Saturday, September 29, 2018

Sinopsis The Ghost Detective Episode 13


Sumber: KBS2


Da Il menggantikan Yeo Wool untuk menusuk Sunwoo Hye dan detak jantung Sunwoo Hye pun berhenti. 


Yeo Wool memprotesnya, "Dia bilang aku harus melakukannya. Dia bilang hanya aku yang bisa melakukannya."

"Tidak. Aku harus melakukannya sejak awal."


Ada bunyi alaram bahaya. Da Il mengejak Yeo Wool keluar dari sana. Sebelumnya, ia mencabut pisau dari tubuh Sunwoo Hye kemudian memberikannya pada Yeo Wool untuk dibungkus lagi dan dimasukkan kantong.

Da Il menggandeng Yeo Wool saat keluar dari sana. Sementaraitu, Jeon Deok Joong tidak kuat untuk bangun.


Saat di tangga, Da Il meminta Yeo Wool menunggu sebentar untuk mengecek situasi. Yeo Wool malah fokus pada tangannya yang digandeng Da Il. Da Il mengikuti arah pandangan Yeo Wool. Ia baru sadar dan segera melepaskan tangan Yeo Wool. 

Da Il: Hubungi Mr. Han. Jika dia menuju kemari, minta dia untuk tidak kemari. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi.

Maka Yeo Wool pun menelfon Mr. Han.


Jadi Mr. Han dan Chae Won menunggu di pinggir jalan. Mereka tidak bicara, hanya menyuruh Yeo Wool dan Da Il segera masuk mobil. 


Saat perjalanan, Jung Dae menelfon. Jung Dae menanyakan bagaimana keadaan Yeo Wool. Chae Won menoleh pada Yeo Wool sebelum menjawab.  

"Dia tidak terluka parah." Jawab Chae Won setelah memastikan. 

"Pastikan lukanya yang terkecil pun diobati. Kumohon."

"Jangan cemas. Pastikan kamu membereskan semuanya di sana."


Semua terdiam saat Yeo Wool mengatakan kalau Sunwoo Hye dibunuh oleh Da Il. Mr. Han sangat khawatir, apa Da Il baik-baik saja?

Yeo Wool hanya menoleh pada Da Il. Kemudian Mr. Han mengajak Chae Won keluar meninggalkan Yeo Wool dan Da Il berdua.


Yeo Wool melihat tangan Da Il yang ada dara Sunwoo Hye nya dan Da Il melihat sepatu Yeo Wool.

Da Il: Ada dua kotak di atas ranjang. Mungkin pisau itu ada di dalam salah satunya. Aku ingin tahu apa isi kotak satunya lagi dan ternyata isinya sepatu mendaki.

Yeo Wool: Yi Rang menyiapkannya sebagai kado ulang tahunku karena sudah lama aku menginginkannya.

Da Il: Aku ragu dia memberikannya kepadamu untuk dipakai seperti ini. Mungkin Yi Rang.. ingin kamu hidup dalam arah yang berbeda. Untuk melupakan dia dan melanjutkan hidupmu.


Yeo Wool menoleh kesamping, matanya berkaca-kaca. Da Il mempersilahkannya menangis, Yeo Wool boleh menangis.


Maka pecahlah tangis Yeo Wool. Da Il akan menepuk pundak Yeo Wool untuk menenangkannya, tapi ia urungkan. Ia melihat tangannya yang ada darahnya.


Sementara itu, Chae Won di luar tampak gelisah.


Chae Won mengikuti Da Il dan Yeo Wool masuk. Chae Won penasaran bagaimana Da Il bisa menyentuh benda. 

Da Il: Mari bicara nanti. Jangan sekarang.


Chae Won menatap Yeo Wool dan Yeo Wool menggeleng. Maka Chae Won pun menjauh. 


Da Il minta Yeo Wool membiarkannya sendiri. Da Il masuk ke kamarnya yang pintunya dikasih kode pin. Yeo Wool memperhatikan nomor yang Da Il pencet.

Di dalam, Da Il memutar lagu kesukaan ibunya.


Kemudian ia mendengar pin pintu kamarnya ditekan. Dan masuklah Yeo Wool. 

Yeo Wool meminta Da il memberitahunya bagaimana bisa ia menyentuk benda.

"Kenapa itu penting?" Da Il bertanya.

"Tentu saja itu penting."

"Kini semua sudah berakhir."


Da Il lalu duduk dan malanjutkan, "Semua sudah usai. Aku tidak tahu apakah aku..  harus terus tinggal di sini. Entah apa yang harus kulakukan di sini. Aku berpikir apakah lebih baik jika aku menghilang dari semua orang. Atau aku akan menghilang suatu saat nanti, entah aku ingin atau tidak."



Yeo Wool memberi Da Il Sari Ginseng Merah untuk menyatakan rasa terima kasihnya. Da Il pun menerimanya. 

Yeo Wool juga memakannya, ia menjelaskan kalau orang yang masih hidup juga berpikir begitu. Ia bertanya-tanya apakah ia di tempat yang tepat, apakah orang di sekitarnya sungguh membutuhkannya, atau ia hanya merepotkan mereka. Ia bertanya-tanya apa yang harus ia lakukan dan bagaimana ia harus hidup. Ia memikirkannya berkali-kali sepanjang hari.

Da Il membenarkan, sepertinya semua orang sama. Yeo Wool setuju, mereka semua sama.


Yeo Wool menyendarkan kepalanya dan akhirnya ia bisa  menutip matanya untuk tidur. Da Il menatapnya.


-=Satu jam yang lalu=-

Satu dokter dan 3 perawat masuk ke ruangan Sunwoo Hye, mereka terkejut melihat keadaan Sunwoo Hye. Dokter meminta salah satu perawat menghubungi polisi.


Dokter memeriksa Sunwoo Hye. Ia mengumumkan waktu kematian, tapi belum selesai, ada darah muncrat pada seorang perawat terdekat dengan si dokter.

Perawat itu langsung roboh, ia menoleh ke arah dokter dan dokternya terluka dibagian dada. Dokter pun roboh. Dua perawat lainnya melongo.


Tiba-tiba Sunwoo Hye bangun dan mengeluhkankan keributan mereka yang menyebalkan. Semuanya sontak menoleh ke arah Sunwoo Hye. Sunwoo Hye melepas semua peralatan yg menempel ditubuhnya. Semuanya ketakutan dan kembali berusaha keluar.


Entah apa yang terjadi selanjutnya, tapi kita bisa melihat Sunwoo Hye berjalan dengan kaki telanjang di lorong rumah sakit. Musiknya sereeeeem..


Kayaknya ada yang memergoki SUnwoo Hye. Ia tahu dan mengkode orang itu untuk tutup mulut. Lalu Sunwoo Hye melenggang dengan bebas.


Jung Dae sampai di Rumah Sakit, ia langsung menuju kamar Sunwoo Hye, tapi terkunci. Ia membuka paksa pintu kamarnya dan melihat keempat orang tadi meninggal disana dengan keadaan yang memprihatinkan. Kebanyakan lukanya di dada.


Polisi diturunkan untuk menyelidiki. Senior mengajak Jung Dae bicara berdua. Senior heran dengan kasus ini. 

"Semua CCTV rusak. Terlebih, pasien yang hilang dan wali yang menculiknya menghilang. Empat orang tewas di kamar itu."

"Seonbae. Aku orang pertama yang tiba di TKP. Pintunya sudah terkunci dari dalam dan mustahil untuk kabur lewat jendela. Aku hanya menemukan jasad di dalam sana."

"Kenapa kamu masuk ke sana untuk mencari mereka? Kenapa kamu kemari?"

"Aku mengetahui Sunwoo Hye ada di sini."

"Bagaimana kamu mengetahuinya? Aku sudah menyuruhmu mundur dari kasus ini. Apa yang terjadi dengan mobil curian itu? Pemilik mobil itu adalah pria bernama Lee Da Il, tapi tidak ada yang melapor terkait mobil curian itu."

"Itu..."

"Aku memeriksa rekaman CCTV mengenai mobil itu dan Yeo Wool yang mengendarainya. Dia juga ada di sini? Bagaimana semuanya berkaitan?"

"Begini, Yeo Wool tidak berkaitan dengan..."

"Bedebah! Kendalikan dirimu. Dengarkan baik-baik. Jika ternyata Yeo Wool terlibat dalam kasus ini dan kamu memang membantu dia atau tidak bertindak, bos kita akan lebih dari sekadar memecatmu."


Da Il membersihkan tangannya dari darah Sunwoo Hye. ia mengingat bagaimana dirinya saat menusuk Sunwoo Hye, yaitu saat matanya memerah, tapi saat ini udah enggak kok. 


Chae Won memaksa Da Il untuk mengatakan semuanya sekarang, tentang bagaimana ia bisa menyentuh benda. Bahkan Chae Win mendekati Da Il sampai benar-benar dekat.

Chae Won: Kamu.. menemui dia lagi, bukan?

Kilas Balik..


Saat Da Il menemui pria itu, pria itu masih kesakitan karena jimat Chae Won, tubuhnya bolong kena jimat. Ia kesal karena Da Il kesana lagi.

"Enyahlah. Aku kemari untuk bertemu dengan roh ibunya Chae Won." Kata Da Il.

"Sepertinya aku juga harus memberimu pelajaran."


Pria itu menyerang Da Il, tapi Da Il masih bisa melawan, ia memasukkan tangannya ke bagian tubuh pria itu yang bolong dan itu membuat pria itu sangat kesakitan. Da Il juga kesakitan saat menarik tangannya kembali. Tapi pria itu langsung jinak. 


Lalu Ibunya Chae Won muncul saat pria itu lemas. Da Il mengatakan kalau mereka tidak punya waktu, ia meminta ibunya Chae Won mengajarinya untuk menyentuh benda. 

"Bagaimana kamu bisa memakai tubuhmu jika tidak punya? Hantu tidak bisa menyentuh benda. Omong-omong, kamu belum pernah mengalaminya? Kamu belum pernah membuat benda berpindah dengan sendirinya? Lantas bagaimana lagi benda bisa berpindah?" Tnaya Ibunya Chae Won.


Da Il ingat saat ia membuat gempa di rumah ibunya, saat ia dan Yeo Wool berkunjung kesana untuk mencari Sunwoo Hye. 


Ibu memberi Da Il kaleng, menyuruh Da Il menerimanya, tapi tembus, kalengnya jatoh. 

"Coba ambil itu." Kata ibu lagi. Da Il berusaha, tapi tetep tembus.

"Kubilang kamu tidak punya tubuh. Jangan memakai tanganmu. Kamu harus memakai keinginanmu. Pastikan keinginanmu kuat."


Da Il membayangkan Yeo Wool pergi ke kamar Sunwoo Hye seorang diri, lalu Sunwoo Hye memanipulasi pikirannya hingga Yeo Wool memutuskan untuk bunuh diri. 


Da Il benar-benar tidak ingin itu terjadi dan dengan tekad itu ia bisa menyentuh kalengnya. 

"Belum ada yang mempelajari ini begitu cepat. Hanya kamu yang bisa mengendalikan nasibmu sendiri." Kata Ibu bangga.

Ibu memegangi perutnya, ia menahan sakit, ia menahan untuk tidak mengaduh.

Ibu: Kamu berusaha melindungi wanita itu, bukan? Selagi melakukannya, tolong awasi.. Chae Won-ku. Chae Won-ku. Aku sudah mengajarimu. Dia.. bertindak kasar dan bersikap tangguh, tapi dia telah melalui banyak kesulitan.


Itulah kata-kata terakhir ibu sebelum tubuh itu diambil alih oleh pria jahat. Pria jahat itu senang karena Ibu pergi untuk selamanya, tadi ibu menggunakan sisa kekuatan terakhirnya.


Tiba-tiba pria itu mencekik Da Il dan entah kenapa mata Da Il kembali memerah. Tapi selanjutnya Da Il bisa melawan pria itu dengan mudah. Ia membanting pria itu dalam sekali gerakan.


Pria itu memperingati Da Il, saat memakai kekuatan yang tidak seharusnya, akan ada konsekuensi. Da Il akan segera mengetahuinya.

Kilas Balik Selesai...


Da Il menjauh dari Chae Won, ia meminta waktu sebentar, ia bahkan mengangkat kedua tangannya. 

Chae Won: Dengar baik-baik. Saat hantu mencampuri urusan manusia, akan ada konsekuensi. Kamu menyelamatkan Yeo Wool...

Da Il: Tunggu. Ini bukan soal Yeo Wool. Maksudku...


Mr. Han menyela, ia bertanya apa yang Da Il katakan? Apa benar Chae Won bisa mendengar Da Il?

Chae Won tidak bisa sodara, ia juga pusing sedari tadi dan meminta dipanggilkan Yeo Wool. Chae Won hanya bisa merasakan aDa Il, tidak bisa melihat apalagi mendengar.


Chae Won bertanya pada Da Il, apa Da Il membuat kesepakatan dengan ibunya (Chae Won mneyebut orang itu). Lalu Da Il mengambil pena Mr. Han dan menulis di kertas.

"Tidak. Jangan beri tahu Yeo Wool. Hal semacam itu tidak terjadi."


"Jika tidak terjadi, kenapa dia menyuruhku bungkam?" Gumam Chae Won. 

Yeo Wool tiba-tiba datang dan Chae Won segera menyembunyikan tulisan Da Il itu. 


Yeo Wool bertanya mereka sedang apa? Chae Won menjawab tidak sedang apa-apa, lalu ia menjauh diikuti Da Il. 


Polisi datang untuk membawa Yeo Wool. Mr. Hanmencoba melindungi Yeo Wool, ada masalah apa ya?

"Sebuah mobil dilaporkan hilang. Terjadi pembunuhan di rumah sakit tempat mobil itu ditemukan. Rekaman CCTV menunjukkan Yeo Wool mengendarainya."

"Ah.. Rupanya ada pembunuhan. Yeo Wool berada di rumah sakit untuk..  menjalani gastroskopi. Perutnya terasa tidak nyaman."

"Jangan berbohong. Bagaimanapun, kami akan menyelidiki semuanya."


Chae Won kembali sambil mengeluhkan kalau Jung Dae tidak mengangkat telfonnya. Senior heran melihat Chae WOn ada disana. 

"Kru macam apa ini? Dokter Gil, kenapa kamu di sini?"

"Aku hanya... Kenapa kamu kemari, Detektif?"

"Aku kemari karena kasus pembunuhan. Empat orang tewas di Rumah Sakit Yoonsan. Dua dokter (berarti yang cowok2 tadi dokter, mian aku salah) dan dua perawat."

Mr. Han terkejut, bagaimana kejadiannya?

Senior: Yeo Wool mungkin tahu bagaimana kejadiannya. Aku tahu itu terjadi di kamar pasien yang hilang dan kamu mengincar perawat yang mengeluarkan pasien itu secara diam-diam. Bukankah itu alasanmu pergi ke rumah sakit?


Yeo Wool: Pasien itu hilang? Sunwoo Hye hilang?


Sunwoo Hye terus berjalan dan dijalan ia melihat seorang wanita memakai pakaian yang bagus. Ia tersenyum.


Beberapa saat kemudian terlihat Sunwoo Hye mengenakan pakaian yang tadi dikenakan cewek itu. Sunwoo Hye bahkan sekarang bisa masuk diantara orang-orang tanpa dicurigai.


Sementara cewek tadi meninggal di dekat tempat sampah, lampu dan CCTV disana rusak.

1 komentar:

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap