Thursday, April 5, 2018

Sinopsis Pretty Noona Who Buys Me Food Episode 2 Part 2

Sinopsis Pretty Noona Who Buys Me Food Episode 2 Part 2

Sumber: jtbc


Semua orang pulang ke rumah setelah bekerja keras di kedai kopi sepanjang hari. Tapi Jin Ah tinggal disana, ia memberitahu yang lain kalau besok ia akan menemui pemilik kedai di rumahnya.


Semua orang pulang ke rumah setelah bekerja keras di kedai kopi sepanjang hari. Tapi Jin Ah tinggal disana, ia memberitahu yang lain kalau besok ia akan menemui pemilik kedai di rumahnya.


Jin Ah kembali ke mobil, mobil perusahaan, ia duduk sebentar baru kemudian menyalakan mobil dan pergi.


Joon Hee ke parkiran di kantor, ia melewati Jin Ah yang ketiduran di mobil, tapi kemudian ia kembali dan memperhatikan Jin Ah.


Jin Ah terbangun dan otomatis ia melihat Joon Hee sedang memperhatikannya. Jin Ah malu, ia menyembunyikan kepalnya dengan menunduk, tapi ia malah tak sengaja menekan klakson. Malunya tambah lagi tuh, akhirnya Jin Ah hanya bisa senyum. Joon Hee membalas senyumnya.


Mereka lalu makan bersama, tapi suasananya masih canggung, sampai Joon Hee membahas soal Gyu Min yang mengatai Jin Ah seperti jeli, ia menyebut Gyu Min brengsek.

Jin Ah tidak mengerti, breksek? Joon Hee mengoreksi panggilannya, apa harus aku panggil Kakak ipar karena kalian bertemu lagi?

"Apa maksudmu? Siapa yang bilang? Kyung Sun mengatakan kalau aku bertemu dengannya lagi?"

Joon Hee menjawab kalau ia baru saja mendnegarnya.


Joon Hee: Aku mendengar semuanya, seberapa keras usahamu dalam berkencan sampai juniormu mengsihanimu.

Jin Ah lalu menjelaskan, jika berkencan itu harus memiliki passion. Jika tidak seperti itu maka akan disebut aneh dan tidak baik bagi pasangan. Menggebu-gebu dalam berkencan itu wajar.

Joon Hee: Oh begitu? Baiklah, aku akan mengingatnya dan mempraktekkannya nanti.

Jin Ah membahas soal Joon Hee yang sinis padanya sejak tadi, bahkan sampai sekarang. Joon Hee tidak merasa seperti itu, tapi kalau Jin Ah merasa ia meminta maaf. Jin Ah menghela nafas.


Joon Hee menoleh keluar dan ternyata turun hujan. Jin Ah ikut menoleh, ia membenarkan. Joon Hee heran karena ramalan cuaca tidak mengatakan kalau hari ini akan turun hujan dan mereka tidak punya payung.

Tapi Jin Ah bilang kehujanan akan membuatnya lebih baik. Joon Hee heran, kenapa harus kehujanan?

Jin Ah: Semua karenamu! Aku mendidih di dalam. Kenapa?"

Joon Hee meminta maaf lagi dang mengajak Jin Ah bersulang. Jin Ah juga minta maaf karena dirinya telah membuat Joon Hee tidak bisa makan pizza dengan Se Young.

Joon Hee: Kenapa harus minta maaf? Ikut saja dengan kami.

Jin Ah: Apa aku orang ketiga?


Pokoknya Jin Ah merasa Joon Hee tadi terpaksa mengajaknya karena ia ada disana, kalau gak ada sih gak bakalan diajak. Tapi Joon Hee menyangkalnya, ia memang mau mengajak Jin Ah. Jin Ah tidak percaya, Joon Hee pasti menyukai Se Young karena cantik.

Joon Hee: Tapi Noona lebih cantik.

Jin Ah agak salah tingkah gitu dipuji Joon Hee. Lucu reaksinya.



Setelah mereka selesai, hujan masih turun. Jin Ah menyarankan untuk menelfon taksi. Tapi Joon Hee menyuruhnya  menunggu, ia akan membeli payung. Joon Hee langsung berlari tanpa menunggu persetujuan Jin Ah.


Joon Hee awalnya mau membeli dua payung, tapi ia memutuskan membeli satu saja dan itu payung warna merah.


Saat kembali menjemput Jin Ah, Joon Hee tidak mau mendekat, ia mau Jin Ah berlari ke arahnya. Jadi Jin Ah terpaksa berlari ke arah Joon Hee.


Jin Ah heran, kenapa Joon Hee hanya membeli satu payung? Joon Hee menjawab kalau ia ingin berhemat. Jin AH mengingatkan kalau mereka akan basah separuh. Joon Hee bilang kalau ia punya cara, ia langsng merangkul Jin Ah untuk mendekat padanya.


Saat mereka berjalan, lagu yang biasa dimainkan, "sometimes it's hard to be a woman.."


Mereka sampai di ujung jalan dan ada taksi yang berhenti di depan mereka. Joon Hee bertanya, haruskah mereka naik? Jin Ah berkata mereka lebih baik berjalan lagi untuk menghilangkan mabuk.


Joon Hee setuju dan mengajak Jin Ah berbalik, lalu jalan lagi. Joon Hee berkata kalau Jin Ah kecil juga ternyata, tapi pukulannya begitu keras.

Jin Ah tidak mau disebut kecil, ia menegaskan kalau ia ini wanita rata-rata. Joon Hee tak percaya karena ia sudah banyak merangkul wanita dan itu membuat mereka bercanda.

Joon Hee: Mau nonton film akhir pekan ini?

Jin Ah: Aku beneran sudah lama gak nonton film.


Joon Hee mengatakan sesuatu yang membuat Jin Ah kesal dan mendorongnya, Jin AH berteriak "Yaa!" Tapi Joon Hee masih tetap memayungi Jin Ah dan kemudian kembali merapat.


Sampai di depan rumah Jin Ah, hujan sudah berhenti. Jin Ah menyuruh Joon Hee pulang duluan, tapi Joon Hee ingin melihat Jin Ah masuk dulu. Jin Ah berkata kalau Joon Hee bagus dalam bersopan santun.

Joon Hee memberikan payungnya untuk Jin Ah, ia bilang itu adalah hadiah. Jin Ah menerimanya dan berterimakasi dengan formal. Joon Hee lalu menyuruhnya masuk.

"Tidur yang nyenyak." Ujar Joon Hee.


Saat Jin Ah berjalan menuju lift, Joon Hee berbalik pulang. Jin Ah juga menatap Joon Hee sambil berjalan menuju lift.


Di kamarnya, Jin Ah melihat foto-fotoonline.



Di rumahnya, Joon Hee menatap foto Jin Ah yang ia ambil diam-diam waktu itu. Joon Hee berbaring dan terus menatap foto Jin Ah, lama-lama ia tersenyum.


Jin Ah kembali mendatangi rumah boss kedai yang mogok itu dan kembali tidak ada tanggapan. Jin Ah pun meninggalkan catatn. Jin Ah memberi waktu tiga hari dan jika si Boss tidak menghubungi, maka perusahaan terpaksa menutup kedai.

Saat Jin Ah pergi, si boss keluar dan membaca catatan Jin Ah.


Saat di depan, Jin Ah mendapat telfon dari Joon Hee. Joon Hee berkata kalau pagi ini ia akan mendapatkan kopi dari seorang professional. Jin Ah menjawab kalau harga kopinya mahal. Ia lalu menutup telfon dan mulai berlari.


Joon Hee ada di atap, ia tersenyum setelah menutup telfon.


Sementara itu, ayah menelfon Gyu Min, tujuannya untuk mengundang Gyu Min makan maam hari in. Gyu Min mengatakan ia ada kasus besar jadi agak sibuk.

Dia bilang dia sibuk dengan kasus besar. Gyu Min sibuk tapi tetap akan datang malam nanti. Ibu kemudian berkata akan memasak yang banyak.

Ayah bertanya pada ibu, apa tidak apa-apa jika mereka tidak memberitahu Jin Ah?


Se Young mendapat pesan, suaranya Seung Chul, mengajak makan pizza malam ini, tapi saat Jin Ah tanya Joon Hee mengajaknya makan pizza malam ini. Mungkin Seung Chul mengirim pesan dari ponsel Joon Hee. Se Young kemudian pamit


Jin Ah lalu bertanya pada Ye Eun, apa Ye Eun sibuk. Ye Eun menjawab iya, masih ada kerjaan, tapi Jin Ah menyuruh Ye Eun makan dulu, ia yang akan traktir.

Jin Ah mengajak Ye Eun minum.


Sementara itu, Joon Hee meninggalkan Se Young dan Seung Chul, ia berkata kalau ia ada janji. Se Young memastikan kalau mereka harus makan bareng lain kali. Joon Hee mengiyakan, tapi Seung Chul bilang Joon Hee boleh ada janji mendadak juga lain kali. hahaha..


Joon Hee tersenyum, ia lalu menelfon seseorang, nama marganya Yoon, mungkin adiknya Jin Ah.


Jin Ah dan Ye Eun makan bersama, tapi Jin Ah lebih banyak minumnya. Ye Eun bertanya, apa ada yang taerjadi? Jin Ah bilang tidak ada, ia hanya ingin minum saja.

Ye Eun mengira Jin Ah masih memikirkan Gyu Min. Lalu Ye Eun menasehati, cinta yang baru itu lebih baik daripada cinta yang lama. Jadi ia menyarankan Jin Ah untuk berkencan dengan seseorang sebelum Jin Ah melupakan kesalahan sebelumnya.


Jin Ah bertanya, seberapa besar mereka harus mempercayai pria? Ye Eun menjawab kalau semua pria tukang bohong. Jin Ah agak terkejut, bohong?

Ye Eun menjelaskan, ia dulu kuliah teknik dan semua orang dijurusannya mengatakan kalau pria itu akan melakukan apa pun untuk merayu seorang wanita.

Jin Ah berpikir, setidaknya pria itu menyukai mereka. Tapi Ye Eun mengatakan itu berarti pris-pria itu sedang menyeleksi para wanitanya dan akan memilih salah satu nanti. Jin Ah kesal.


Gyu Min menelfon, Jin Ah lalu permisi keluar. Jin Ah teriak, kenapa Gyu Min mash saja menelfonnya. Ternyata yang menelfon adalah ayahnya.

Jin Ah heran, kenapa ayahnya menelfon dengan ponsel Gyu Min, Ayah bertemu Gyu Min Ya!


Joon Hee beneran menelfon adiknya Jin AH, Seung Ho, karena sekarang mereka main bilyard bersama.

Joon Hee mengatakan soal Jin Ah yang satu gedung dengannya. Sung Ho berkata kalau ia mau mengajak Joon Hee ke rumah, tapi terpaksa batal karena pacar kakaknya ada di rumah. Joon Hee terlihat kesal, ia kesal pada orang yang tidak ada hubungannya.



Jin Ah pulang dan melihat Gyu Min sudah ada disana. Ibu lalu menyuruh Jin Ah bergabung, tapi Jin Ah memilih masuk kamarnya dengan kesal.


Ibu menyusul ke kamar. Jin Ah kesal pada ibunya karena mengundnag Gyu Min. Ibu menyuruhnya diam, ibu tahu Jin Ah dan Gyu Min sedang bertengkar, tapi bagaimana bisa sebuah pertengkaran kecil membuat mereka berpisah?

Ibu mencium bau alkohol dari Jin Ah, ibu bertanya, apa Jin Ah minum. Jin Ah membentak, ia minum karena ayah dan ibunya terus mengaturnya diusianya yang sekarang.

Ibu pada dasarnya ingin Jin Ah terus bersama Gyu Min karena Gyu Min adalah seorang pengacara dengan latar belakang keluarga yang baik. Pria saja itu penting, tetapi keluarganya juga penting. sulit untuk bertemu pria sempurna seperti Gyu Min.

Ibu keluar dan Jin Ah menghela nafas.


Joon Hee dan Seung Ho selesai bermain. Joon Hee pergi duluan, tapi kemudian ia memanggil Seung Ho dan menyusulnya.


Jin Ah keluar dari kamarnya dengan menggunakan gaun seksi, semua bengong melihatnya. Bukan hanya itu, Jin Ah juga menggunakan lipstik merah gelap dan stoking warna hitam, jadi penampilannya sangat seksi.

Jin Ah mengatakan pada orang tuanya kalau Gyu Min menyukai dandanan seperti itu jadi tidak perlu kaget.

Gyu Min jadi canggung dan berhenti menatap Jin Ah. Jin Ah meminta Gyu Min menatapnya, gimana? Suka gak? Atau harus memakai yang lebih pendek?


Ibu membentaknya. Jin Ah lalu berkata kalau ia terlalu berlebihan dan memang harus duduk.

Jin Ah duduk disamping Gyu Min, ia berkata manja pada Gyu Min kalau ia harus minum anggur. Gyu Min garuk-garuk kepala.


Seung Ho memberi Joon Hee tumpangan. Seung Ho membicarakan soal kencan. Joon Hee menjawab kalau ia akan memiliki hubungan dengan wanita yang usianya 35 tahun. Seung Ho yang kaya kaget dan bilang, gila! Itu seusia Noona!

"Itu seperti kau berkencan dengan Noona-ku. Berhenti saja!"

Joon Hee hanya tersenyum, sepertinya ia tidak akan melakukan apa yang Seung Ho sarankan.


Jin Ah bertanya, saat ayah dulu menyelingkuhi ibu, apa yang ibu lakukan? Ibu menjawab kalau ia memukul kepala ayah.


Jin Ah mempraktekkannya pada Gyu Min dengan keras, "seperti ini?"


Ayah memarahi Jin AH yang tidak sopan. Tapi ibu menyuruh ayah diam. Ibu bertanya pada Gyu Min, apa Gyu Min memiliki wanita lain ya?

Ayah: Aku akan membunuhmu!!

Semua orang berdiri.


Seung Ho membawa Joon Hee ke rumah.


Ayah sangat kesal pada Gyu Min, ditambah lagi ia sedang mabuk. Jadi mereka harus menjauhkan ayah dari Gyu Min.

Gyu Min mengakui kalau ia salah, ia ia bukan satu-satunya yang berselingkuk, Jin Ah juga punya pria lain!


Jin Ah marah, jadi tujuan Gyu Min datang adalah untuk mengatakan ini? Ya!

Gyu Min: Apa kau pikir ini mudah untukku?

Jin Ah: Jika sulit kenapa datang?

Gyu Min: Orangtuamu memintaku datang, jadi haruskah aku bilang tidak mau?

Jin AH: Ya, kau harusnya berkata begitu. Jika kau menghormati aku atau orangtuaku, kau harusnya menolak undangan mereka. Itu adalah hal yang benar untuk dilakukan, Jika aku lebih mabuk hari ini, bukan hanya sekali aku akan memukulmu.



Ibu tidak mengerti, apa yang Jin Ah lakukan itu?

Gyu Min berlutut, ia menyilahkan Jin Ah memukulinya, berapa kalipun ia akan terima jika itu bisa membuat Jin AH merasa lebih baik.

Jin Ah: Kau berakting!

Gyu Min menyangkalnya, ia berbuat begitu agar bisa kembali dengan Jin Ah.

Jin Ah: Mimpi saja sana! bahkan jika aku mati dan bereinkarnasi, itu tidak akan pernah terjadi.

Gyu Min: Jadi kau bilang kalau kita sudah putus?

Jin Ah: Apa kita belum putus?


Ibu menyela, ia menuntut penjelaskan Jin Ah soal apa yang terjadi di depannya itu. Jin Ah menjawab akan menjelaskannya nanti.

Gyu Min: Kenapa nanti? Apa kau takut aku akan membicarakannya di depan orangtuamu?  Kau! Pria yang merangkulmu di depan gedung, siapa dia? diapa?! Bersikap seolah tidak tahu dan menjadikanku satu-satunya yang bersalah disini dan menjadikanku sampah. Bagaimana denganmu!

Jin Ah: Jika kau bersikap seperti ini, apa itu membuat perasaanmu lebih baik?

Gyu min: Lalu, siapa pria itu? kenapa kau tidak bisa menyebutkannya? Tidak ada alasan kau harus menutupinya! Karena kau tidak bilang apapun, aku rasa aku bisa gila sekarang!

Jin Ah: Aku suka dia! benar. Dia adalah pria yang aku suka, kenapa?!!!


Ibu lemas mendengarnya sampai ia terduduk. Lalu Seung Ho membuka pintu dan berkata kalau ia datang. Ibu langsung menyambut Seung Ho.


Seung Ho heran melihat semua berantakan, apa yang terjadi? Ibu akan menjelaskan tapi terpotong oleh Gyu min.

Gyu Min menunjuk Joon Hee, dia orangnya! Ibu tidak mengerti apa maksudnya dengan Joon Hee adalah orangnya?


Gyu Min menarik tangan Jin AH kuat-kuat dan meminta Jin Ah untuk menjelaskannya. Joon hee kesal melihat Jin AH dikasari.

Joon Hee: Lepaskan dia!

Seung Ho: yah..

Joon Hee maju, mendekati Gyu Min dan menariknya untuk keluar. Tapi Gyu Min menepis tangan Joon Hee.

Gyu Min mengikuti Joon Hee keluar, tapi kemudian Joon Hee menarik dasi Gyu Min. Seung Ho akan memisahkan mereka tapi ia malah jatuh. Seung Ho lalu mengikuti mereka. Jin AH cemas.

Bersambung ke Episode 3

5 komentar

Thx recapnya...kenapa gak ada subtitlenya ya mbak, padahal klo drama lain pasti cepat bgt keluarnya...btw keep fighting for next episode

Makasih kak...ditunggu next episode nya ya

Mbak, dilanjutkan ya recap nya. Semangaaaaat.... ❤❤❤

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon