Friday, September 21, 2018

Sinopsis The Ghost Detective Episode 10


Sumber: KBS2


Mr. Han sangat ketakutan dengan perubahan drastis Polisi Yoon itu, ia sampai terjatuh saking takutnya. Zombi Polisi Yoon mendekati Mr. Han sambil bicara, sementara Mr. Han terus mundur sebisanya.

"Kamu sepikiran denganku, bukan? Kamu berpikir.. lebih baik jika seseorang itu mati."

"Tidak. Tidak."

"Orang itu memohon agar kamu membunuhnya dan kamu sungguh berusaha melakukannya."

"Tidak! Tidak!"


Mr. Han bangkit dan mencoba berlari menuju pintu keluar tapi tak peduli berapa pintu pun yang ia tuju Zombi polisi terus saja mencegatnya tetap di depan wajahnya. 

Zombi: Kamu memikirkannya setiap malam. Kamu berpikir telah membunuhnya. Aku menjadi seperti ini sebagai hukuman. Kamu juga harus dibunuh.



Sementara itu, Da Il, Yeo Wool dan Jung Dae dalam perjalanan. Jung Dae menjelaskan kalau polisi itu mengalami depresi dan berhenti dari pekerjaannya setelah menangani kasus bunuh diri, lima tahun kemudian, dia bunuh diri.

"Di mana dia bunuh diri?" Tanya Yeo Wool. 

"Rumah sakit. Kenapa kita harus pergi ke sana?"

Yeo Wool refleks menengok Da Il, tapi Da Il langsung melarangnya melihat, "Jangan melihatku. Pasti ada alasan kenapa dia membuat Mr. Han menemui polisi itu. Jika dia berniat membuat Mr. Han merasa bersalah, rumah sakit adalah tempat yang tepat untuk itu."

"Apa maksudmu?"

"Aku akan memberitahumu nanti. Sekarang kita tidak ada waktu." Karena sudah jam 1 kurang 20 menit.


Mereka sampai di RS itu yang ternyata sudah tidak dipakai lagi. Pintunya pun ditutup. Da Il mencari jalan lain, sementara Yeo Wool berusaha masuk melalui pintu depan yang ditutup. 


Di dalam, Mr. Han ketakutan dan mencobamelawan. Sementara wanita yang menyaksikan terus tersenyum menang.


"Kita harus masuk." Kata Yeo Wool pada Jung Dae karena Jung Dae mencoba menghentikannya.

"Sebelumnya aku harus tahu apa yang terjadi."

"Aku akan menjelaskannya nanti."

Pada akhirnya Jung Dae membantu Yeo Wool membuka palang pintu dan saat itu mereka mendengar teriakan Mr. Han dari dalam, teriakan ketakutan gitu. 

"Itu suara Mr Han." Kata Yeo Wool dan semakin cepat bergerak.


Da Il menemukan celah. Ia meloncati jendela yang kacanya pecah.

Sampai di dalam, Da Il melihat Mr. Han siap gantung diri, bahkan sudah memasang tali menggunakan jaketnya. Da Il meraih Mr. Han, tapi ia menembusnya.

Mr. Han: Itu... Itu tidak benar. Aku tidak pernah ingin dia mati. Aku hanya.. tidak mau kamu menderita.

Da Il: Tidak. Tidak. Kumohon sadarlah!


Teriakan Da Il sampai memecahkan bohlam lampu. Dan saat Da Il menganalisis kekuatannya, wanita itu tiba-tiba muncul di belakangnya.

"Dia tidak akan bisa mendengarmu. Karena sekarang, dia melihat hal lain." Kata wanita itu.


Yeo Wool dan Jung Dae mencoba sebisanya membuka palang dan akhirnya mereka berhasil.


Da Il kembali menyentuh wanita itu walau ia tahu betul akibatnya. Tapi setidaknya, Mr.Han bisa terbebas dari pengaruh wanita itu. Mr. Han tersadar dan melepaskan tali dari lehernya. 

"Kali ini kamu tidak akan berhasil." Kata Da Il terbata menahan sakit.

"Semua ini percuma. Sekarang dia sudah menderita."

"Apa yang kamu tunjukkan kepadanya? Apa yang kamu katakan kepadanya?"

"Alasan dia harus.. minum-minum sebelum tidur. Pemikiran paling jujur.. yang pernah dia pikirkan seumur hidupnya."

"Tidak. Perkataanmu kepadanya tidak benar."

"Benarkah? Kamu yakin?"


Tiba-tiba Da Il melihat darah mengalir di bawah kakinya, otomatis ia melepaskan pegangannya pada wanita itu. Da Il kembali ingat saat ibunya berendam di air merah, saat ibunya bunuh diri. Da Il terdiam, linglung.


Mr. Han kembali memasukkan kepalanya ke dalam lobang tali. Wanita itu terus mengompori, "Tidak apa-apa. Ini akan segera berakhir."

Maka Mr. Han melepaskan tangannya dan memasrahkan diri tergantung.


Yeo Wool dan Jung Dae sampai tepat waktu. Jung Dae langsung menahan tubuh Mr. Han.


Sementara Yeo Wool memanggil Da Il untuk menyadarkannya. Beruntung Da Il merespon panggilan Yeo WOol dan ia sadar. DaIl melihat Mr. Han sudah kesakitan, ia langsung memegang lengan wanita itu.



Da Il kembali merasakan sakit luar biasa, tapi ia menahannya, apalagi kali ini wanita itu mengeluarkan kekuatannya untuk menyakiti Da Il. Yeo Wool berteriak agar Da Il melepaskan wanita itu, CEPAT!!

Da Il berteriak bertanya jam berapa. Wanita itu siap untuk menusukkan tangannya pada Da Il seperti tadi pagi. Tapi Yeo Woolmenjawabv, jam 1 pagi dan wanita itu langsung lenyap dan Da Il roboh, Yeo Wool memangkunya.


Jung Dae pun berhasil menyelamatkan Mr. Han.

Yeo Wool: Aku menyuruhmu melepasnya. Sudah kubilang itu berbahaya. Kenapa...

Da Il tidak menjawab, ia memegang erat tangan Yeo Wool untuk bangun, "Seberapa berbahayanya hantu? Tunggu sebentar."

Da Il bangun untuk melihat keadaan Mr. Han dan setelah ia melihat Mr. Han tampak baik, ia pun lemas lagi.


Jung Dae membawa Mr. Han ke mobil dan Yeo Wool membawa Da Il yang masih lemas. Yeo Wool bertanya pada Da Il, apa baik-baik saja?

Jung Dae mengatakan kalau Mr. Han tidak akan bisa mendengar Yeo WOol karena mengira Yeo Wool bicara dengan Mr. Han. 


Jung Dae menanyai Yeo Wool, apa yang yang terjadi? Kenapa Yeo Wool terus berbicara sendiri? Bagaimana Yeo Wool tahu bahwa Mr. Han dalam bahaya? Kenapa mencari polisi yang sudah meninggal?

"Kamu tidak akan percaya meski aku memberitahumu."

"Aku akan mendengarkanmu dahulu. Terlepas dari aku percaya atau tidak, hari ini aku berhasil membantumu, bukan?"

"Terima kasih."

"Bisakah kamu terus meminta bantuanku? Aku akan membantumu dengan semampuku. Jadi, hubungi aku dahulu jika terjadi sesuatu. Bisakah kamu melakukannya?"


Da Il bertanya pada Yeo Wool, apa Yeo Wool membawa kartu memori kotak hitam itu? Da Il membenarkan Jung Dae yang ia sebut Polisi keras kepala. Mereka akan terus membutuhkan bantuan polisi.

Kemudian Yeo Wool memberikan kartu memori itu pada Jung Dae. "Lihatlah dahulu, baru kita akan bicara lagi. Itu video kecelakaan mobil Pak Manajer dari kartu memori kotak hitam. Kita sudah selesai, bukan? Ayo."

Yeo Wool menutup pintu belakang mobil dan duduk di kursi depan.


Selama perjalanan, Yeo Wool tidak mengatakan apapun. Ia sekali menoleh ke belakang untuk memandang Da Il dan memegang tangan Da Il. Jung Dae hanya memperhatikan saja, tidak berkomentar.


Pria penjaga berpikir mengenai hubungan Yeo Wool dengan Da Il dan apa kaitannya mereka berdua.

*Oh ya.. tiba-tiba aku curiga, jangan-jangan yang mengubur Da Il itu pria ini bukan Guru Lee. Soalnya timing nya janggal banget kalau Guru Lee yang mengubur. Kan anak-anak yang bebas ketemu Ahjumma itu langsung dilaporin polisi. Nah mestinya polisi kan bergegas TK, tapi setelah tiba disana, Guru Lee ditemuin udah gantung diri. Kan kalau harus mengubur Da Il butuh waktu lama, gak mungkin cukup waktunya untuk kembali ke TK sebelum polisi datang. Cuma dugaan aja sih.. 

Kembali ke sinopsis..


Pengacara Baek menerima e-mail dari Da Il.

"Halo, Pengacara Baek. Mohon lihat artikel ini. Ini sangat mendesak dan penting. (mengirim artikel soal anak itu). Aku membutuhkan nama putri itu, walinya, dan tim medis yang bertugas kala itu. Ini mendesak. Jadi, tolong segera dibalas. Catatan tambahan: Kamu menyelidiki aku lima tahun lalu. Aku tidak akan mempermasalahkannya. Bagaimana jika kamu membantuku soal ini dan kita akan menganggapnya impas?"

Pengacara Baek: Bukan hanya aku yang menyelidiki.


Pengacara Baek langsung menelfon seseorang, meminta orang itu bertemu untuk membahas sesuatu.


Di kantor, Yeo Wool memeriksa kotak masuk e-mail Da Il berkali-kali, tapi tetap saja tidak ada e-mail baru.

Yeo Wool: Kenapa kamu tidak memberi tahu yang sebenarnya kepadanya? Kamu butuh bantuannya. Kurasa memerasnya bukanlah solusi. Sepertinya dia orang baik.

Da Il: Dia memang orang baik. Pengacara Baek tidak akan memercayai kita. Dia harus berpikir aku masih hidup dan ada sesuatu yang bisa dia dapatkan dariku. Jika tidak, dia tidak akan membantu kita.


Pengacara Baek menemui kliennya.

Pengacara Baek: Anda tahu aku tidak pernah kalah dalam pengadilan, bukan?

Klien: Ya, begitu pun kasus ini.

Pengacara Baek: Anda harus mempekerjakan orang lain untuk kasus ini karena aku harus menangani kasus lain. Ada orang yang ingin menuntut rumah sakit Anda. Karena mereka diabaikan di IGD, mereka meninggal akibat pengobatan yang tertunda. Setelah sekian lama, hal serupa terjadi kepada beberapa orang. Karena mereka miskin dan tidak punya kuasa, bukti yang dimiliki tidak membantu mereka.

Klien: Lantas?

Pengacara Baek: Aku akan menangani kasus itu. 

Klien: Apa yang kamu lakukan? Kamu mengancamku? Berani sekali kamu!

Pengacara Baek: Anda tahu kenapa aku tidak pernah kalah? Karena aku hanya menangani kasus yang akan menang. Satu jam lagi aku harus memberi mereka jawaban. Jadi, pikirkanlah. Jika Anda memeriksanya sekarang, semua akan menjadi lebih mudah.


Mr. Han sadarkan diri dan yang pertama ia lihat adalah Chae Won. Mr. Han terkejut dan bertanya siapa Chae Won. Chae Won tersenyum dan mengajaknya salaman.


Lalu Yeo Wool datang membawakan makanan karena Mr. Han harus makan. Mr. Han melirik Chae Won. Yeo Wool pun menjelaskan. 

Yeo Wool: Dia akan membantu kita. Dia sangat paham soal hantu.

Mr. Han: Apa dia dukun?

Chae Wol: Dahulu aku dukun, kini sudah bukan lagi.


Da Il mendekat, ia meminta Yeo Wool bertanyapada Mr. Han kenapa harus minum-minum agar bisa tidur serta apa yang dia lihat dan dengar kemarin.

Yeo Wool: Mr. Han, Kamu minum-minum setiap malam? Kamu tidak bisa tidur nyenyak?

Mr. Han: Bukan. Bukan begitu. Aku hanya suka minum-minum. Aku ketagihan. Kenapa kamu bertanya? 

Yeo Wool: Apa yang kamu dengar dan lihat kemarin? Kenapa kamu bersikap seperti itu?

Mr. Han: Apa yang kulakukan? Aku hanya pergi ke sana untuk mendengarkan kesaksian polisi. Lalu kepalaku dipukul dan aku terjatuh. Saat sadar, aku sudah berada di mobil.

Chae Won: Sepertinya dia tidak ingat.


Da Il: Beri tahu dia. Ini tidak akan menjadi yang terakhir. Dia harus mencurigai semua orang kecuali kamu. Entah mereka nyata atau tidak. Serta.. dia harus mendengarkan hal-hal baik saja. Jangan mendengarkan hal buruk.

Yeo Wool menyampaikan dua kalimat terakhir Da Il pada Mr. Han dan Yeo Wool jadi teringat Gyeol karena kata-katanya sama persis.


Lalu mereka menerima e-mail balasan dari Pengacara Baek. 

"Halo, Pak Lee. Aku mendapatkan informasi yang kamu minta. Datanglah ke kantorku. Aku akan memberikannya langsung kepadamu."

Yeo Wool bersiap pergi kesana. Mr. Han bilang akan menyetir untuk Yeo Wool tapi saat ia berdiri kepalanya masih pusing. Chae WOn pun melarangnya pergi.

Da Il: Kamu harus pergi sendiri.

Yeo Wool: Aku akan pergi sendiri. Dokter Gil, tolong jaga Mr. Han.

Chae Won: Aku?


Sebelum pergi, Da Il menunjukkan letak kunci mobilnya, ia menyuruh Yeo Wool menggunakan mobil itu karena ia dan Mr. Han mungkin harus pergi secara terpisah dan mungkin ada keadaan darurat. Yeo Wool menurut saja dan bergegas pergi.


Chae Won dan Mr. Han yang ditinggal berdua canggung, tidak tahu apa yang harus dikerjalan.


Pengacara Baek menunggu di tempat parkir. Yeo Wool pura-pura mengambil tasnya padahal membuka pintu untuk Da Il agar Pengacara Baek tidak curiga.


Da Il dan Yeo Wool kemudian mendekati Pengacara Baek. Pengacara Baek tidak menduga Yeo Wool yang bakalan datang, ia kira Da Il akan datang sendiri. 

"Dia menyuruhku menyerahkan itu kepadanya."

"Kamu berkomunikasi dengannya? Dia sudah kembali?"

Yeo Wool tidak menjawabnya dan Pengacara Baek pun langsung memberikan yang mereka butuhkan. Yeo Wool berterimakaih dan pamitan.

Sebelum Yeo Wool pergi, Pengacara Baek berpesan, "Beri tahu dia untuk minta tolong secara baik-baik, bukannya mengancamku jika membutuhkan sesuatu. Jika dia berpikir kala itu aku menyelidikinya, dia bisa menuntutku. Aku tidak peduli."

Da Il: Lantas kenapa dia membantuku melakukan ini?

Yeo Wool: Lantas kenapa kamu membantunya melakukan ini?

Pengacara Baek: Karena ikatan lama kami. Hati-hati di jalan. Beri tahu aku jika kamu membutuhkan hal lain.


Dalam perjalanan, Yeo Wool terus berpikir sampai membuat Da Il harus bertanya kenapa. 

Yeo Wool: Aku tidak yakin. Kenapa Pengacara Baek melakukan ini untukmu tanpa bertanya? Mr. Han nyaris mati, tapi dia tidak mau berhenti. Detektif Park tidak mengerti, tapi dia membantu kita. Dokter Gil berhenti menjadi dukun karena tidak suka melihat hantu. Tapi kenapa.. 

Da Il: Mungkin mereka punya alasan. Entah untuk diri mereka sendiri atau orang lain, atau untuk hal yang mereka yakini benar. Seperti yang kamu lakukan untuk Yi Rang.

Yeo Wool: Kalau begitu, bagaimana dengan wanita itu? Apa tujuannya melakukan ini?

Da Il: Kamu bisa bertanya kepadanya. Itulah sebabnya kamu mengejarnya.

Yeo Wool: Kita akan menangkapnya, bukan?

Da Il: Aku sudah berjanji kepadamu. Bahwa aku akan menemukannya.


Yeo WOol dan Da Il membawa hasil penyidikan Pengacara Baek ke kantor untuk dibaca bersama. Sekarang mereka tahu Namanya. Sunwoo Hye yang sampai saat ini masih koma. 

Yeo Wool membaca catatan, "Di hari kepulangannya, dia terjun dari atap rumah sakit."

Chae Won: Aneh sekali. Kamu bilang dia seperti wanita berusia 30-an.

Yeo Wool: Ya.

Da Il: Tunggu. Bukankah hantu tampak sama seperti saat mereka mati?


Chae Won: Meski dia mengalami koma 25 tahun lalu saat usianya 12 tahun, artinya dia meninggal belum lama ini.

Da Il: Tidak. Setidaknya lima tahun lalu, dia membunuh orang dengan cara yang sama.

Yeo Wool: Lima tahun lalu dia sudah menjadi hantu.

Chae Won: Maka hanya ada satu kemungkinan.

Mr. Han: Apa? Apa itu?

Chae Won: Roh. Dia mengalami koma dan masih hidup, tapi rohnya bergentayangan. Tubuhnya tetap bertambah tua.

Da Il: Lantas bagaimana soal dia yang menghilang pukul 1.00?

Yeo Wool: Kenapa dia menghilang pukul 1.00?

Chae Won: Roh tidak bisa benar-benar meninggalkan tubuhnya. Dia harus kembali ke tubuhnya pada waktu itu. Dia tidak bisa meninggalkan daerah tempat tubuhnya berada.

Da Il: Ikut aku.


Da Il menyuruh Yeo Wool menandai tempat-tempat yang didatangai wanita itu: Rumah Lee Da Il, Restoran, TK Dasom, serta Rumah sakit yang sudah tutup..

Chae Won: Daerahnya cukup luas, tapi semuanya terjadi di Sopo-gu.

Da Il: Maka kita harus mencari pasien koma di Daerah Sopo.

Yeo Wool: Kita harus mencari pasien koma di rumah sakit di daerah ini.

Mr. Han: Mencari riwayat medis cukup sulit bagiku.

Yeo Wool: Aku akan memeriksanya.

*penjelasan: Da Il kan gak bisa di dengar siapa-siapa jadi Yeo Wool terus mengulang perkataannya untuk menyampaikannya pada yang lain, itulah kenapa dialog Yeo Wool dan Da Il mirip-mirip. Aku harap kalian paham.


Yeo Wool menelfon Jung Dae untuk minta bantuan.

Jung Dae: Tidak akan butuh waktu lama. Pasien koma jangka panjang tidak begitu banyak dan namanya unik. Aku segera ke sana.


Setelah menutup telfon, Jung Dae melihat rekaman kamera mobil Manajer, disana ia bisa melihat penampakan Wanita itu (Sunwoo Hye). 


Yeo Wool, Da Il, Mr. Han dan Chae Won satu mobil menuju Rs. Yeo Wool nyetirnya kenceng banget sampe Mr. Han harus pegangan kuat-kuat.


Di RS mereka bertemu dengan Jung Dae. 


Jung Dae menggunakan identitas polisinya untuk bertanya dimana kamar seorang paisen koma, Sunwoo Hye. Tapi petugas tidak bisa memberitahu tanpa surat perintah tugas/penyidikan.

Tapi tenang, ada Da Il yang bisa melihat layar komputer petugas itu tanpa dicurigai, ia melihat Sunwoo Hye ada di kamar 104. Ia mengajak Yeo Wool kesana dan yang lain pun mengikuti.


Di ruangan, pria penjaga sedang merawat Sunwoo Hye seperti biasa.


Da Il dkk berjalan ke ruangan 104. Mereka berdiri tepat di depan pintu. Yeo Wool menatap Da Il yakin, bahkan menggenggam tangan Da Il.

Yeo Wool pun mengetuk pintu.


Pria penjaga menoleh ke pintu dan berdiri mendekati pintu.


Yeo Wool membuka pintu, Pria penjaga menunjukkan wajahnya.


Tapi mereka salah, ruangan itu bukan ruangan Sunwoo Hye.


Ternyata yang datang ke ruangan Sunwoo Hye hanya seorang perawat.

Lolos lagi.

3 komentar:

  1. Makasih udah nulis sinopsis the ghost detective...
    Baca aja tegangnya kaya nonton langsung

    ReplyDelete
  2. Terima kasih sudah nulis sinopsisnya..seruuu..tolong di lanjut...

    ReplyDelete
  3. iya, membaca itu lebih seru dari pada menonton, karena otak juga dituntut untuk bisa berimajinasi. terimakasih sudah menulis sinopsis2 yang kereen... semangat terus untuk menulisnya.... figthing!😊

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap