin menjadi target wanita itu! Dia terbaring di sana seakan-akan sudah mati. Jantungnya berhenti dan dia dinyatakan sudah mati. Tapi dia masih hidup. Aku melihat dia saat membunuh dokter dan perawat itu. Mungkin kita.. juga tidak bisa lari darinya."

"Ki Hoon. Ada apa denganmu? Sadarlah."


Dan Pengacara Baek langsung meneruskannya pada Reporter Kang Eun Chong. Ia menambahkan kalimat:

"Kemarin empat anggota staf medis dibunuh di Rumah Sakit Yoonsan. Sunwoo Hye dan Jeon Deok Joong menghilang. Temuilah saksinya."


Ki Hoon menggoncang-goncang ibunya sampe ibunya susah nafas. Da Il memencet tombol darurat dan menghentikan Ki Hoon. 


Beruntung perawat langsung datang dan memberikan pertolongan untuk ibu. Sementara Ki Hoon langsung sadar setelah Da Il menyentuhnya.

Da Il pun pergi setelah Ki Hoon kambali perhatian pada ibunya.


Sunwoo Hye masih dijalan, ia bisa menyentuh apapun dan bisa menghirup udara sekarang.


Sunwoo Hye lalu membangunkan seorang gelandangan yang tidur di bangku taman dengan selimut koran. Sunwoo Hye berkata kalau ia lapar.

Orang itu bangun dan ternyata dia adalah Jeon Deok Joong.


Jeon Deok Joon seperti belum percaya kalau yang dilihatnya itu adalah Sunwoo Hye. 

"Ini kali pertamaku melihatmu berbicara. Aku hanya.. berbicara dengan dirimu yang masih kecil."


Senior menunjukkan sidik jari Yeo Wool yang ditemukan di kamar Sunwoo Hye, mereka juga menganalisis noda darahnya. Harapannya agar Yeo Wool bicara, tapi Yeo Wool masih saja diam.


Lalu Da Il datang dengan membuka pintu. Senior bingung dong kenapa pintunya bisa tiba-tiba terbuka. Tapi ia tidak berpikiran mistis, ia berdiri saja dan segera menutup pintunya kembali.


Da Il melarang Yeo Wool memberi tahu kalau Sunwoo Hye adalah hantu, jangan mempersulit keadaan.


Da Il melarang Yeo Wool memberi tahu kalau Sunwoo Hye adalah hantu, jangan mempersulit keadaan.

Da Il mengatakan kalau Sunwoo Hye hidup lagi. Dan itu membuat Yeo Wool sangat terkejut. Ia jadi ingat perkataan Sunwoo Hye kecil bahwa hanya dirinyalah yang bisa membunuh Sunwoo Hye, bukan Da Il. 

Da Il: Dia bukan lagi roh. Sekarang dia punya tubuh.

Yeo Wool tegang dan itu membuat Senior bertanya heran. Tapi Yeo Wool masih diam saja. 

Da Il melanjutkan, "Dia masih bisa mengendalikan orang. Karena sudah punya tubuh, dia bisa membunuh orang dengan tangannya sendiri. Dia tidak perlu lagi kembali ke tubuhnya. Jadi, sekarang dia bisa pergi melampaui Sapo-gu. Jadi, kita tidak bisa membuang-buang waktu di sini. Hanya kita yang tahu siapa dia sebenarnya."


Eun Chong menemui Ki Hoon dan menunjukkan rekaman viseo itu. Tapi Ki Hoon tidak ingat, ia hanya ingat saat kondisi ibunya memburuk. 

"Kalau begitu, apa kamu ingat wanita yang kamu lihat seperti yang kamu katakan di dalam video atau apa yang kamu lihat?"

Ki Hoon diam saja. Eun Chong memaksa, "Beri tahu aku. Polisi menginterogasi orang-orang yang tidak berkaitan. Jika dia tidak tertangkap, kamu bisa terancam."

"Siapa kamu? Bagaimana kamu merekam video ini?"

"Kamu tidak perlu mengetahuinya. Dengar. Kamu tidak akan aman dengan merahasiakan identitasnya. Kamu harus membantu polisi untuk menangkapnya. Hanya itu cara agar kamu bisa hidup."

"Aku... Begini..."


Eun Chong menyalakan perekam suara di ponselnya. Ki Hoon mulai menjelaskan dengan mata yang kembali memerah.

"Entah kenapa aku mengira dia seorang wanita. Aku ingat dengan jelas. Dia seorang pria."


"Aku sering melihat dia masuk ke kamar rumah sakit itu. Dia tidak memakai baju pasien. Jadi, mungkin dia wali pasien."

Nada bicaranya pun lebih tenang, tidak ada ketakutan lagi seperti saat matanya belum memerah.


Pengacara Baek mendatangi Ketua Tim Jung Dae untuk mengajukan gugatan.

Pengacara Baek: Ini semacam kemitraan. Artinya aku mungkin bisa membuktikan bahwa mereka memang tidak bersalah. Mereka kemari hanya sebagai saksi dan mereka hanya perlu menjawab pertanyaanmu.

Ketua Tim: Bagaimana tepatnya itu akan terjadi? Kita bahkan tidak bisa menemukan satu pun petunjuk. Bukankah lebih aneh jika ada yang sungguh tahu soal ini?

Pengacara Baek: Hal yang aneh adalah polisi tidak bisa menemukan petunjuk. Wartawan yang tertarik pada kasus ini sudah menemukan saksi.

Pengacara Baek menunjukkan video itu, ia sedikit mengancam, "Haruskah kutunjukkan ini kepadamu dan menghapus kecurigaanmu, atau.. kamu lebih suka seluruh negeri ini mulai meragukan polisi karena kamu menginterogasi orang yang tidak relevan?"


Sunwoo Hye mendatangi rumah seorang wanita (wanita yang ia bunuh? belum tahu). Ia memakai pakaian, make up dan semua yang ada disana. 


Di TV menyiarkan berita soal kematian di RS.

"Hari ini saat dini hari, seorang dokter dan empat perawat dibunuh secara sadis di Rumah Sakit Yoonsan. Polisi sudah memastikan Nona Kang, yaitu pasien yang mengalami koma, sebenarnya bernama Nona Sunwoo, pasien yang menghilang bersama Jeon Deok Joong. Polisi mulai melakukan pencarian terbuka untuknya karena menghilang tepat setelah insiden itu."


Sun Woo Hye mendengarkan itu sambil makan apapun yang ada di dalam kulkas. BTW makannya buas banget. 


Gyeol juga menonton berita yang sama di rumahnya. 

"Dia tersangka kuat atas insiden pembunuhan itu. Nama, Jeon Deok Joong. Usia, 51 tahun. Kemungkinan besar dia mengubah penampilan luarnya. Berdasarkan kesaksian korban, dia mungkin memiliki bekas luka di beberapa bagian tubuhnya setelah terlibat perkelahian. Dia juga menunjukkan gejala serupa skizofrenia. Jadi, dia juga bisa mengalami kejang."


Ditampilkan juga video di kamar mandi saat Jeon Deok Joong bicara dengan Sunwoo Hye kecil. Gyeol ingat Jeon Deok Joon adalah orang yang menumpahkan kopi pada Yeo Wool. 

Ia juga langsung kaget melihat wajah Sunwoo Hye. 


Sunwoo Hye mengacak-acak semua baju di lemari untuk menemukan satu yang cocok untuknya dan ia menemukan satu yang cocok.


Pengacara Baek berhasil membawa pulang Yeo Wool. Ia menuntut penjelasan apa yang terjadi ini. Mr. Han akan memulai penjelasan tapi terpotong oleh kedatangan Jung Dae.


Jung Dae juga butuh penjelasan. Ia mengatakan kalau Tim-nya menemukan jasad yang ditelanjangi dan ditutupi baju pasien yang sepertinya milik Sunwoo Hye. Ada lumuran darah di baju pasien itu, sepertinya dia ditikam.


Da Il bicara dan otomatis Yeo Wool menoleh ke arahnya. Da Il meminta Yeo Wool tenang dan menyuruh Yeo Wool menyuruh Jung Dae melanjutkannya. Kedepannya Jung Dae akan butuh bantuan Pengacara Baek.


Yeo Wool: Kamu bisa berbicara di depan Pengacara Baek.

Jung Dae: Yeo Wool-ssi, di mana pisau itu? Aku tahu kamu mengambilnya. Pisau yang dipakai Yi Rang untuk bunuh diri.

Da Il: Jangan dijawab. Dia tidak akan mengerti.

Jung Dae menekan nada bicaranya, ia memaksa Yeo Wool mengatakannya agar bisa ia bantu. Yeo WOol kembali memandang Da Il dan itu membuat Jung Dae kesal. 

Jung Dae: Ke mana arah pandanganmu? Apa yang kamu lihat?



Chae Won mencoba menghentikan Jung Dae, ia mengajak Jung Dae keluar, ia yang akan menjelaskan semuanya. 

Tapi Jung Dae masih saja menunjut jawaban Yeo Wool, "Kamu menikamnya?"

Da Il: Jangan menjawabnya, Yeo Wool.


Yeo Wool pun berdiri dan menjawab, "Aku berniat menikamnya."

"Artinya kamu tidak menikamnya? Lantas, apa Lee Da Il yang menikamnya? Di mana dia sekarang?"

"Jika kukatakan yang sebenarnya, akankah kamu percaya?"

"Aku selalu memercayaimu."

"Kamu tidak pernah memercayaiku. Kamu hanya ingin membantu. Dan itu bukan salahmu."

Chae Won langsung memaksa Jung Dae keluar. Mr. Han heran, apa mereka tadi bertengkar atau menyatakan perasaan? mereka seperti bermain jual mahal.

Yeo Wool melihat Da Il menjauh dari sana lalu mengikutinya. Pengacara Baek hanya diam memperhatikan. 


Yeo Wool meminta persetujuan Da Il bahwa ia akan mengatakan pada polisi kalau ia yang melakukannya, ia yang menusuk Sunwoo Hye. 

"Kamu tahu apa artinya itu?"

"Tidak ada cara lain untuk menjelaskan kejadian itu. Jika kukatakan kamu yang melakukannya, bagaimana caraku menjelaskan sisanya? Lagi pula, aku yang berniat melakukannya."

"Tenanglah."

"Seharusnya aku yang melakukannya."

"Kenapa?"

"Karena hanya aku yang bisa membunuh Sunwoo Hee. Mungkin itulah sebabnya kita gagal membunuhnya. Seharusnya biarkan aku membunuhya."

"Mana bisa aku melakukannya?"

"Kenapa tidak bisa?"

"Karena itu pembunuhan."

"Aku sudah tahu itu. Aku sudah siap menanggung perbuatanku."


Da Il melarang Yeo Wool berpikir untuk melakukan hal semacam itu. Ini bukan soal apakah Yeo Wool ketahuan atau tidak. Sekalipun tidak ketahuan, Yeo Wool harus hidup dengan rasa bersalah seumur hidup. Kehidupan di depan Yeo Wool lebih penting daripada menangkap Sunwoo Hye. Oleh karena itu, Ia berjanji akan menangkap Sunwoo Hye bagaimanapun caranya.


Tapi Yeo Wool mengajak Da Il menangkapnya bersama. Ia berjanji tidak akan memutuskan atau melakukan hal semaunya. Jadi, ia minta Da Il mengizinkannya membantumu menangkapnya.


Chae Won penasaran, Jung Dae menyelidiki kasus ini karena seorang polisi karena Yeo Wool?

Jung Dae diam saja. Chae WOn menganggap dua-duanya adalah alasan Jung Dae. Pertanyaan selanjutnya, kenapa Jung Dae bersikap seperti ini kepada Yeo Wool? Mengasihaninya atau menyukainya?

"Aku mengasihaninya."

Chae Won menendang Jung Dae, "Tidak ada yang bertindak sejauh ini karena kasihan."

Akhirnya Jung Dae mengaku kalau ia menyukai Yeo Wool.


Chae Won tidak peduli soal itu, yang ia pedulikan, apa rencana JunG Dae selanjutnya, apa yang akan Jung Dae lakukan?  

"Aku akan melakukan apa pun agar dia aman."


Semuanya berkumpul untuk membahas langkah selanjutnya. 

Da Il: Kita tidak bisa membuat mereka memahami semua yang terjadi sejauh ini. Menemukan Sunwoo Hye adalah hal terpenting. Beri tahu mereka kesimpulannya dahulu.

Yeo Wool: Orang yang membunuh staf medis itu bukanlah Jeon Deok Joong, tapi Sunwoo Hye. Wanita yang disebutkan oleh Detekrtif Park mungkin dibunuh oleh Sunwoo Hye, bukan Jeon Deok Joong.


Yeo Wool menulis nama-nama di papan, mungkin untuk membagi tugas.

Da Il: Jika tebakanku benar, Sunwoo Hye membunuhnya untuk berganti, hanya untuk mengambil bajunya. Artinya, sekarang orang-orang bisa melihat Sunwoo Hye. Dia bukan roh yang memanipulasi orang untuk bunuh diri. Sekarang dia pembunuh berantai yang memiliki tubuh.


Yeo Wool: Dokter Chae Won, bantulah kami mencari tahu keadaan Sunwoo Hye saat ini. Apakah dia masih punya kemampuan roh atau hanya bisa melakukan kejahatan yang dilakukan manusia? Apa kelemahannya dan bagaimana kita bisa menghancurkannya.


Chae Won menemui seorang kakek, taklupa ia membawa sebotol makgoli.

"Kenapa kamu kemari?" Tanya kakek itu.

"Anda masih ada di sini. Syukurlah."

"Apa maksudmu? Kamu berpura-pura tidak melihatku."

"Ayolah. Tentu saja aku bisa melihat Anda. Aku punya alasan."

"Ada perlu apa kemari?"

"Aku kemari untuk bermain janggi bersama Anda. Coba kulihat. Sekakmat! Jika aku menang, mau mengabulkan permintaanku? Izinkan aku memakai koneksi pribadi Anda."

"Bagaimana jika kamu kalah?"

Chae Won mengangkat botol makgoli, ia akan memberikan satu botol lagi.


Ternyata kakek itu adalah hanti karena dengan mata telanjang, Chae WOn bicara seorang diri.


Da Il ingin Pengacara Baek terus membantu dalam urusan hukum.

Yeo Wool: Kami harus terus meminta bantuanmu.

Pengacara Baek: Aku sama sekali tidak paham. Sulit kupercaya kamu menganggap hantu sebagai pembunuh berantai. Aku sudah banyak membantumu tanpa memahaminya.

Yeo Wool: Benar. Aku mengerti. Tapi...

Pengacara Baek: Tapi ada alasannya kenapa aku ingin tahu apa yang kamu lakukan. Jadi, aku akan membantumu. Jika aku memang bisa melakukannya.


Sepulangnya dari sana, Pengacara Baek bicara di telfon dengan seseorang. 

"Ya, aku yakin itu seperti perkataanmu. Kurasa Lee Da Il yang memimpin. Baiklah. Aku akan meneleponmu lagi."


Selanjutnya, Mr. Han menanyakan apa bagiannya. Da Il juga bingung menjawabnya, tapi Mr. Han sudah tahu.

"Aku cukup melakukan apa yang diperintahkan kepadaku, bukan? Kurasa itulah tempatku. Tetap saja, namaku tertulis di atas nama Park Jung Dae."


Akhirnya Da Il punya ide, ia meminta semuanya melapor secara langsung kepada Mr. Han.

Yeo Wool: Mr. Han. Kamu adalah menara kontrol. Kami akan melaporkan semuanya kepadamu.

Mr. Han: Bagus. Jangan sampai terjadi kecelakaan. Tolong dengarkan aku. Omong-omong, ada yang harus kukatakan kepada Da Il. Aku tidak bisa mengendalikan dia. Aku sangat kesal.


Mr. Han masuk ke ruangannya dan da Il mengikutinya. Mr. Han lalu menutup semuanya dengan rapat dan memastikan tidak ada yang mengamati mereka.


Mr. Han menyuruh Da Il duduk dan melarangnya menyilangkan kaki. Tapi Da Il tidak menurut, ia malah menyilangkan kakinya.


Mr. Han: Selama ini aku berpikir. Kudengar kamu bisa menyentuh benda. Jadi, ada cara kita bisa berkomunikasi tanpa Yeo Wool. Baiklah. Kamu tidak bisa menyentuh ponsel ini saat aku memegangnya. Tapi saat kuberikan ini kepadamu, kamu bisa menyentuhnya, bukan?


Mr. Han: Selama ini aku berpikir. Kudengar kamu bisa menyentuh benda. Jadi, ada cara kita bisa berkomunikasi tanpa Yeo Wool. Baiklah. Kamu tidak bisa menyentuh ponsel ini saat aku memegangnya. Tapi saat kuberikan ini kepadamu, kamu bisa menyentuhnya, bukan?

Mr. Han: Ini. Mainkan musik.

Da Il pun menyentuhnya dan memainkan musik. 

Mr. Han: Musik yang bagus, bukan? Baiklah. Anggap saja aku bertanya kepadamu. Jika jawabanmu "ya", teruslah memainkan musiknya. Biarkan lagu yang sama dimainkan. Tapi jika jawabanmu "tidak", maka lanjutkan ke lagu berikutnya. Klik-klik.

Da Il melakukannya, mengubah lagu.

Mr. han: Jadi, jika kamu membiarkan musiknya dimainkan saat aku bertanya kepadamu, aku akan menganggapmu menjawab "ya". Jika kamu mengganti musiknya, aku akan menganggapmu menjawab "tidak". Lagu yang sama sedang dimainkan. Kamu paham. Kamu sangat pintar. Baiklah. Sekarang aku akan bertanya kepadamu. Sekarang kamu bisa menyentuh benda. Apa itu berbahaya? Akankah terjadi hal buruk kepadamu?

Da Il mengganti lagunya terputar, artinya jawabannya "tidak".

Mr. Han menangis, berulang kali ia mengatakan kalau ia merindukan Da Il.


Jung Dae bertanya pada Yeo Wool, apa yang Yeo Wool rencanakan. Sepertinya Jung Dae akan mengaku tapi Yeo Wool menyelanya.

"Detektif Park. Bisakah kamu secepatnya mengidentifikasi wanita yang dibunuh itu dan bagaimana penampilannya?"

"Baiklah."

"Terima kasih."


"Kamu benar. Aku tidak bisa memercayai ucapanmu. Tapi aku tetap membantumu dan akan terus membantumu. Hanya ada satu alasan untuk itu."

"Apa itu?"

"Aku ingin tahu apa pun yang kamu lakukan dan ke mana pun kamu pergi. Agar aku bisa memeriksa apakah kamu aman."

"Apa hanya itu yang harus kulakukan?"

Jung Dae mengangguk.

"Aku akan melakukannya."


Da Il dan Yeo Wool rapat berdua, "Kita tahu metode dan pola kejahatannya di masa lalu, tapi sekarang kita tidak tahu ke mana Sunwoo Hye akan pergi dan apa yang akan dia lakukan. Untuk mencarinya, kita harus memikirkan ini dahulu. Kenapa dia membunuh orang?"


Sementara tu, Sunwoo Hye sedang bersenang-senang.

Note: Minggu ini cuma tayang 2 episode saja. Episode selanjutnya akan ditayangkan minggu depan.

-oo PREVIEW oo-


Da Il: Mari menganggap Sunwoo Hye sebagai manusia pembunuh berantai.


Kali ini sasaran Sunwoo Hye adalah Gyeol.

Sunwoo Hye: Kamu mau menuruti perintahku atau aku harus membunuh Yeo Wool?


Gyeol diam-diam mengintip Yeo Wool di kantor.


Entah dalam situasi apa, Da Il memberikan pesan pada Jung Dae.


Jung dae: Bisakah kamu melihat Lee Da Il? Apa yang harus kulakukan dengan ini? Dia sudah mati? Apa dia hantu?


Jung Dae mengejar Jeon Deok Joong.

Jeon Deok Joong: Dia akan membunuh banyak orang. Banyak orang sekaligus.


Da Il kelihatan kebingungan di tengah jalan.

Mr. Han: Dia akan membunuh semua orang ini?

Yeo Wool: Kita harus menghentikan dia.

3 komentar:

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap