Monday, December 25, 2017

Sinopsis Where The Lost Ones Go Episode 1 Part 1

Ditulis oleh: Diana Recap
Support Admin dengan membaca sinopsis hanya di "www.diana-recap.com"

Sinopsis Where The Lost Ones Go Episode 1 Part 1

Sumber Gambar: Hunan TV


Ada seorang pria membawa buket bunga pengantin. Ia menunjukkan cincin di masing-masing telapak tangannya.


Lalu seorang wanita berambut panjang berlari ke arahnya. Sang pria memberikan bunga itu pada sang wanita dan mereka berpelukan.


"Mereka menikah karena cinta. Aku biasanya iri karena mereka bisa bertahan dengan cinta mereka selamanya."


"Aku biasanya protes pada Tuhan yang tidak adil terhadapku. Tuhan selalu mengambil semua yang indah dariku."


"Tapi aku sekarang aku mengerti. Setiap hubungan mempunyai alasan."


"Mungkin semua ini adalah cara-Nya untuk mengajariku bahwa arti dari cinta itu lebih penting daripada hasilnya.


-=EPISODE 1=-
Jika Aku Belum Bertemu Kamu


[2007]


Tahun ajaran baru seperinya dan Fakultas Seni ada acara. Tokoh utama kita adalah Ye Zi (Yang rambut panjang dan yang bernarasi tadi). Saat ini dia dan temannya, Zhu Xuan, sedang melihat sepeda yang digantung diatas pohon dan itu tinggi banget. Karena merasa itu sebuah seni, Ye Zi pun memotretnya.


Zhu Xuan berkata pada Ye Zi kalau ia mau jadi Miss Kampus yang mengetahui segalanya, tidak ada yang bisa lepas dari matanya. Ye Zi cuma geleng-geleng saja.

Terakhir, Zhu Xuan berteriak kalau ia adalah dominator di kampus. Ya Zi menyuruh Zhu Xuan berhenti berteriak, malu. Ye Zi mebuktikan kata ibu Zhu Xuan kalau Zhu Xuan itu suka berteriak.

Zhu Xuan menjelaskan, maksud ibunya itu adalah ia populer saat usia 3 tahun. Ia tidak bisa menahan pesonanya yang merupakan bawaan lahir.


Zhu Xuan lalu mengajak Ye Zi duduk, ia mau menggunakan papan gambarnya yang baru ia beli. Ye Zi bertanya, apa yang ingin Zhu Xuan gambar?

"Ada kepercayaan di Fakultas Seni, kau akan mempunyai pertemuan yang romantis jika berkeliling kampus dengan sebuah bunga. Benar itu."

"Kau percaya itu?"

"Aku takut kau tidak bisa bertemu pria baik."

"Biarin, kan masih ada kau."

"No way."


Zhu Xuan lalu memberikan hasil gambarnya pada Ye Zi. Ya Ri menerimanya meskipun tidak percaya. Zhu Xuan berharap semoga Ye Zi bisa bertemu seseorang yang unik. Ye Zi semakin tidak percaya dan mengembalikan gambarnya.

Zhu Xuan memaksa, tidak ada alasan bagus untuk banyak hal di dunia ini, ia tidak ingin menyia-nyiakan waktu bersama Ye Zi, ia pergi duluan dan memaksa Ye Zi membawa gambarnya, ia mau mencari pasangannya sendiri.

"Kita tidak tahu apakah kau orang yang lebih duluan menikah!" Teriak Ye Zi, tapi Zhu Xuan tidak peduli.


Ye Zi membawa lukisan itu bersamanya walaupun mengatakan kalau lukisan Zhu Xuan jelek.


"Namaku Ye Zi. Artinya "daun" dalam bahasa Inggris. Itu adalah nama yang sederhana dan biasa. Tapi itu bisa berarti bebas."


Ye Zi duduk di bangku taman dan dari jendela yang terbuka ia melihat seorang pria sedang melukis. Ia tertarik melihat lukisan pria itu, diam-diam ia pun mendekat.


Tiba-tiba seorang gadis mendatangi pria itu dan memanggilnya kasar, Xiang Zeyi. Ye Zi kaget, ia mundur beberapa langkah tapi masih bisa mendengarkan.

Gadis itu marah karena Xiang Zeyi gak datang padahal ia sudah menunggu sampai film selesai. Xiang Zeyi suka gak sih sama dirinya? Xiang Zeyi diam saja, gadis itu menampik kuas yang digunakan Xiang Zeyi agar mau menjawabnya.

"Aku sudah punya pacar." Jawab Xiang Zeyi.

"Apa?"

"Jadi tolong jangan buang waktu padaku. Aku punya pacar."


Gadis itu marah dan menampar Xiang Zeyi. Saat itulah Xiang Zeyi menyadari ada Ye Zi sedang menonton mereka.


Ye Zi gugup, gak tahu harus berbuat apa, akhirnya ia melambaikan tangan, tanda kalau ia tidak mendengar apapun. Tapi Xiang Zeyi malah memanfaatkannya untuk dijadikan pacar dadakan.


Xiang Zeyi meloncat dari jendela dan menarik Ye Zi lari bersamanya menjauhi gadis itu.

"Aku selalu mengharapkan kejutan dalam hidupku. Tapi sepertinya tidak ada yang seperti yang diharapkan. Tergesa-gesa, terlalu awal, sesuatu dimulai." Narasi Ye Zi.


Xiang Zeyi akhirnya menghentikan larinya. Ye Zi ngos-ngosan dan minta tangannya dilepaskan. Xiang Zeyi mengucapkan terimakasih setelah melepaskan tangan Ye Zi.

"Aku tidak melihat apa-apa tadi. Jangan khawatir" Jelas Ye Zi, Xiang Zeyi hanya tersenyum.


Xiang Zeyi melihat earphone mereka bertautan. Ia pun mendekat untuk menariknya, tapi Ye Zi salah paham dan terus mundur, ia tidak lihat ada lobang di belakang, jadi Ye Zi refelks menarik baju Xiang Zeyi. Akhirnya mereka jatuh berdua.


Ze Yi langsung mendorong Xiang Zeyi, tapi Xiang Zeyi malah ketawa ngakak dan masih sempat menyipratkan air pada Ye Zi.


Ye Zi buru-buru bangun dan memunguti barang-barangnya dan lari menjauh. Xiang Zeyi bertanya siapa namanya tapi Ye Zi tidak menyahut.


Ye Zi berlari pulang ke asrama. Disana ada Zhu Xuan dan langsung curiga melihat pakaiannya basah semua. Ye Zi menyuruhnya diam karena disana juga ada teman sekamar mereka yang lain.

Zhu Xuan penasaran, melihat siapa sih Ye Zi sampai jatuh begitu? Ye Zi daiam saja.


Lalu teman sekamar mereka mengenalkan diri yang atas namanya Liu Xinran dan yang bawah namanya Cheng Xi. Zu Xuan memberi julukan pada mereka berdua, Liu dan Xixi.


Zu Xuan menebak-nebak, pasti Ye Zi abis melihat cowok ganteng kan, makanya sampe jatoh? Ye Zi kembali geleng-geleng. Beruntung ada Chen Xi yang menyela mereka, ia memberi handuk untuk Ye Zi agar bisa mengeringkan diri.


Zu Xuan mengeluarkan semua isi tas Ye Zi dan melihat Ipod. Mereka semua lagum karena itu sangat mahal.


Mereka menemukan catatan tagihan di belakang Ipod itu dan ada namanya, Xiang Zeyi. Zhu Xuan langsung heboh menyebut nama Xiang Zeyi membuat yang lain heran, siapa Xiang Zeyi.

"Ya Tuhan! kalian tidak tahu? Dia pria paling tampan di Kampus Seni."


Lalu mereka pindah ke luar untuk mengobrolkan Xiang Zeyi. Zhu Xuan menjelaskan kalau Xiang Zeyi adalah fokusnya kampus seni, yang paling tampan di Kampus Seni, bahkan hampir separuh gadis kampus diam-diam menyukainya, tapi dia masih single walaupun terus mengaku telah memiliki pacar.


Liu Xinran bertanya, benarkah semua itu. Zhu Xuan menjamin informasinya itu 100 % akurat. Tapi Ye Zi tidak bereaksi sama sekali, ia malah asyik memainkan sedotannya.


Zhu Xuan akan mencoba Ipod Xiang Zeyi, Ye Zi melihatnya dan melarangnya tapi Zhu Xuan tidak mau berhenti, jadi mereka kejar-kejaran. Sampai akhirnya Zhu Xuan berhenti karena tidak bisa menyalakan Ipod itu.


Ye Zi langsung mengambilnya. Zhu Xuan tidak mau disalahkan, ia hanya menyalakannya tapi tidak ada suara yang keluar.

Ye Zi diam saja sampai ia mendapat telfon ajakan makan malam. Zhu Xuan bertanya lirih, Lin Seh kah?


Jadi tebakan Zhu Xuan benar, yang mengajak mereka makan malam adalah Lin Sen dan sekarang mereka bertiga sedang makan hot-pot.

Zhu Xuan protes, bisa gak lain kali Lin Sen jangan milih restoran hot-pot untuk makan bersama? Lin Sen menyuruh Zhu Xuan saja yang memilih restoran lain kali, Zhu Xuan pun tersenyum.


Lin Sen kemudian mengambilkan lauk untuk Ye Zi. Zhu Xuan juga minta lauk yang sama pada Lin Sen. 

"Kau bilang tidak suka hot-pot?" Tanya Lin Sen.

Ye Zi kemudian memberikan lauknya untuk Zhu Xuan daripada mereka berdebat gak jelas. Lin Sen juga mengambilkan untuk Zhu Xuan, berharap Zhu Xuan cepat gemuk.

Zhu Xuan tiba-tiba mengedip pada Lin Sen, bahkan memanggil Lin Sen kakak. Lin Sen curiga, ada apa gerangan? Zhu Xuan menjelaskan, ia sama sekali tidak tertarik pada Lin Sen, tapi ia dengar ada banyak cowok keren di kampus Lin Sen, ia harap ada satu yang bisa Lin Sen kenalkan padanya.


Lin Sen tersenyum, ada banyak cowok keren di kampusnya. Dan tiba-tiba datanglah seorang cowok tampan, Lin Sen memanggilnya Yuan Lang.

Zhu Xuan melihatnya dan saat itu juga ia langsung jatuh hati. Lin Sen langsung mengajak Yuan Langbergabung dengan mereka.


Lin Sen mengenalkan Yuan Lang pada para cewek, Ye Zi dan Zhu Xuan. Ternyata Yuan Lang itu senior Lin Sen yang paling pintar dan tampan.


Zhu Xuan: Kedokteran forensik? Apa yang mirip dengan serial TV "Dexter"? Apa kamu suka film? kau tahu Harry Potter dan Order of the Phoenix

Yuan Lang: iya, aku tau itu

Zhu Xuan: Aku hanyut dalam episode itu, Sirius Black meninggal dengan cara yang menyedihkan. Kudengar bahkan Dumbledore akan mati di episode berikutnya. Jika itu benar-benar terjadi, aku tidak tahan dengan itu.

Yuan Lang hanya memandang Lin Sen, Yuan Lang sudah merasa Zhu Xuan ini aneh orangnya.


Zhu Xuan lalu mengajak semuanya menceritakan cerita lucu dan ia yang memulai. Nama keluarga tetangganya adalah Zhu, tetangganya lahir di SiChuan, jadi dinamai Zhu Chuan. Setiap kali ibunya membeli pakaian untuknya, dia akan mengatakan "untuk Zhu Chuanku (kedengarannya sama seperti "untuk babiku)".

Sebenarnya itu sama sekali tidak lucu tapi semuanya mesem-mesem aja. Tapi Zhu Xuan ketawa ngakak, jadi yang lain juga ikutan pura-pura ngakak.


Namun saat perjalanan kembali ke asrama, Zhu Xuan menyesali leluconnya tadi, sungguh memalukan! Tapi bukannya mengibur, Ye Zi malah mengejeknya, lalu ketawa ngakak. Zhu Xuan teriak sebal, kemudian Ye Zi merangkulnya.


Zhu Xuan mengaku, sebenarnya ia tahu kalau tadi itu bukan lelucon yang lucu. Ye Zi tidak mengerti, apa maksudnya? Zhu Xuan tiba-tiba teriak kalau ia harus menyusun rencana, ia harus mendapat kemenangang dan ia meneriakkan jargon mereka diikuti Ye Zi.

Zhu Xuan: Dia Pasti akan jadi pacarku secepatnya.



Masalah hadir saat mereka mendekati gerbang asrama, gerbangnya sudah digembok. Ye Zi menyalahkan Zhu Xuan karena bilang gerbang akan digembok pukul 12 malam tapi ini baru setengah 12 sudah digembok.

Ye Zi: Kita baru disini, kalau ketahuan, kita bisa mendapat masalah besar.

Zhu Xuan: Biar ku lihat.

Zhu Xuan lalu menarik Ye Zi untuk mengikutinya.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap