Sunday, December 10, 2017

Sinopsis Cambrian Period Episode 3 Part 2

Ditulis oleh: Diana Recap
Support Admin dengan kunjungi "www.diana-recap.com"

Sinopsis Cambrian Period Episode 3 Part 2

Sumber Gambar: Youku


Pemilik kedai memaksa membawa Tang Yin ke kantor polisi tapi Tang Yin tidak mau dan berpegangan erat pada gerobak hal itu membuat orang-orang berkerumun menyaksikannya.

Jian Zi datang dan memberikan uang pada pemilik kedai, ia sedikit kesal, kan cuma makanan, harusnya pemilik tidak kasar pada wanita!


Jian Zi lalu menyentuh pundak Tang Yin yang masih meraung-raung tidak mau. Jian Zi mengatakan kalau semunaya duah beres sekarang. Tang Yin menoleh dan Jian Zi menunjukkan senyum manisnya. Tang Yin hampir menangis.


Selama perjalanan Tang Yin menangis kesal, kenapa Jian Zi bisa menemukannya? Bukannya mereka sudah setuju untuk tidak saling bertemu lagi? Kenapa Jian Zi tidak bisa meninggalkannya sendiri? APa Jian Zi datang untuk melihat ia mempermalukan diri?

"Apa kesalahanku? Kenapa aku sungguh tidak beruntung? Dari pertama kesini sampai sekarang tidak ada yang mengenakkan."


Tang Yin juga kesal pada Jian Zi yang menguntitnya, Jian Zi mesum ya?! Jian Zi jelas mengelaknya, ia menjelaskan kalau ponsel yang Tang Yin bawa ada aplikasi pelacaknya.

Tang Yin akan membanting ponsel pinjaman itu tapi tidak jadi, ia kembali menangis sambil jalan. Kenapa dunia memilihnya?


Tapi mendadak Tang Yin berhenti menangis. Ia berkata kalau tadi Jian Zi hanya berhalusinasi, ia tidak menangis. Jian Zi mengerti.

Tang Yin bertanya, apa maksud Jian Zi. Jian Zi mengajak Tang Yin pulang dengannya. Tang Yin tidak mau, ia tidak pergi dengan Gigolo.

"AKu bukan Gigolo. Baik, sekarang aku tanya, apa kau punya tempat tujuan? Kau punya uang untuk tidur di hotel? Punya uang untuk makan?"

"Tidak, tapi itu bukan urusanmu!"

Tang Yin lalu pergi dengan keren, tapi seperti biasan, tang Yin kembali lagi.


Selama perjalanan, Tang Yin menjelaskan. Paru-parunya lemah, ia sakit asma, ginjalnya juga palsu. Pokoknya jangan mengharapkan bisa menjual organnya.

"Apa aku terlihat seperti orang yang akan melakukan itu semua?"

"benar. Kau cukup tampan. Oh.. tapi aku pernah melahirkan sebelumnya. AKu menderita AIDS."

Jian Zi sontak melotot pada Tang Yin. Tang Yin akhirnya mengakui, soal AIDS itu bohong, tapi soal melahirkan ia sama sekali tidak bohong. Jian Zi diam saja.


Saat masuk ke dalam pub, Tang Yin menyadari disana nyaman juga, kemarin ia belum sempat mengamati soalnya. Tang Yin lalu bertanya, satu pengunjung membayar berapa kalau masuk ke sana?


Jian Zi tersenyum, Tang Yin terlalu banyak berpikir, ia menjelaskan kalau pub nya itu peninggalan seseorang dan ia tidak melayani pengunjung. Tang Yin membenarkan, tapi pengunjung yang meminta Jian Zi melayani mereka. Jin Zi kembali tersenyum.


Tang Yin menyadari kalau Jian Zi tutup terlalu sore, apa Jian Zi tidak mau berbisnis? Jian Zi menjelaskan, ia hanya tidak mau rumahnya tidak terpakai, maka ia mengubahnya menjadi pub, ia tidak berharap bisa menghasilkan uang dari itu.

