Sunday, September 23, 2018

Sinopsis Be With You Part 1 [K-Movie]



Diantara Surga dan Dunia, terdapat tempat bernama Negeri Awan. Sebelum orang naik ke Surga, mereka akan tinggal di sana sampai terlupakan oleh keluarga mereka.


Ibu Penguin mengintip ke bawah Dunia melalui lubang awan dan dia menangis setiap hari.


Saat musim hujan dimulai satu tahun kemudian... Ibu Penguin diam-diam melompat menaiki Kereta Hujan.


Kereta itu berhenti di stasiun kecil. Mendadak, dia mendengar tangisan bayi.


Dia berlari mencari, lalu menemukan bayi penguin dalam balutan jas hujan kuning tengah menangis.


Ibu Penguin memeluk bayi penguin itu dengan erat. Mendadak, terjadilah keajaiban!


Ibu dan bayi itu selalu bersama dan tidak terpisahkan. Mereka bermain bersama.


Sang ibu mengajari bayinya memancing, dan mereka bersenang-senang bersama. Tidak lama lagi, musim hujan hampir selesai.


Peri Hujan dari Negeri Awan, datang dan berbisik pada Ibu Penguin. "Sebentar lagi musim hujan berhenti Kau harus kembali sebelum awan-awan bergulung. Jika kau melewatkan Kereta Hujan terakhir, kau tidak akan bisa kembali ke Negeri Awan. Maka kau tidak akan bisa melihat bayimu lagi dari awan".


Ibu Penguin begitu sedih, tapi ia tidak menangis. Sang Bayi Penguin juga tersenyum pada ibunya.


Kemudian mereka saling berpelukan da mengucapkan salam perpisahan dengan senyuman. 


Ibu Penguin kembali ke Negeri Awan dan melihat bayinya setiap hari, namun ia tidak menangis lagi. 


Itu adalah isi buku cerita yang dibaca Ji Ho. Buku itu hadiah dari ibunya.


Ternyata hari ini adalah hari pemakaman ibu Ji Ho. Para kerabat berbisik kalau Ibu Ji Ho meninggal begitu muda. Mereka khawatir apakah ayah Ji Ho bisa merawat Ji Ho dengan baik. 

"Sudah kami ingatkan akan berbahaya jika Ia memiliki bayi."

"Padahal Dia baik-baik saja sebelum melahirkan."

"Benar!"


Ji Ho: Sampai ketemu lagi, Ibu.


Ayah Ji Ho bangun jam 3 pagi, ia tidak membangunkan Ji Ho dan bergegas menuju tempat kerjanya.


Ayah kesana menggunakan sepeda.


Ayah bekerja membersihkan kolam renang.


Hari masih gelap, tapi Ji Ho sudah bangun. Ia tidak memangggil ayahnya, ia kemudian masuk ke kamar ibunya dan tidur di lemari pakaian ibunya.


Ayah pulang setelah bersih-bersih dan kerepotan menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Ji Ho.


Ayah berteriak membangunkan Ji Ho, tapi Ji Ho tidak ada di kamarnya. Ayah yang sudah tahu kebiasaan Ji Ho mencarinya di lemari pakaian. 


Ji Ho bangun dan langsung menyalakan TV untuk mendengarkan prakiraan cuaca. 

"Hari ini cuaca cerah di seluruh wilayah. Suhunya akan 29 derajat Celcius di Seoul. Daegu akan setinggi 30 derajat Celcius. Akan lebih tinggi 2 sampai 3 derajat dibandingkan kemarin. Musim hujan akan dimulai akhir pekan ini. Pulau Jeju akan hujan lebat. Namun, musim hujan di awal tidak mengarah ke utara.."


Ayah sampai lupa sedang goreng telur dan berakhir gosong. Ji Ho mendekat, 

"Ayah, musim hujan selalu dimulai dengan hujan?"

"Mungkin."

"Apakah musim hujan selalu hujan?"

"Biasanya datang dan pergi."


Ji Ho masih belum puas, katanya pasti hujan. Ayah pun menjelaskan, maksudnya, saat musim hujan dimulai, terkadang hujan dan terkadang tidak, tapi setiap musim hujan selalu diawali dengan hujan.

"Bagaimana jika hujan di Pulau Jeju? artinya musim hujan dimulai? Jeju juga bagian dari negara kita. Iyakan?!"

"Benar. Jangan khawatir. Musim hujan akan datang. Lekaslah makan."


Ji Ho sangat menantikan musim hujan karena ia percaya ibunya akan datang. 

"Ji Ho-ya... Kita lihat saja nanti. Makanlah. Nanti kau telat." Kata Ayah mengalihkan pembicaraan.

"Jangan khawatir. Ibu akan menepati janji. Itu ada di dalam buku!"


Ji Ho mengancingkan bajunya sendiri sebelum berangkat, tapi ia salah memasangkan kancing ke lobangnya, jadi gak simetris. Ia juga memakai kaus kaki sendiri, tapi pendek sebelah walaupun warnanya sama, ia menariknya sekuat tenaga tapi tetap tidak sama tingginya.

Sementara itu, ayahnya meraut pensil, tapi tidak runcing-runcing, harus mengulang beberapa kali. 


Sebelum keluar, Ji Ho mengingatkan ayahnya untuk meminum obatnya. Ayah hampir lupa kalau tidak Ji Ho ingatkan.


Ji Ho membawa payung dan memakai jas hujan lengkap. Ayah heran, apa Ji Ho tidak kepanasan?

"Mungkin saja hujan." Jawab Ji Ho.


Ayah mengantar Ji Ho dengan sepedanya, tapi ia hanya mampu mengayuh pelan bahkan sampai kalah dengan siswa cewek.


Ayah berpesan seperti biasa setelah menurunkan Ji Ho. Ji Ho sudah hafal jadi ia berkata akan ke pergi ke Paman Hong Go saat pulang nanti.

"Perhatikan pelajaran di kelas."

"Baik. Ayah cepat pergi! Kau sudah telat!"


Ayah Ji Ho kembali ke kolam renang, disana ia bekerja sebagai penjaga.


Sepertinya, pegawai cewek disana naksir dia sampai membuatkan kopi dan bersikap malu-malu gitu. 

Ayah Ji Ho orangnya ceroboh, ia seperti Ji Ho yang salah mengancingkan baju.  Pegawai itu melihatnya dan memberitahunya untuk membetulkannya. 


Pemilik kolam cemburu dengan kedekatan mereka, kayaknya dia naksir pegawai cewek itu, nama pegawai ceweknya Hyun Jung. 

Dia memberikan kopi untuk Hyun Jung, tapi Hyun Jung menolaknya karena sudah minum kopi. 


Si pemilik mencari-cari kesalahan Ayah Ji Ho, tapi ayah Ji Ho sudah melakukan semuanya dengan baik, jadi ia kehilangan kesempatan untuk marah.


Kayaknya disana juga ada kelas renang untuk ibu-ibu. Si pemilik kalah tenar dari Ayah Ji Ho. Niatnya sih mau ngerjai Ji Ho biar jatuh, tapi ia malah yang jatuh.


Paman Hong Go yang dimaksud Ji Ho ternyata pemilik toko roti. Dan saat ini ia kedatangan pelanggan yang nyeleneh.Pelanggan itu memakai hanbook bak bangsawan. 


Setelah pelanggan itu pergi, Ji Ho datang dengan muka murung. Paman Hong Go mengambilkan satu roti untuknya dan bertanya apa terjadi sesuatu.

"Cerita ke paman ada apa?"

"Ayah tidak bisa berlari, ya?"

"Tidak bisa."

"Kenapa ayah tidak bisa banyak hal?"

"Kau sudah mulai puber?"

"Apa itu?"

"Lupakan. Anu... ayahmu... bagaimana menjelaskannya. Kau tahu lampu yang bisa menyala sendiri saat kau lewati?"

"Ya, ada satu di pintu depanku."

"Bagaimana itu bisa menyala?"

"Jika aku ada di bawahnya?"

"Benar. Apa itu menyala jika tidak ada orang yang melewatinya?"

"Menyala."

"Nyala?"

"Ya. Itu menyala jika ada lalat yang terbang melewatinya."

"Kenapa lampu itu mirip pemiliknya? Lalu, pokoknya... jika ia selalu mati dan menyala, apa yang akan terjadi?"

"Akan rusak."

"Sudah rusak, ya?"

"Ya."

"Makanya, jika ayahmu bekerja keras setiap hari, apa yang terjadi? Dia juga akan rusak, kan?"

"Uhm!"


"Jadi, dia tak bisa segalanya."

"Itu sebabnya dia tak bisa berlari?"

"Terlalu sulit."

"Bagaimana dengan mengemudi?"

"Bagaimana jika dia kecelakaan?"

"Bioskop juga?"

"Ada banyak tontonan di televisi. Tapi, kenapa kau tanya soal lari?"

"Aku perwakilan kelas untuk lari marathon."

"Wuah, hebat sekali!"

"Kami harus berlari dengan ayah kami."

"Yaa, Kau punya paman, buat apa khawatir!"

"Kaki paman pendek."


Paman Hong Go menjelaskan kalau kakinya itu panjang. Ji Ho disuruh meraba tulang pinggulnya, artinya disitu batas kakinya. Ji Ho bisa melakukannya. Kemudian Ji Ho ia suruh meraba miliknya, tapi tidak ada.

"Kau tahu kenapa kau tak bisa merasakan tulang kaki paman?"

"Tidak."

"Kaki paman tidak cuma sampai di situ! Tapi sampai keatas sini (dada)! Seperti apa?"

"Penguin!"

"Lalu menurutmu paman bisa cepat dengan kaki ini atau tidak?"

"Pasti cepat!"

"Pasti cepat, kan?! Semangat!"


Ayah datang dan Ji Ho langsung memeluknya dengan semangat. Ayah heran, kenapa senang sekali? 

"Besok Paman Hong Go akan lari marathon denganku."

"Lari marathon?"

"Ya! Harusnya kami berlari dengan ayah kami, tapi kata Paman Hong Go dia lebih cepat karena kakinya panjang."

"Sungguh? Baguslah."


Ji Ho langsung pamitan dengan Paman Hong Go dan Ayah berterimakasih pada Oaman Hong Go. 

Paman Hong Go: Eh, salah satu tamuku ada yang mirip Shin Saimdang.

Ayah: Dah (geloyor).

Paman Hong Go: Aah si kunyuk malu-malu.

2 komentar:

  1. Kayaknya menarik mbak diana, jadi penasaran. Mudah2an bisa lanjut

    ReplyDelete
  2. Kayaknya menarik mbak diana, jadi penasaran. Mudah2an bisa lanjut

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap