Friday, March 30, 2018

Sinopsis Switch: Change The World Episode 2 Part 1

Sinopsis Switch: Change The World Episode 2 Part 1

Sumber: SBS


Eun Ji dan In Tae sampai di kantor kejaksaan tapi mereka melihat gerombolan Sung Doo lari tunggang langgang, mereka pun berhenti.

"Apa yang terjadi?" Tanya In Tae.

"Kau perlu bertanya? Tentu saja Oppa membereskannya sendiri." Jawab Eun Ji sambil merangkul In Tae.

Direktur Bong yang ada di dalam mobil pun lega bahwa semua sudah beres.


Sementara itu, Do Chan dan Ha Ra naik ke atas berdua. Do Chan sekali lagi melihat tanda pengenal Ha Ra dan ia mulai berakting.

"Aih, aku sungguh bersyukur." Ujar Do Chan.

"Apanya?"

"Aku bersyukur karena kau semakin cantik sejak pertemukan terakhir kita."

Ha Ra menahan tawanya.


Sampai diatas, Do Chan mengucapkan selamat tinggal, ia mengatakan sedang ada janji dan akan mentraktir Ha Ra lain kali.

Do Chan kemudian menuju salah satu pintu. Ha Ra mengingatkan kalau itu pintu ruang perlengkapan.


Do Chan pun berbalik menuju pintu selanjutnya, tapi pintu itu tidak mau terbuka. Do Chan gak lihat kalau pintu itu menggunakan sidik jari para Jaksa untuk membukanya.

"Tidak terbuka, 'kan?" Tanya Ha Ra.

"Tidak terbuka."


Ha Ra kemudian mulai menggeledah Do Chan, ia menyita ponselnya.

"Aku menyita ini. Senang sekali bertemu denganmu, Sa Do Chan!"

Do Chan terkejut karena Ha Ra sampai tahu namanya.


Ha Ra menempatkan DO Chan di ruang interogasi. Anehnya, Ha Ra tahu betul kalau Do Chan tidak pernah ke ruang interogasi sebelumnya karena Do Chan tidak punya catatan kriminal.

Do Chan: Dengar. Kurasa kau salah paham di sini.

Ha Ra: Aku ingin kau mengingat sendiri semua aktivitas ilegal yang sudah kau lakukan sepanjang hidupmu.


Kemudian Ha Ra keluar. Do Chan berpikir, apa yang sedang terjadi? Bagaimana Ha Ra bisa tahu namanya? Siapa sebenarnya Ha Ra itu?

Di luar, Ha Ra melenggang dengan senang.

Kilas Balik..


Ha Ra tak sengaja menemukan Do Chan saat mencari orang yang mirip dengan Jaksa Baek Joon Soo. Saat itu, ia melihat kalau Do Chan sangat mirip dengan Joon Soo.



Ha Ra menyuruh orang menyelidiki siapa Do Chan dan orang itu menemukan bahwa Do Chan adalah penipu yang terkenal di dibidangnya.

"Penipu?" Ulang Ha Ra.

"Dia punya IQ 168. Dia jenius. Dia memilih target yang tidak dapat melaporkannya dan menghilang tanpa jejak. Itu sebabnya dia tidak memiliki atasan."

"Aku menyukainya. Dia sempurna. Bujuk dia, borgol dia, lakukan apa saja untuk membawanya."

"Apa?"

"Pria ini.. Aku membutuhkannya."


Jadi orang itu memata-matai Do Chan dkk yang akan berangkat ke China. Ia langsung melapor pada Ha Ra.

"Bawa dia sekarang juga."

"Sebenarnya, dia memang menuju ke sana."


Jadi sebelum menghampiri Do Chan, Ha Ra terlebih dahulu memperhatikan Do Chan yang sedang menakuti Sung Doo.

"Bagaimana dia bisa begitu mirip?" Ucap Ha Ra.


Dan Ha Ra mengatur wajahnya seceria mungkin untuk menyapa Do Chan.

Kilas Balik Selesai..


Do Chan sendirian di ruang interogasi, ia menghadap ke arah kaca pengintai.


Di ruang sebelah, Kepala Yang dan Ha Ra bisa melihat dnegan jelas keadaan di ruang interogasi lewat kaca pengintai itu, tapi tidak dengan Do Chan, karena kacanya hanya satu arah.

Kepala Yang: Dia benar-benar mirip. Bagaimana bisa ini terjadi? Mungkinkah ada rahasia kelahiran di keluarga Jaksa Baek yang tidak diketahuinya?

Ha Ra: Mereka bilang bahwa di dunia ini ada tujuh orang yang serupa satu sama lain, bahkan meski mereka bukan saudara kembar. Itu sudah terbukti secara ilmiah.

Kepala Yang: Terus apa ini? Maksudmu Jaksa Baek memiliki kemiripan identik dengan seorang penipu?

Ha Ra: Pak. Ini adalah bantuan dari Surga.

Kepala Yang: Aey, dia itu penipu.

Ha Ra: Justru itu sebabnya sempurna!


Do Chan mengetuk kaca itu, ia sudah tidak sabar lagi, "Ada orang di sana? Aku tahu kau ada di sana! Aku ini Jaksa Baek Joon Soo. Aku dikurung di sini setelah menangkap penjahat. Aku rasa sebaiknya kau segera membebaskan aku."


Tapi Do Chan beneran tidak bisa melihat apapun dari sana.


Kepala Yang memperingatkan Ha Ra, satu langkah meleset, mereka akan kehilangan pekerjaan mereka. Ia bingung sekali, ia menyuruh Ha Ra saja yang mengurus semuanya.


Maka Ha Ra terpaksa menemui Do Chan seorang diri. Do Chan masih bersikap seolah ia ini Joon Soo.

"Hei, Jaksa Oh. Kau melakukan kesalahan. Aku tidak tahu masalahnya di mana, tapi kau seharusnya tidak kurang ajar pada seniormu. Kantor kita ini bermasalah. Dan juga, bagaimana tadi kau memanggilku? Sa... Sa apa... ya? Sepertinya kau salah mengenaliku. Kau tidak boleh melakukan ini kepada seniormu. Aku akan melaporkanmu pada Departemen Internal, tapi... Baiklah, baiklah. Semua orang dapat melakukan kesalahan. Aku bukan apa-apa tanpa pemerintahan, pengertian, dan ketulusan. Biarkan aku memberimu saran dengan segenap ketulusan..."


Ha Ra langsung menggebrak meja, ia hilang kesabaran.

"Baj* yang menipu orang bicara soal ketulusan? Kau tahu sedang di mana kau? Kantor Kejaksaan. Beraninya kau menyamar sebagai Jaksa? Kau mau dipenjara karena menyamar sebagai PNS?"

Do Chan tersenyum, "Detak jantung Jaksa berpacu terlalu cepat."

"Kali ini kau sok meniru dokter?"


Do Chan mengendur, ia mengajak Ha Ra mendiskusikan situas yang aneh ini, "Simulacrum. Seorang filsuf Jean Baudrillard dari Prancis berkata seperti ini, "Abad 21 menuju pada dunia simulasi, di mana yang palsu tampak lebih nyata dari yang asli. Simulacrum adalah objek tiruan yang tampak nyata padahal sebenarnya tidak pernah ada dalam kehidupan nyata. Namun, itu bukanlah fakta kebenaran yang tersembunyi."

"Omong kosong macam apa itu?"

"Mari membuat kesepakatan."


Do Chan tahu bahwa Ha Ra mengetahui dengan jelas kalau ia bukan Baek Joon Soo, lalu kenapa tadi Ha Ra memperlakukannya selayaknya Baek Joon Soo? Itu berarti sejak awal Ha Ra tahu ia yang palsu, bukan asli.

Ha Ra: Sekarang, kita bicara. Aku senang karena kau pintar.


Setelah Ha Ra menjelaskan semuanya, Do Chan sangat terkejut, Itu tidak masuk akal! Jadi Ha Ra sedang menyuruhnya jadi Jaksa sungguhan?

"Beraninya seorang penipu menjadi Jaksa!?"

"Barusan kau bilang."

"Aku tidak menyuruhmu jadi Jaksa! Aku menyuruhmu berpura-pura jadi Baek Joon Soo dan mengambil sesuatu."

"Kau ini benar-benar penipu rupanya."

"Apa?"

"Kau sedang menyuruhku melakukan penipuan di dalam Kantor Kejaksaan!"

"Kau gila, ya? Siapa yang menyuruhmu melakukannya di sini? Aku menyuruhmu menggantikan Baek Sunbae karena kau mirip dengan dia."

Ha Ra terus membujuk, hanya sekali saja, tidak akan lagi. Do Chan menanyakan akibatnya jika ia menolak. Ha Ra akan menyuruh gerombolan Sung Doo tadi kembali. Do Chan pun tidak bisa menolak.


Jadi Ha Ra menyuruh Do Chan untuk menemui Seung Tae sebagai Joon Soo. Sementara, Kepala Yang dan Ha Ra memantau mereka dari kejuhan.

Kepala Yang: Tapi, bagaimana kalau Nam Seung Tae menyadarinya? Dia kan sudah pernah bertemu Baek Joon Soo asli.

Ha Ra: Bocah itu memiliki lebih dibanding sekedar apa yang terlihat.


Seung Tae akhirnya muncul juga, tapi ia heran melihat Joon Soo yang sehat padahal kemarin ia dengar Joon Soo kecelakaan.

"Ah, tidak ada yang serius. Hanya insiden kecil saja." Jawab Do Chan.

"Anda kelihatan lebih ceria dibanding sebelumnya."

"Sebenarnya, itu kecelakaan parah. Aku hampir mati. Mereka bilang, kepribadian ikut berubah setelah hampir mati."

Do Chan langsung menanyakan, apa Seung Tae membawanya?


Ternyata tadi Do Chan merekam pembicaraannya dengan Seung Tae dan saat ini ia mendengarkannya di mobil bersama Ha Ra dan Kepala Yang.

Seung Tae: Itu ada di Pusat Budaya Spanyol. Disembunyikan di brankas rahasia di bawah patung Don Quixote.

Do Chan: Apa kode brankasnya?

Seung Tae: Sepupuku yang bekerja di sana mengetahuinya. Datanglah saat penutupan hari Sabtu, dia akan memberi tahumu. Aku mengiriminya foto Jaksa Baek.

Kepala Yang frustasi karena awalnya Seung tae bilang punya barangnya tapi sekarang katanya ada di Pusat Budaya Spanyol.

Do Chan: Dia bilang tidak membawanya karena sedang diburu. Tapi, apa sebenarnya isi di dalamnya? Berlian atau semacamnya?

Kepala Yang dan Ha Ra memandangnya intens. Do Chan merasa tugasnya selesai, jadi ia akan pergi, tapi Ha Ra memintanya menunggu dulu.


Ha Ra meminta Kepala Yang menelfon klinik, apa Joon Soo sudah bisa bangun dalam dua atau tiga hari?

Kepala Yang pun menelfon tapi dokter tidak yakin Joon Soo bisa bangun hari Sabtu.


Ha Ra pun meminta bantuan Do Chan untuk hari sabtu. Do Chan jelas menolaknya karena tadi Ha Ra bilang hanya sekali, bukan dua kali.

"Kau punya kebiasaan buruk menjilat ludahmu sendiri rupanya. Inilah sebabnya Departemen Peradilan kehilangan kredibilitasnya di mata masyarakat." Lanjut Do Chan.

"Itu menyedihkan, tapi memang benar." Aku Kepala Yang.

Ha Ra: Hei, penipu! Kau lakukan atau kupenjarakan kau!

Do Chan: Kau punya bukti aku melakukan penipuan? Kalau iya, bawa surat perintah! Seharusnya berterima kasih aku mau membantu.


Do Chan keluar dari mobil dengan kesal. Kepala Yang tak menyangka ternyata Do Chan temperamental juga, tapi tetap saja, bagaimana Do Chan bisa pergi begitu saja?

Namun Do Chan kembali, tapi ia mengajukan syarat, ia harus melihat langsung kondisi Jaksa Baek. Ia harus memastikan sendiri mereka mengatakan sebenarnya atau menipunya. Kepala Yang pun setuju.

Mereka membawa Do Chan ke klinik Jaksa Baek dirawat dan dokter yang menyambut mereka juga berkata Do Chan sangat mirip dengan jaksa Baek.

Do Chan akhirnya melihat wajah Jaksa baek secara langsung dan sekarang ia baru percaya.

Ha Ra: Sekarang kau percaya kepadaku? Kami tidak bisa membiarkan orang lain mengetahuinya. Tapi aku tidak bisa memberi tahu kau penyebabnya.

Do Chan: Baiklah. Akan kulakukan. Melihat seseorang yang mirip denganku dalam kondisi ini... membuatku merasa iba. Jantungku mungkin berdetak pelan, tapi tidak berarti aku tak punya perasaan.

Saat di markas, Do Chan bilang pada yang lain kalau ia akan menjadi Jaksa. Semuanya terkejut, Jadi Do Chan akan cosplay sebagai Jaksa lagi?

Direktur Bong: Bahaya. Bahaya. Lagi pula, kau alergi dengan Jaksa.

Eun Ji: Ah, aku juga menentangnya. Kau tidak bisa memercayai Jaksa licik itu. Bagaimana bisa kau bekerja sama dengan dia? Bagaimana kalau akhirnya dia mengkhianatimu?

Do Chan: Jangan khawatir. Bukankah rasanya seperti dapat hadiah jika berbuat kebajikan?

Direktur Bong: Aigoo... tidak tahulah, tak tahu.


Namun sepertinya, Do Chan memiliki rencana tersendiri, ia menunjukkan ekspresi sedang berpikir saat ia sendiri.

0 komentar

Post a Comment