"Benar. Bisnis seperti ini tidak seperti dirimu."

"Ijinkan aku mengatakan ini sekali lagi. Aku tidak melakukan itu."

"Ya."


Jian Zi lalu mengantar Tang Yin ke kamarnya, ia juga memberi Tang Yin baju-bajunya dan warnanya manis-manis. Tang Yin berkomentar kalau selera warna pakaian Jian Zi sangat cewk banget.

Jian Zi langsung keluar, pakai saja itu kalau gak mau telanjang. Lalu ia membanting pintu.


Satu lagi, Jian Zi melarang Tang Yin menyentuh barangnya. Tang Yin menenangkan, ia sama sekali tidak tertarik dengan rahasia Jian Zi. Jian Zi mengucapkan selamat malam, tapi Tang Yin malah membuka pintu.


Tang Yin mengucapkan terimakasih. Dan untuk omongannya tadi, jangan terlalu dimasukin hati. Jian Zi pasti tahu, seorang gadis seperti dirinya perlu hati-hati.

"Kau tidak perlu berterimakasih, kita akan saling mebantu. Dan juga.. jangan panggil aku dengan I-itu lagi."

Tang Yin menangguk, ia percaya kalau Jian Zi adalah orang baik.


Ternyata  Quan Cheng ditangkap oleh Opsir Chai, makanya tidak bisa dibubungi dan malam ini ia dibebaskan. Opsir Chai mengancam, jangan sampai Quan Cheng bertemu dengannya lagi. Tapi Quan Cheng tidak menyesal ditangkap oleh Opsir cantik seperti Opsir Chai.


Tang Yin meyakinkan dirinya sendiri kalau ia pasti baik-baik saja. Ia pasti bisa menjadi pembelanja pengganti yang sukses. Lalu ia membaringkan tubuhnya.


Orang misterius itu muncul lagi. Orang itu juga mendapatkan rekaman black box mobil yang menabrak Ke Ke. Ia juga menangkap Jian Zi yang memakai topeng saat mengendarai mobil.


Tang Yin masuk ke kamar mandi masih dengan mata tertutup, ia gak sadar ada Jian Zi disana. Tang Yin menggunakan closet dengan santai.

Tapi kemudian ia membuka matanya dan sadar kalau Jian ZI ada disana. Ia hanya bisa teriak. Jian Zi langsung keluar dan menutup pintu. Tang Yin kesal karena Jian Zi tidak mengunci pintu toilet.


Yong Ji menemui Opsir Chai, mengatakan kalau mulai hari ini Opsir Chai di pindahkan ke Tim kriminal. Opsir Chai sangat senang dan setelah Yong Ji keluar, semua rekan-rekan bertepuk tangan untuk Opsir Chai.


Opsir Chai memegang dokumen mengenai data-data diri Shen Ke Ke. Opsir Chai protes, itu kan hanya kasus orang hilang, bukannya tim mereka tidak menyelidiki hal semacam itu? Bagaimana dengan kasus kriminal yang besar?

"Kasus kecil bisa memancing kasus besar, aku rasa kita bisa menangkap ikan besar kali ini. Jika kau tidak mau membantu aku bisa mencari orang lain."

Opsir Chai menolaknya, itu sudah menjadi tugasnya dan semua kasus harus diatasi dengan cara yang sama, tidak peduli mau itu besar atau kecil.


Yong Jin memberi Opsir Chai foto Ke Ke yang tertangkap sedang bersama Quan Cheng. Opsir Chai jelas mengenali Quan Cheng.


Jian Zi mengunci pub-nya, sepertinya ia akan pergi dengan Tang Yin karena Tang Yin sudah memakai helm dan jas. Jian Zi bertanya, Tang Yin mendapatkan jas itu dari mana? Tang Yin menjawab diberi cowok yang ia suka. Jian Zi bertanya lagi, kapan Tang Yin bertemu dengannya. Tang Yin merasa diinterogasi, ia tidak mau menjawab, ia mengajak Jian Zi bergegas mencari Quan Cheng saja.


Tang Yin menyuruh Jian Zi menunduk, ia merapikan rambut Jian Zi lalu memakaikan helm. Jian Zi sampai bengong karena perhatian Tang Yin itu.


Quan Cheng mengintip ke pub. Tang Yin menoleh kebelakang dan melihantanya, Tang Yin langsung teriak kenceng. Quan Cheng juga ikutan teriak.


Kebetulan Yong Ji dan Opsir Chai datang, mereka melihat Quan Cheng. Opsir Choi langsung keluar untuk menangkap Quan Cheng. Quan Cheng terkejut, jadi ia lari.

Tang Yin yang lebih dekat dengan Quan Cheng mengejarnya. Lalu Opsir Chai mengikutinya. Sementara itu, Yong Ji menggunakan mobil untuk mengejar dan Jian Zi hanya diam di tempat.


Tapi kok jadinya Opsir Chai mengejar Quan Cheng sementara Tang Yin mengejar Jian Zi. Tang Yin ngos-ngosan tapi Jian Zi terus lari.


Jelas-jelas tadi Jian Zi lari di depannya, tapi sekarang Jian Zi memanggilnya dari belakang. tang Yin bingung dong dan Jian Zi segera mendekat untuk mengajaknya lari bersama, Jian Zi menarik tangan Tang Yin.


Opsir Chai masih belum bisa menangkap Quan Cheng dan sekarang Yong Ji turun dari mobil untuk membantu Opsir Chai mengejar Quan Cheng.


Tang Yin dan Jian Zi  berhenti. Tang Yin bertanya-tanya, kemana Quan Cheng pergi dan ia baru sadar ia bergandengan dengan Jian Zi, saat itu juga Tang Yin menarik tangannya.

Jian Zi lalu lari duluan dan Tang Yin mengikutinya.


Akhirnya Opsir Chai berhasil menangkap Quan Cheng. Quan Cheng beralasan kalau ia tidak melanggar hukum hari ini, ia belum mendapatkan pelanggan.

Opsir Chai bertanya, lalu kenapa Quan Cheng lari saat melihatnya? Quan Cheng balik bertanya, apa Opsir Chai tidak punya kerjaan ya selain menangkapnya?

Opsir Chai lalu menggeledah tubuh Quan Cheng. Quan Cheng ketawa karena geli. Opsir Chai melarangnya ketawa, memberitahu kalau Quan Cheng terlibat sesuatu yang besar.


Tang Yin dan Jian Zi melihat mereka. tang Yin langsung mendekat diikuti Jian Zi dan itu bersamaan dengan datangnya Yong Ji dari arah berlawanan. 

Sementara Tang Yin memukuli Quan Cheng, Jian Zi dan Yong Ji saling pandang.

*Akan terus dilanjut asal ada komentar.. tapi gak bisa tiap hari ya..

13 komentar:

  1. Lanjut minnn ๐Ÿ˜ klw link buat nnton nya apa ya min?

    ReplyDelete
  2. ahahaha makasii min dilanjutin terus, gapapa gak tiap hari asal dilanjut, saya bakal komentar tiap episode nya heheheheee

    ReplyDelete
  3. Lanjut kak kyaknya seru ๐Ÿ˜Š☺

    ReplyDelete
  4. Makasiiii sinopsis nya lanjut terus ya.. Semangat!! :)

    ReplyDelete
  5. Lead malex jian zi kan! Imuut bet๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
  6. Semangat kak, lanjut terus ya sinopsis nya seruu ����

    ReplyDelete
  7. ngak sabar nunggu lanjutannya... semangat ya. sinopsisnya keren

    ReplyDelete
  8. Lanjut dong,,seru tapi menyedihkan nantinya๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข

    ReplyDelete
  9. Makasih sinopsisnya adek manis. ๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  10. Kak... Kapan drama ini dilanjut???

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap