Thursday, March 29, 2018

Sinopsis Great Seducer Episode 11 Part 1

Ditulis oleh: Diana Recap
Support Admin dengan membaca sinopsis hanya di "www.diana-recap.com"

Sinopsis Great Seducer Episode 11 Part 1

Sumber Gambar: MBC


Shi Hyun kepikiran dengan apa yang tadi ia katakan pada Tae Hee soal melukis.

"Aku membungkamnya... sebab itulah.. aku selalu melakukannya. Sebelum aku mengenalmu, tak ada yang mengangguku. Tapi setelah aku mengenalmu.. aku mulai merasa tidak nyaman."

Shi Hyun lalu menenggelamkan dirinya ke kolam renang.




Dan saat Tae Hee datang, ia melarangnya pergi. Tae Hee bilang tak akan kemana-mana, ia menyuruh Shi hyun bicara saja. Shi Hyun menjelaskan, ia belum yakin apa ia benar menyukainya (melukis). Makanya ia mengatakan itu.

"Artinya, kamu tidak menyukaiku. Karena kamu takkan mempermalukan seseorang yang kamu sukai."

"Bukan kamu, tapi lukisan. Aku belum yakin apa aku memang suka melukis."

"kamu tak perlu menjelaskannya. Aku hanya berlebihan saja."


Shi Hyun tahu pasti Tae Hee merasa kesal, Tae Hee tak menjawabnya, ia menghindari menatap Shi Hyun.

"Lihat aku~ Ya?" Pinta Shi Hyun lembut.

Tapi Shi Hyun heran, kenapa Tae Hee tak membuatnya kesal kali ini? Ada alasan khusus?

"kamu pernah bilang saat kamu memecahkan piringnya nenek. Maaf karena tak meneleponmu.

"Tapi bukankah seharusnya kamu mendengarku dulu?" Itu yang dikatakan Shi Hyun.

"Tapi yang kulakukan cuma menyalahkanmu. Aku sangat menyesalinya." Lanjut Tae Hee. Dan ia melangkah semakin mendekati Shi Hyun, "Kenapa kamu terus.. merasa rendahan begitu? Itu nanti menyakitimu."

"Eun Tae Hee. kamu dewasa juga."

"Apa maksudmu? Pergi!"


Dan Tae Hee mencipratkan air  ke wajah Shi Hyun. Shi Hyun tak mau pergi dan Tae Hee terus mencipratkan air padanya.


Shi Hyun kemudian meraih pinggang Tae Hee, jadi posisi mereka dekat banget.

Shi Hyun: Kalau kamu merasa gugup.. itu malah membuatku seperti orang jahat.


Shi Hyun mendekatkan wajahnya pada wajah Tae Hee. Tae Hee menutup matanya. Tapi Shi Hyun cuma mau berbisik ternyata.

"Aku pergi dulu."

"Apa?"

"kamu suruh aku pergi. Kalau aku tetap di sini, kamu tak bisa keluar."


Shi Hyun mengatakannya sambil jalan meninggalkan kolam. Tae Hee menutupi tubuhnya dengan air.

"Aku tidak akan melihat. Keluarlah. Ayo melihat bintang. Aku tahu tempat yang bagus." Ajak Shi Hyun.

Usai ganti baju, Shi Hyun bertemu Se Joo di tangga, ia bertanya dimana Soo Ji, tapi Se Joo diam saja, ia pun bertanya lagi, apa yang Soo Ji lakukan?

"Dia tidur." Jawab Se Joo.

"Ah.."

"Kamu mau pergi?"

"Melihat bintang." Jawab Shi Hyun sambil menyalakan senternya.

"Kamu tampak bersemangat."

"Pergilah."

"Selamat bersenang-senang.. Tapi.. mintalah izin Soo Ji."

"Izin apa?"

"Jika kalian memulai permainan ini bersama, akhirilah bersama. Selalu seperti itu."

"Aku tidak butuh izin darinya. Kalian mau ikut?"

"Kamu tidak serius. Aku akan minum-minum seperti anak yang dibuang."


Shi Hyun tampak berpikir.


Soo Ji ternyata ke kolam renang, jadi Se Joo tadi berbohong pada Shi Hyun. Soo Ji mengakui kalau ia juga tahu kalau Shi Hyun suka melukis.

"Lantas kenapa?" Tanya Tae Hee.

"Aku hanya bersikap jahat. Aku pura-pura tidak tahu dan tidak mengerti. Jahat dan nakal. Kami harus menutupi perasaan kami."

"Apa maksudmu?"


"Kami.. saling menyukai.. Ada hal-hal yang tidak bisa kita lawan dalam hidup. Kami sudah diajari itu sejak kanak-kanak. Kami tidak bisa mencegah pernikahan orang tua kami. Kami harus berusaha keras menjadi seperti saudara. Dan itu benar. Aku senang Si Hyun... menemukan seseorang lebih dahulu."

"Jadi, maksudmu.. Si Hyun mendekatiku hanya untuk pelarian?"

"Aku minta maaf.. karena kamu harus hidup dengan rahasia itu sekarang."

"Kenapa kamu mengatakan ini kepadaku?"

"Karena aku sedih. Kisah kami.. sudah layu sebelum berkembang. Bahkan akan lebih menyedihkan.. jika tidak ada yang tahu."



Tae Hee langsung keluar dari kolam. Ia melarang Soo Ji minta maaf, ia tidak keberatan menyimpan rahasia. Tahu kenapa? Karena sebagian besar rahasia ini penting bagi pemiliknya, tapi tidak bagi orang lain. Itu hanya hal yang berlalu.. seperti drama yang ditonton semalam.

"Baiklah. Aku tidak akan minta maaf."

"Tapi aku tidak percaya.. orang selalu bisa mengetahui perasaan mereka yang sebenarnya. Lihat bagaimana kamu berpikir bahwa kamu harus minta maaf. Kamu bisa salah mengartikan antara persahabatan lama dengan kasih sayang."

"Aku berharap itu benar."

"Sejauh mana.. kamu menyukainya?"

"Aku sangat menyukainya sampai orang tua kami tidak boleh tahu."


Tae Hee terdiam. Ia kemudian meninggalkan Soo Ji.


Shi hyun membuat minuman hangat, lalu masuklah pesan dari Tae Hee.

"Sepertinya aku tidak bisa ikut. Aku mau tidur. Selamat malam."


Soo Ji mendekat, bertanya apa minuman itu untuknya? Shi Hyun berkata akan membuatkannya untuk Soo Ji.

"Tidak usah. Itu bukan untukku." Kesal Soo Ji.

"Astaga. Akan kubuatkan untukmu. Mau marsmelo? Sepertinya tenggorokanmu meradang."

"Aku juga sakit perut."

"Satu atau dua?"


Soo Ji tersenyum sambil mengacungkan tiga jari. Maka Shi Hyun pun memasukkan tiga marsmelo kedalam minuman Soo Ji.


Setelahnya Shi Hyun memijit tangan Soo Ji. Soo Ji memuji Shi Hyun yang tahu segalanya, tahu marsmelo baik untuk sakit tenggorokan dan tahu titik pijat untuk menyembuhkan sakit perut, tapi mungkin hanya mereka yang yang tahu bahwa Shi Hyun sangat baik.


Tae Hee tak sengaja melihat mereka berdua bersama, ia cemburu, jadi ia memutuskan menjauh.


Soo Ji: Sepertinya dia menyukaimu.

Shi Hyun: Menurutmu begitu?

Soo Ji: Kukira kita mau berhenti mencoba membuatnya menyukaimu lalu kamu mencampakkannya. Kenapa kamu berusaha keras?

Shi Hyun: Diamlah. Dia bisa mendengarmu.

Soo Ji: Kamu pasti cemas jika dia tahu.

Shi Hyun: Kamu tidak suka Tae Hee menyukaiku?

Soo Ji: Tidak. Tapi aku berharap kamu berhenti menyimpan rahasia dari kami.

Shi Hyun: Tidak ada rahasia di antara kita.

Soo Ji: Bukan, di antara kita bertiga. Se Joo tidak tahu.. bahwa kita bertaruh dengan pernikahan kita.

Soo Ji mengalihkan pembicaraan, ia tahu minuman pertama yang Shi Hyun buat itu untuk Tae Hee, ia menawarkan diri untuk memberikannya.


Tae Hee kembali ke kamarnya, ia tampak murung.


Beberapa saat kemudian Shi Hyun datang membawakan minuman. Shi Hyun bertanya, apa kamar Tae Hee dingin? Mau ia buat lebih hangat?

"Sudah cukup hangat." Jawab Tae Hee.

"Mengecewakan sekali. Aku ingin menunjukkan bintang kepadamu."

"Lain kali saja. Terima kasih."

"Sama-sama. Selamat tidur."

"Kamu juga."


Soo Ji masih di dapur, ia menjawab jujur pertanyaan Shi Hyun tadi, ia tidak suka Shi Hyun menyukai Tae Hee. Kemudian ia membuang minumannya tanpa meminumnya seteguk pun, selanjutnya ia mematikan lampu dan kembali ke kamarnya.


Se Joo ternyata sedari tadi mendengar percakapan mereka. Ia menghela nafas, rahasia?


Ibu Soo Ji beserta beberapa staff RS-nya datang ke panti Jompo untuk memberikan pemeriksaan gratis. Kebetulan ia kebagian memeriksa Nenek Heo, ia menyarankan agar nenek Heo mengurangi camilan karena gula darahnya tinggi.

"Aku nyaris tidak berselera makan. Aku harus makan sesuatu supaya tetap berenergi." Jelas Nenek Heo.

"Kamu mau bergulat? Berapa banyak energi yang kamu inginkan? Gigimu sudah ompong dan kamu masih mengemil." Sahut Nenek Choi yang diperiksa disebelahnya.


Kemudian Bapa Mateo mendekat, ia juga meminta camilan yang nenek Heo bawa, "Aku sudah memintamu mengurangi camilan itu. Aku tahu kamu akan dimarahi. Berikan itu."

Ibu Soo Ji: Bapa juga harus berhenti mengemil.

Bapa: Aku berusaha menguranginya.

Nenek Heo dan Nenek Choi berusaha menahan tawa. Bapa Mateo malu, jadi ia menjauh.


Ibu Soo Ji memastikan akan merawat Nenek Heo dan membuatkan gigi palsu baru. Jadi Jangan khawatir.

Nenek Heo: Gigi palsu sangat mahal. Apa itu berarti aku bisa makan daging iga di Chuseok ini?

Ibu Soo Ji: Anda mau daging iga?

Nenek Choi: Kamu akan hidup selama itu?

Nenek Heo: Haruskah kamu bicara begitu?


Ibu Soo Ji juga menyumbangkan TV LED baru. Semua nenek kagum melihat TV itu.


Setelah pemeriksaan selesai, Ibu Soo Ji tak sengaja melewati tempat foto-foto dipajang dan ia melihat foto Shi Hyun kecil.

"Aku tidak pernah melihat foto dia waktu sekecil ini. Dia sangat mirip dengan ayahnya." Gumam Ibu Soo Ji.


Lalu Ibu Soo Ji mendongak ke atas dan melihat foto Ibu Shi Hyun. Ibu Soo Ji menyapanya.

"Lama tidak jumpa. Apa kamu keberatan.. melihatku di sini?"


Jadi waktu itu, mobil yang dikendarai Ibu Soo Ji menabrak mobil yang dikendarai Ibu Shi Hyun. Ibu Soo Ji tidak terluka, ia dengan panik keluar dari mobilnya untuk mengecek keadaan Ibu Shi Hyun. Ibu Shi Hyun tidak sadarkan diri dan Ibu Soo Ji terus mengetuk kaca dengan panik.


Ibu Soo Ji mengaku ia menyesal, tapi ia tidak akan minta maaf karena ia tidak melakukan kesalahan.


Ibu Park mendekati Ibu Soo Ji untuk menanyakan apa Yayasan JK akan berhenti menyokong Panti mereka?

"Tidak. Kedua yayasan ini akan digabung. Sampai saat ini, aku tidak tahu bagaimana cara kerja JK, tapi aku akan memastikan itu tidak akan terjadi."

"Terima kasih banyak. Anda sudah mendonasikan ranjang rumah sakit dan sarana hiburan. Anda begitu detil dan perhatian. Semua orang sangat takjub."


Ibu Park membahas soal foto Shi Hyun, manis kan? Ibu Park memberitahu Ibu Soo Ji kalau Shi Hyun sekarang sudah 20 tahun dan wanita-wanita di sana menyukainya.

"Dia rutin kemari?" Tanya Ibu Soo Ji.

"Tidak, dia baru mulai datang belum lama ini."


Shi Hyun turun belakangan dan ia heran karena hanya ada tiga piring untuk sarapan. Se Joo menjelaskan kalau Tae Hee sudah pergi. Shi Hyun gugup, Apa? Kapan? Kenapa?

Soo Ji: Aku mengetuk pintunya untuk mengajak sarapan, tapi dia sudah pergi. Aku harus bagaimana?

Shi hyun: Kamu sudah meneleponnya?

Soo Ji: Untuk apa?

Lalu Se Joo menyuruh Shi Hyun menelfon Tae Hee sendiri.


Shi Hyun menuju kulkas dan ia melihat pesan Tae Hee yang tertempel disana, "Aku lupa bilang, aku harus pulang lebih awal. Terima kasih banyak. Selamat bersenang-senang."

Shi Hyun buru-buru pergi juga, ia pergi karena Tae Hee tidak bisa sendirian.


Soo Ji: Lihat? Entah dia memainkan itu atau berpura-pura di depan kita? Kamu juga bingung, bukan?

Se Joo tidak menanggapinya, ia mau membuat espresso saja agar bisa sadar sepenuhnya.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap