Saturday, September 22, 2018

Sinopsis The Ghost Detective Episode 12


Sumber: KBS2


Chae Won tidak bisa tenang, ia kepikiran, jadinya ia ijin paksa pada Seniornya untuk pulang lebih awal dengan alasan ada hal mendesak menimpa keluarganya. Seniornya tidak mengijinkan sebenarnya, tapi ia lari. 


Kekuatan Yeo Wool tidak sebanding dengan kekuatan pria itu. Da Il mencoba menolong dengan berteriak. 

"Gil Chae Won mengutus kami kemari. Dia menyuruh kami mencari ibu rohnya!"


Dan pria itu berubah menjadi seorang Ahjumma. Ahjumma itu bertanya, mereka kenal Chae Won? Kenapa mereka kesana? Dan akhirnya Ahjumma melepaskan Yeo Wool. 


Da Il: Kami harus tahu cara menyingkirkan roh gentayangan.

Ahjumma: Jangan coba-coba. Larilah saja yang jauh.

Da Il: Apa maksudmu?

Ahjumma: Kalian bisa dimakan hidup-hidup oleh hantu itu, seperti aku.


Tiba-tiba Ahjumma berubah, mata dan mulutnya menghitam. Da Il teringat bagaimana ia menghentikan pengaruh Sunwoo Hye pada orang-orang, yaitu dengan mneyentuhnya.

Maka Da Il pun menyentuh Ahjumma. Dan itu berhasil, Ahjumma 'waras' lagi, matanya tidak lagi menghitam. Lalu Ahjumma melepaskan tangan Da Il.


Ahjumma: Apa roh itu membunuh manusia?

Da Il mengangguk. 

Ahjumma: Kalau begitu, tusuk dia dengan apa pun yang dipakai untuk membunuh manusia. Tapi cara itu hanya efektif saat roh itu masuk ke dalam tubuh. Begitulah cara menjebaknya masuk ke dalam tubuh.

Da Il: Kenapa kamu gagal?

Ahjumma: Aku sudah membunuhnya, tapi tidak memenuhi syarat. Hanya orang yang mau menyerahkan nyawanya untuk hantu yang mampu menjebak hantu di dalam tubuhnya.


Ahjumma itu mengulurkan payung dan meminta Da Il menyentuhnya, tapi tembus. Ahjumma menjelaskan, karena Da Il tidak mampu melakukannya makanya ia menyuruhnya lati menjauh. Da Il bisa lebih menderita bahkan setelah mati seperti dirinya.

Ahjumma itu melirik Yeo Wool dan tiba-tiba ia berubah menjadi pria yang tadi, tujuannya adalah untuk memakan Yeo Wool.


Ia kembali mencengkeram leher Yeo Wool. Da Il menolong, ia merangkul pria itu dari belakang, akhirnya Yeo Wool lepas dari cengkraman.

Tapi akibatnya, Da Il malah yang dicengkram lalu dibanting-banting.


Chae Won berlari ke sana, tapi langkahnya berat banget. Ia meyakinkan dirinya kalau roh itu tidak bisa menyakitinya, tidak apa-apa. Dan sebelum masuk ke terowongan, ia mengambil batu.


Chae Won sampai saat Da Il bertarung dengan pria itu. Chae Won menghampiri Yeo Wool dan membantunya berdiri. Ia bertanya apa Yeo Wool sudah tahu caranya? Yeo Wool mengangguk.

Lalu Chae Won meminta Yeo Wool melihat tangannya, "Mulailah lari dalam hitungan ketiga."


Chae Won membungkus batu tadi dengan jimat yang kemaren ia lihat.  

Chae Won: Ahjussi, aku di sini.

Perhatian pria itu tertuju pada Chae Won dan Chae Won mulai menghitung dengan jarinya. Sampai hitungan ketiga Yeo Wol berlari menuju Da Il dan Chae Won melemparkan batu itu pada si pria.


Pria itu menggeliat kepanasan/kesakitan. Chae Won, Da Il dan Yeo Wool meninggalkannya.


Mr. Han tidak setuju dengan cara yang dijelaskan Yeo Wool, mereka tidak bisa melakukannya, mereka akan membunuh manusia lain.

Chae Won: Dia bukan manusia, tapi hantu. Hantu yang membunuh banyak nyawa.

Mr. Han: Tapi kita akan tetap harus membunuh manusia. Siapa yang akan melakukannya?

Yeo Wool: Biar aku saja.

Da Il: Tidak boleh.

Yeo Wool: Hanya aku yang bisa melakukannya.

Da Il: Kamu tidak dengar bahwa kamu sangat cocok untuk dirasuki hantu? Kamu tidak lihat dia dirasuki oleh hantu?

Chae Won: Kamu tidak boleh melakukannya.


Yeo Wool: Lantas siapa yang akan melakukannya? Mr. Han dan dokter Chae Won. Kalian membantuku dan Da Il-ssi. Terima kasih atas bantuan kalian, tapi kalian tidak perlu mengambil risiko membunuh seseorang. Ini urusanku.

Da Il: Ini bukan urusanmu.

Mr. Han: Yeo Wool, kenapa kamu... Kamu harus tenang. Kurasa kita tidak perlu bertindak sejauh ini.

Dan Mr. Han menjauh.


Da Il: Kamu tidak perlu bertaruh nyawa untuk melakukan ini. Tidak, kamu tidak boleh. Aku ingin kamu menjauh dari ini. Jangan melakukan apa pun. Aku yang akan menangani ini.


Yeo Wool membentak Da Il kalau Da Il tidak bisa melakukannya, bahkan dukun yang mereka temui tadi...

Da Il: Maka kita tidak usah menangkapnya!

Yeo Wool: Kamu tidak akan menangkapnya?

Da Il: Dia koma dan suatu saat akan mati. Maka kita bisa mencari cara untuk menangkapnya karena dia tidak akan lagi menjadi roh.

Yeo Wool: Bagaimana.. jika ada orang yang mati lagi?

Da Il: Itu bukan urusanmu.


Yeo Wool meraih tasnya dan pergi dari sana. Mr. Han bingung. Chae Won menatap Da Il, apa Da Il tidak akan mengejarnya? Da Il memegang dadanya.

Mr. Han: Beri dia waktu agar bisa berpikir. Dia sudah berusaha keras mencari wanita itu selama lebih dari sebulan. Jadi, dia butuh waktu untuk berpikir.


Sunwoo Hye menunggui tubuhnya. 


Yeo Wool belum kembali juga dan ponselnya tidak diangkat.

Komentar di artikel itu terus bermunculan dan ada satu komentar yang mengatakan kalau ia melihat pria aneh di RS. Da Il pergi.

Chae Won melihatnya, ia lalu pamit pada Mr. Han untuk mengikuti Da Il, ia meminta Mr. Han menghubunginya jika Yeo Wool menelepon.

Mr. Han: Baik, pergilah. Jangan sampai dia lolos. Jangan lupa meneleponku. Dokter Gil!


Da Il membaca catatan yang Yeo Wool tinggalkan di rumahnya.

"Lee Da Il-Ssi. Pada hari itu, aku mendengar suara Sunwoo Hye saat dia masih kecil. Dia bilang, kamu tidak akan mampu membunuhnya. Dia bilang hanya aku yang bisa membunuhnya. Bahkan hantu yang kita temui bilang kamu tidak bisa membunuhnya. Aku bisa melakukan ini. Aku akan mengambil alih dari sini. Terima kasih.. telah membantuku."


Yeo Wool sudah bertekad, ia memakai sepatu hadiah adiknya dan ia membiarkan pintu rumahnya tetap terbuka saat pergi. Itulah kenapa Da Il bisa masuk tadi.


Chae Won datang kemudian dan mengikuti Da Il membaca catatan itu. Chae Won langsung menelfon Jung dae untuk segera ke rumah Yeo Wool, ia mengabari kalau Yeo Wool menghilang dan kemuungkinan Yeo Wool akan terkena masalah.

Jung Dae: Apa maksudmu?!!!!!!

Jung Dae langsung bergegas kesana, ia bahkan mengabaikan pertanyaan senior.


Da Il berpikir, ia terus mengingat perkataan roh Ahjumma itu. 

"Tusuk dia dengan apa pun yang dipakai untuk membunuh manusia. Tapi cara itu hanya efektif saat roh itu masuk ke dalam tubuh. Begitulah cara menjebaknya masuk ke dalam tubuh."


Jung Dae datang dan Chae Won memberikan catatan yang Yeo Wool tinggalkan.

Jung Dae: Ke mana dia pergi? Kenapa dia pergi ke sana? Di mana Lee Da Il? Siapa dia dan kenapa Yeo Wool melakukan ini?


Chae Won menatap dua kotak yang ditatap Da Il sejak tadi. Chae Won lalu menatap Jung Dae. 

Chae Won: Dahulu adik Yeo Wool memakai pisau untuk bunuh diri. Apa yang kamu lakukan dengan pisau itu?

Jung Dae: Kami menyimpannya di kantor polisi, lalu pisau itu dikembalikan kepada keluarga almarhum.

Mendengar jawaban Jung Dae itu, Da Il langsung bergerak.


Da Il ke tempat parkir kantor dan mendapati mobilnya tidak ada disana, hanya mobil Mr. Han saja. Da Il kemudian membayangkan apa yang Yeo Wool lakukan.

Yeo Wool melihat komentar yang dibaca Da Il. Ternyata orang itu merekam apa yang terjadi di RS, saat Jeon Deok Joon bicara dengan Sunwoo Hye kecil, lalu mengunggahnya. Judulnya, "Aku melihat pria yang sangat aneh di Rumah Sakit Yoonsan".


Mr. Han, Chae Won dan Jung Dae juga ke tempat parkir. 

Jung Dae: Dia mengambil mobil itu berarti dia tahu harus pergi ke mana.

Da Il bergerak lagi.


Jung Dae melaporkan kendaraan hilang kepolisi, 2498920. Mobil SUV merah.


Da Il berpikir sendirian di dalam kantor, "Dia melihat laporan itu dan pergi sekitar pukul 17.00. Hanya Yeo Wool yang tahu penampilan perawat itu. Jika dia tahu keberadaan Sunwoo Hye setelah melihat ini, pasti ada unggahan yang menyertakan video."


Da Il berusaha memegang mouse untuk melihat video itu, tapi tangannya masih saja tembus.

Da Il berpikir bagaimana ia bisa menyentuh Yeo Wool sedangkan yang lain tidak bisa ia sentuh. Da Il membulatkan tekadnya.


Sementara itu, Yeo Wool memacu mobil menuju Rumah Sakit Yoonsan. Da Il juga berlari ke sana (mungkin). 


Yeo Wool sampai disana, satu hal yang ia tahu pasti, saat ini pukul 1.00 tapi ia tidak tahu berapa lama Sunwoo Hye akan tinggal di tubuhnya.

Yeo Wool membawa pisau yang digunakan adiknya untuk bunuh diri, "Secara tepat dan sekaligus."


Yeo Wool masuk kesana, masih dengan cara yang sama, ia membunyikan alaram kebakaran untuk mengeluarkan orang-orang dari ruangan. Ia melihat hanya ada satu ruangan yang masih tertutup rapat.


Yeo Wool pun mendekati ruangan itu dan sebelum masuk, ia mengeluarkan piasunya. Ia berhasil menemukan ruangan yang tepat, disana terbaringlah tubuh Sunwoo Hye.


Yeo Wool mendekat, ia sudah siap. Tapi tiba-tiba ada suara pintu menutup dengan keras, perhatiannya teralihkan pada pintu itu dan saat ia kembali menoleh pada Sunwoo Hye, tiba-tiba Jeon Deok Joon ada tepat di depannya. 


Da Il ternyata berlari menemui roh ibunya Chae Won. Roh itu kesal melihat Da Il ada disana. 


Jeon Deok Joon berhasil mengikat Yeo Wool. 

Jeon Deok Joon: Kamu mengejutkanku. Aku terkejut kamu kemari sendirian. Aku hendak menjemputmu.

Jeon Deok Joon menggunakan pisau yangdibawa Yeo Wool untuk mengiris apel dan memakannya. Padahal pisaunya masih ada darahnya.

Yeo Wool mencoba berontak walaupun tangan, kaki dan mulutnya diikat.  

Jeon Deok Joon: Jangan cemas. Aku tidak akan membunuhmu. Kamu akan dipakai untuk hal yang lebih penting. Semuanya sudah siap. Dia tidak bisa menghentikanku saat pukul 1.00. Begitu sadar, dia akan berterima kasih kepadaku. Dia akan memahamiku. Selama ini aku mengawasimu. Kamu sangat cocok untuk menerima rohnya. Kamu cantik, gigih, dan pintar. Tidak sembarang orang bisa melakukan ini. Orang itu harus terpilih. Orang yang punya latar belakang keluarga yang sama. Orang berjiwa sensitif yang bisa melihat dia. Di hari dia melompat dari atap 25 tahun lalu saat rasa marahnya mulai muncul dalam keadaan ini, kamu lahir di hari itu.


Yeo Wool berontak terus dan akhirnya ia jatuh beserta kursinya, ia memecahkan vas kaca dibelakangnya. 

Jeon Deok Joon: Astaga. Kamu tidak boleh melukai tubuh berhargamu. Itu bukan lagi tubuhmu.

Yeo Wool meraih pecahan vas itu untuk memutus tali yang mengikat tangannya.


Jung Dae berhasil menemukan mobil yang dibawa Yeo Wool, ia mengabari Chae Won. Dan mereka sama-sama menuju ke sana.


Yeo Wool terus berusaha, untungnya Jeon Deok Joon tidak melihatnya. 


Alaram ponsel Jeon Deok Joon menunjukkan pukul 1:00. Tubuh Sunwoo Hye bergerak.


Jeon Deok Joon kembali mengeluarkan Surfaktan, ia memasukkannya ke suntikan dan ia memandang Yeo Wool.

Jeon Deok Joon: Aku ingat hari itu.

Kilas Balik..


Hari saat Sunwoo Hye kecil naik menuju atap, ia memakai sepatu merah yang kekecilan. 

Sunwoo Hye: Paman bilang ayahku seharusnya juga membunuhku dan aku tidak sanggup hidup sendiri.

Jeon Deok Joon: Maaf. Aku... 

Sunwoo Hye: Jika sungguh peduli kepadaku, kenapa Paman tidak membunuhku?

Jeon Deok Joon: Hye. Kumohon. Aku tidak bermaksud begitu.

Sunwoo Hye: Terima kasih atas sarannya.

Dan melompatlah Sunwoo Hye meninggalkan sepatunya.

Kilas Balik selesai..


Yeo Wool ketakutan banget, apalagi talinya belum mau putus. Jeon Deok Joon mulai bangkit, ia bergerak mendekati tubuh Sunwoo Hye.

"Maaf aku tidak bisa menyelamatkanmu di hari itu. Maaf aku telah mengabaikanmu begitu lama. Aku melakukan ini bukan untuk membunuhmu, tapi untuk menyelamatkanmu."


Tepat saat Jeon Deok Joon akan menyuntukkan cairan itu ke infus Sunwoo Hye, Yeo Wool berhasil memutus talinya. Ia langsung menghentikan Jeon Deok Joon menyuntikkan cairan itu.


Mereka berebut suntikan dan Yeo Wool terbanting bersama suntikannya. Suntikannya jatuh ke lantai. Lalu Yeo Wool meraih pisaunya, ia mengacungkannya pada Jeon Deok Joon. 

Jeon Deok Joon mengambil pecahan vas, ia berkata kalau Yeo Wool tidak boleh terluka. "Gadis pintar. Kemari!"


Jeon Deok Joon membuat Yeo Wool menjatuhkan pisau itu. Tapi Yeo WOol tidak menyerah, ia melawan dan berhasil mengambil kembali pisaunya.


Saat itu lah Da Il datang dan bisa membuka pintu sendiri. Jeon Deok Joon terkejut karena ia tidak bisa melihat apapun, tapi pintunya terbuka. 

Hanya Yeo Wool yang bisa melihat Da Il dan memanggilnya. Jeon Deok Joon bingung.


Da Il langsung menghajar Jeon Deok Joon tanpa ampun. Jeon Deok Joon cuma pasrah karena tidak bisa melihat Da Il.



Sementara itu, Yeo Wool mendekati Sunwoo Hye, ia berpikir kalau Sunwoo Hye itu hantu bukan manusia, ia siap menusuk Sunwoo Hye.

"Kenapa kamu.. melakukan itu kepada Yi Rang?"


Da Il melihat itu, ia langsung merebut pisau Yeo Wool, mendorong Yeo Wool menjauh dan menusukkan sendiri pisau itu pada tubuh Sunwoo Hye. Mata Da Il memerah.

Apa Da Il berubah menjadi roh jahat???!!!

3 komentar:

  1. Woow... Seru bgt.. Semangat ya ngelanjutin ceritanya 👍👍

    ReplyDelete
  2. Semoga diberi kesehatan...supaya sinopsisnya cepet lanjut

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap