Friday, March 30, 2018

Sinopsis Switch: Change The World Episode 2 Part 2

Sinopsis Switch: Change The World Episode 2 Part 2

Sumber: SBS


Do Chan menemui Ha Ra dan Kepala Yang. Kepala Yang mengandai, katakanlah mereka bisa mendapatkan kodenya, lalu bagaimana cara mereka mengeluarkan benda itu dari sana?

Do Chan: Kita bisa mendapatkan surat perintah dan menggeledah di sana secara legal. Apa masalahnya?

Ha Rs: Kita tidak bisa mendapatkan surat perintah. Ketika kita mengajukannya, seseorang akan mengetahuinya.

Do Chan: Kita harus melakukannya secara rahasia. Aku tahu orang-orang yang dapat melakukannya dengan baik. Haruskah kuminta mereka mencurinya?

Kepala Yang: Kalau begitu artinya kami mendapatkan bukti secara ilegal. Buktinya akan dikecualikan.

Do Chan: Kita tidak bisa mencuri dan harus mengikuti aturan soal bukti? Wah... kalian sungguh emcnoba menggambar segitiga dari empat sisi (*mustahil)? Pekerjaan Jaksa rumit juga ternyata.

Ha Ra: Itu sebabnya kita berdiskusi sekarang.


Do Chan mendapatkan ide cemerlang, mereka bisa menciptakan insiden yang memungkinkan mereka masuk tanpa surat perintah.

Kepala Yang: Tanpa surat perintah?

Do Chan: Crime scene (Lokasi di mana kejadian kriminal terjadi). Pusat Budaya Spanyol. Kita bisa menjadikannya TKP.


Do Chan menjelaskan dengan detail sambil menggambarkan, "Baiklah. Tahap pertama. Aku akan masuk ke sana. Aku akan masuk saat petang tanpa menyembunyikan apa pun. Seorang aktor dari pihak kita akan berakting sebagai penduduk yang merupakan pendukung kuat dari pembangunan kembali area tersebut."

Penduduk itu berkata akan membakar tempat itu.

Do Chan melanjutkan, "Saat dia menyebabkan keributan dengan mengklaim akan membakar tempat tersebut, aku yang secara tidak sengaja berada di sana, akan mencoba menghentikannya dan menyebabkan kami berkelahi.


Dan Do Chan tak sengaja menemukan bom di patung itu, tempat brankas berada.

"Saat alat yang sebelumnya sudah kuinstal mulai menyala, orang-orang akan mengira di sana ada bom dan melarikan diri."


"Pada saat itu, untuk menjinakkan bom, Satuan Penjinak Ledakan dari tim SWAT akan menyerbu."


Ha Ra mengerti rencana Do Chan dan ia melanjutkan, "Setelah itu, kami akan masuk kemudian mengambil barang bukti di TKP."


Kepala Yang memuji Do Chan, "Yaah... mereka yang hanya mendapat pendidikan dasar tidak akan terpikir ide seperti ini."


Tapi sebenarnya Kepala Yang cemas, ia khawatir, apa Ha ra yakin bisa mengatasi hal itu?

"Saya harus berhenti menjadi Jaksa kalau hanya menangani kasus yang mudah." Jawab Ha Ra.

"Jangan semudah itu mengatakan hal berbahaya begitu. Hei, aku paham benar yang kau rasakan karena kau masih muda. Aku? Menurutmu aku bagaimana? Putriku masih harus menikah nantinya."

"Sekarang kan dia masih SMA."

"Hei, kau bilang ingin menjadi Jaksa Agung wanita. Aku tahu kau tidak kuliah di Seoul, tapi kau mendapatkan rangking tertinggi di antara para rekanmu. Kenapa kau mempertaruhkannya? Ini bukan hanya demi putriku. Aku bicara begini juga karena mengkhawatirkanmu. Lihat. Kalau sampai para atasan tahu, mereka akan berusaha menyingkirkanmu. Dan kau pun kemudian tidak bisa membuka kantor pengacara. Mengerti? Kau mendengarkan aku tidak?"

"Ya."

"Baiklah, kalau begitu... Bisakah kau mengecualikan aku untuk operasi besok?"

"Tidak bisa."

"Aish."

Ha Ra menepuk punggung Kepala Yang untuk memberikan semangat.


Tae Woong ternyata juga memburu Nam Seung Tae. Sayangnya Seung Tae belum pulang berhari-hari, jadi asistennya, Manajer Kim, belum bisa menemukannya. Manajer Kim juga tidak bisa melacak posisinya karena dia menggunakan ponsel ilegal.

"Karena Jaksa Baek sudah tewas, tidak ada yang Nam Seung Tae bisa lakukan sekarang." Lanjut Manajer Kim.

"Hal itu belum pasti, 'kan? Bahwa Jaksa Baek sudah tewas. Hubungi dia. Katakan padanya bahwa aku akan mencocokkan nomornya dan suruh serahkan kepada kita. Sekarang, menangkapnya adalah prioritas utama. Kita dapat memutuskan membunuh atau mengampuni dia begitu sudah mendapatkannya."

"Saya mengerti."

"Kejaksaan tidak boleh sampai menyentuhnya. Kita harus mendapatkannya duluan lalu memusnahkannya."


Saatnya beraksi, Do Chan harus menggunakan alat komunikasi agar bisa berkomunikasi dengan Ha Ra dan Kepala Yang yang menunggu di mobil.

Kepala Yang mencoba lari dari sana, ia pura-pura ditelfon atasannya, tapi Ha Ra menangkap basahnya.

Ha Ra: Kepala. Bisakah Anda berhenti?

Do Chan geleng-geleng kepala melihat kelakukan Kepala Yang, ia lalu turun dari mobil.


Kepala Yang terus saja cemas, apakah akan baik-baik saja? Ha Ra menghela nafas sebelum menjawab harus baik-baik saja.


Do Chan masuk ke dalam dan ia mendapatkan kode brankas dari sepupu Seung Tae. Kodenya, 5, 4, 3, 5.


Do Chan langsung menuju patung itu dan disana juga sudah terpasang alat yang ia katakan kemarin.


Lalu muncullah sang aktor yang berdemo untuk membakar tempat itu.


Do Chan akan melakukan rencananya, tapi tiba-tiba segerombol orang muncul. Do Chan panik karena hal itu diluar rencana mereka.

"Siapa mereka?" Gumam Do Chan.

"Oi, Jaksa palsu."

"Siapa kalian?"

"Apakah nama Cho Sung Doo, membuatmu teringat sesuatu? Perjudian di pulau terpencil. Kenapa kau tidak menikmati pemakamanmu hari ini?"


Yang dimobil bingung mendengar keributan itu, mereka tidak mengerti apa yang terjadi. Ha Ra hanya bisa memanggil-manggil Do Chan.

Do Chan: Ini buruk. Sesuatu terjadi.


Semua pengunjung keluar ketakutan, karena di dalam ada perkelahian. Kemudian Petugas menelfon polisi sepertinya.


Ha Ra dan Kepala Yang terpaksa masuk. Tapi mereka terlambat, orang-orang itu berhasil melukai Do Chan. Do Chan tertusuk di bagian perut.


Do Chan terpaksa dilarikan kerumah sakit menggunakan ambulan.


Kemudian Ha Ra dan Kepala Yang kembali ke dalam, brankas itu terbuka dan kotak cincin itu ada di dalamnya. Mereka lega.


Si petugas ambulan melakukan kesalahan, terang saja karena mereka adalah In Tae dan Eun Ji. Ternyata semua ini adalah tipuan belaka. Do Chan tidak benar-benar terluka, bahkan ia tidak terluka sama sekali.

Kilas Balik..


Si petugas ambulan melakukan kesalahan, terang saja karena mereka adalah In Tae dan Eun Ji. Ternyata semua ini adalah tipuan belaka. Do Chan tidak benar-benar terluka, bahkan ia tidak terluka sama sekali.

Kilas Balik..


Maka Do Chan menyewa preman-preman tadi untuk melakukan cosplay.

Kilas Balik selesai..


In Tae: Itu perubahan situasi tidak terduga. Aku yakin mereka tidak akan mengira kau berani menipu Kejaksaan.

Do Chan kemudian meminta tas tempat kotak cincin itu. 

Do Chan: Sudah kukatakan. Kejaksaan hanya peduli soal promosi jabatan. Mereka tidak peduli dengan penipu seperti kita. Kejaksaan adalah masalahnya.


Eun Ji penasaran dengan apa isi kotak itu, ia menyuruh Do Chan cepat membukanya.


Di ruang pemeran, Ha Ra dan Kepala Yang sudah mendapatkan kotak itu. Namun saat Ha Ra membukanya, isinya kosong, saat itulah ia menyadari kalau Do Chan menipunya.

"Sa Do Chan!" Teriak Ha Ra geram.


Do Chan juga membuka kotaknya, tapi kita tidak diperlihatkan isinya.

Bersambung ke Episode 3.

0 komentar

Post a Comment