Thursday, April 5, 2018

Sinopsis Pretty Noona Who Buys Me Food Episode 2 Part 1

Sinopsis Pretty Noona Who Buys Me Food Episode 2 Part 1

Sumber: jtbc


Joon Hee melihat Jin Ah ngedance dengan bahagia di dalam membuatnya tersenyum. Jin Ah sangat menikmati sampai ponselnya berdering. Lagunya pun mati dan Jin Ah mengecek siapa yang menelfon, tapi ia tidak mengangkatnya.


Jin Ah memutar musik lagi dan mulai ngedance lagi, tapi tiba-tiba ia mendengar teraiakan dari luar untuk mematikan musiknya. Jin Ah terkejut, ia sontak sembunyi dibalik meja, tapi ia penasaran juga siapa di luar, ia mengintip dan melihat Joon Hee tersenyum ke arahnya.


Jin Ah pun membukakan pintu untuk Joon Hee sambil bertanya apa yang Joon Hee lakukan disana. Joon Hee balik bertanya, kenapa Jin Ah tidak mengangkat telfonnya? Jin Ah menjawab kalau ia sedang bekerja. Jin Ah tanya lagi, kenapa Joon Hee tidak ke kelab?

Joon Hee menjawab kalau ia sudah ke kelab, kelab di lantai 12. Karena Jin Ah memutar musik keras-keras jadi terdengar seperti sedang di kelab. Jin Ah menepuk mulut Joon Hee yang ngawur itu, Joon Hee hanya tersenyum.


Di tempat karaoke, semua karyawan pria mencoba untuk menyentuh karyawan wanita, pokoknya mereka berusaha banget bikin gak betah.


Di kantor suasana  sudah tenang karena Jin Ah mematikan musiknya dan saat ini sedang menyeduh kopi untuk Joon Hee.


Jin Ah mendapat pesan dari rekan kerjanya, Ye Eun, ia bertanya apakah Jin Ah sudah selesai? Jin Ah membalas kalau ia sudah hampir selesai dan menyuruh Ye Eun pulang saja, tidak usah menyusul.


Lampu di lobby dimatikan. Sementara di lantai 12, Jin Ah dan Joon Hee kembali membungkus hadiah. Jin Ah melakukan ide Joon Hee dan ia merasa itu lebih cepat.

"Tentu. Kepala itu harusnya digunakan untuk berpikir."

Jin Ah kesal dan akan menyeruduk kepala Joon Hee dengan kepalanya tapi karena Joon Hee gerak, jadi mengenai dada Joon Hee.

"Aku pikir serangga berterbangan disini, Barusan ada yang menabrakku." Kata Joon Hee.


Jin Ah kembali menepuk mulut Joon Hee karena ngawur. Joon Hee cepat-cepat berlari. jadi mereka kejar-kejaran keliling kantor.


Sementara itu, Ye Eun naik lift dan memencet lantai 12.


 Saat Ye Eun masuk, Jin Ah menyuruh Joon Hee bersembunyi di bawah meja. Ye Eun mau membantu Jin Ah makanya ia kembali tapi Jin Ah menegaskan kalau ia hampir selesai dan akan melanjutkan besok saja.


Ye Eun mulai menangis, Jin Ah bisa menebak pasti Ye Eun menderita di tempat karaoke tadi. Ye Eun cerita kalau Asisten Kepala Gong menyentuhnya sepanjang waktu, ia sangat kesal.

Jin Ah kemudian mengajak Ye Eun pulang, Jin Ah merangkul Ye Eun berjalan keluar. Dan otomatis, Joon Hee terjebak di dalam karena pintunya dikunci oleh Ye Eun.


Jin Ah cepat-cepat memanggil taksi untuk Ye Eun karena ia sangat khawatir Joon Hee yang terjebak di dalam.


Sementara itu, Joon Hee menggunakan ponselnya sebagai penerangan. 


Ye Eun berkata kalau ia sangat menyanyai Jin Ah dan akan menjadi seperti Jin Ah suatu hari nanti. Ye Eun sebenarnya belum ingin pergi, tapi Jin Ah terus memaksanya naik taksi dengan alasan kalau Supir sudah menunggu.


Jin Ah berlari menuju kantor dan Joon Hee melihatnya melalui hendela,ia tersenyum senang.


Saat Jin Ah menuju lantai 12 musik dimainkan. Sementara itu, Joon Hee pura-pura tidur di sofa, ia sembunyi. Jin Ah memanggil-manggil Joon He, ia berkeliling mencari Joon Hee.


Sampai Jin Ah melihat Joon Hee tiduran di sofa. Joon Hee pura-pura kesal, kenapa Jin Ah lama sekali? Jin Ah menjawab kalau ia sudah mencoba secepat yang ia bisa. Joon Hee masih pura-pura kesal, cepat apanya!


Setelah sampai di rumah, Joon Hee mengirim pesan. "Aku sudah sampai dengan selamat. Goon Night".

Jin Ah membalasnya, "Good night."

Joon Hee tersenyum lebar banget, lalu ia mematikan lampu dan tidur.


Paginya, Joon Hee dan Kyung Sun keluar apartemen mereka bersamaan, mereka tinggal bersebrangan. Hari ini mereka akan berangkat bersama dengan mobil.


Kyung Sun berkata kalau mereka harusnya tinggal bersama untuk menghemat biaya sewa, tapi Joon Hee menolak, Joon Hee ingin privasinya terlindungi. Kyung Sun bertanya, apa Joon Hee memiliki wanita? Joon Hee malah bercanda, Kyung Sun kesal dan menjewernya.

Kyung Sun berpesan pada Joon hee kalau Joon Hee harus membawa gadis baik-baik ke rumah, tapi Joon Hee tidak bakalan menemukan gadis secantik dirinya. Joon Hee kembali bercanda dan Kyung Sun kembali menjewernya.


Asisten Kepala Gong memanggil Jin Ah. Asisten Kepala Gong menunjukkan gambar yang Jin Ah buat dan ia tidak suka. lalu Asisten Kepala Gong memanggil Bo Ra untuk membawakannya gambar baku.

Tapi kemungkinan ini cuma alasan Asisten Kepala Gong saja untuk menyindir mereka berdua yang tidak ikut karaoke semalam. Jadi Asisten Kepala Gong mempersulit mereka dengan hal-hal kecil.


Kemudian Asisten Kepala Gong memanggil satu orang lain, Kang Se Young. Se Young juga tidak ikut karaoke semalam. Asisten Kepala Gong menyuruh mereka ikut saat ada makan malam tim. Mereka harus menghargai yang lain karena perusahaan tidak membedakan gender! Pergi sekarang!


Setelah mereka semua kembali ke meja masing-masing, Asisten Kepala Gong keluar juga karena sudah waktunya makan siang.

Bo Ra, Jin Ah dan Se Young makan siang bersama, mereka mengeluhkan sikap Asisten Kepala Gong. Bo Ra kesal terus dibandingkan dengan para junior. Tugas mereka kan beda, mereka bertiga harus bekerja di lapangan jadi untuk bangun keesokan harinya saja sudah, harusnya tidak membicarakan tetang usia lagi!


Jin Ah menenangkan, tua ataupun muda, mari makan makanan bergizi. Kebetulan mereka bertiga masuk restoran yang sama dimana Joon Hee dan Seung Chul sedang makan. Seung Chul terus memaksa Joon Hee untuk mengenalkannya pada Se Young.


Saat ketiganya masuk, Joon Hee mengajak mereka bergabung. Seung Chul tiba-tiba menendang kaki Joon Hee. Joon Hee pun terpaksa berbicara pada Se Young. Joon Hee bertanya dimana Se Young tinggal. Se Young menjawab dengan manis, ia menambahkan kalau ia tinggal sendirian.

Lalu dia bertanya pada JA apakah dia akan membelikannya makanan, dia membantunya kemarin. Tapi dia menyuruhnya untuk diam.

Seung Chul masuk dalam pembicaraan mereka tapi Se Young kelihatan banget cuma memperdulikan Joon Hee. Bo Ra selesai makan dan ia pamit duluan karena ada jadwal lain.


Joon Hee berbisik pada Jin Ah, Jin Ah akan membelikannya makanan kan sebagai balasan atas bantuannya kemarin. Jin Ah menyuruhnya untuk diam.

Se Young bertanya, bagaimana mereka saling mengenal. 
Joon Hee menjawab kalau mereka sudah saling kenap selama bertahun-tahun. Se Young mengerti, ia menyimpulkan kalau mereka sudah seperti keluarga.

Joon Hee membahas soal kakaknya yang juga memiliki kedai kopi dan itu membuat Jin Ah terkejut. Se Young penasaran, dimana itu?


Di toilet, Se Young berbicara pada Jin Ah. Apa Jin Ah akan terus mengawasi kedai kopi temannya? Dan Jin Ah menjawab ingin tetap mengawasinya.

Setelah Se Young pergi, Jin Ah mengeluh, kenapa juga Joon Hee harus berkata kalau kakaknya memiliki kedai kopi disaat banyak hal yang bisa dikatakan.


Ayah sedang belajar bahasa inggis atau sedang berbicara dengan orang menggunakan bahasa inggris tapi itu terpotong dengan kedatangan ibu.


Ayah lalu menyusul ibu yang duduk dimeja. Ibu kepanasan dan ayah kemudian mengambilkannya air. Ibu menerima undangan pernikahan. Ibu kesal dan mengeluh tentang memberikan banyak uang pernikahan dimana keluarga itu sangat matre dan selalu berbicara tentang keluarganya.

Ayah berpikir kalau Jin Ah juga bisa menikah dengan keluarga baik-baik. Tapi Ibu berpikir bahwa Jin Ah mungkin tidak akan menikah tahun depan. Ibu mulai berbicara tentang Gyu Min. Ibu memaksa ayah untuk menelfon Gyu Min.


Jin Ah keluar bersama Gyu Min. Jin Ah meminta mereka makan id tempat Gyu Min kencan dengan pacar mudanya waktu itu, bahkan Jin Ah memilih duduk di tempat Gyu Min dan pacar mudanya duduk waktu itu.

Gyu Min membolak balik menu untuk memilih apa yang harus mereka makan. Jin Ah menyarankan untuk makan apa yang Gyu Min makan terakhir kali. Gyu Min gugup. Jin Ah menghela nafas, ia sudah hampir meledak dan untuk meredakannya, ia pergi ke toilet.


Di sana Jin Ah pasti menelfon Kyung Sun karena Kyung Sun saat ini mengatakan padanya kalau ia tidak seharusnya ada di sana! Kyung Sun mengajari Jin Ah untuk menyiram Gyu Min dengan anggur! Jangan lakukan hal bodoh! Keluar saja!


Kyung Sun lalu masuk kedalam mobil saat mobil berhenti di depannya. Kyung Sun bertanya, mau berkencan dengan Lee Gyu Min lagi?

Joon Hee bertanya saat Kyung Sun selesai menelfon, siapa barusan? Kyung Sun menjawab Jin Ah dan sekarang Jin Ah bertemu dengan Gyu Min. Joon Hee kesal, apa Jin Ah tidak tahu kalau itu hanya kepura-puraan? Lagian Jin Ah juga sih yang terus memberi Gyu Min kesempatan.

Kyung Sun berhenti, ia heran kenapa Joon Hee marah? Joon Hee yang kaya gak sadar gitu, aku? kapan emang?


Kembali pada Jin Ah dan Gyu Min. Gyu Min ingin bersama Jin Ah lagi, tapi sikap Jin Ah ini membuatnya kesulitan. Jin Ah heran, Gyu Min itu bodoh atau muka badak sebenarnya?

Gyu Min tak mengerti. Jin Ah melanjutkan, bagaimana bisa Gyu Min mengajaknya ke sana jika tujuan Gyu Min ingin mengajaknya balikan?

"Lipstik dan stoking... kenapa? Apa kau mau menuntutku? Jika benar, ayo tambahkan bukti!" Kesal Jin Ah sambil memegang botol anggur.

"Tidak, Jin Ah-ya.."

Jin Ah agak tenangan, sebenarnya tujuannya mau diajak Gyu Min adalah untuk mengakhirinya dengan kenangan indah, tapi Gyu Min merusak semuanya. Gyu Min yang terburuk!


Jin Ah berkaca-kaca dan segera berdiri dan berjalan keluar.

Gyu Min mengikuti Jin Ah dan menarik tangan Jin Ah, tapi Jin Ah menepisnya. Gyu Min merasa bukan dirinya doang yang mengencani seseorang, ia meminta Jin Ah menjelaskan siapa pria yang merangkul Jin Ah di depan gedung tempo hari.

Jin Ah: Sungguh!

Gyu Min: Lihat? Kau juga menemui orang lain! Kenapa aku satu-satunya yang jahat disini? Karena kita berdua melakukanya, kenapa tidak kita akhiri saja bersama?

Jin Ah: Bukan kau yang terburuk! Tapi aku karena sudah mau mengencanimu!


Jin Ah lalu meninggalkannya. Gyu Min berteriak, bagaimana bisa Jin Ah meninggalkannya seperti ini.


Jin Ah berbalik, "kenapa? Apa kau tidak mempunyai uang untuk parkir lagi? Oh.. kau mabuk kan? Apa kau butuh uang untuk membayar supir pengganti?!"

Dan Jin Ah kembali meninggalkan Gyu Min.


Saat akan naik lift, Joon Hee dan Seung Chul berpapasan dengan Se Young. Se Young berkata kalau Joon Hee terlihat kesal pagi ini. Tapi Joon Hee mengatakan ia baik-baik saja, tidak kesal kok.


Lalu Joon Hee melihat Jin Ah datang, ia langsung bersikap ramah pada Se Young. Jin Ah mendekat saat itu dan mereka naik lift bersama. Joon Hee membicarakan soal makan pizza bareng. Se Young lalu meminta nomor Joon Hee, tapi Joon Hee kelihatan enggan memberikannya, tapi ia terpaksa


Jin Ah tidak mengatakan apapun. Joon Hee pun bertanya, apa Jin Ah akan ikut? Jin Ah tanya kemana? Jin Ah tidak menedengar apa yang mereka bicarakan.


Jin Ah dan Se Young turun di lantai 12. Sementara Joon Hee terus naik lift, ia menyandarkan kepalanya di dinding, mungkin ia menyesali apa yang dilakukannya tadi.


Saatnya rapat dan kali ini CEO datang. CEO bertanya, apa mereka melihat berita pagi ini? Tapi tidak ada yang menyahut, artinya mereka tidak melihatnya. CEO menjelaskan kalau industri kopi itu sangat besar tapi mereka baru merupakan bagian kecil, jadi mereka harus meningkat!


Seseorang datang, melapor kalau sebuah kedai tidak buka hari ini. CEO Kesal, ia berkata pada yang lain kalau mereka akan memecat semua orang jika kedai itu tidak buka dalam 30 menit. Semua keluar!!!!

Semua pun bersama-sama keluar, berlari.


Semua orang mengendarai mobil yang sama, mereka menelfon kedai-kedai yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Semua sibuk dengan telfon masing-masing.


Se Young menelfon Joon Hee untuk mengatakan kalau ia tidak bisa makan siang bareng hari ini. Jin Ah jelas mendengarnya karena duduk teoat di sebelah Se Young. Jin Ah memperlihatkan kekesalannya.


Joon Hee menjawab panggilan Se Young dan berkata tidak apa-apa tidak jadi makan juga, mereka bisa makan bersama lain kali. 

Seung Chul kesal, apanya yang lain kali, ia menyuruh Joon hee menelfon Se Young kembali, kayaknya Sang Chul udah ngebet pengen makan bareng Se Young, malam ini kalau bisa.

Joon hee gak mau karena Se Yoyng bilang sibuk, jangan memaksa! Temannya kesal, siapa yang memaksa!Joon Hee tidak mau berdebat, ia memilih pergi.


Para karyawan harus membuka toko hari ini, mereka yang harus melayani. Jin Ah memimpin mereka, ia yang memberi tugas apa yang harus mereka lakukan. Mereka semua menurut.

Sepertinya itu kedai yang waktu itu Jin Ah tegur karena mencampur kopi, jadi pemiliknya protes dengan tidak mau membuka kedainya.


Manajer Jung dan Direktur Nam bicara soal dokumen yang tidak ditandatangani Direktur Nam. Direktur Nam bertanya, siapa yang harus bertanggung jawab? Tapi Manajer Jung hanya menatap Direktur Nam saja. Manajer Jung lalu mengambil dokumen yang DIrektur Nam bawa, ia akan mengubahnya.

Setelah menejer Jung pergi, Direktur Nam menggerutui dirinya yang memberikan kesulitan pada Manajer Jung hari ini.


Tepat di depan ruangan Direktur Nam, Manajer Jung bertemu dengan CEO. Kebetulan Direktur Nam keluar dan melihat CEO. Manajer Jung pun pamit.


CEO mengajak mereka berdua makan siang bersama. Direktur Nam cepat-cepat kembali masuk untuk memakai sepatunya.


Saat makan siang, CEO bertanya apa yang terjadi pada cabang yang telat buka itu. Direktur Nam menjawab kalau mereka yang membukanya sekatang. Direktur Nam mengatakan kalau Jin Ah sudah bekerja keras tapi ia tidak mengerti mengapa Jin Ah melakukan kesalahan itu.

CEO bertanya di mana penandatanganan promosi berhenti. Direktur Nam langsung berhenti makan dan melihat Manajer Jung. Manajer Jung berkata kalau ia akan menemukannya. Sepertinya CEO tahu bahwa Direktur Nam  adalah orang yang membuat kesalahan.

Kembali ke kantor, Direktur Nam mengajak Manajer Jung bicara berdua di tangga darurat. Direktur Nam ingin tahu apa yang akan manajer Jung katakan pada CEO.

Manajer Jung menjawab kalau ia akan memberitahu CEO kalau Jin Ah yang akan membayar biaya promosi dan akan mengatakan apa yang terjadi sebenarnya.

Manajer Jung menjelaskan kalau timnya membuat salinan segalanya dan menegaskan kalau mereka sudah memberikannya pada Direktur Nam. Direktur Nam tertangkap basah, ia akhirnya menyerah dan akan membayar biaya promosi.

1 komentar: